Download Form Laporan Keuangan ini, maka pekerjaan anda akan makin meng-asikan dan menyenangkan

Kerapihan-gudang

Apa alat untuk mengukur kecepatan bisnis Anda?”

Speedometer adalah alat untuk mengukur kecepatan laju kendaraan.Dengan mengetahui kecepatan kendaraan, pengendara akan bisa mengelola kendaraannya dan bisa memutuskan langkah yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan.

Lalu apa alat untuk mengukur kecepatan bisnis?

Setiap orang atau badan yang mengelola bisnis tentu ingin mengetahui perkembangan bisnisnya.

Untung atau rugi?

Modalnya berkurang atau bertambah?

Investasinya berkembang atau stagnan?

Strategi apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan?

Dari mana Anda bisa mendapatkan semua informasi itu? Cara sederhana dan mudah untuk mengetahui perkembangan bisnis Anda adalah melalui laporan keuangan.

Apa sih Laporan Keuangan itu?

Definisi ‘resmi’ dari badan pengatur standar akuntansi menyebutkan bahwa “laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas”.

Masih menurutnya, tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam membuat keputusan ekonomi.

Laporan keuangan merupakan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Ungkapan “rumput tetangga lebih hijau” sepertinya bisa digunakan untuk menjelaskan tujuan dari disusunnya sebuah laporan keuangan. Artinya laporan keuangan yang disusun agar bisa dibandingkan dengan perusahaan lain atau bidang bisnis lain.

Bila Anda ingin melengkapi sistem keuangan dengan SOP dan Tools yang akurat, pelajari caranya di sini : Accounting Tools dan SOP Akuntansi Keuangan.

Lalu kenapa juga harus disusun tiap periode tertentu? Tujuannya adalah agar bisa dibandingkan dengan periode sebelumnya. Harus ada pembandingnya. Bagaimana bisa melakukan penilaian jika tidak ada pembandingnya.

Dan secara sederhana laporan keuangan dapat didefinisikan sebagai cerminan dari kondisi keuangan suatu aktivitas bisnis baik perseorangan maupun badan.

Sehingga, laporan keuangan (financial statement) bisa dijadikan alat penting untuk menilai kondisi atau mengukur kinerja suatu bisnis atau usaha.

Agar laporan keuangan benar-benar mencerminkan kondisi nyata dari sebuah bisnis, maka harus disusun oleh orang yang benar-benar mengetahui secara detail proses bisnis dari perusahaan yang akan dibuatkan laporan keuangan, memahami karakter dan kebiasaan perusahaan tersebut.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah orang tersebut memiliki dasar pengetahuan yang ekselen tentang akuntansi keuangan. Ia harus mengetahui gambaran utuh mengenai alur akuntansi dari awal hingga awal lagi. Bukan orang yang orang akunting yang ‘abal-abal’ yang hanya memahami angka-angka, debit dan kredit, serta membuat balance. 🙂

Komponen Laporan Keuangan

Secara garis besar informasi-informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalah :

  • Aset
  • Kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban jangka pendeknya
  • Ekuitas
  • Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian
  • Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik
  •  Arus kas

Sedangkan format laporan keuangan yang lengkap terdiri dari :

  1. Laporan Laba Rugi (Profit & Lost Statement)
  2. Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet)
  3. Laporan Perubahan Ekuitas (Equity Statement)
  4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
  5. Catatan atas Laporan Keuangan

Untuk format laporan keuangan, sebenarnya tidak ada standar baku yang mengharuskan para penyusun dan pengguna laporan keuangan untuk menggunakannya.

Format yang ada dan lazim dipakai saat ini adalah semacam kebiasaan dan kesepakatan tidak tertulis antara para penyusun dan pengguna laporan keuangan.

