Bagaimana Membuat Jurnal Penyesuaian Depresiasi, Deplesi, Amortisasi dan Kerugian Piutang serta Alokasinya di Neraca Lajur?

Membuat Jurnal Penyesuaian Depresiasi, Deplesi, Amortisasi dan Kerugian Piutang serta Alokasinya di Neraca Lajur

 

Depresiasi atau penyusutan, deplesi, amortisasi dan kerugian piutang adalah biaya-biaya yang pembebanannya dilakukan di akhir periode akuntansi.

Untuk membebankan biaya-biaya tersebut dengan melalui jurnal penyesuaian.

Dan kali ini blog manajemen keuangan akan membahas bagaimana membuat jurnal penyesuaian depresiasi (penyusutan), deplesi, amortisasi dan kerugian piutang serta alokasinya di neraca lajur.

Artikel ini adalah artikel ketiga tentang jurnal penyesuaian. Dua artikel sebelumnya adalah :

Pembahasan akan dilakukan secara sistematis untuk tiap-tiap jenis biaya sebagai berikut :

  1. Depresiasi (penyusutan)
  2. Deplesi
  3. Amortisasi
  4. Kerugian Piutang
  5. Alokasi Penyesuaian Biaya di Neraca Lajur

Artikel ini adalah artikel keempat tentang jurnal penyesuaian. Tiga artikel sebelumnya adalah :

Yuk kita mulai bahas satu per satu ya….

 

#1. Depresiasi (penyusutan)

Biaya depresiasi atau penyusutan adalah alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dibebankan pada suatu periode tertentu.

Pembebanan biaya penyusutan ini biasanya dilakukan pada akhir periode.

Biaya depresiasi yang dibebankan dihitung dengan cara taksiran.

Mengapa?

Karena jumlahnya tergantung dari tiga faktor yaitu :

  • Harga perolehan
  • Taksiran umur ekonomis
  • Taksiran nilai residu

Untuk  lebih jelasnya mari ikuti contoh berikut ini :

MyCom Computer Course Surabaya memiliki gedung yang harga perolehannya sebesar Rp. 100.000.000.

Taksiran umur ekonomisnya 20 tahun dan nilai residunya sebesar Rp. 5.000.000.

Biaya depresiasi yang akan dibebankan setiap tahunnya sebesar :

perhitungan biaya penyusutan aktiva tetap

Jurnal penyesuaian untuk membebankan biaya depresiasi ini adalah sebagai berikut :

Jurnal penyesuaian penyusutan aktiva tetap

Baca juga : Inilah Cara Meningkatkan Akurasi Nilai Penyusutan Melalui Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Tepat

 

#2. Deplesi

Deplesi adalah penyusutan sumber-sumber alam yang tidak dapat diganti.

Cara menghitung beban deplesi setiap tahunnya juga mempertimbangkan tiga faktor yaitu :

  • Harga perolehan
  • Taksiran isi sumber alam
  • Taksiran nilai residu

Agar pemahaman kita lebih dalam yuk kita lihat contoh berikut ini :

Sebuah tambang batubara harga perolehannya Rp. 1.200.000.000,- . Taksiran isi tambang yang dapat dieksploitasi secara ekonomis sebanyak 100.000 ton dan taksiran nilai residunya sebesar Rp. 20.000.000.

Biaya deplesi per ton batubara yang dieksploitasi dihitung sebagai berikut :

perhitungan deplesi
Bila selama tahun 2015 eksploitasi tambang tersebut menghasilkan 15.000 ton batubara maka biaya deplesi untuk tahun 2015 adalah sebesar 15.000 x  Rp. 11.800 = Rp. 177.000.000,-

Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut :

jurnal penyesuaian deplesi

Baca juga : Deplesi : Pengertian, Perhitungan, dan Pencatatannya

 

#3. Amortisasi

Amortisasi adalah penyusutan aktiva tetap tidak berwujud.

Aktiva tetap tidak berwujud akan disusut selama masa ekonomisnya. Namun demikian tidak ada nilai residunya.

