10 Jenis dan Pengertian Lembaga Keuangan yang Mungkin Tak Anda Ketahui

10 Jenis dan Pengertian Lembaga Keuangan yang Mungkin Tak Anda Ketahui

Pengertian Lembaga Keuangan adalah institusi yang beroperasi dalam pasar tempat diperolehnya modal, efek diperdagangkan, dan harga saham ditentukan, meliputi lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank.

Sebagaimana kita ketahui bahwa perpindahan dana langsung merupakan perpindahan yang lebih umum dan populer di kalangan individu dan usaha kecil.

Kita bisa melihat bagaimana start up di Indonesia memperoleh pendanaan langsung dari ventura capital, dan mendorong perkembangan luar biasa, seperti Tokopedia yang estimasi valuasinya Rp. 50 triliun, Gojek estimasi valuasi Rp 40 triliun, Traveloka estimasi valuasi Rp 26 triliun, Bukapalak estimasi valuasi sekitar Rp 15 triliun.

Pertumbuhan mereka dengan fintech-nya juga menjadi kandidat pesaing berat bagi industri perbankan di tanah air.

Selain perpindahan dana langsung, secara umum ada 10 lembaga atau institusi keuangan, yaitu :

#1. Investasi Perbankan (Investment Banking House)

Suatu organisasi yang menjamin dan mendistribusikan efek investasi baru dan membantu kalangan usaha mendapatkan pendanaan.

Atau dengan kata lain, lembaga yang memberikan sejumlah layanan kepada investor dan perusahaan yang ingin memperoleh modal. Ada 3 aktivitas yang dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti ini, yaitu :

  • Membantu perusahaan merancang efek dengan fitur yang diminati oleh investor.
  • Membeli efek tersebut dari perusahaan.
  • Menjualnya kembali kepada penabung.

Meskipun efek dijual dua kali, proses ini sebenarnya merupakan satu transaksi pasar primer dengan bankir investasi yang bertindak sebagai fasilitator yang akan membantu memindahkan modal dari penabung kepada kalangan usaha.

Contoh lembaga seperti ini adalah Credit Suisse Group.

Baca juga : 3 Cara Perpindahan Modal Terungkap

 

#2. Perbankan Komersial (Commercial Bank)

Lembaga ini juga dikenal sebagai institusi keuangan tradisional, karena melayani berbagai macam penabung dan peminjam. Sebelumnya bank komersial merupakan institusi utama yang menangani tabungan.

Namun saat ini, beberapa institusi lain juga memberikan layanan tabungan dan memberikan pengaruh yang signifikan pada pasokan uang. Sebaliknya, bank komersial memberikan rentang layanan yang makin luas, termasuk layanan pialang saham dan asuransi.

Contoh lembaga ini adalah J.P. Morgan Chase, Wells Fargo.

#3. Perusahaan Jasa Keuangan (Financial Services Corporation)

Suatu perusahaan yang menawarkan berbagai jenis layanan keuangan, termasuk perbangkan investasi, pialang, asuransi dan perbankan komersial.

Perusahaan ini biasanya merupakan konglomerasi besar yang menggabungkan beberapa institusi keuangan dalam satu perusahaan.

Contoh perusahaan jasa keuangan, yang kebanyakan memulai pada satu bidang, tetapi kini telah melakukan diversifikasi hingga mencakup sebagian besar rentang jasa di bidang keuangan. Misalnya, Citigroup, Prudential.

 

#4. Asosiasi Simpan Pinjam (savings and loan association)

Institusi yang biasanya melayani penabung individu serta peminjam hipotek residential dan komersial, mengambil dana dari penabung kecil, kemudian meminjamkan uang tersebut kepada pembeli rumah dan peminjam lainnya.

 

#5. Bank Simpanan Bersama (mutual savings bank)

Institusi yang mirip dengan lembaga simpan pinjam. Bank ini terutama menerima tabungan dari perorangan dan memberikan pinjaman kepada perusahaan serta konsumen.

 

#6. Serikat Kredit (credit unions)

Lembaga yang merupakan asosiasi koperasi yang para anggotanya memiliki kesamaan ikatan, seperti karyawan dari suatu perusahaan yang sama.

