Cara Melakukan Koreksi Kesalahan Laporan Keuangan

jenis-jenis kesalahan laporan keuangan

 

Apakah setiap kesalahan harus diperbaiki?

Kesalahan adalah sesuatu yang seringkali terjadi dalam segala hal termasuk pada LAPORAN KEUANGAN.

Kesalahan yang terjadi pada proses penyusunan Laporan Keuangan harus diperbaiki.

Tujuannya agar catatan-catatan akuntansi sesuai dengan keadaan sesunggugnya, sehingga data yang dihasilkan dan akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan tidak menyesatkan.

Untuk mengantisipasi timbulnya kesalahan-kesalahan maka disusun suatu sistem dan prosedur akuntansi yang di dalamnya terdapat langkah-langkah yang saling memeriksa sehingga kesalahan-kesalahan yang terjadi bisa dibatasi sekecil mungkin.

Kesalahan-kesalahan yang timbul dalam pencatatan bisa terjadi karena disengaja atau tidak.

Kesalahan-kesalahan yang disengaja dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini, yaitu :

  1. Keinginan untuk menghindarkan pajak,
  2. Menyusun laporan keuangan yang menguntungkan sehingga harga pasar surat berharga perusahaan dapat dipengaruhi,
  3. Mempengaruhi pandangan lembaga-lembaga tertentu seperti bank, menutupi kecurangan-kecurangan dalam perusahaan seperti pencurian uang,
  4. Persediaan barang.

Bila kesalahan-kesalahan yang timbul ini atas kehendak pimpinan perusahaan maka sistem dan prosedur akuntansi yang disusun sulit untuk bisa mencegahnya.

Sedangkan kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja bisa terjadi karena kesalahan dalam melakukan pencatatan.

Kesalahan-kesalahan ini antara lain :

  1. Kesalahan membukukan ke rekening yang lain.
  2. Kesalahan mencatat jumlah dan penjumlahan baik footing maupun cross footing.
  3. Kesalahan memisahkan antara pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan.
  4. Kesalahan tidak membebankan nilai depresiasi.

Kesalahan yang tidak disengaja ini bisa dicegah sekecil mungkin jika disusun sistem akuntansi yang baik.

Selain itu untuk mencegah timbulnya kesalahan-kesalahan itu biasanya dilakukan pemeriksaan intern oleh karyawan perusahaan.

 

Jenis-jenis Kesalahan

Cara melakukan koreksi kesalahan laporan keuangan

Kesalahan-kesalahan yang terjadi bisa saja hanya mempengaruhi neraca saja atau bisa juga hanya mempengaruhi laporan laba rugi.

Selain itu bisa juga mempengaruhi kedua-duanya, baik neraca maupun laporan laba rugi.

Jenis-jenis kesalahan yang mempengaruhi neraca dan laporan laba rugi dapat dipisahkan menjadi  2 (dua) , yaitu :

#1. Kesalahan-kesalahan yang bila tidak dikoreksi akan menjadi betul sendiri dalam periode berikutnya (counter balanced).

Bila ada kesalahan-kesalahan seperti ini maka laporan laba rugi untuk dua periode berturut-turut menjadi tidak benar.

Neraca period pertama tidak benar, tapi neraca periode berikutnya sudah menjadi benar sendiri.

Contoh kesalahan jenis ini adalah kesalahan dalam persediaan barang.

Kesalahan tidak membuat penyesuaian untuk utang-utang biaya dan pendapatan yang masih akan diterima dan kesalahan tidak membuat penyesuaian untuk biaya yang dibayar di muka dan penghasilan yang diterima di muka.

#2. Kesalahan-kesalahan yang mempengaruhi neraca dan laporan laba rugi tapi tidak menjadi benar dengan sendirinya pada periode berikutnya.

Neraca yang disusun sesudah adanya kesalahan ini tidak akan benar sampai dibuat koreksi yang perlu.

Laporan Laba Rugi tahun berjalan menjadi tidak benar tapi tahun-tahun berikutnya akan tergantung pada jenis kesalahan itu.

Mungkin pengaruhnya hanya dalam periode berjalan atau juga mempengaruhi periode-periode yang akan datang.

Contoh kesalahan jenis ini adalah kesalahan dalam depresiasi dan kesalahan mencatat pengeluaran modal sebagai pengeluaran penghasilan atau sebaliknya.

Bila diketahui adanya kesalahan maka kesalahan itu harus dianalisis dan dibuatkan koreksi yang diperlakukan sebagai koreksi periode sebelumnya

Koreksi ini dicatat dalam periode ditemukannya kesalahan dan dilaporkan dalam Laporan Keuangan periode tersebut sebagai koreksi pada saldo awal rekening laba tidak dibagi.

Dalam hal disusun laporan keuangan yang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka laporan keuangan periode sebelumnya tersebut harus dikoreksi.

 

Jurnal Koreksi

Jurnal Koreksi - Konsep Akuntansi

Jurnal koreksi yang dibuat untuk membetulkan kesalahan –kesalahan akan tergantung pada bentuk laporan laba rugi yang disusun.

Bila laporan laba rugi disusun dengan cara All Inclusive, yaitu semua elemen yang mempengaruhi perhitungan laba rugi dilaporkan dalam laporan laba rugi, maka jurnal koreksi akan dicatat dalam rekening-rekening nominal.

Bila laporan laba rugi disusun dengan cara Current Operating Performance, yaitu laporan laba rugi hanya menunjukkan transaksi-transaksi yang sering terjadi yang timbul dalam periode itu maka jurnal koreksi akan dicatat dalam rekening Laba Tidak Dibagi.

