7 Cara Praktis Agar Usaha yang Dibangun Terus Bertumbuh dan Berkembang Cetar Membahana

Cara-Agar-Usaha-yang-Dibangun-Terus-Bertumbuh-dan-Berkembang-Cetar-Membahana

 

Ramahlah terhadap orang-orang sewaktu karier anda menanjak, karena mungkin anda akan bertemu dengan mereka sewaktu karir anda mulai menurun

Pepatah tersebut tidak sepenuhnya benar, karena saat karir kita menurun, kita akan bertemu dengan orang-orang yang lain sama sekali.

Kondisi tersebut bisa terjadi baik saat kita berkarir sebagai pekerja atau berbisnis sendiri.

Saya pernah membaca tulisan dari pakar marketing saat pertama kali merintis sebagai konsultan marketing.

Beliau menuliskan, setelah keluar dari perusahaan besar di Indonesia beliau agak kesulitan  menghubungi beberapa kenalannya saat beliau menjabat di perusahaan.

Singkat cerita, akhirnya beliau dengan mengajak anaknya menghubungi pemilik perusahaan tempat beliau bekerja.

Oleh pemilik perusahaan, beliau diminta untuk melanjutkan program-program yang dulu pernah dijalankan saat bekerja di perusahaan itu.

Dari cerita singkat itu,  kita harus menyadari bahwa saat karir kita jatuh segala sesuatunya menjadi lebih sukar. Persoalaan yang dihadapi akan berbeda.

Bila kita sebagai pengusaha, pada saat kondisi menurun, upaya mempertahankan momentum perusahaan, mengubah kecepatan, dan mengubah arahnya menjadi lebih sulit.

Baca juga: Sepenggal Kisah tentang Daya Resiliensi dan Kepedulian

Lalu bagaimana caranya agar usaha yang sudah kita bangun dapat terus bertahan, bertumbuh dan berkembang cetar membahana?

Berikut ini ada 7 cara yang bisa dilakukan agar usaha atau karir kita mampu bertahan menghadapi perubahan yang cepat dan tidak berbentuk:

#1. Mengupayakan keluwesan

mengupayakan-keluwesan

Perubahan arus bisnis berlangsung terlalu cepat dan tidak berbentuk, sehingga sukar bagi sistem dan struktur yang ada untuk mempertahankannya.

Manajemen yang baik harus mampu menanggulangi tekanan, baik dari dalam maupun dari luar dan memanfaatkan peluang yang ada. Sehingga seringkali diperlukan keluwesan pada struktur yang ada agar dapat bertahan.

Anda harus bisa menyakinkan orang-orang yang bekerja untuk anda tentang perlunya keluwesan struktur dalam perusahaan anda.

Satu-satunya cara untuk melakukan hal itu adalah dengan perbuatan dan bukan dengan perkataan.

Para pegawai harus dapat melihat bukti nyata bahwa struktur itu tidak saja luwes, tapi juga keluwesan itu ditunjukkan bagi keuntungan dan kepentingan mereka sendiri.

Agar pegawai ikut merasakan proses keluwesan tersebut, maka libatkan pegawai dengan proses yang akan dijalankan.

Sejak proses kelahiran ide , uji coba sampai pelaksanaan.

Bila proses seperti itu dijalankan maka penerapan keluwesan akan dirasakan bersama dan bukan hanya slogan  kosong tanpa isi.

#2. Jangan biarkan kebijakan mengekang operasi

kebijakan-mengekang-operasi

Usahakan untuk selalu merevisi dan memperbaharui kebijakan perusahaan. Meniadakan hal-hal tertentu dan menambah dengan yang lain untuk menjaga agar manajemen perusahaan tidak ketinggalan dengan perusahaan itu sendiri.

Tim inti yang merumuskan kebijakan perusahaan harus mengadakan pertemuan secara rutin, di mana di setiap pertemuan itu harus dihasilkan sebuah keputusan penting. Sehingga semua anggota tim menjadikan pertemuan rutin tersebut sebagai agenda penting di atas yang lain.

Jika struktur perusahaan dapat menghambat momentum bisnis, maka kebijakan yang tidak mutakhir akan menghambat bisnis itu sendiri.

#3. Mendobrak kebiasaan dan kebijaksanaan konvensional perusahaan yang tidak efektif

Mengelola perusahaan yang sudah lama berdiri seringkali dibutuhkan sikap aktif dan agresif mendobrak kebiasaan dan kebijaksanaan konvensional perusahaan.

Terlalu mudah untuk mengatakan bahwa :” sebelumnya selalu dikerjakan dengan cara ini” atau “Beginilah selalu cara kami melakukannya”.

Pada hakekatnya perusahaan bersifat konservatif. Orang menentang perubahan, terutama perubahan dalam lingkungan kerja.

Mereka ingin agar lima tahun mendatang perusahaan tempat mereka sekarang bekerja tetap seperti sekarang.

Oleh karena itu, keberanian mendobrak selamanya merupakan perjuangan yang akan melawan arus (anti mainstream).

Ironisna ialah bahwa perusahaan yang sudah lama berdiri justeru memperoleh momentumnya dengan melawan arus momentum yang ada.

Pernahkah kita memperhatikan bahwa perusahaan yang dikelola paling baik, umumnya cenderung dikelola secara tidak konvensional?

