4 Elemen ini Sudah Ada dalam Dirimu, dan Merupakan Modal Berkarir serta Berbisnis yang Paling Penting. Sudahkah Engkau Menggunakannya?

humor

modal-pribadi

Setiap orang dilahirkan dalam sebaik-baiknya keadaan. Elemen-elemen yang diperlukan untuk hidup dan menjalani kehidupan sudah tersedia dalam dirinya.

Pertanyaannya, apakah sebagai manusia kita sudah menggunakan elemen-elemen itu secara optimal?

Jawaban dari pertanyaan tersebut kembali pada diri setiap manusia. Yang paling mengetahui kondisi adalah dirinya sendiri.

Jika kita belum menggunakan elemen-elemen pemberian itu secara optimal, yuk kita mulai meng-inventarisir elemen-elemen tersebut, selanjutnya kita gunakan untuk kebaikan diri kita sendiri dan orang lain.

Dan berikut ini ada 4 elemen yang sudah ada dalam diri kita untuk digunakan sebagai modal penting dalam meraih kesuksesan bisnis dan karir, yaitu :

Modal #1. Rasa Humor

humor

Tertawa merupakan kekuatan potensial dan konstruktif untuk menghilangkan ketegangan bisnis.

Oleh karena itu jadilah orang yang dapat mengendalikannya.

Jika anda dapat menunjukkan hal-hal yang lucu atau ganjil mengenai situasi atau konfrontasi, maka hal itu dapat menghilangkan ketegangan dengan membuat pihak lain ikut berbagi perasaan dengan anda.

Bila demikian andalah yang akan mengendalikan situasi!

Dalam bisnis sedikit sekali hal-hal yang bersifat mutlak.

Contoh yang tepat dan populer mengenai hal ini adalah John F Kennedy. Beliau menyebarkan rasa humor dalam kongres dan pers yang seringkali bersikap bermusuhan bila pada sat itu hanya itulah yang dimilikinya.

Tidak ada presiden lainnya, sejak John F Kennedy yang benar-benar memanfaatkan hal itu.

Ada satu lagi yaitu presiden ke-4 negeri tercinta ini Bapak Abdurrahman Wahid atau disapa dengan Gus Dur.

Beliau sering mengeluarkan joke-joke cerdas yang menggelitik, seperti anggota DPR yang mirip taman kanak-kanak dan lainnya.

Perasaan humor menciptakan salah satu kesan jangka panjang yang menguntungkan.

Suatu komentar lucu yang dilontarkan dengan rendah hati segera memberi tahu seseorang bahwa anda tidak terlalu serius menanggapi diri sendiri dan hal ini termasuk hal yang diingat orang.

Ini juga cara terbaik memulai sebuah pertemuan. Kita tidak perlu membuat mereka tertawa sampai terbahak-bahak.

Tapi komentar yang menyenangkan pada permulaan dapat menciptakan suasana yang tepat untuk memulai segalanya yang menyusul kemudian.

Akhirnya, humor jugalah yang mengembalikan perspektif yang di samping laba, merupakan hal yang mudah hilang dalam perusahaan.

Salah satu contoh modal #1. Ini adalah di perusahaan mobil Ford. Pada suatu masa di mana kondisi penjualan sedang lesu dan beberapa orang memberikan saran untuk menutup beberapa pabriknya di berbagai tempat dengan alasan penghematan.

Pabrik di Massachusets dan Texas akhirnya benar-benar di tutup.

Robert McNamara, sebagai presiden direktur Ford pada waktu itu, suatu ketika mengadakan rapat dengan para eksekutifnya untuk membicarakan anjuran yang baru diterimanya agar menutup sebuah pabrik yang lain lagi.

Dalam rapat yang menegangkan tersebut, ada seorang pegawai senior yang berkata :

Tutup saja semua pabrik, dengan demikian kita akan benar-benar dapat menghemat dana

Semua orang tertawa dan selanjutnya diambil keputusan untuk sementara me-reschedule penutupan pabrik.

Modal #2. Menjadi diri sendiri

percaya-diri

Setiap orang memiliki prinsip-prinsip tertentu sebagai dasar kehidupan. Namun sebaiknya tidak menjadikan alasan menjadi diri sendiri untuk menutupi kekurangan.

Ungkapan “dirimu adalah musuhmu yang terbesar” sebenarnya kurang tepat, terutama untuk orang-orang yang tidak mengetahui perbedaan mendasar antara kejujuran dan kebijaksanaan.

Demikian juga dengan sebuah ungkapan bahwa kejujuran tidak selalu merupakan kebijaksanaan terbaik.

Ungkapan itu seolah-olah memberi kesan bahwa adakalanya kita boleh berbohong. Padahal tidak demikian kan?

Menjadi diri sendiri berarti memagang prinsip-prinspip kebenaran dan tidak mudah terombang-ambing dengan situasi dan kondisi.

Modal #3. Mengendalikan Emosi

pengendalian-diri

Beberapa cara untuk mengendalikan emosi adalah memaksa diri kita untuk beraksi dan bukan bereaksi terhadap situasi.

Banyak orang yang membiarkan emosi yang terkait dengan suatu aktivitas mengimas pada aktivitas lain.

Saat anda kecewa karena gagal interview kerja, sangat sukar untuk tidak menyampaikan perasaan kecewa kepada orang lain.

Oleh karena itu cara lain untuk mengendalikan emosi adalah  pengkotakan. Pada dasarnya, pengkotakan sebagian besar merupakan proses sadar menetapkan jarak emosi antara kita sendiri dengan situasi.

Pengkotakan (compartmentalizing) adalah menempatkan emosi dalam situasi tertentu yang terkurung dalam batas-batas situasi tersebut. Hal ini mudah untuk dinasehatkan, namun sulit diterapkan.

Modal #4. Anda tidak perlu sempurna

tidak-perlu-sempurna

Ada sebuah ungkapan bagus berkaitan dengan modal #4 ini, bahwa “setiap orang pernah membuat kekeliruan. Kekeliruan itu akan menjadi kesalahan hanya bila dilakukan BERULANG-ULANG. Anda tidak harus menjadi sempurna, tapi anda harus belajar dari ketidaksempurnaan Anda”

Kalau kita harus menunggu keadaaan menjadi sempurna dan baik semua, lalu kapan kita akan mulai?

Persiapan dan rencana yang matang memang perlu dilakukan. Namun jangan menjadi penghambat untuk memulai.

Yuk kita optimalkan dan gunakan apa yang sudah ada dalam diri kita untuk aktivitas yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Sayang kan, bila dibiarkan begitu saja…

***

4 Komentar

  1. Artikelnya bagus banget, ternyata dalam berbisnis itu sangat diperlukan elemen-elemen tersebut diatas, yang kadang kita mengabaikannya, terima kasih yah artikelnya, semoga saya bisa mempraktekannya, sukses selalu buat yang membuat dan yang membaca artikel ini, goodluck n godbless you forever

Komentar ditutup.