Badan pengatur standar akuntansi hanya mengatur secara garis besar penyajian laporan keuangan, antara lain :

  • Persyaratan bagi penyajian laporan keuangan
  • Struktur laporan keuangan
  • Persyaratan minimum isi laporan keuangan

Agar lebih gamblang dan semakin mudah memahami setiap elemen dari laporan keuangan, mari kita bahas satu persatu, dan dibagian akhir artikel ini Anda bisa men-download gratis form laporan keuangan dalam format MS Excel yang bisa langsung digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sehingga pekerjaan Anda akan terasa meng-asikan dan menyenangkan.

Prestasi kerja Anda akan semakin baik. Karir Anda akan melesat bak anak panah yang dilepaskan dari busurnya, dan departemen Anda akan menjadi departemen yang disegani, tidak dipandang sebelah mata, apalagi sebagai departemen yang hanya menghabiskan dana. 🙂

1. Laporan Laba Rugi (Profit & Lost Statement)

Laba-Rugi

Laporan Laba Rugi secara sederhana bisa digambarkan sebagai jawaban atas sebuah pertanyaan “ Apakah perusahaan untung atau rugi, berapa? ”
Jawaban pertanyaan itu penting bagi pemilik perusahaan dan para pemegang saham, tujuannya tentu untuk mengetahui kinerja perusahaan selama periode tertentu, selain itu dapat digunakan sebagai alat analisis untuk menentukan strategi yang paling tepat pada periode berikutnya.

2. Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet)

Neraca

Mengacu definisi yang diberikan Zaki Baridwan dalam bukunya Intermediate Accounting mendefinisikan laporan posisi keuangan sebagai laporan yang menunjukkan keadaan keuangan pada tanggal tertentu.

Dari laporan posisi keuangan Anda akan bisa mengetahui beberapa informasi penting berikut ini :

  • Kekayaan bersih perusahaan
  • Tingkat kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban jangka pendek
  • Tingkat kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka panjangnya
  • kumulasi pengembalian investasi perusahaan (ROI=Return Of Investment).Misalnya dari laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2014 diperoleh angka ROI sebesar 2%, artinya apa? Artinya pada tanggal itu perusahaan masih mampu mengembalikan investasi. Karena nilai ROI masih di atas angka 1%. Bila nilai ROI kurang dari 1%, apalagi minus berarti tidak ada pengembalian investasi.
  • Akumulasi pengembalian modal (ROC=Return of Capital)

3. Laporan Perubahan Modal (Equity Statement)

Perubahan Ekuitas

Laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan ekuitas dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah modal pada akhir periode.

Perubahan modalnya ditunjukan di dalam Laporan Laba Tidak Dibagi (Retained Earnings). Bila dirumuskan dalam sebuah formula adalah sebagai berikut :

Laba Tidak Dibagi Awal Periode + Laba Periode berjalan – Deviden

4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Arus-Kas
Tujuan utama Laporan Arus Kas adalah untuk menyajikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode.

Untuk mencapai tujuan ini aliran kas diklasifikasikan dalam tiga kelompok yang berbeda yaitu penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan investasi, pembelanjaan (financing) dan kegiatan usaha.

Untuk menyusun laporan arus kas perusahaan dapat menggunakan metode langsung atau tidak langsung.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Adalah sebuah catatan sistematis yang berisi informasi mengenai ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lain dalam laporan keuangan, antara lain :

  1. Informasi dasar mengenai penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi: dasar pengukuran, kebijakan yang relevan, asumsi dalam estimasi.
  2. Informasi yang disyaratkan standar akuntansi keuangan yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan, seperti pengelolaan modal.

 

Untuk form masing-masing laporan bisa Anda download di bagian akhir artikel ini. GRATIS!

Form Laporan Keuangan tersebut siap pakai dan akan membantu memudahkan pekerjaan Anda serta bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bila ada pertanyaan, tanggapan, saran, dan kritik silahkan masukkan email Anda ke dalam form email, atau hubungi kontak saya, dan respon kami akan segera meluncur ke inbox Anda.

download-form-laporan-keuangan_1

2 Komentar

Komentar ditutup.