Ada Apa dengan Cash Flow Tokopedia, Bukalapak dan Gojek?

tagline-brand-ambassador- tokopedia

 

Ada sebuah artikel menarik dari Kang Yodhia Antariksa yang berjudul  “Crazy Valuation dan Misteri Cash Flow dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek” tentang fenomena  tiga start up yang lagi wow saat ini yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Gojek.

Artikel itu di share 3.331 ( data tanggal 11/07/2016; jam 09;18) dan banyak dibicarakan di dunia sosial media atau bahkan menjadi viral!

Memang selama ini kita melihat begitu  fenomenal kemunculan tiga start up tersebut yang langsung menyodok masuk dalam jajaran merk-merk yang telah mapan.  Hampir di setiap sudut kota-kota besar di Indonesia kita bisa melihat nama meraka. Dan tak kalah gencar-nya iklan di TV pun sering muncul.

Pertanyaan berikutnya adalah “bagaimana kondisi dan performance keuangan mereka yang sebenarnya?” Apakah memang benar-benar ‘gebyar’ seperti iklan-iklan yang kita saksikan saat ini  atau ada ‘sesuatu’  di balik itu?

Yuk kita menguliknya dari sisi laporan keuangan …

Kenapa dari laporan keuangan? Sebagaimana telah di bahas pada artikel ”Download Form Laporan Keuangan ini, maka pekerjaan anda akan makin meng-asikan dan menyenangkan” maka kita bisa memahami bahwa laporan keuangan adalah laksana dashboard dalam sebuah kendaraan.

Melalui dashboard itu, kita bisa mengetahui gambaran umum dari kendaraan itu. Demikian juga dengan sebuah perusahaan, performa-nya bisa dilihat dari laporan keuangannya.

Dan salah satu bagian dari laporan keuangan adalah laporan cash flow.

Sebagaimana dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 (Revisi 2009) laporan arus kas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan perusahaan, menyajikan data mengenai kondisi kas perusahaan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Laporan arus kas memiliki kandungan informasi yang bermanfaat dalam menentukan likuiditas dan fleksibilitas kinerja keuangan perusahaan yang bisa diperoleh melalui analisis laporan arus kas dengan menggunakan rasio–rasio arus kas.

Menurut PSAK 2 Revisi 2009 arus kas masuk dan arus kas keluar suatu perusahaan dalam satu periode dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu :

 

Kategori # 1.  Kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas operasi

Aktivitas operasi berkaitan dengan kegiatan produksi dan penjualan produk perusahaan. Untuk menyederhanakan penilaiannya, maka digunakanlah nilai positif dan negatif.

Bila nilainya positif artinya semua pendapatan perusahaan dari kegiatan operasional lebih besar dari pengeluaran operasional.

Sedangkan bila nilainya negatif artinya pendapatan perusahaan dari kegiatan operasional lebih kecil dari pengeluaran operasional

Namun bisa dimungkinkan suatu kondisi di mana nilai arus kas operasional perusahaan negatif namun dari laporan rugi laba menunjukkan angka laba operasional perusahaan yang positif. Hal ini dapat terjadi bila perusahaan sudah membukukan penjualan namun belum terealisasi dalam bentuk kas karena belum dibayarkan atau dalam bentuk piutang dagang.

Nilai yang ideal dari arus kas untuk aktivitas operasi dari perusahaan yang baik adalah nilai yang positif.

 

Kategori #2.  Kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas investasi

Aktivitas investasi berhubungan dengan pembelian dan penjualan aktiva tetap maupun bunga.

Nilai positif dan negatif masih digunakan untuk menyederhanakan penilaian.

Kalau nilai arus kas untuk aktivitas investasi positif artinya perusahaan mendapatkan uang dari penjualan aset tetap.

Sedangkan kalau nilainya negatif  berarti  perusahaan mengeluarkan uang untuk membeli aset tetap.

Bagaimana kondisi yang ideal untuk sebuah perusahaan?

Tujuan di-dirikannya perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan. Dan salah satu upaya untuk memperoleh keuntungan yang optimal adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan secara terus menerus.

Sehingga yang akan nampak di laporan keuangan nilai yang diharapkan adalah nilai negatif.

Namun demikian setiap upaya yang dilakukan oleh perusahaan tidak selalu memberikan hasil seperti yang diharapkan. Terkadang investasi yang dilakukan oleh perusahaan gagal atau tidak menghasilkan sebagaimana yang  telah direncanakan.

Sehingga walaupun perusahaan telah aktif melakukan investasi, namun berhasil tidaknya akan bisa diketahui  pada arus kas untuk aktivitas operasi periode yang akan datang.

 

Kategori #3.  Kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas pendanaan

Penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan berhubungan dengan transaksi keuangan (hutang dan modal sendiri).

Standar penilaiannya masih menggunakan nilai positif dan negatif.