Simpanan anggota dipinjamkan hanya kepada anggota lain, misalnya untuk pembelian kendaraan bermotor, pinjaman renovasi rumah, dan hipotek rumah.

Serikat kredit seringkali merupakan sumber dana termurah yang tersedia bagi peminjam perorangan.

 

#7. Dana Pensiun (pension funds)

Merupakan program purna karya yang didanai oleh perusahaan atau badan pemerintah bagi karyawannya. Dana pensiun menempatkan investasinya bisa pada obligasi, saham, hipotek dan real estat.

#8. Perusahaan Asuransi Jiwa

Lembaga ini menerima simpanan dalam bentuk premi, menginvestasikan dana ini pada saham, obligasi, real estat dan hipotek, lalu melakukan pembayaran kepada ahli waris pihak yang diasuransikan.

Dalam beberapa tahun terakhir perusahaan asuransi jiwa juga telah menawarkan beragam rencana tabungan yang dirancang untuk memberikan manfaat kepada para pesertanya ketika mereka pensiun nanti.

#9. Reksa Dana (mutual funds)

Organisasi yang menggabungkan dana investor untuk membeli instrumen keuangan dan mengurangi risiko melalui diversifikasi.

Merupakan perusahaan yang menerima uang dari penabung dan menggunakannya untuk membeli saham, obligasi jangka panjang, atau instrumen utang jangka pendek yang diterbitkan oleh kalangan usaha atau pemerintah.

Reksa dana mengumpulkan dana dan mengurangi risiko dengan melakukan diversifikasi. Mereka juga mencapai skala ekonomi dengan menganalisa efek, mengelola portofolio, serta membeli dan menjual efek.

Beberapa dana dirancang untuk memenuhi tujuan dari penabung yang berbeda-beda.

Karena itu tersedia dana obligasi bagi mereka yang menginginkan keamanan. Reksa dana saham bagi penabung yang bersedia menanggung risiko yang signifikan dengan harapan mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.

Dan reksa dana lain yang digunakan sebagai rekening tabungan berbunga atau disebut sebagai reksa dana pasari uang (money market funds), yaitu reksa dana yang berinvestasi pada efek jangka pendek berisiko rendah dan memperkenankan investor mengeluarkan cek atas rekening mereka.

Jadi terdapat berbagai jenis reksa dana dengan berbagai tujuan dan sasaran yang berbeda-beda.

 

#10. Hedge Funds

Lembaga ini hampir mirip dengan reksa dana karena mereka menerima dana dari penabung, kemudian menggunakan dana itu untuk membeli berbagai efek.

Sedangkan perbedaaan pentingnya adalah reksa dana umumnya ditujukan bagi investor kecil, sedangkan hedge funds umumnya memiliki investasi minimum dalam jumlah besar.

Sehingga relatif efektif bila dipasarkan untuk institusi dan individu dengan kekayaan bersih yang besar pula.

Setiap manajer hedge funds menjalankan strateginya masing-masing.

Misalnya, seorang manajer hedge funds yang yakin bahwa spread antara imbal hasil obligasi perusahaan dan pemerintah terlalu tinggi kemungkinan besar akan membeli portofolio obligasi perusahaan dan menjual portofolio obligasi pemerintah di saat yang bersamaan.

Dalam hal ini, portofolia tersebut dilindungi nilai terhadap pergerakan tingkat bunga secara keseluruhan, tapi akan menguntungkan jika spread antara kedua efek tersebut menempit.

Manajer hedge funds mungkin juga akan mengambil keuntungan dari penilaian bursa saham yang dianggap tidak tepat, ketika nilai bursa saham dan nilai intrinsik berbeda.

Baca juga : Mana yang Lebih Penting, Nilai Intrinsik atau Harga Saham Aktual?           

Hedge funds umumnya membebankan biaya komisi yang besar, seringkali dalam jumlah tetap tertentu ditambah 15% hingga 20% keuntungan modal dana tersebut.

Demikian sajian singkat dari blog manajemen keuangan mengenai  mengenai 10 Jenis dan Pengertian Lembaga Keuangan. Ada masukkan?

Terima kasih

***

sop akuntansi keuangan powerful