Bila Anda Menjalankan 5 Cara Ampuh ini, Julukan Miring Terhadap Orang Akuntansi-Keuangan akan Menjauh

memburu pekerjaan impian bidang akuntansi keuangan

Pernah mendengar komentar seperti ini :

gak ada departemen akunting dan keuangan perusahaan mah tetap aja jalan, yang penting penjualan

dari pada hanya menghabis-habiskan uang, orang akuntansi- keuangan cukup 1 orang saja

Lalu bagaimana tanggapan dan reaksi Anda sebagai orang akuntansi keuangan? Marah? Terhina? Down? Atau mencak-mencak? 🙂

Tenang saja kawan, be positive thinking, cool, dan introspeksi diri. Coba renungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

Apakah Anda sebagai orang akuntansi-keuangan sudah melakukan pekerjaan dengan optimal?

Apakah Anda sudah mengetahui dan memahami secara detail dari awal sampai awal lagi proses bisnis di perusahaan tempat Anda bekerja?

Apakah Anda sebagai orang akuntansi-keuangan hanya sekedar memberikan persetujuan saat orang akan mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan, atau saat mereka akan kasbon?

Atau Anda sebagai orang akuntansi-keuangan hanya sekedar memahami angka-angka transaksi saja, sekedar bisa debit dan kredit, dan sekedar membuat seimbang dalam menjurnal?

Jawaban Anda akan memberikan gambaran bagaimana kondisi sebenarnya hingga muncul berbagai komentar miring seperti itu.

Seperti pernah dibahas pada artikel ini bahwa fungsi laporan keuangan yang disusun oleh orang-orang akuntansi-keuangan adalah laksana dashboard panel pada sebuah kendaraan.

Dengannya pengendara bisa mendapatkan informasi penting tentang kendaraannya, sehingga bisa mengontrol penuh kendaraannya.

Demikian juga dengan laporan keuangan. Ia laksana indikator di dasboard kendaraan yang berisi berbagai informasi penting mengenai perusahaan.

Semua informasi penting itu akan digunakan oleh pemilik, investor, pengelola, dan pemerintah (untuk urusan perpajakan) sebagai sumber data analisis, pengendalian keuangan, dan kinerja.

Perlu diketahui bahwa setiap keputusan akan selalu menimbulkan pengaruh terhadap keuangan.

Tidak hanya keputusan-keputusan strategis, namun keputusan-keputusan kecil yang ‘kelihatannya’ remeh pun akan mempengaruhi keuangan perusahaan.

Masih belum yakin?Ini contohnya :

Saat seorang karyawan mencuci tangan di wastafel. Aktivitas ini sudah berpengaruh terhadap keuangan perusahaan, iya kan? Mengapa?

Mencuci tangan di wastafel berarti ; kehilangan waktu 5-10 menit, air dan sabun atau tissue yang digunakan, coba hitung berapa biayanya?

Kalau yang melakukan aktivitas tersebut hanya 1,2,3 atau 4 orang mungkin belum terasa pengaruhnya walaupun bila dihitung selama 1 bulan juga akan banyak.

Apalagi bila yang melakukan aktivitas tersebut 100, 500,1000, atau 10.000 orang. Berapa biaya yang akan dikeluarkan selama satu bulan, satu tahun?

Masih belum yakin???Jadi, percayalah orang akuntansi-keuangan dan departemen akunting-keuangan itu sangat penting!

Sekarang kembali kepada diri Anda sendiri 🙂

Di artikel ini blog manajemen keuangan akan memberikan 5 cara ampuh agar Anda sebagai orang akuntansi-keuangan terjauhkan dari komentar-komentar dan julukan miring.

Seperti orang akuntansi-keuangan ‘abal-abal’ dan julukan-julukan lain yang sadis, nylekit, serta pedas  🙂



Cara #1. Buka mindset dan wawasan Anda

Mindset adalah kepercayaan yang kuat, tapi mindset ada dalam kesadaran Anda dan Anda dapat mengubahnya.

Bila saat ini Anda sangat ahli dalam akuntansi-keuangan, itu keharusan dan wajar.

Namun akan semakin wow bila Anda juga menguasi atau paling tidak mengerti bidang-bidang lain. Apakah bisa? Saya yakin bisa. Buka mindset dan wawasan Anda.

Bagaimana caranya? Belajar dong

Manusia dilahirkan dengan kecintaan terhadap belajar. Proses belajar itu tidak berhenti setelah keluar dari bangku pendidikan formal.

Namun harus terus dilakukan bila Anda ingin berkembang dalam karir dan kehidupan.

Kemampuan manusia memiliki potensi untuk mengembangkan keterampilannya dengan usaha sepanjang waktu, sampai akhirnya manusia tahu ke mana usaha dan waktu akan mengantarkannya ke tujuan yang diinginkan.

Dengan terus belajar Anda akan lebih mengetahui secara mendalam tentang arti penting dari data-data keuangan.

Selanjutnya akan mampu menjalankan tugas-tugas akuntansi keuangan secara ekselen.

Cara #2. Belajar seni berkomunikasi yang efektif dan konstruktif

Untuk menciptakan suatu hubungan yang baik, efektif, dan konstruktif dibutuhkan keterampilan berkomunikasi karena setiap orang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda.

Karakter dan kepribadian seseorang akan nampak dari tutur bahasa, sikap, dan prilakunya.

Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu keterampilan yang harus dipelajari.

