Inilah Sejarah, Istilah-istilah dan Pengertian Akuntansi

Jasmerah, “jangan melupakan sejarah” begitu kalimat fenomenal yang pernah dilontarkan Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.

Bagaimana Sejarah, Istilah-istilah dan Pengertian Akuntansi
Termasuk sejarah akuntansi modern yang dikenal dan digunakan secara luas dalam mendukung perkembangan bisnis saat ini.

Oleh karena itu sebagai orang yang berkecimpung dalam bidang akuntansi, tidak ada salahnya untuk mengetahui sejarah akuntansi 🙂

Kemajuan, kenyamanan dan kemudahan yang ada saat ini dinikmati manusia adalah hasil dari sebuah proses yang terjadi sejak ribuan tahun yang lalu.

Semua ada proses yang terus menerus.

Mengapa sebagai seorang yang berjibaku dengan akuntansi juga perlu mengetahui sejarah akuntansi?

Harapannya agar kita belajar mengambil pelajaran dari masa lalu, lebih menghargai, profesional dan bijak dalam menekuni pekerjaan kita di bidang akuntansi.

Dan “sejarah akan selalu berulang” begitu kata sebuah ujaran…

 

Sejarah Akuntansi

Evolusi dan sejarah panjang telah menyempurnakan ilmu akuntansi dari waktu ke waktu.

Dalam setiap peradaban, manusia yang hidup pada setiap masanya sebenarnya telah melakukan berbagai jenis pencatatan tentang kegiatan usaha.

Catatan tertua yang dikenal adalah catatan tablet dari tanah liat untuk pembayaran upah di Babylonia, kira-kira di tahun 3.600 sebelum Masehi.

Selain itu, banyak juga ditemukan bukti mengenai adanya sistem pencatatan dan pengendalian akuntansi di Mesir Kuno dan pemerintahan kota di Yunani.

Sistem pencatatan yang lebih modern di kenal di Inggris atas perintah Raja William the Congueror pada abad kesebelas dengan tujuan untuk mengetahui sumber-sumber keuangan kerajaan.

Catatan-catatan akuntansi awal tersebut sebagian besar hanya melingkupi aspek yang sangat terbatas mengenai operasi keuangan perusahaan perorangan atau usaha pemerintah.

Belum ada sistem pencatatan yang sistematis untuk semua jenis transaksi dari suatu unit tertentu, hanya untuk sebagian transaksi saja.

Akuntansi yang lengkap untuk suatu unit usaha baru muncul untuk memenuhi kebutuhan keuangan pemerintah Italia.

Sistem pencatatan double entry timbul dari pengaruh pedagang Venesia. Setelah terjadi Revolusi Industri yang dimulai dari Perancis, akuntansi mengalami perkembangan yang cukup pesat sebagai ‘kebutuhan’ untuk mendukung perkembangan industri.

inilah sejarah akuntansi

Bagaimana dengan di Indonesia ya, sudah adakah pencatatan keuangan pada zaman kerajaan Mataram kuno, Sriwijaya dan Majapahit?

Bila melihat kebesaran 3 kerajaan nusantara tersebut, sepertinya sudah ada pencatatan.

Mustahil bila negara sebesar Kerajaan Majapahit yang wilayahnya konon melebihi wilayah Indonesia saat ini, dikelola tanpa sistem pencatatan keuangan yang sistematis dan canggih.

Kerajaan besar yang para pendirinya pernah mengalahkan dan mengusir tentara Mongol dari bumi Nusantara yang saat itu tak terkalahkan, bengis, dan barbar.

Hebat kan nenek moyang kita!

Namun demikian penulis belum menemukan bukti-bukti pendukung tentang penggunaan sistem administrasi keuangan dan akuntansi.

Yang jelas ada, hanya berbeda istilah-istilah.

Bila ada pembaca yang memiliki bukti-bukti pencatatan keuangan pada zaman tersebut, silahkan disampaikan dalam komentar dan kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya.

 

Istilah-istilah Akuntansi

Bila anda orang non akuntansi barangkali akan menemui istilah-istilah akuntansi ini, baik dalam pekerjaan ataupun aktivitas sehari-hari.

