Bolehkah Mencantumkan Persediaan dengan Harga Jual Bersih?

Bolehkah mencantumkan persediaan dengan harga jual bersih

Mencantumkan persediaan dengan harga jual bersihnya adalah salah satu penyimpangan dari prinsip harga pokok untuk penilaian persediaan.

Pembahasan mengenai persediaan memang sangat menarik,  baik persediaan barang dagang, raw material, maupun bahan pembantu. Karena hal ini sangat berkaitan dengan nilai kas, utang, piutang, dan strategi pemasaran.

Nilai persediaan yang terlalu besar akan menurunkan nilai kas dan sebaliknya.

Nilai persediaan yang terus naik, bila tidak diimbangi dengan peningkatan nilai kas akan bisa mengganggu operasional perusahaan., bahkan bila terjadi dalam jangka panjang perusahaan bisa BANGKRUT.

Namun di sisi yang lain, nilai persediaan ini bisa menjadi strategi pemasaran yang cukup bagus, yaitu dengan menumpuk persediaan untuk persiapan menghadapi event-event tertentu seperti Lebaran, tahun ajaran baru, Natal dan Tahun Baru.

Saat event-event tersebut penjualan meningkat drastis sehingga pendapatan perusahaan pun naik secara signifikan.

Maka agar tidak terjadi sesuatu yang mengganggu operasional perusahaan dan tidak mengurangi penjualan, maka sebaiknya dilakukan perencanaan yang matang dengan data yang akurat.

Pembahasan lengkap tentang harga pokok sudah pernah dibahas di artikel Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat untuk Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Sedangkan mengenai persediaan juga sudah dibahas dalam artikel 3 Metode Penilaian Persediaan yang akan Membantu meningkatkan Nilai Barang Dagangan Anda

Judul artikel kali ini sebenarnya adalah sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang pembaca setia blog manajemen keuangan.

Pertanyaan lengkapnya adalah :

Pak perkenalkan saya pembaca setia blog manajemen keuangan. Saya memiliki usaha konveksi kecil-kecilan. Untuk penilaian persediaan biasanya saya menggunakan harga pokok. Yang ingin saya ketahui adalah, bolehkah mencantumkan nilai persediaan dengan harga jual bersihnya?

Sebelumnya penanya bercerita bahwa dia mempunyai usaha konveksi busana muslim, lebih khusus lagi jilbab dan asesorisnya. Masih menurut ceritanya, setiap bulan omsetnya sekitar Rp. 170 juta – Rp. 225 juta.

syarat mencantumkan persediaan dengan harga jual bersih

Wow banget ya, seorang ibu rumah tangga dengan omset sebesar itu, bagaimana dengan profitnya?

ayoo siapa mau menghitung 🙂

Kembali pada pertanyaan di atas, maka jawabannya adalah BOLEH, atau dapat diterima asalkan dipenuhi syarat-syaratnya, yaitu :

  • Ada kepastian bahwa barang-barang itu akan dapat segera dijual dengan harga yang telah ditetapkan.
  • Merupakan produk standar yang pasarnya mampu menampung serta sulit untuk menentukan harga pokoknya.

Penyimpangan dengan penilaian sebesar harga jual biasanya dilakukan untuk produk dari tambang logam mulia (emas dan perak) dan hasil-hasil pertanian atau peternakan.

Bila persediaan dicantumkan dalam neraca sebesar harga jual bersihnya maka metode penilaian yang digunakan hendaknya dijelaskan dalam neraca.

Ingin tahu metode penilaian persediaan, silahkan membaca artikel Inilah 2 Metode Praktis Pencatatan Persediaan barang yang akan Membantu Mengawasi Barang-barang dalam Gudang Anda.

Demikian artikel pendek yang merupakan jawaban dari pertanyaan bolehkah  mencantumkan persediaan dengan harga jual bersih?

Semoga bermanfaat.

Terima kasih

***

Downlad gratis