3 Format Laporan Hasil Perhitungan Biaya Produksi Per Unit

komponen biaya produksi, unsur dan jenis-jenisnya dalam proses produksi banyak. Contoh: biaya bahan baku, biaya produksi langsung, biaya overhead, biaya variabel. Oleh karena itu cara menghitung biaya produksi harus dilakukan secara benar dan akurat.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah format untuk menyajikan hasil perhitungan biaya produksi tersebut. Fungsi Laporan adalah untuk menghimpun dan mengikhtisarkan semua informasi yang telah dikumpulkan.

Bila cara dan format pelaporannya salah, maka implementasinya juga salah. Oleh karena itu, setelah kita menghitung biaya produksi di sini.

Selanjutnya, dalam artikel ini akan dibahas mulai dari cara menghitung biaya prouksi sampai cara menyajikannya yang benar.

Okay, kita mulai dengan bentuk laporan sesuai dengan jenis biaya produksi…

 

Bentuk Laporan Menurut Jenis Biaya Produksi

jenis biaya produksi

Ada 3 bentuk laporan yang umum digunakan, yaitu :

  • Bentuk#1: Biaya total, biaya serta penghasilan yang relevan maupun yang tidak relevan disajikan untuk setiap alternatif tindakan.
  • Bentuk#2.: Diferensial. biaya dan penghasilan relevan saja yang disajian dalam laporan.
  • Bentuk#3: Biaya kesempatan, biaya dan penghasilan yang relevan ditambah biaya kesempatan (opportunity cost) disajikan untuk satu alternatif tindakan.

Bila anda ingin menghitung biaya kesempatan dan apa itu biaya kesempatan, langsung saja ke Begini Cara Menghitung Biaya Peluang atau Opportunity Cost

Sekarang, kita bedah 3 bentuk tersebut satu-pe-satu…

Dan untuk memperjelas pembahasan ketiga bentuk laporan, yuk kita lihat contoh di bawah ini:

Contoh kasus: Perusahan Pengolahan Minuman Sari Apel Malang 

contoh soal menghitung biaya produksi

PT Berkah Semakin Jaya, sebuah perusahaan pengolahan miunaman kaleng sari apel Malang hanya mampu untuk menjual 50.000 dus, sedangkan kapasitas dan produksi yang ada sebanyak 100.000 dus.

Biaya per 1 unit dus adalah sebagai berikut :

Bahan baku langsung                    = Rp. 20.000
Tenaga kerja langsung                  = Rp. 15.000
Biaya Overhead (BOP) variabel    = Rp, 25.000
Biaya overhead (BOP) Tetap        = Rp. 30.000
Biaya Produksi per unit                 = Rp. 90.000

Permintaan konsumen begitu rendah, sehingga dari 50.000 unit tersebut hanya terjual 10.000 unit dengan harga biasa Rp. 125.000 dan 10.000 buah saja dengan penurunan harga yang sangat drastis yaitu Rp. 80.000 per unit.

Dengan kemungkinan untuk 30.000 unit itu terjual di masa mendatang, tetapi perusahaan tidak bermaksud untuk menyimpannya sebagai persediaan.

PT Berkah  Semakin Jaya sedang mempertimbangkan alternatif tindakan sebagai berikut:

  1. Memodifikasi model dus dan menjual dus lama dengan harga sebesar Rp. 20.000 dengan biaya bahan Rp. 5.000/unit.
  2. Mengganti model dus tersebut dengan harga jual Rp. 40.000 per buah dengan biaya produksi Rp. 6.000, biaya bahan Rp. 7.000, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead variabel Rp. 9.000

Bagaimana cara menghitung biaya produksi dan menyajikan laporannya?

Begini…

 

#1. Bentuk Biaya Total

contoh soal menghitung biaya tetap dan biaya variabel

Disajikan  pada halaman berikutnya, pada laporan tersebut, biaya yang tidak relevan sebesar Rp. 90.000 per unit merupakan biaya yang telah terbenam (sunk cost) dan menunjukkan biaya yang telah terjadi untuk menghasilkan dus.

