Cara Menentukan Harga Jual Produk Minuman

Cara Menentukan Harga Jual Produk Minuman

Masih melanjutkan cerita tentang usaha Jus Buah dari seorang teman mahasiswa, pembahasannya ada di Cara Menghitung HPP Usaha Jus Buah.

Setelah menemui teman accounting-nya, sembari menggeber sepeda motor sport butut kesayangannya sepanjang perjalanan,  di benaknya sudah tergambar bagaimana cara menentukan harga jus buah per porsinya.

“Yes i see…..” begitu kira-kira bisikan hatinya 🙂

Sesampai di kos-nya, masih dengan semangat membara, tidak menunggu lama pulpen dan kertas sudah ada di tangan. Kalkulator di smartphone-nya pun sudah diaktifkan.

Untuk mempermudah perhitungan, ia tidak langsung menghitung semua produk, namun produk pertama yang dihitung adalah JUS BUAH APEL.

Bagaimana perhitungannya?

Sesuai dengan saran dari teman akuntansi-nya, teman mahasiswa ini menghitung semua biaya untuk menghasilkan satu porsi jus apel, yaitu biaya bahan baku, biaya bahan pendukung, biaya tenaga kerja, biaya overhead.

Biaya bahan baku terdiri dari apel, gula pasir dan air. Biaya bahan pendukung terdiri dari cup dan straw. Dan yang termasuk biaya overhead adalah biaya pemakaian listrik dan nilai penyusutan peralatan.

Namun tiba-tiba teman mahasiswa ini berhenti meneruskan pekerjaannya menghitung HPP, ia berpikir “bagaimana dengan pembelian peralatan seperti dispenser dan gerobak penjualan, apa di masukkan ke perhitungan apa tidak ya?”

Biar nggak kelamaan ia langsung menghubungi teman akuntansinya “ Bro, pembelian peralatan dimasukkan dalam perhitungan HPP ata nggak ya, gw bingung nih.” Sambil memegang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“Sampeyan nggak usah memasukkan pembelian peralatan dalam perhitungan HPP, tapi nilai penyusutannya saja yang diperhitungkan” begitu terdengar suara dari seberang sana.

“ Kenapa nggak usah dimasukkan ke perhitungan HPP? Karena peralatan itu bukan biaya, tapi kekayaan Sampeyan atau aktiva istilah akuntansinya, peralatan itu kan tidak ikut dijual to? Hehehe….”

“Ya iyalah Bro, gimana kalau ikut dijual, nggak jadi jualan la’an “ begitu jawab teman mahasiswa ini, dan dalam hati “ ada-ada saja nih tanyanya”

“Jadi seperti itu, untuk pembelian peralatan perhitungkan saja nilai penyusutan ya”

“ Bagaimana cara menghitung nilai penyusutannya Bro?” sahut teman mahasiswa.

“ Tentukan saja berapa lama masa manfaatnya lalu hitung harga perolehannya dengan masa manfa’atnya”

“atau kalau ingin tahu detailnya, baca di Inilah Cara Meningkatkan Nilai Akurasi Nilai Penyusutan Melalui Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Tepat

atau bisa juga download template-nya di sini tinggal download lalu masukkan daftar aktiva yang Sampeyan miliki.. lalu keluar deh nilai penyusutannya”

“Bagaimana?”

“Okay saya akan coba menghitungnya dulu Bro”

“Sip”

Pekerjaan pun dilanjutkan…

Dan hasilnya seperti berikut ini:

Perhitungan HPP jus buah

Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja diperoleh dari perhitungan gaji per jam. Asumsinya gaji tenaga kerja Rp 1.000.000,- per bulan. Gaji per jam Rp. 5.000.  Asumsi waktu pembuatan jus apel adalah 15 menit per cup, sehingga total waktu yang digunakan untuk membuat 10 cup adalah 10 X 15 menit = 150 menit, atau 2,5 jam.

Jadi jumlah gaji yang harus dibayar : 2,5 X Rp. 5.000,- = Rp. 12.500,-

Biaya Pemakaian Listrik

Biaya listrik asumsinya per bulan 62,5 kWh X Rp. 650 (tarif) = Rp. 40.625,-

Biaya perhari Rp. 40.625,- / 25 hari kerja = Rp. 1.625,-

Biaya per jam : Rp. 1.625,- /8 jam = Rp. 203,-

Biaya pemakaian listrik 10 cup : Rp. 203 x 2,5 = Rp. 508,-

Nilai Penyusutan

Harga perolehan Gerobak Penjualan : Rp. 2.500.000,-

Umur manfaat diperkirakan 4 tahun, sehingga nilai penyusutan per bulannya adalah : Rp 2.500.000/4/12 = Rp. 52.083. dan per harinya :Rp. 52.083/30 = Rp. 1.736,-

Harga perolehan Dispenser : Rp. 500.000,-

Umur manfaat 4 tahun sehingga nilai penyusutannya per bulan adalah : (Rp. 500.000/4)/12 = Rp. 347

Per harinya : Rp. 247/30 = Rp. 12

Total penyusutan peralatan adalah : Rp. 1.736,- + Rp. 12 = Rp. 1.748,-

Penetapan harga pokok produksi per unit diperoleh dengan cara membagi biaya produksi dengan jumlah produksi.

Dari perhitungan pada tabel di atas, maka diperoleh harga pokok produk jus apel adalah Rp. 4.901,- per cup.

Lalu berapa harga jual per cup-nya?

Teman mahasiswa ini menginginkan agar harga jual jus apelnya tidak kemahalan dan terjangkau untuk kalangan mahasiswa dan pelajar, maka keuntungan yang diinginkan adalah sebesar 50% dari harga pokok.

Sehingga ditetapkan harga jualnya sebesar : Rp. 4.901+(Rp 4.901 x 50%) = Rp. 7.350,- (dibulatkan).

harga jus apel

Setelah ketemu harga jualnya, teman mahasiswa ini jadi tenang dan kemudian ‘ngeloyor’ istirahat sambil mimpi indah usahanya ‘moncer’ cetar membahana.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah dengan dijual sebesar Rp. 7.350 jus apel-nya akan laris? Kita tunggu saja perjalanan usaha JUS BUAH-nya….

***

 

Downlad gratis