Cara Menghitung Biaya Variabel per Unit Produk
Untuk menentukan jumlah biaya variabel yang sebaiknya dikeluarkan untuk sebuah unit produk bisa menggunakan persamaan berikut ini :
Biaya Variabel per Unit =
Harga Jual per unit – (Biaya Tetap/Volume) – (Laba/Volume)
Dengan menggunakan data di atas, misalkan perusahaan menerima pesanan khusus sebanyak 80.000 unit dengan harga khusus Rp 22,50 per unit.
Berapakah perusahaan bersedia mengeluarkan biaya variabel per unit untuk memproduksinya jika laba usaha yang diinginkan tetap sebesar Rp 150.000
Biaya Variabel per unit :
= Rp 22,50 – (Rp 400.000/80.000) – (Rp 150.000/80.000)
= Rp 22,50 – Rp 5 – Rp 1,875 = Rp 15.625
Dan bila Anda ingin mengetahui analisis lainnya, langsung saja ke ABC (Activity Based Costing) dan Analisis ROE
Cara Menghitung Biaya Tetap

A: Sekilas Analisis Biaya Tetap
Masih dari data-data di atas, misalnya perusahaan ingin menaikkan volume penjualan menjadi 60.000 unit. Untuk mencapai jumlah penjualan sebesar itu, maka diperlukan biaya promosi. Berapa BIAYA IKLAN yang harus dikeluarkan?
Agar pengeluaran biaya iklan bisa berjalan dengan efektif dan efisien serta berdampak besar terhadap kenaikan penjualan, maka perusahaan harus benar-benar mengerti dan memahami tentang pengertian biaya iklan, seluk beluk iklan seperti media yang akan digunakan materi iklannya.
Apakah akan menggunakan media internet, dengan memanfaatkan Fbads, Google Ad, bekerjasama dengan para blogger untuk mereview produknya, atau menggunakan media offline seperti banner, reklame dan brosur atau kombinasi dari keduanya?
B: Contoh Perhitungan Biaya dan Laba
Langsung saja kita hitung biaya iklannya seperti berikut ini :
Biaya tetap semula Rp 400.000, harga jual Rp 25, dan biaya variabel per unit Rp 15. Rumus persamaannya adalah :
Laba = Harga Jual per unit (Q) – Biaya Variabel per unit (Q) – Biaya Tetap
- Rp 150.000 = Rp 25 (60.000) – Rp 15 (60.000) – Biaya Tetap
- Rp 150.000 = Rp 1.500.000 – Rp 900.000 – Biaya Tetap + Promosi
- Biaya Tetap + Promosi = Rp 450.000
Karena biaya tetap yang lama Rp 400.000, berarti biaya promosi yang bersedia dikeluarkan adalah Rp 50.000.
Penutup
Kesimpulan tentang Analisis CVP
Ada beberapa model dan tools yang bisa digunakan untuk melakukan perencanaan laba usaha. Salah satunya adalah model analisis cost volume profit atau disingkat dengan CVP.
Setiap model serta tools mempunyai kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu sebagai pengguna Anda harus bijak memilih, menentukan dan menggunakan model yang akan digunakan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan jenis usaha Anda.
—
Bagaimana cara menghitung biaya variabel?
Biaya variabel dihitung dengan rumus biaya variabel per unit produk dikalikan jumlah unit produk yang dibuat atau dijual. Perhatikan contoh berikut:
PT Genzi memproduksi barang kebutuhan kantor dengan jumlah biaya variabel per unit sebesar Rp 250.200. Jumlah barang yang diproduksi 1000, maka total biaya variabel adalah:
= Rp 250.200 x 1000 unit
= Rp 250.200.000
Apa itu biaya variabel per unit?
Definisi biaya variabel per unit adalah jumlah biaya yang berubah-ubah tergantung pada jumlah keseluruhan dari produk yang dibuat atau dijual, contoh bahan baku dan uoah tenaga kerja langsung.
Bagaimana cara menghitung biaya produksi per unit?
Pertama dihitung total biaya produksi, baik yang sifatnya variabel maupun tetap, kemudian dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Perhatikan contoh sederhana berikut ini:
PT Era Gen Old mencatat data produksi 1.500 unit barang sbb:
- Total biaya tetap Rp 10.000.000
- Total biaya variabel Rp 5.000.000
Maka, kita bisa menghitung biaya produksi per unit:
= (Rp 10.000.000 + Rp 5.000.000): 1.500 unit
= Rp 10.000
Bagaimana cara untuk mengetahui total biaya tetap?
Perlu dipahami bahwa biaya tetap adalah semua biaya yang digunakan untuk memproduksi suatu barang tanpa dipengaruhi jumlah barang barang, contoh gaji karaywan dan sewa bangunan pabrik.
Apa saja contoh dari biaya tetap?
- Sewa kantor
- Gaji pegawai
- Beban asuransi
- Depresiasi dan amortisasi aset
- Sewa pabrik
Apa rumus untuk total biaya tetap?
Total biaya tetap dihitung dengan menjumlahkan semua biaya tetap yang digunakan dalam proses produksi pada periode tertentu. Perhatikan contoh berikut:
PT Gen Mas membuat suatu produk dengan rincian biaya sbb:
- Gaji pegawai = Rp 100.000.000
- Nilai penyusutan aset tetap = Rp 5.250.000
- Asuransi = Rp 1.500.000
- Sewa pabrik = Rp 5.000.000
Maka total biaya tetap adalah:
= Rp 100.000.000 + Rp 5.250.000 + Rp 1.500.000 + Rp 5.000.000
= Rp 111.750.000
Apa yang dimaksud dengan cost volume profit atau analisis biaya volume laba?
Menurut para ahli cost volume profit analysis adalah metode analisis untuk mengetahui pengaruh perubahan biaya, volume dan harga jual terhadap laba perusahaan.
Apakah CVP dan BEP sama?
CVP dan BEP tidak sama, walaupun keduanya memiliki hubungan erat. Break Even Point (BEP) adalah bagian dari analisis CVP untuk menentukan titik di mana total biaya sama dengan total pendapatan. Sedangkan analisis CVP adalah metode yang digunakan untuk menganalisis pengaruh biaya variabel terhadap laba perusahaan.
Apa asumsi utama dari analisis cost volume profit CVP?
- Biaya digolongkan menjadi variabel dan tetap
- Harga jual, variable cost, dan fixed cost bersifat konstan
- Tidak ada inventory
- Faktor yang mempengaruhi biaya adalah volume produksi.
Mengapa perusahaan penting menerapkan analisis cost volume profit?
- Untuk menentukan harga jual
- Menghitung titik impas(BEP)
- Menentukan kombinasi produk yang paling optimal
- Menyusun rencana laba dan cost cotrol
- Melakukan analisis pengaruh perubahan harga dan volume terhadap keuntungan perusahaan.
Video Pembelajaran CVP (Cost Volume Profit)
Dan untuk menyegarkan wawasan dan pengetahuan kita tentang analisis CVP (cost volume profit) mari saksikan video singkat berikut ini:
Demikian pembahasan materi manajemen keuangan mengenai analisis CVP atau Cost Volume Profit untuk meningkatkan LABA USAHA. Semoga bermanfaat. Terima kasih. *****
Note:
Jika Anda mengutip artikel ini mohon disebutkan sumber link-nya ya, Agar tidak ada pihak manapun yang dirugikan. Thanks