Bila nilai penggunaan kas untuk aktivitas  pendanaan positif  berarti perusahaan mendapat sumber dana seperti dari penambahan modal pemegang saham  lama, suntikan dari investor baru, pinjaman bank atau penerbitan obligasi.

Sedangkan bila bernilai negatif  berarti perusahaan melakukan pembayaran ke pemegang saham atau kreditur baik itu dividen, bunga pinjaman ataupun pokok pinjaman.

Nilai  negatif  menunjukkan kondisi yang ideal bagi perusahaan, hal itu menunujukkan bahwa perusahaan memberikan nilai tambah dari pemegang saham dan krediturnya.

Sebaliknya bila nilainya positif, tidak serta merta dianggap kurang baik, namun bisa diartikan bahwa perusahaan perlu melakukan ekspansi namun kas internal perusahaan tidak mencukupi untuk membiayai ekspansi tersebut sehingga perusahaan membutuhkan tambahan dana dari pihak luar.

Mari kita mencoba menganalisa contoh laporan arus kas berikut ini :

 

Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Retail Komputer

Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Retail Komputer

 

Contoh Laporan Arus Kas di atas adalah laporan riil dari sebuah perusahaan, dan karena alasan privasi nama perusahaan yang sesungguhnya penulis ganti dengan nama lain.

Dari contoh laporan arus kas di atas kita bisa melihat data-data sebagai berikut :

Kas dari Aktivitas Operasi       : (1.180.217.060)
Kas dari Aktivitas Investasi      : 163.156.070
Kas dari Aktivitas Pendanaan : (1.596.293.698)

Artinya apa?

Kas dari Aktivitas Operasi (-)        : Perusahaan mengalami rugi operasional
Kas dari Aktivitas Investasi (+)      : Perusahaan menjual aset tetapnya karena membutuhkan dana
Kas dari Aktivitas Pendanaan (-) : Perusahaan membayar bunga, pokok pinjaman

Bila kita menggunakan tiga kategori penggunaan kas  untuk menilai contoh  laporan arus kas di atas maka bisa disimpulkan bahwa kondisi itu tidak ideal.

Walaupun perusahaan masih bisa membayar  bunga dan pokok pinjaman, namun bisa jadi mereka menjual aset yang dimiliki. Selain itu perusahaan masih mengalami kerugian operasional.

Kondisi yang paling ideal adalah bila seperti berikut ini :

Kas dari Aktivitas Operasi (+)       : Perusahaan mengalami untung operasional
Kas dari Aktivitas Investasi (-)      : Perusahaan melakukan kegiatan ekspansi
Kas dari Aktivitas Pendanaan (-)  : Perusahaan membayar bunga, pokok pinjaman dan dividen

Bagaimana dengan Laporan Arus Kas Tokopedia, Bukalapak dan Gojek?

Bila Laporan Arus Kas dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek memenuhi ketiga kriteria penggunaan dana kas seperti di atas maka bisa dikatakan bahwa ketiga start up itu mempunyai performa keuangan yang sehat.

Sayangnya sampai saat ini penulis belum mendapatkan data laporan keuangan dari ketiga start up itu, sedangkan data yang dipaparkan Kang Yodhia Antariksa dalam artikel yang dia tulis merupakan hasil analisanya, bukan data riil laporan keuangan dari ketiga start up itu.

Seperti beberapa data yang beliau sebutkan antara lain :

  • Estimasi pemasukan Bukalapak dengan model bisnisnya saat ini Rp 1 milyar per bulan.
  • Estimasi pengeluarannya Bukalapak Rp 2 – 3 milyar per bulan.
  • Posisi keuangan Tokopedia sekarang juga masih minus. Defisit cashflow-nya 2 – 4 milyar per bulan.
  • Pemasukan Gojek masih lebih sedikit dibanding pengeluaran.

Walaupun estimasi yang beliau sebutkan bisa jadi mendekati kenyataan, namun akan lebih valid dan elegan bila dilengkapi data-data riil yang bisa dipertanggungjawabkan seperti data laporan keuangan dari ketiga start up tersebut.

Penulis pun berharap bila ada pembaca blog ini yang memiliki data laporan keuangan lengkap dari ketiga start up itu, bila berkenan untuk sharing dengan penulis.

Terima kasih.

***

 

Downlad gratis

2 comments on “Ada Apa dengan Cash Flow Tokopedia, Bukalapak dan Gojek?
  1. pemahaman saya tentang cahflow dari situs besar seperti ke-3 nya diatas itu jadi lebih menggoda untuk ikut terjun di dalamnya ya mang.

    Mohon Maaf Lahir Batin

    • Barangkali Mang Lembu ingin membesarkan start up-nya, Mang Lembu bisa meniru cara mereka bekerjasama dengan Ventura Capital semisal Monkshill, mereka sering memberikan respon yang baik.

Comments are closed.