Setiap kali muncul artikel tentang perusahaan seperti itu, keberhasilan mereka seringkali dikaitkan dengan perbuatan ‘tidak biasa’  dan bukan mengikuti pendahulunya.

Beberapa kebijakan tidak biasa yang mereka lakukan seperti, mendorong kemandirian karyawan dan divisinya, dan bukan mengekangnya, mendobrak kebijaksanaan konvensional dan bukan dengan mengabadikannya.

Jangan hanya mencari kesempatan untuk dapat melakukan yang tidak disangka-sangka. Ciptakan kesempatan itu! Kejarlah kesempatan itu secara agresif.

Jadikan pengelolaan sebagai sebagai sesuatu yang aktif.

#4. Mengelola dengan keyakinan

mengelola-dengan-keyakinan

Kemampuan mendelegasikan membedakan manajer yang baik dengan yang tidak baik. Delegasi adalah proses membina orang, kemudian menyerahkan tanggungjawab tertentu.

Kedengarannya mudah, meskipun tidak sesederhana yang diperkirakan. Orang lebih suka dipandang sebagai yang berwenang daripada mendukung wewenang atau keahlian orang-orang yang bekerja untuknya.

Mendelegasikan tanggung jawab juga sukar. Sekali lagi ini berkaitan dengan ego.

Pada umumnya orang merasa dapat melakukan sesuatu lebih baik daripada siapa pun juga atau merasa takut bahwa jika mereka menyerahkan suatu tugas atau tanggung jawab, mereka akan dipandang kurang penting bagi perusahaan.

Untuk menjadi seorang manajer yang baik, diperlukan kepercayaan diri yang besar, rasa yakin terhadap orang-orang yang bekerja untuk kita dan keyakinan yang cukup atas diri sendiri untuk mangatasi masalah ego tersebut.

Pada umumnya manusia ingin melihat hasil kerjanya sendiri, ingin melihat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan yang bukan saja mewujudkan hasil-hasil kongkret, tapi tugas-tugas itu sendiri harus juga kongkret.

Manajer harus mencari sumber kepuasan kerja yang lain. Mereka harus mampu mengembangkan dan memberikan tanggungjawab kepada orang-orangnya.

Mereka berusaha memperoleh kepuasan ego dalam melatih, membimbing, dan mengendalikan orang-orangnya.

#5. Mendelegasikan apa yang dapat didelegasikan bukan APA YANG INGIN didelegasikan

mendelegasikan-apa-yang-dapat-didelegasikan

Orang seringkali mendelegasikan atau tidak mendelegasikan karena alasan yang kurang tepat. Mereka mengerjakan suatu tugas karena mereka senang melakukannya, atau ingin melakukannya, atau takut tidak melakukannya.

Dan mereka akan menyerahkan tugas lain yang tidak mereka senangi atau karena mereka beralasan bahwa tugas itu bukanlah cara penggunaan waktu yang paling baik.

Segala macam pertimbangan bisnis harus dipikirkan pada saat menentukan apa yang harus didelegasikan dan apa yang tidak.

#6. Gunakan falsafah manajemen yang luwes

Apabila unsur manusia seperti ego dan kepribadian ikut terlibat, maka beberapa falsafah manajemen tidak akan berjalan secara letter lijk.

Falsafah manajemen yang berhasil baik adalah falsafah manajemen yang mengakui hal-hal yang tidak diakui oleh falsafah manajemen lainnya yaitu : bersikap luwes dan berusaha agar tetap konsisten 🙂

Misalnya saat kita menerima sesuatu sebagai hal yang tidak dapat dibantah kebenarannya, maka kita akan menemukan potongan informasi atau orang-orang yang langsung menghancurkan keyakinan kita semula.

Keluwesan tidak berarti hanya memikirkan kembali bisnis kita. Keluwesan itu harus meliputi semua aspek manajemen, mulai dari berapa kali kita mengevaluasi kembali kebijaksanaan sampai sejauh mana kita bersedia mendengar pendapat para pegawai.

#7. Mengelola untuk konsistensi

Kebanyakan perusahaan lebih suka tumbuh dengan laju pertumbuhan yang sehat, daripada menjadi besar dua kali lipat dalam satu tahun dan merugi di tahun berikutnya.

Selain kemampulabaan, tujuan penting lainnya yang seharusnya diupayakan perusahaan adalah konsistensi.

Bila tujuannya adalah konsistensi, prestasi dan pertumbuhan maka keluwesan adalah alatnya.

Bila ada pertanyaan, “ jika seseorang luwes, bagaimana mungkin dia bisa konsisten sekaligus?”

Keluwesan dan konsistensi tidak saja setara, tapi manajemen yang luwes dan tanggap sebenarnya dapat juga menjamin konsistensi.

Demikian pembahasan mengenal 7 hal yang sebaiknya kita lakukan saat mengelola sebuah usaha yang sudah berjalan lama. Tujuannya agar usaha itu bisa terus bertahan menghadapi tantangan dan perubahan.

Bagaimana menurut anda?Bila ada yang ingin ditambahkan, silahkan.

***

 

Downlad gratis

One comment on “7 Cara Praktis Agar Usaha yang Dibangun Terus Bertumbuh dan Berkembang Cetar Membahana

Comments are closed.