3 Metode Pencatatan Investasi Dalam Saham

3 Metode Pencatatan Investasi Dalam Saham

Investasi dalam saham perusahaan lain adalah salah satu cara perusahaan menanamkan dana yang dimiliki.

Saham-saham yang dibeli akan dicatat sebagai investasi jangka pendek atau jangka panjang tergantung dari tujuan pembeliannya.

Bila saham-saham itu dibeli dengan tujuan penggunaan uang yang ‘nganggur’ dan penjualannya untuk memenuhi kebutuhan uang, maka pembelian saham akan dicatat sebagai investasi jangka pendek dan termasuk dalam kelompok aktiva lancar.

Sebaliknya bila saham-saham yang dibeli tidak untuk tujuan seperti di atas maka akan dicatat sebagai investasi jangka panjang.

Penanaman modal dalam saham yang dikelompokkan sebagai investasi jangka panjang biasanya dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

  • Untuk mengawasi perusahaan lain.
  • Untuk memperoleh pendapatan yang tetap setiap periode.
  • Untuk membentuk suatu dana khusus.
  • Untuk menjamin kontinuitas penyediaan bahan baku.
  • Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

Penanaman modal dalam bentuk saham bisa dilakukan dalam bentuk saham biasa atau saham prioritas. Tergantung pada tujuan yang diharapkan dari investasi tersebut.

Jika investasinya dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang tetap setiap periode maka lebih baik mambeli saham prioritas.

Namun bila investasinya dilakukan dengan tujuan untuk mengawasi perusahaan lain maka lebih baik membeli saham biasa karena dengan saham biasa memiliki hak suara.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki sebagian besar saham perusahaan lain disebut perusahaan induk dan perusahaan yang diawasi disebut anak perusahaan.

 

Metode Pencatatan Penanaman Modal Dalam Saham

Jumlah saham yang dimiliki perusahaan akan menentukan metode pencatatan yang harus digunakan.

Persentase pemilikan saham akan menentukan terhadap metode yang digunakan untuk melakukan pencatatan penanaman modal dalam saham.

Yang dimaksud dengan persentase pemilikan saham adalah persentase JUMLAH LEMBAR SAHAM yang dimiliki oleh seorang investor dibandingkan dengan jumlah lembar saham yang beredar.

Pengelompokan persentase pemilikan saham adalah sebagai berikut :

  • Persentase pemilikan saham kurang dari 20% dari jumlah saham yang beredar.
  • Persentase pemilikan saham di kisaran 20% sampai dengan 50% dari jumlah saham yang beredar.
  • Persentase pemilikan saham lebih dari 50% dari jumlah saham yang beredar.

Pengelompokan tersebut adalah sebagai pedoman dalam memilih metode pencatatan yang sesuai. Namun dalam situasi tertentu pengelompokan tersebut bisa berubah.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki saham perusahaan lain kurang dari 20%, tapi perusahaan pertama dapat mempengaruhi perusahaan yang sahamnya dimiliki.

Pada situasi seperti itu maka perusahaan yang memiliki saham kurang dari 20% itu bisa menggunakan metode pencatatan investasi dalam saham yang persentase pemilikan sahamnya ada di kisaran 20% sampai dengan 50%.

Perusahaan yang memiliki saham perusahaan lain lebih dari 50% dari jumlah saham yang beredar disebut sebagai perusahaan induk (parent company).

Perusahaan yang sahamnya dimiliki disebut anak perusahaan (subsidiary company).

Laporan keuangan kedua perusahaan ini ( induk dan anak) disusun menjadi satu dalam laporan keuangan yang dikonsolidasikan.

Bagaimana dengan perlakuan dan pencatatan investasi dalam saham?

Berdasarkan pada pengelompokan persentase seperti di atas, ada 3 metode pencatatan penanaman modal dalam saham, yaitu :

Metode #1. Harga Pokok (Cost Method)

Investasi saham dalam perusahaan lain yang jumlahnya kurang dari 20% dari jumlah saham yang beredar dan tidak dapat mempengaruhi perusahaan yang sahamnya dimiliki dicatat dengan metode harga pokok.

Metode ini memperlakukan penanaman modal dalam saham akan dicantumkan dalam neraca sebesar harga pokoknya.

Perubahan-perubahan harga pasar tidak dicatat dan laba atau rugi akan diakui pada saat saham-saham tersebut dijual.

Bila penanaman modal dalam saham tersebut dilakukan pada saham-saham yang memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai marketable securities maka perusahaan dapat menggunakan metode harga pokok atau harga pasar yang lebih rendah.

Perlakuannya seperti pada investasi jangka pendek.

Perhitungan harga pokok atau harga pasar yang lebih rendah diterapkan pada jumlah keseluruhan saham-saham tersebut.

Perbedaan dengan investasi jangka pendek adalah pada perlakuan terhadap rekening Rugi Penurunan Nilai Surat Berharga.

Dalam investasi jangka pendek rekening Rugi Penurunan Nilai Surat Berharga ini diperhitungkan dalam Laporan LABA RUGi.

Sedangkan dalam investasi jangka panjang rekening ini dikelompokkan dalam kelompok modal.

Baca juga : Cara Menghitung Harga Perolehan Harta Perusahaan

 

Metode #2. Pemilikan (Equity Method)

Metode pemilikan (equity method) digunakan oleh investor yang memiliki saham perusahaan lain dengan jumlah persentase saham sebesar 20% sampai dengan 50% dari saham yang beredar.

Metode ini juga digunakan oleh investor yang memiliki jumlah saham sebesar 20% dari saham yang beredar, namun bisa mempengaruhi perusahaan yang sahamnya dimiliki.

Metode pemilikan (equity method) adalah suatu metode untuk mencatat penanaman modal dalam saham dengan melakukan pencatatan investasi dalam saham sebesar harga pokoknya.

Setiap akhir periode akuntansi, harga pokok ini diubah sesuai dengan bagian laba atau rugi yang diperoleh perusahaan yang sahamnya dimiliki.

Dividen yang diterima dari saham-saham ini dicatat mengurangi saldo rekening penanaman modal dalam saham.

Bagian laba atau rugi oleh investor dicatat sebagai laba atau rugi untuk tahun buku yang bersangkutan.

 

#3. Equity Method dan dibuat laporan keuangan yang dikonsolidasikan untuk kedua perusahaan

Metode ini digunakan oleh investor yang memiliki saham perusahaan lain yang jumlahnya lebih dari 50% dari saham beredar.

Melalui metode ini Laporan Keuangan perusahaan induk (parent company) harus dikonsolidasikan dengan laporan keuangan anak perusahaan (subsidiary company).

Ingin mengetahui cara mengukur kinerja keuangan perusahaan keuangan?
Baca artikel menarik ini : Inilah Cara Menilai Kinerja Keuangan Sebuah Bank.

 

***

3 Komentar

Komentar ditutup.