Lebih Jauh Tentang Jurnal Koreksi dan Penyesuaian : Contoh Penerapan

lebih-jauh-tentang-jurnal-koreksi-dan-penyesuaian

Jurnal Koreksi dan Penyesuaian adalah dua jenis jurnal yang sering digunakan dalam pencatatan akuntansi.

Kali ini blog manajemen keuangan akan membahas kedua jenis jurnal tersebut beserta contoh-contoh yang riil dan praktis serta bisa langsung diterapkan.

#1. Jurnal Koreksi

jurnal-koreksi

Jurnal koreksi atau pembetulan (Correction Entry) adalah jurnal khusus yang dibuat untuk memperbaiki kesalahan jurnal, seperti kesalahan dalam mencatat nilai atau kesalahan dalam mengklasifikasikan akun.

Pembuatan jurnal koreksi sangat diperlukan pada pekerjaan akuntansi yang dilakukan secara manual maupun dengan software akuntansi.

Pencoretan atau penggunaan tipex sangat tidak dianjurkan dalam pencatatan akuntansi karena hal itu dapat menimbulkan keraguan.

Ada yang beranggapan bila pekerjaan akuntansi sudah menggunakan software akuntansi, perbaikan kesalahan jurnal dapat dilakukan secara langsung pada jurnal yang salah, seperti mengganti nilainya atau menghapus jurnal yang salah dan menggantinya dengan jurnal yang baru.

Namun sebaiknya lakukan pembetulan dengan jurnal koreksi.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan membuat jurnal koreksi, antara lain kita akan tahu histori sebuah transaksi, pekerjaan lebih sistematis dan terstruktur, dan tentunya akan bisa melatih kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan lain juga dengan sistematis serta terstruktur.

Selain itu akan melatih diri kita untuk tidak terbiasa melakukan jalan pintas. Sedikit-sedikit tipex atau delete, namun akan berpikir bagaimana cara membetulkan kesalahan tersebut dengan benar.

Agar kita benar-benar memahami alur pembuatan jurnal koreksi, yuk kita ikuti contoh transaksi keuangan berikut ini :

Pada tanggal 15 Januari 2017 PT Kursus Akuntansi MyCom membayar fee pengajar sebesar Rp 1.525.000,-

Atas transaksi tersebut karyawan bagian akuntansi membuat jurnal akuntansi sebagai berikut :

( D ) Fee Pengajar Rp. 1.252.000,-
( K ) Bank Mandiri             Rp. 1.252.000,-

Setelah diperiksa ternyata terdapat kesalahan dalam pencatatan jurnal transaksi di atas. Pada jurnal di atas, nilai nominal yang seharusnya Rp. 1.525.000, dicatat Rp. 1.252.000.

Jadi ada kekurangan pencatatan sebesar Rp. 273.000,-.

Untuk membetulkan kesalahan pencatatan di atas dapat dilakukan dengan dua cara, pertama kita dapat langsung mengganti angka nominal tersebut baik dengan tipex maupun delete, tanpa membuat jurnal koreksi.

Kedua, dengan memperbaiki kesalahan jurnal. Caranya dengan membuat jurnal koreksi.

Sebelum membuat jurnal koreksi terlebih dahulu kita membuat jurnal pembalik terlebih dahulu agar saldo masing-masing akun kembali ke nilai semula.

Jurnal pembalik :

( D ) Bank Mandiri Rp. 1.252.000,-
( K ) Fee Pengajar              Rp. 1.252.000,-

Setelah saldo akun kembali ke posisi semula, selanjutnya kita membuat jurnal dengan nilai nominal yang benar sebagai berikut :

( D ) Fee Pengajar Rp. 1.525.000,-
( K ) Bank Mandiri             Rp. 1.525.000,-

Mudah kan? 🙂

Berikutnya dalam contoh kedua kali ini adalah terjadi kesalahan dalam mengklasifikasikan akun.

Misalnya tanggal 17 Januari 2017 PT Kursus Akuntansi MyCom memperoleh pendapatan bunga bank dari Bank Mandiri sebesar Rp. 500.000,- dan dari Bank Muamalat Rp. 250.000,-.