Dan dilaporkan dalam laporan laba tidak dibagi.

Berikut ini ada beberapa contoh membuat jurnal koreksi untuk membetulkan kesalahan-kesalahan yang terjadi dan dan pengaruh masing-masing keslahan terhadap neraca dan laporan laba rugi.

#1. Kesalahan dalam Persediaan Barang

Misalnya persediaan barang tanggal 31 Desember 2015 terlalu kecil Rp. 10.000.000. Akibat dari kesalahan ini terhadap neraca dan laporan laba rugi adalah :

Laporan Laba Rugi :

Tahun 2015 :

Harga Pokok Penjualan terlalu besar karena persediaan akhir terlalu kecil. Laba bersih terlalu kecil.

Tahun 2016 :

Harga pokok penjualan terlalu kecil karena persediaan awal terlalu kecil. Laba bersih terlalu besar.

Neraca :

Tahun 2015 :

Aktiva terlalu kecil karena persediaan terlalu kecil. Laba tidak dibagi terlalu kecil.

Tahun 2016 :

Neraca sudah benar karena kesalahan tahun 2015 dibenarkan oleh kesalahan tahun 2016.

Bila kesalahan ini diketahui sebelum tutup buku tahun 2016, maka kesalahan ini perlu dibetulkan.

Jurnal koreksi untuk membetulkan kesalahan seperti ini adalah sebagai berikut :

Persediaan Barang                          Rp. 10.000.000
    Koreksi Laba Tahun-tahun lalu
(Laba tidak dibagi)                                Rp. 10.000.000

 

Jika kesalahan ini baru ketahui sesudah penutupan buku tahun 2016, maka tidak diperlukan jurnal koreksi  karena kesalahan akhir 2015 yang terlalu kecil sudah dibetulkan dengan kesalahan persediaan awal tahun 2016 yang terlalu besar.

 

#2. Kesalahan dalam Pembelian dan Persediaan Barang

Misalnya barang-barang seharga Rp. 200.000  yang dibeli tahun 2015 baru dicatat dalam tahun 2016.

Barang-barang tersebut tidak termasuk dalam perhitungan persediaan akhir tahun 2015.

Akibat dari kesalahan ini terhadap neraca dan laporan laba rugi adalah :

Laporan Laba Rugi :

Tahun 2015 :

Harga Pokok Penjualan benar, karena pembelian terlalu kecil diimbangi dengan persediaan akhir yang terlalu kecil. Laba bersih benar.

Tahun 2016 :

Harga Pokok Penjualan benar karena pembelian terlalu besar diimbangi dengan persediaan awal yang terlalu kecil. Laba bersih benar.

Neraca:

Tahun 2015:

Aktiva dan utang terlalu kecil. Laba tidak dibagi benar.

Tahun 2016 :

Aktiva dan utang sudah benar karena kesalahan dalam tahun 2015 dibenarkan oleh kesalahan tahun 2016.

Bila kesalahan ini diketahui sebelum tutup buku tahun 2016, maka kesalahan ini perlu dibetulkan. Jurnal koreksi untuk membetulkan kesalahan seperti ini adalah sebagai berikut :

Persediaan Barang   Rp. 200.000
               Pembelian           Rp. 200.000

 Jika kesalahan ini baru diketahui sesudah penutupan  buku tahun 2016 tidak diperlukan jurnal koreksi karena kesalahan persediaan akhir dan pembelian tahun 2015 sudah dibetulkan dengan adanya kesalahan persediaan awal dan pembelian tahun 2016.

 

#3. Kesalahan Mencatat Pembelian

Misalnya pembelian sebesar Rp. 150.000,- pada akhir tahun 2015 baru dicatat pada awal tahun 2016.

Barang-barang ini termasuk dalam perhitungan persediaan akhir tahun 2015.

Akibat dari kesalahan ini terhadap neraca dan laporan laba rugi nampak sebagai berikut :

Laporan Laba Rugi :

Tahun 2015 :

Harga Pokok Penjualan terlalu kecil karena pembelian terlalu kecil. Laba bersih terlalu besar.

Tahun 2016 :

Harga Pokok Penjualan terlalu besar karena pembelian terlalu besar. Laba bersih terlalu kecil

Neraca:

Tahun 2015 :

Aktiva benar, tapi utang terlalu kecil. Laba tidak dibagi terlalu besar.

Tahun 2016:

Neraca sudah benar karena kesalahan tahun 2015 sudah dibetulkan oleh kesalahan tahun 2016.

Bila kesalahan ini diketahui sebelum tutup buku tahun 2016, maka kesalahan ini perlu dibetulkan.

Jurnal koreksi untuk membetulkan kesalahan seperti ini adalah :

Koreksi Laba Tahun-tahun lalu (Laba Tidak Dibagi)  Rp. 150.000
              Pembelian           Rp. 150.000

Bila kesalahan ini baru ketahui sesudah tutup buku tahun 2016, maka tidak diperlukan jurnal koreksi karena kesalahan pembelian tahun 2015 yang terlalu kecil sudah dibetulkan dengan kesalahan pembelian tahun 2016 yang terlalu besar.

Demikian pembahasan tentang koreksi kesalahan dalam Laporan Keuangan.

Contoh-contoh kesalahan yang lain akan segera kami sampaikan pada artikel berikutnya.

 

***

6 comments on “Cara Melakukan Koreksi Kesalahan Laporan Keuangan
  1. Wah laporan keuangan ternyata harus dilakukan dengan cermat teliti ya mas Diyo?. Mantap deh ulasan-ulasan tentang manajemen keuangan di web ini. Salam kenal mas.

Comments are closed.