Beginilah 3 Cara Mengurangi Keterbatasan Laporan Keuangan

Beginilah 3 Cara mengatasi keterbatasan laporan keuangan v01

Keterbatasan Laporan Keuangan adalah suatu hal yang timbul saat menyusun laporan keuangan. Keterbatan Laporan Keuangan tersebut timbul karena beberapa alasan yang terkadang sulit untuk dihindari.

Keterbatasan laporan keuangan itu bukan berarti tidak bisa dihilangkan atau dikurangi, namun dengan usaha yang sungguh-sungguh dan kreatifitas yang terukur keterbatasan laporan keuangan itu bisa di-minimalisir.

Berikut ini 3 keterbatasan laporan keuangan dan cara untuk menguranginya :

Keterbatasan #1. Cukup Berarti (Materiality)

Pada dasarnya akuntansi disusun di atas landasan dasar teori yang akan diterapkan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi dalam cara tertentu.

Namun demikian dalam pelaksanaannya tidak semua transaksi diperlakukan sesuai dengan teori. Biasanya transaksi-transaksi yang jumlahnya cukup besar diperlukan sesuai dengan teori.

Tapi untuk transaksi-transaksi yang jumlahnya kecil dan tidak akan mempengaruhi pos-pos lain bisa diperlakukan menyimpang.

Yang menjadi masalah adalah berpakah jumlah yang dianggap cukup besar sehingga perlu dipertimbangkan?

Untuk membuat batasan terhadap istilah cukup berarti, suatu laporan, fakta atau elemen dianggap cukup berarti jika karena adanya dan sifatnya akan mempengaruhi atau menyebabkan timbulnya perbedaan dalam pengambilan suatu keputusan, dengan mempertimbangkan keadaan-keadaan lain yang ada.

Jadi bila laporan, fakta atau elemen maka berdasarkan itu tidak mempengaruhi atau menyebabkan timbulnya perbedaan dalam bidang pengambilan keputusan maka jumlahnya tidak cukup berarti.

Berdasarkan pedoman umum yang dapat digunakan untuk menentukan apakah cukup berarti atau tidak adalah sebagai berikut :

Aspek kuantitatif :
Berdasarkan pada jumlah absolut, misalnya jumlah rupiah atau berdasarkan pada nilai relatif.

Misalnya sebagai suatu persentase dari pendapatan bersih dari modal dan lain sebagainya.

Aspek Kualitatif :
Mempertimbangkan karakteristik dan lingkungan.

Karakteristik dari perusahaan seperti besar kecilnya perusahaan, struktur modal, karakteristik dari elemen itu sendiri seperti sifatnya, waktunya hubungannya dengan pendapatan dan karakteristik dari kebijaksanaan – kebijaksanaan akuntansi yang digunakan

Keterbatasan #2. Konservatif

Konservatif ini merupakan sikap yang diambil oleh akuntan dalam menghadapi dua atau lebih alternatif dalam penyusunan laporan keuangan.

Apabila tersedia lebih dari satu alternatif maka sikap alternatif ini cenderung memilih alternatif yang tidak akan membuat aktiva dan pendapatan terlalu besar.

Masalah ini timbul jika ada lebih dari satu alternatif atau bisa juga timbul dalam hal suatu jumlah itu belum dapat dipastikan.

Sikap konservatif ini berasal dari sejarah perkembangan akuntansi di masa lalu.

Pada saat itu, yang penting adalah neraca dan penyusunannya ditujukan pada para kreditur.

Untuk menjaga keamanan pinjaman dari kreditur, penekanan pada penyusunan laporan keuangan adalah pada jumlah jumlah-jumlah aktiva.

Lebih baik aktiva dinyatakan terlalu kecil dibanding dengan menyatakannya dengan jumlah yang terlalu besar.

Di samping memilih jumlah yang rendah jika ada alternatif, sikap konservatif ini juga mengatur kenaikan nilai aktiva dan laba yang diharapkan, tidak boleh dicatat sebelum direalisasikan dalam arti dijual dan penurunan nilai aktiva dan rugi yang diperkirakan akan timbul harus dicatat walaupun jumlahnya belum dapat ditentukan.

Beberapa contoh metode yang didasarkan pada sikap konservatif adalah penggunaan harga pokok atau harga pasar yang lebih rendah (lower of cost or market) dan pengakuangan rugi dalam kontrak pembelian.

Cara ini mengakibatkan penyajian informasi yang bias, yaitu cenderung ke satu arah, lebih besar atau lebih kecil.

Keterbatasan #3. Sifat Khusus Suatu Industri

Industri-industri yang mempunyai sifat-sifat khusus seperti bank, asuransi dan lain-lain seringkali memerlukan prinsip akuntansi yang berbeda dengan industri-industri lainnya.

Juga karena adanya peraturan-peraturan dari pemerintah terhadap industri-industri khusus ini akan mengakibatkan adanya prinsip-prinsip akuntansi tertentu yang berbeda dengan yang umumnya digunakan.

Demikian pembahasan tentang 3 cara mengurangi keterbatasan laporan keuangan.

Bagaimana dengan Laporan Keuangan Perusahaan Anda, adakah keterbatasan yang timbul dan bagaimana tips dan trik mengatasi keterbatasan tersebut?

Ditunggu sharing-nya.

***