Atas transaksi tersebut, karyawan bagian akuntansi melakukan pencatatan sebagai berikut :

(D) Bank Mandiri      Rp. 500.000,-
(D) Bank Muamalat  Rp. 250.000,-
(K) Pendapatan                Rp. 750.000,-

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terdapat kesalahan dalam mengklasifikasikan akun, yang seharusnya masuk ke akun pendapatan bunga bank dicatat pada akun pendapatan.

Atas kesalahan ini, karyawan bagian akuntansi tersebut akhirnya membuat jurnal koreksi untuk memperbaikinya.

Ketika membuat jurnal koreksi, tidak bisa langsung melawankan akun pendapatan dengan akun pendapatan bunga bank karena sama-sama bersaldo kredit.

Untuk itu dibuat jurnal pembalik terlebih dahulu agar saldo masing-masing akun kembali ke nilai semula.

Jurnal pembaliknya seperti ini :

(D) Pendapatan        Rp. 750.000,-
(K) Bank Mandiri               Rp. 500.000,-
(K) Bank Muamalat           Rp. 250.000,-
Setelah saldo akun kembali ke posisi semula, kemudian dibuat jurnal dengan akun yang benar seperti ini :

(D) Bank Mandiri      Rp. 500.000,-
(D) Bank Muamalat  Rp. 250.000,-
(K) Bunga  Bank                Rp. 750.000,-

Masih mudah kan? 🙂

 

#2. Jurnal Penyesuaian

jurnal-penyesuaian

Jurnal penyesuaian atau Adjustment Entry adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai saldo akun-akun tertentu agar sesuai dengan nilai yang sebenarnya.

Beberapa contoh akun yang biasanya memerlukan penyesuaian adalah akun biaya dibayar dimuka, akumulasi penyusutan aset tetap, pendapatan diterima dimuka, beban sewa, pemakaian perlengkapan kantor, dan persediaan.

Pembahasan rinci tentang jurnal penyesuaian bisa dibaca di sini : Bagaimana Membuat Jurnal Penyesuaian Depresiasi, Deplesi, Amortisasi, dan Kerugian Piutang serta Alokasinya di Neraca Lajur.

Kali ini saya ingin memberikan contoh data akun yang memerlukan penyesuaian pada akhir Januari 2017.

Misalnya pada tanggal 1 Januari 2017 PT Kursus Akuntansi MyCom membayar perpanjangan sewa kantor untuk 2 tahun ke depan sebesar Rp. 24 juta.

Atas transaksi tersebut di atas maka dilakukan pencatatan sebagai berikut :

(D) Sewa Dibayar Dimuka Rp. 24.000.000,-
(K) Bank Mandiri                              Rp. 24.000.000,-

Jurnal penyesuaian sewa yang telah terpakai di akhir Januari 2017 adalah sebagai berikut :

(D) Beban Sewa                 Rp. 100.000,-
(K) Sewa Dibayar Dimuka               Rp. 100.000,-

Perhitungannya :

Sewa kantor selama 2 tahun         = Rp. 24.000.000,-

Beban Sewa tiap bulan                   = Rp. 24.000.000,- / 24  = Rp. 100.000,-

Contoh 2 :

Pada tanggal 1 Desember 2016 PT MyCom Retail memiliki persediaan barang dagangan senilai Rp. 550.000,-. Selama bulan Desember 2016 melakukan pembelian senilai Rp. 1.000.000,-.

Retur pembelian Rp. 100.000,-. Persediaan barang dagangan tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp. 350.000,-.

Jurnal penyesuaian persediaan akhir barang dagangan adalah sebagai berikut :

(D) Harga Pokok Penjualan                           Rp.1.100.000,-
(D) Persediaan barang 31/12/2016             Rp.   350.000,-
(D) Retur Pembelian                                       Rp.   100.000,-
(K) Pembelian                                                                 Rp.1.000.000,-
(K) Persediaan barang 1/12/2016                              Rp.   550.000,-

Perhitungan harga pokok penjualan :

Persediaan 1/12/2016                    = Rp.    550.000,-
Pembelian                                         = Rp. 1.000.000,-
Retur Pembelian                              = Rp.    100.000,-

Persediaan barang siap jual           = Rp. 1.450.000.-
Persediaan 31/12/2016                  = Rp.    350.000,-

Harga Pokok Penjualan                = Rp. 1.100.000,-

Mudah juga kan?

***

 

Downlad gratis