Bagaimana Menentukan Positioning Produk atau Jasa Anda di Pasar?

positioning

Positioning dalam bisnis mempunyai banyak arti, misalnya bagaimana perusahaan menentukan posisi produknya di pasar, mengenai penentuan posisi untuk promosi dan penjualan, atau mengenai penentuan posisi perusahaan secara umum di kancah global.

Untuk kali ini pengertian itu dibatasi hanya berhubungan dengan produk atau jasa.

Penentuan  posisi atau positioning sebenarnya persoalan menentukan apa yang sebenarnya dibeli orang ketika mereka membeli produk atau jasa.

Selain itu juga berkaitan dengan penyampaian kesan dan motivasi kepada pembeli.

Sehingga agar tujuan tersebut bisa tersampaikan maka diperlukan kecerdasan, kecakapan dan wawasan dengan imbalan nyata berupa produk atau jasa kita terjual.

Ada 4 (empat) jenis positioning atau penentuan posisi, yaitu :

Penentuan Posisi #1. Segmentasi Pasar

segmentasi

Penentuan waktu pada dasarnya dan yang paling penting adalah permainan angka yang beranjak dari konsumsi secara masal.

Misalnya mobil Mercedes atau Rolls-Royce yang membawa citra untuk mutu dan kemewahan pada spektrum pasar yang satu, dan mobil Daihatsu pada ujung spektrum yang lain.

Meskipun elitisme dapat merupakan motivasi kuat bagi pembeli, namun hal itu dapat juga beresiko tinggi.

Kemungkinan bangkrut sama besarnya bagi perusahaan yang menempatkan dirinya di atas pasar atau bagi perusahaan yang menempatkan dirinya di bawah pasar.

Perusahaan harus mengetahui di mana tempatnya pada spektrum ini di mana terdapat bagian terbesar dari pembelinya.

Penentuan posisi #2. Menimbang Fakta

fakta

Seorang wiraniaga yang baik dapat mengambil fakta tentang suatu produk dan dengan memberi tekanan pada beberapa fakta serta menghilangkan yang lain dia dapat menciptakan kesan yang berbeda.

Itulah kewiraniagaan, menentukan posisi berbagai fakta untuk memperoleh tanggapan yang dinginkan.

Contoh poin ini adalah ketika ada seorang model terkenal mengundurkan diri untuk menjadi seorang isteri dan ibu rumah tangga biasa.

Kontras dengan gaya hidup saat menjadi model. Beberapa tahun kemudian, terbukti bahwa pilihan itu merupakan keputusan yang tepat.

Ia mendapat kesempatan bekerja hanya beberapa hari setahun dan memperoleh honor yang cukup besar, yaitu memerankan iklan komersial dengan latar belakang keluarga untuk berbagai produk rumah tangga.

Penentuan posisi #3. Pantulan Cermin

pantulan-cermin

Ini adalah jenis penentuan waktu yang paling canggih dan kemungkinan gagalnya sama besar dengan kemungkinan berhasilnya.

Penentuan posisi ini tidaklah berarti membantah atau meremehkan fakta-fakta, namun memantulkannya sedemikian rupa sehingga menciptakan persepsi yang diinginkan.

Hal itu dilakukan mulai dengan persepsi dan bekerja secara mundur.

Penentuan posisi #4. Penentuan Citra

penentuan-citra

Jenis penentuan posisi yang lain adalah bersangkutan dengan melebihkan nilai fakta, yaitu mengaitkan produk atau jasa kita dengan nilai-nilai positif yang diinginkan yang sedikit atau tidak ada hubungannya dengan produk itu sendiri.

Inilah pendekatan yang seringkali digunakan oleh perusahaan blue chip, misalnya Coca-Cola yang menempatkan dirinya dalam kalangan ibu-ibu, AT & T dan GE menekankan nilai-nilai keluarga, perusahaan minyak menjadi ahli lingkungan, IBM dan Xerox mengembangkan standar keunggulan mereka dengan menempelkan diri di atas pesaing mereka.

Contoh lain di dunia olahraga adalah seorang Jackie Stewart, dia sudah tidak mengikuti perlombaan lagi. Namun citranya sebagai seorang ahli aerodinamik melebihi olah raganya.

Bila kita telah menentukan posisi produk atau jasa di pasar, lalu bagaimana menentukan nilai produk atau jasanya?

Cara praktis dan lazim untuk menentukan harga suatu produk atau jasa adalah menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuatnya atau di kenal sebagai harga pokok produksi (HPP)

Untuk detail mengenai jenis, metode, dan contoh kasusnya sudah dibahas dalam artikel : Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat untuk Menghitung HPP

Setelah kita menghitung harga pokok produksi barang atau jasa yang dijual, untuk menyakinkan penentuan nilai produk yang kita jual, sebaiknya kita pikirkan beberapa pertanyaan berikut ini:

Seberapa unik produk ini?

Dapatkah mereka membelinya dengan harga yang lebih murah dari pesaing kita?

Jika demikian, apakah terdapat beberapa kelebihan mutu produk kita?

Dapatkah saya menjualnya dengan harga lebih tinggi kepada pesaing mereka?

Seberapa besar desakan kebutuhan mereka?

Seberapa besar biaya untuk menggantikannya?

Adakah terdapat faktor emosi atau keinginan? Misalnya kita ingin membeli barang dan ketia sudah sampai di penjual, kita menemukan bahwa harganya sudah naik dua kali lipat. Apakah kita akan tetap membelinya?

Apakah ini transaksi satu kali saja, atau merupakan masa depan?

Bila kita memiliki gagasan yang cukup baik tentang nilai, jangan takut menyebutkan harga produk kita. Dan siapkan alasan yang kuat terhadap nilai harga yang telah disebutkan tadi.

Demikian artikel yang membahas mengenai positioning, bagaimana pendapat Anda?

***

Downlad gratis