4 Cara Sederhana Meningkatkan Laba Usaha dengan Analisis CVP (Cost Volume Profit)

4 Cara Sederhana Meningkatkan Laba Usaha dengan Analisis CVP (Cost Volume Profit)

Cost Volume Profit atau CVP adalah sebuah model yang menggunakan batasan-batasan sebagai berikut :

  • Konsep tentang variabilitas cost dapat diterima, karena itu biaya harus realistis diklasifikasikan sebagai variabel dan tetap.
  • Range yang relevan pada semua tahap analisis harus ditentukan.
  • Harga jual per unit tidak berubah jika terjadi perubahan volume.
  • Harga dijual satu jenis produk (single produk)
  • Jika analisis digunakan untuk berbagai produk atau kombinasi produk (product mix), sales mix-nya harus tetap atau konstan.
  • Kebijaksanaan manajemen terhadap operasi perusahaan tidak berubah secara material dalam jangka pendek.
  • Tingkat harga umum stabil dalam jangka pendek
  • Sinkronisasi antara penjualan dan produksi, yang berarti tingkat inventori harus konstan atau kosong (nol).
  • Efisiensi dan produktifitas tidak mengalami perubahan-perubahan, khususnya dalam jangka pendek.

Penggunaan suatu model tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan, sehingga diperlukan adanya asumsi-asumsi tertentu.

Asumsi-asumsi yang digunakan merupakan batasan sehingga penggunaan analisis dan model tidak menimbulkan kekeliruan dan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Paling tidak ada 4 masalah atau keputusan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan analisis CVP ini, yaitu :

  1. Keputusan untuk menutup atau meneruskan segmen bisnis tertentu. Dengan melihat contribution margin yang merupakan bagian dari analisis CVP dapat diambil keputusan yang tepat. Contribution margin yang posistif akan menguntungkan perusahaan secara keseluruhan, jika fix costnya tanggungan bersama.
  2. Jika alternatif penutupan suatu segmen atau bagian itu dilakukan dan melakukan alternatif yang lain, maka keputusannya pun hanya membandingkan nilai contribution margin saja.
  3. Dalam analisis joint cost dengan joint product, keputusannya hanya membandingkan harga jual baru dikurangi harga jual lama dengan contribution margin, yaitu biaya proses lanjutan sudah diambil keputusan.
  4. Tidak memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit dan lebih efisien.

cost volume profit

Baca juga contoh studi kasus untuk menutup atau meneruskan keberadaan restoran di dalam toko, selengkapnya ada di :

Contoh Analisa Laba Rugi Untuk Memutuskan Sebuah Bisnis Ditutup atau Tetap EKSIS

Agar pemahaman kita mengenai analisis CVP ini lebih komprehensif, mari kita ikuti contoh soal analisis biaya volume laba atau  contoh soal cost volume profit analysis untuk Perencanaan Laba Usaha.

Misalnya, diasumsikan suatu perusahaan melakukan investasi sebesar Rp. 1.000.000 dengan menetapkan return atau laba sebesar 15% setiap tahun.

Biaya tetap setiap tahunnya Rp. 400.000 sedangkan biaya variabel Rp. 15 per unit barang. Pada tahun sebelumnya perusahaan memproduksi dan menjual produknya sebanyak 50.000 unit dengan harga Rp. 25 tiap unit.

Bagaimana caranya pengelola perusahaan dapat mencapai laba sebesar Rp. 150.000 atau 15% x investasi?

Bagi yang belum terbiasa dengan rumus perhitungan dengan angka-angka seperti di bawah ini mungkin terlihat agak rumit, tapi sebetulnya MUDAH, menggunakan persamaan sederhana yang sudah dipelajari sejak sekolah dasar (SD) 🙂

So… nyante and stay cool aja guys

Untuk bisa mencapai target laba perusahaan sebesar 15% dari investasi, ada 4 cara yang bisa dilakukan, yaitu :

 

#1. Mengurangi Biaya Tetap

Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut :

Laba :
Harga jual produk X Quantity – Total Biaya Tetap – Biaya Variabel per unit X Quantity

Maka,

Rp 150.000 = (50.000 x Rp. 25) – Total Biaya Tetap – (50.000 x Rp 15)
Rp 150.000 = Rp 1.250.000 – Total Biaya Tetap – Rp 750.000
Total Biaya Tetap = Rp 1.250.000 – Rp 750.000 – Rp 150.000
Total Biaya Tetap = Rp 350.000

Jadi Total Biaya Tetap = Rp 350.000 atau dengan kata lain Total Biaya Tetap harus berkurang Rp 50.000 (Rp 400.000 – Rp 350.000)

 

#2. Pengurangan Biaya Variabel

Masih menggunakan rumus persamaan pada poin #1 maka kita bisa mencari biaya variabel per unit, perhitungannya seperti berikut ini :

Rp 150.000 = 50.000 x Rp 25 – 400.000 – 50.000 x Biaya Variabel per Unit
Rp 150.000 = Rp 1.250.000 – 400.000 – 50.000 Biaya Variabel per Unit
50.000 Biaya Variabel per Unit = Rp 1.250.000 – 400.000 – 150.000
50.000 Biaya Variabel per Unit = Rp 700.000
Biaya Variabel per Unit = Rp 700.000 : 50.000 = Rp 14

Jadi Biaya Variabel per Unit adalah Rp 14 atau Biaya Variabel per unit turun Rp 1 (Rp 15 – Rp 14)

 

#3. Meningkatkan Harga Jual per Unit

Hampir semua pebisnis dan pemilik usaha tahu bahwa salah satu cara untuk meningkatkan laba usaha adalah dengan meningkatkan OMSET penjualan.

