Lakukan 2 Analisis Piutang Usaha Agar Tidak Meluncur ke Death Zone

Pinjaman uang yang diberikan suatu perusahaan untuk pihak lain, atau lazim disebut piutang usaha  adalah salah satu elemen penting yang perlu dievaluasi dari sepanjang waktu dan terus-menerus.  Keberadaannya akan sangat berpengaruh terhadap geliat aktivitas perusahaan. Ia akan berpengaruh terhadap KAS perusahaan.

Bila kas perusahaan di-ibaratkan sebagai darah perusahaan, maka terganggunya aliran darah akan berakibat fatal, bahkan mungkin akan mematikan perusahaan.

So, keberadaan piutang harus selalu dipantau, mulai dari jenis piutang, ciri-ciri piutang, materi piutang, kemudian perhatikan siklus akuntansi piutang dagang dan klasifikasi piutang tersebut, apalagi bila sudah mendekati Death Zone, sebuah area populer dalam dunia pendakian gunung, be careful.

Bagaimana cara mengelola piutang usaha? salah satu yang lazim dibuat untuk kepentingan perusahaan menyelenggarakan kartu piutang, bagaimana lainnya? mari dipelajari bersama …

 

Piutang Usaha dalam Akuntansi

piutang usaha dalam akuntansi

Analisis dan Interpretasi Keuangan

Ada dua ukuran keuangan yang sangat berguna dalam mengevaluasi efisiensi penagihan piutang, yaitu :

  • Perputaran piutang usaha
  • Jumlah hari penjualan dalam piutang.

 

Cara Cepat Mengelola Piutang Usaha

1. Siklus Akuntansi piutang dagang

Perputaran Piutang Usaha (Accounts Reeivable Turnover)

Perputaran piutang usaha mengukur berapa kali piutang dapat diubah menjadi kas selama tahun berjalan.

Sebagai contoh, dengan syarat kredit 2/10, n/30, piutang seharusnya dapat berputar lebih dari 12 kali per tahun.

Perputaran piutang usaha dihitung sebagai berikut :

Perputaran Piutang Usaha = Penjualan Bersih / Piutang Usaha Rata-rata

Piutang rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan data bulanan atau dengan menambahkan saldo awal dan akhir piutang usaha dan membaginya dengan dua.

Sebagai contoh, dengan menggunakan data berikut (dalam jutaan rupiah) untuk PT Telkom atau PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, kita dapat mengetahui perputaran piutang pada tahun 2007 dan 2006.

Perhatikan cara menghitungnya:

Tahun 2007 :

Penjualan Bersih = Rp 59.440.011
Piutang = Rp 3.511.996
Piutang Rata-rata = Rp 3.688.504
Perputaran Piutang Usaha = 16,11

Tahun 2006 :

Penjualan Bersih = Rp 51.294.008
Piutang = Rp 3.865.012
Piutang Rata-rata = Rp 3.798.084
Perputaran Piutang Usaha = 13,51

Tahun 2005 :

Penjualan Bersih = Rp 41.807.184
Piutang = Rp 3.731.158
Piutang  Rata-rata dan Perputaran Piutang Usaha dihitung sebagai berikut :

Tahun 2007 :

Piutang Rata-rata = (3.511.996 + 3.865.012)/2 =
Perputaran Usaha = 59.440.011/ 3.688.504 = 16,11

Tahun 2006 :

Piutang Rata-rata = (3.865.012 + 3.731.158 )/2 =
Perputaran Piutang = 51.294.008/3.798.085.= 13,51

Perhatikan data-data di atas, kita bisa membandingkan hasil perhitungan tahun 2007 dan 2006 yang menunjukkan bahwa perputaran piutang meningkat dari 13,51 menjadi 16,11.

Jadi manajemen piutang PT Telkom telah membaik pada tahun 2007.

2. Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang Usaha (Number of day’s Sales in Receivables)

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang merupakan estimasi lamanya piutang belum dibayar. Dengan syarat kredit 2/10, n/30, jumlah hari penjualan dalam piutang seharusnya kurang dari 20 hari.

Rasio tersebut dihitung sebagai berikut :

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang Usaha = Piutang Usaha Rata-rata/Penjualan Harian Rata-rata

Penjualan harian rata-rata dihitung dengan membagi penjualan bersih dengan 365 hari. Jika diketahui penjualan kredit dapat digunakan sebagai pembilang.

Tapi, karena penjualan kredit biasanya tidak diungkapkan kepada pengguna eksternal, kebanyakan analis menggunakan penjualan tunai sebagai pembilang.

Piutang Usaha Perusahaan

Sebagai contoh, dengan menggunakan data sebelumnya untuk Telkom, jumlah hari penjualan dalam piutang adalah masing-masing, 22,6 dan 27 pada tahun 2007 dan 2006, seperti ditunjukkan berikut ini (dalam jutaan rupiah)

Perhatikan cara mendapatkan angka-angkanya berikut ini: 

Tahun 2006 :

Penjualan Bersih = Rp 51.294.008
Piutang = Rp 3.865.012
Piutang Rata-rata = Rp 3.798.084
Penjualan Harian Rata-rata = 140.531,5
Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang : 27,0

Cara menghitung Penjualan Harian Rata-rata dan Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang tahun 2006 adalah sebagai berikut :

Penjualan Harian Rata-rata = 51.294.008/365 = 140.531,5

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang = 3.865.012/140.531,5 = 27,0

Tahun 2007 :

Penjualan Bersih = Rp 59.440.011
Piutang = Rp 3.511.996
Piutang Rata-rata = Rp 3.688.504
Penjualan Harian Rata-rata = 162.849,3
Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang : 22,6

Cara menghitung Penjualan Harian Rata-rata dan Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang tahun 2007 adalah sebagai berikut :

Penjualan Harian Rata-rata = 59.440.011/365 = 162.849,3

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang = 3.511.996/162.849,3 = 22,6

  Manajemen Piutang Usaha

Kesimpulan

Sekali lagi, karena pentingnya piutang termasuk piutang lain lain maka perlu dilakukan pengelolaan piutang yang baik dan akurat. Agar laba perusahaan selalu terjaga, dan pertumbuhannya makin secepat kilat.

Saat anda akan meminjamkan uang, lakukan dengan hati-hati. Perhatikan kelayakan usaha dari calon partner usaha anda, dan bila perlu harus melampirkan proposal peluang usaha.

Percayalah, tujuan dari semua itu adalah agar kas yang tersedia benar-benar sehat, dan tetap bisa mendukung aktivitas perusahaan.


manajemen keuangan dan SOPlaporan keuanganlaporan laba rugi

sop akuntansi keuangan powerful