Bila aktiva tetap tidak berwujud umurnya tidak terbatas maka tidak dilakukan amortisasi.

Berikut ini contoh perhitungannya:

MyCom Computer Course Surabaya memiliki hak patent untuk membuat suatu materi pembelajaran tertentu.

Harga perolehan patent tersebut sebesar Rp. 2.400.000 dan akan susut selama 10 tahun.

Amortisasi patent setiap tahun adalah :

perhitungan amortisasi aktiva tidak berwujud

Jurnal penyesuaian untuk mencatat amortisasi patent setiap tahun pada akhir periode adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian amortisasi

 

#4. Kerugian Piutang

Kerugian piutang adalah kerugian yang timbul karena adanya penjualan kredit barang dan jasa yang tidak dapat ditagih.

Pada tiap akhir periode dibuat taksiran jumlah piutang yang kira-kira tidak bisa dilunasi.

Kerugian ini akan dicatat dalam rekening Kerugian Piutang di sisi debit, dan kreditnya di rekening Cadangan Kerugian Piutang.

Dan inilah contohnya:

Pada akhir tahun 2015 diperkirakan jumlah piutang yang tidak bisa ditagih sebesar Rp. 1.250.000,- jumlah ini akan diakui dengan penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2015 seperti berikut ini :

jurnal penyesuaian kerugian piutang

Baca juga : Cara Menentukan dan Menghitung Cadangan Kerugian Piutang

 

#5. Alokasi Penyesuaian Biaya di Neraca Lajur

Neraca Lajur adalah daftar berkolom yang berisi data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian dan laporan keuangan.

Neraca lajur ini memungkinkan disusunnya laporan-laporan keuangan bulanan, kuartalan tanpa perlu membuat jurnal penyesuaian yang formal.

Jumlah kolom dalam neraca lajur disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Berikut ini contoh neraca lajur :

Contoh neraca lajur perusahaan dagang :

contoh neraca lajur perusahaan dagang
Contoh neraca lajur perusahaan manufaktur:

contoh neracara lajur perusahaan manufaktur

 

Dari contoh bentuk neraca lajur di atas, kita bisa melihat bahwa ada sedikit perbedaan antara perusahaan dagang dengan perusahaan manufaktur.

Untuk perusahaan manufaktur ada kolom BIAYA PRODUKSI yang digunakan untuk menunjukkan jumlah yang diperlukan untuk menyusun laporan HARGA POKOK PRODUKSI (HPP).

Kolom ini diisi dengan rekening-rekening yang berkaitan dengan produksi. Selisih antara kolom debit dengan kredit merupakan harga pokok produksi untuk periode tersebut.

Penyesuaian-penyesuaian dalam kolom penyesuaian yang men-debit atau meng-kredit rekening harga pokok penjualan akan ditunjukkan dalam kolom laba rugi.

Hal ini dilakukan agar kolom laba rugi bisa menunjukkan semua data yang diperlukan untuk menyusun laporan harga pokok penjualan (HPP).

Kolom rekening diisi nama-nama rekening yang ada dalam buku besar.

Kolom neraca saldo berisi saldo masing-masing rekening. Penempatan saldo rekening disesuaikan dengan kolom debit dan kredit.

Kolom laba rugi diisi dengan jumlah semua rekening nominal yang berasal dari neraca saldo disesuaikan.

Selisih antara jumlah debit dan kredit merupakan laba atau rugi untuk periode bersangkutan.

Bila jumlah kredit lebih besar daripada jumlah debit maka selisihnya adalah laba dan sebaliknya.

Kolom neraca berisi semua jumlah perkiraan riil yang berasal dari kolom neraca saldo disesuaikan.

Bila penyusunan neraca lajur sudah selesai, selanjutnya bisa dibuat laporan-laporan keuangan yang datanya diambilkan dari kolom laba rugi untuk menyusun Laporan Laba Rugi, dan dari kolom neraca untuk menyusun Neraca.

Bagaimana menurut Anda? Mudahkan kan?

***

 

Downlad gratis