Bagaimana detil perhitungan dengan menggunakan analisis CVP?

Masih menggunakan rumus persamaan #1 :

Rp 150.000 = 50.000 (Harga Jual Produk per Unit) – Rp 400.000 – 50.000 x Rp 15
Rp 150.000 = 50.000 Harga Jual Produk per Unit – Rp 400.000 – Rp 750.000
50.000 Harga Jual Produk per Unit = Rp 150.000 + Rp 400.000 + Rp 750.00
50.000 Harga Jual Produk per Unit = Rp 1.300.000
Harga Jual Produk per Unit = Rp 1.300.000 : 50.000 = Rp. 26

Jadi harga jual produk per unit adalah Rp 26 atau harga jual harus dinaikkan Rp 1

 

#4. Meningkatkan Jumlah Produk yang Dijual

Nah, cara yang ke-empat ini juga sering dilakukan oleh para pebisnis untuk meningkatan laba usahanya.

Detil perhitungan adalah sebagai berikut :

Tetap menggunakan rumus persamaan dari poin #1 (mudah kan, hanya 1 rumus yang digunakan).

Rp 150.000 = Rp 25 (Q) – Rp 400.000 – Rp 15 (Q)
Rp 150.000 + Rp 400.000 = Rp 25Q – Rp 15Q
Rp 550.000 = Rp 10Q
Q = Rp 550.000 : Rp 10 = 55.000

Jadi pengelola perusahaan perlu menaikkan kuantitas atau volume penjualan sebesar 5.000 unit atau 10% dari jumlah unit tahun lalu, agar memperoleh LABA USAHA yang diinginkan sebesar Rp 150.000

Itulah ada 4 alternatif yang bisa dilakukan untuk menaikkan laba usaha anda.

Untuk melengkapi analisis CVP ini, selanjutnya akan kita bahas mengenai cara menetapkan perhitungan biaya variabel dan biaya tetap.

Baca juga : Cara Mudah Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

analisis cvp

# Menghitung biaya variabel per unit produk

Untuk menentukan jumlah biaya variabel yang sebaiknya dikeluarkan untuk sebuah unit produk bisa menggunakan persamaan berikut ini :

Biaya Variabel per Unit =

Harga Jual per unit – (Biaya Tetap/Volume) – (Laba/Volume)

Dengan menggunakan data di atas, misalkan perusahaan menerima pesanan khusus sebanyak 80.000 unit dengan harga khusus Rp 22,50 per unit.

Berapakah perusahaan bersedia mengeluarkan biaya variabel per unit untuk memproduksinya jika laba usaha yang diinginkan tetap sebesar Rp 150.000

Biaya Variabel per unit :

= Rp 22,50 – (Rp 400.000/80.000) – (Rp 150.000/80.000)
= Rp 22,50 – Rp 5 – Rp 1,875
= Rp 15.625

 

 # Menghitung Biaya Tetap

Masih dari data-data di atas, misalnya perusahaan ingin menaikkan volume penjualan menjadi 60.000 unit. Untuk mencapai jumlah penjualan sebesar itu, maka diperlukan biaya promosi. Berapa BIAYA IKLAN yang harus dikeluarkan?

Agar pengeluaran biaya iklan bisa berjalan dengan efektif dan efisien serta berdampak besar terhadap kenaikan penjualan, maka perusahaan harus benar-benar mengerti dan memahami tentang pengertian biaya iklan, seluk beluk iklan seperti media yang akan digunakan materi iklannya.

Apakah akan menggunakan media internet, dengan memanfaatkan Fbads, Google Adword, bekerjasama dengan para blogger untuk mereview produknya atau menggunakan media offline seperti banner, reklame dan brosur atau kombinasi dari keduanya?

Langsung saja kita hitung biaya iklannya seperti berikut ini :

Biaya tetap semula Rp 400.000, harga jual Rp 25, dan biaya variabel per unit Rp 15.

Rumus persamaannya adalah :

Laba = Harga Jual per unit (Q) – Biaya Variabel per unit (Q) – Biaya Tetap

Rp 150.000 = Rp 25 (60.000) – Rp 15 (60.000) – Biaya Tetap
Rp 150.000 = Rp 1.500.000 – Rp 900.000 – Biaya Tetap + Promosi
Biaya Tetap + Promosi = Rp 450.000

Karena biaya tetap yang lama Rp 400.000, berarti biaya promosi yang bersedia dikeluarkan adalah Rp 50.000.

Demikian pembahasan mengenai analisis CVP atau Cost Volume Profit untuk meningkatkan LABA USAHA.

Semoga bermanfaat. Terima kasih

***