Kemampuan berkomunikasi akan membantu Anda bekerja sama dengan orang lain dengan efektif.

Keahlian ini akan mempermudah Anda membangun hubungan dengan banyak orang.

Bila Anda sebagai orang akuntansi-keuangan yang menginginkan sesuatu yang lebih besar maka kemampuan berkomunikasi sangat dibutuhkan Anda.

Kemampuan tersebut akan membantu Anda berhubungan dengan orang lain yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda-beda.

Salah satu komponen penting dalam berkomunikasi adalah berbicara, maka kelolalah cara berbicara Anda dengan baik.

Perhatikan nada, kecepatan, tekanan, dan style.

Cara #3. Bangun pergaulan dan koneksi yang luas

William Shakespeare dalam Timon of Athens menulis

Kayalah dalam berteman.

Orang sukses memelihara kontak jaringan kerja mereka.

Mengenal orang dari berbagai kalangan sangatlah penting, tak peduli seberapa berbakat, cerdas, dan pengalaman Anda, suatu saat Anda akan membutuhkan orang lain.

Pada awalnya, mengembangkan jejaring akan membutuhkan akal. Kemudian, untuk menjaganya agar tetap hidup pada saat Anda sibuk akan membutuhkan upaya.

Namun pertama kali yang perlu dilakukan adalah menempatkan diri Anda di tempat-tempat yang ada jejaring yang baik.

Misalnya: kelompok olahraga di perusahaan Anda, kelompok kegiatan keagamaan dan amal di perusahaan Anda, dengan begitu anda tidak hanya bergaul dengan orang-orang di departemen Anda.

Setelah Anda mempunyai jejaring dan pergaulan yang luas, jangan salah gunakan kepercayaan yang telah Anda peroleh, karena di sana biasanya ada peraturan-peraturan tidak tertulis yang harus diikuti agar hubungan itu tetap terjaga dengan baik.

Cara #4. Belajar melihat gambar besar

Pakar marketing Hermawan Kertajaya menyebut sebagai ‘helicopter view’ melihat dari atas, dengannya Anda akan bisa melihat gambar besar dari sebuah perusahaan.

Dengan belajar melihat gambar besar dari sebuah perusahaan, pikiran Anda akan bisa menggapai ke segala arah dan menangkap berbagai hal dari segala sudut.

Anda sebagai orang akuntansi-keuangan harus bisa belajar melihat gambaran operasional dan seluruh proses bisnis perusahaan secara utuh.

Misalnya di perusahaan manufaktur dimulai dari proses research & development, promosi dan marketing, proses penjualan, perencanaan produksi, proses produksi, shiping, proses pembayaran, hingga kembali ke proses research & development.

Sistem yang terintegrasi hanya dapat dibuat oleh orang yang bisa membuat gambaran utuh dari sebuah perusahaan.

Yang pasti jangan berhenti belajar, misalnya Anda tidak tahu SOP, belajar dan terus asah skill itu dengan mempraktekkannya.

Dan ini ada artikel bagus tentang SOP Akuntansi Keuangan di sini :
>>> Accounting Tools & SOP

Cara #5. Menjadi seperti yang Anda inginkan

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik, namun berapa banyak yang mau bergerak dan memulai perjuangan gigih untuk meraih yang diinginkan itu. Jawabannya ‘sedikit’.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Pew Institute menunjukkan sebuah fakta menarik yang perlu diperhatikan dan dicermati.

Hasil survey menunjukkan bahwa ada 30% orang yang berhasil mengubah nasibnya ke arah yang lebih baik.

Sebuah angka yang tidak terlalu kecil dan tidak besar. Wajar!

Kebanyakan orang pun tahu, untuk mencapai cita-cita luhur yang Anda idam-idamkan tidaklah mudah.

Dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dan tidak kenal menyerah.

Bila Anda sudah melakukan 4 cara sebelumnya, penulis yakin pada tahapan ini, tidak ada satu orang pun di departemen dan perusahaan tempat Anda bekerja yang berani macam-macam.

Apalagi mengatakan Anda sebagai orang akuntansi-keuangan abal-abal 🙂

Bila Anda sudah mencapai tahapan ini, maka Anda sudah siap untuk menjadi seperti yang Anda inginkan.

Bila Anda ingin membuka usaha sendiri, misalnya membuka KAP, konsultan keuangan, atau bisnis lain, Anda sudah siap. Anda sudah menguasai bisnis proses dari berbagai bidang usaha.

Anda sudah menguasai cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, dan Anda sudah mempunyai jaringan yang luas.

Atau bila Anda ingin terus berkarir di bidang akuntansi-keuangan, maka Anda telah menguasai bisnis proses dari berbagai perusahaan yang jarang dikuasai oleh akuntan lain.

Apapun yang akan Anda putuskan, yang pasti Anda sudah siap.

Pada tahapan ini, selain puncak karir yang sudah Anda capai, ada hal lain yang seharusnya juga sudah Anda capai yaitu kebijaksanaan.

Rute perjalanan yang telah Anda lalui dengan berbagai dinamika dan suka duka yang mengharu biru akan menempa Anda menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam memandang dan menjalani kehidupan.

Itulah 5 cara ampuh yang layak Anda lakukan bila Anda ingin menjadi orang akuntansi-keuangan yang disegani, tidak membebani orang lain, julukannya harum, dan membawa manfaat bagi banyak orang.
***