Apalagi bila anda orang akuntansi, pastinya akan sering menemui atau malah tiap hari berjibaku dengan istilah-istilah ini.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman karena ketidaktahuan makna sebuah istilah, maka berikut ini daftar istilah-istilah akuntansi yang sering digunakan dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Atau bagi anda orang akuntansi keuangan, tak ada salahnya untuk me-review kembali istilah-istilah berikut ini :

  • Asset Approach – Pendekatan aktiva
  • Account Payable – Utang usaha
  • Account Receiveable – Piutang dagang
  • Allowance for Bad Debt – Cadangan piutang tak tertagih
  • Annual Report – Laporan tahunan
  • Amortisasi – Penyusutan aset tetap tak terwujud
  • Asset Retirement Obligation – Kewajiban penghentian aktiva
  • Bad Debt Expense – Beban piutang tak tertagih
  • Cash in Hand – Kas ditangan
  • Capital Gain – Keuntungan saham
  • Capital Stock – Modal saham
  • Capital Lease – Sewa guna usaha modal
  • Deffered Gain – Keuntungan ditangguhkan
  • Equipment – Peralatan
  • Expense Payable – Beban yang masih harus dibayar
  • Effective Tax Rate – Tarif pajak efektif
  • Fixed Assets Turn Over Ratio – Rasio perputaran aktiva
  • Financial Income – Laba akuntansi atau laba keuangan
  • Goodwill – Nama baik yang melekat pada perusahaan
  • Hipotek – Utang jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap
  • Intangible Assets – Aset tetap tidak berwujud
  • Lease – Pengguna aktiva sewa guna usaha
  • Leasor – Pemilik aktiva sewa guna usaha
  • Prepaid Insurance – Asuransi dibayar dimuka
  • Residual/Salvage Value – Nilai sisa
  • Retured Earning – Retur Penjualan
  • Shareholders – Pemilik usaha
  • Taxable Income – Laba kena pajak atau laba fiskal
  • Valuation Allowance – Penyisihan penilaian
  • Value Added Tax In – PPN Masukan
  • Value Added Tax Out – PPN Keluaran

Baca juga : Accounting Tools & SOP

 

Pengertian Akuntansi

Apakah yang dimaksud dengan akuntansi? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan berbagai jawaban yang berbeda tergantung dari sudut pandangan seseorang.

Berbagai macam pengertian akuntansi sebenarnya sudah banyak bertebaran di internet, oleh karena itu dalam kesempatan ini blog manajemen keuangan hanya menampilkan beberapa saja, selebihnya silahkan cari sendiri dengan Om Google 🙂

Salah satu definisi yang dikeluarkan oleh American Institute of Certified Public Accountants ( AICPA ) adalah sebagai berikut :

Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam memilih alternatif-alternatif dari suatu keadaan.

Definisi di atas adalah pengertian akuntansi bila dilihat dari sudut pandang kegiatan jasa.

Selain pengertian di atas, ada beberapa pengertian lain dengan memandang dari sudut pandang yang berbeda, antara lain :

Menurut Horngren, Horrison dan Bamber menyatakan bahwa akuntansi adalah sistem informasi untuk mengukur aktivitas bisnis, proses menyajikan dalam sebuah laporan dan mengkomunikasikan hasilnya dengan para pembuatan keputusan.

Weygandt, Kieso dan Kell menyatakan akuntansi adalah sebuah proses dari 3 aktivitas, yaitu  mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi ( bisnis dan non bisnis ) untuk memberikan informasi tersebut kepada pengguna.

Warren, Reeve, dan Duchac, mendefinisikan akuntansi sebagai sebuah sistem informasi yang disajikan untuk stakeholders mengenai aktivitas –aktivitas ekonomi dan kondisi dari sebuah bisnis.

Sedangkan menurut Belkaoui, akuntansi didefinisikan sebagai aktivitas jasa yang fungsinya untuk memberikan informasi kuantitatif dari entitas ekonomi, terutama yang bersifat keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan dan tindakan.



Sedangkan pengertian akuntansi menurut para ahli dalam negeri antara lain :

Munawir mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan dari peristiwa-peristiwa  atau kejadian-kejadian yang sebagian atau seluruhnya berkaitan dengan keuangan dan dinyatakan dengan satuan uang.

Sugiri dan Riyono mendefinisikan akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang fungsinya menyediakan informasi kuantitatif , khususnya yang berkaitan dengan keuangan. Informasi tersebut akan dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Sedangkan pengertian akuntansi menurut Soemarso adalah sebuah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi dan bisnis yang oleh penggunanya digunakan sebagai pertimbangan dalam memutuskan kebijakan bisnis.

Dari berbagai definisi akuntansi di atas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah sebuah proses untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, dan mencatat transaksi-transaksi keuangan kemudian menyajikannya dalam sebuah laporan keuangan.

Data-data yang tersaji dalam laporan keuangan tersebut selanjutnya dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Agar fungsi tersebut bisa berjalan sesuai dengan harapan, maka disusun prinsip akuntansi yang didasarkan pada konsep dasar dan bisa diterapkan melalui berbagai metode dan prosedur.

Dan bila digambarkan dengan sebuah diagram adalah sebagai berikut :

pengertian akuntansi menurut para ahli

Baca juga artikel terkait dan menarik : Siklus Akuntansi Super Lengkap dari A sampai Z 

Demikian pembahasan mengenai sejarah, istilah-istilah akuntansi dan pengertian akuntansi.

Moga bermanfaat.

Salam sukses penuh keberkahan.

***