Kuasi Reorganisasi : Pengertian dan Implementasinya di Perusahaan

kuasi reorganisasi - pengertian dan implementasinya

 

Kuasi reorganisasi atau Corporate Readjustmen adalah salah satu prosedur penting dalam akuntansi yang digunakan untuk menurunkan nilai aktiva tetap berwujud (dalam rekening-rekening).

Dalam prosedur ini tidak ada perubahan dalam badan usaha. Badan usaha tetap seperti semula dan tidak ada pembentukan badan usaha baru.

Tujuan dari diadakannya prosedur kuasi reorganisasi atau corporate readjustment adalah untuk menghilangkan defisit yang timbul karena depresiasi aktiva tetap yang terlalu tinggi.

Hal itu bisa terjadi karena aktiva-aktiva tetap tersebut diperoleh pada masa harga-harga yang tinggi dan pencatatannya dilakukan dengan mencatat nilai yang realistis.

Ingin tahu bagaimana cara menghitung harga perolehan aktiva tetap?

Baca : Beginilah Cara menghitung Harga Perolehan 8 Jenis Aktiva Tetap.

Selain itu tujuan dari corporate adjustment adalah untuk menentukan satu titik permulaan (dipandang dari sudut akuntansi) yang memungkinkan untuk membandingkan penghasilan dan biaya yang layak.

Pada umumnya corporate adjustment bisa dilakukan bila terdapat kondisi-kondisi seperti berikut ini :

  • Terdapat jumlah defisit yang besar
  • Merupakan suatu alternatif yang lain dari reorganisasi yang legal dan disetujui oleh pemegang saham dan kreditur.
  • Cost basis” untuk menyatakan nilai aktiva tetap tidak rasional ditinjau dari sudut going concern.
  • Laba tidak dibagi dan saldo-saldo agio saham tidak mencukupi untuk menyerap beban depresiasi.
  • Jika diinginkan laporan keuangan yang menunjukkan hasil-hasil yang layak.

Bila terdapat kondisi seperti tersebut di atas maka corporate readjustment dapat diterima sebagai suatu prosedur untuk menurunkan nilai aktiva tetap.

Karakteristik dari corporate readjustment adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah dalam rekening-rekening aktiva tetap berwujud diturunkan .
  2. Rekening Modal dan Agio Saham diturunkan dan rekening Laba Tidak Dibagi saldonya menjadi nol sesudah corporate readjustment.
  3. Rekening Laba Tidak Dibagi diberi tanggal yang yang meunjukkan adanya corporate readjustment.
  4. Diperlukan penjelasan di dalam laporan keuangan.
  5. Tidak ada perubahan kesatuan usaha.

Untuk menjelaskan prosedur corporate readjustment, berikut ini contohnya :

PT ABAC mempunyai neraca pada tanggal 1 Januari 2015 sebagai berikut :

PT ABAC
Neraca 1 Januari 2015

neraca sebelum kuasi reorganisasi atau corporate adjustment

Prosedur corporate adjustment akan dilakukan sebagai berikut :

Aktiva tetap diturunkan menjadi Rp. 1.500.000.

Modal saham nilai nominalnya diturunkan dari Rp. 1.000.000 menjadi Rp. 500 dan dicatat sebagai agio saham sehingga jumlahnya akan cukup untuk menutup penurunan nilai aktiva tetap dan defisit.

Jurnal yang dibuat untuk mencatat corporate readjustment ini sebagai berikut :

 

Jurnal pencatatan kuasi reorganisasi atau corporate readjustment

 

Neraca PT ABAC sesudah adanya corporate readjustment adalah sebagai berikut :

PT ABAC
Neraca 01 Januari 2015

neraca setelah dilakukan kuasi reorganisasi atau corporate adjustment

Setelah dilakukan corporate readjustment maka rekening Laba Tidak Dibagi harus diberi tanda, begitu juga dengan pencantumannya dalam neraca.

Hal tersebut bertujuan agar para pembaca neraca dapat mengetahui bahwa saldo laba tidak dibagi itu adalah kumpulan dari laba-laba setelah adanya kuasi reorganisasi atau corporate readjustment.

Aktiva tetap yang sudah diturunkan nilainya, baik melalui devaluasi maupun dengan cara corporate readjustment dihitung depresiasinya.

Cara penghitungan depresiasi atau penyusutan tahunannya adalah dengan dasar nilai yang baru, sehingga akan diperoleh beban penyusutan periodik yang layak.

Bila ingin mengetahui secara detail cara menghitung penyusutan, Anda bisa membaca artikel Inilah Cara Meningkatkan Akurasi Nilai Penyusutan Melalui Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Tepat.

***

Downlad gratis