Jika menggunakan format biaya total dan biaya yang tidak relevan dihilangkan secara tak hati-hati dari salah satu tindakan yang diambil atau lebih, maka konsekuensinya adalah ada kemungkinan manajemen akan mengambil keputusan yang keliru.

Karena itu hendaknya harus hati-hati dan memperhatikan dengan seksama jika menggunakan format biaya total.

contoh biaya total
contoh format laporan bentuk biaya total

 

 

#2. Bentuk Biaya Diferensial

jenis jenis biaya produksi dan rumusnya

Agar pemahaman kita terhadap format laporan biaya diferensial semakin mudah, mari kita amati tabel berikut ini :

rumus biaya variabel
contoh format laporan bentuk biaya diferensial

Kelemahan format (bentuk) total cost :

  • Memerlukan pengertian yang mendalam (ekstra) tentang perilaku biaya terbenam (sunk cost)
  • Menyebabkan keputusan yang keliru, dengan kerugian yang cukup besar dari kedua alternatif.
  • Menyebabkan semua alternatif ditolak.

Metode diferensial memberikan kebaikan, yaitu memudahkan menerima informasi dari laporan yang disajikan dan lebih cocok dipergunakan dari biaya total.

Dari format biaya variabel atau biaya diferensial di atas dengan alternatif memodifikasi akan dapat menghemat atau mengurangi rugi sebesar pendapatan yang disajikan dari laporan.

Kerugian 30.000 dus X 90.000 = 2.700 juta
dikurangi keuntungan memodifikasi 15.000 X 30.000 = 450 juta
Kerugian menjadi = 2.700 – 450 = 2.250 juta

Alternatif penggantian model akan mengurangi kerugian sebesar :
18.000 X 30.000 = 540 juta

Tentunya alternatif penggantian model lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan merombak atau memodifikasi dus.

 

#3. Bentuk Biaya Peluang

Format Laporan Biaya Diferensial

Bentuk ini lebih efisien terutama jika terdapat banyak alternatif kemungkinan tindakan, karena biaya peluang atau opportunity cost dari suatu proyek merupakan atau menyebabkan kenaikan pendapatan yang hilang atas proyek lainnya.

Dalam format ini diasumsikan bahwa manajemen mempunyai suatu tingkat kemampuan yang sempurna dalam akuntansi manajerial sehingga mereka benar-benar mampu atau memahami konsep-konsep ganda mengenai

  • Biaya relevan dan irrelevan, dan
  • Opportunity cost.

Jadi pada format ini hanya memerlukan menghitung biaya produksi yang teliti atas pendapatan relevan dari alternatif-alternatif keputusan yang dihadapi, karena pendapatan satu alternatif akan menjadi opportunity cost alternatif lainnya.

cara menghitung harga pokok produk selesai
contoh format laporan bentuk biaya peluang

Kalau memodifikasi akan rugi sebesar:

3.000 per unit atau sebesar 3.000 X 30.000 dus = 9.000.000

Begitu pula sebaliknya, jika alternatif mengganti model dilaksanakan, keuntungannya sebesar 3.000 per unit atau sebesar 9 juta.

Pendapatan mengganti : 30.000 X 18.000 = 54 juta
Pendapatan memodifikasi : 30.000 X 15.000 = 45 juta
Selisih sebesar Rp 9 juta.

Seperti yang telah dibahas dalam bentuk atau format penyajian laporan, jika laporan dibuat dengan bentuk yang terakhir (opportunity cost).

Maka ketidakmampuan manajemen dalam memahami biaya peluang, biaya kesempatan, opportunity cost atau pendapatan yang luput akan menyebabkan kesimpulan yang keliru tentang jumlah biaya peluang ini, maka dilanjutkan penggunaan bentuk diferensial.

Demikian artikel yang membahas tentang Cara menghitung biaya produksi dan cara menyajikan laporan hasil perhitungan biaya produksi tersebut.

Mudah-mudahan bermanfaat.

***

manajemen keuangan dan SOPlaporan keuanganlaporan laba rugi

sop akuntansi keuangan powerful