4 Faktor Penting yang Mempengaruhi Saldo Kas Perusahaan yang Mungkin Tak Anda Ketahui

4 Faktor Penting yang Mempengaruhi Saldo Kas Perusahaan yang Mungkin Tak Anda Ketahui

Arus kas bersih mencerminkan kas yang dihasilkan oleh suatu usaha dalam usaha dalam tahun tertentu. Namun, fakta bahwa suatu perusahaan menghasilkan arus kas yang tinggi tidak selalu berarti kas yang dilaporkan di dalam neraca juga tinggi.

Arus kas biasanya tidak digunakan untuk meningkatkan akun kas, melainkan digunakan untuk membayar deviden, menambah persediaan, mendanai piutang usaha, berinvestasi pada aset tetap, melunasi utang, dan membeli kembali saham biasa.

Berikut ini 4 faktor PENTING yang mempengaruhi saldo kas perusahaan, yaitu :

#1. Arus Kas

Bila hal lain dianggap konstan, arus kas bersih positif akan menambah kas di bank. Namun, hal-hal lain umumnya tidak dianggap konstan dan arus kas digunakanuntuk hal-hal lain.

Baca juga : 2 Metode atau Cara Membuat Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

 

#2. Perubahan Modal Kerja

Kenaikan modal kerja (persediaan dan piutang) dibayar dengan kas sehingga kenaikan seperti itu akan menurunkan kas. Di lain pihak, penurunan modal kerja akan meningkatkan kas.

Misalnya, jika persediaan mengalami kenaikan, perusahaan harus menggunakan kas untuk membeli tambahan persediaan. Sementara itu, jika persediaan turun, ini berarti perusahaan menjual persediaan dan tidak menggantinya sehingga menghasilkan kas.

Baca juga : Tiga Metode Ppersediaan yang Akan Membantu Meningkatkan Nilai Barang Dagangan Anda

Demikian juga kenaikan kewajiban lancar seperti utang usaha meningkatkan kas, sedangkan penurunan utang akan mengurangi kas. Ini terjadi karena, jika utang naik, perusahaan telah menerima tambahan kredit dari supplier-nya yang akan menghemat kas.

Sementara itu, jika utang turun, perusahaan telah menggunakan kas untuk membayar supplier-nya.

 

#3. Aset Tetap

Jika suatu perusahaan berinvestasi pada aset tetap, posisi kasnya akan turun, Sementara itu, jika perusahaan menjual aset tetap, kasnya akan naik.

Baca juga : Inilah Pengertian Aset dan Jenis-jenisnya 

 

#4. Transaksi Efek dan Pembayaran Deviden

Bila suatu perusahaan menerbitkan saham atau obligasi ada tahun berjalan, dana yang dihimpun akan memperbaiki posisi kasnya.

Di lain pihak, bila perusahaan menggunakan kas untuk melunasi utang yang belum jatuh tempo untuk membeli kembali sebagian sahamnya atau membayar deviden kepada pemegang saham, maka ini akan mengurangi kas.

Ke-empat faktor tersebut akan tersaji dalam sebuah Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows) yang merangkum perubahan-perubahan pada posisi kas suatu perusahaan.

Dan secara umum, pengertian cash flow adalah laporan yang menyajikan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan suatu perusahaan pada arus kas sepanjang periode akuntansi.

 

Jadi dalam Laporan Arus Kas ini memisahkan aktivitas menjadi 3 kategori, yaitu :

#1. Aktivitas Operasi

Aktivitas Operasi meliputi laba bersih, penyusutan, dan perubahan dalam modal kerja selain kas dan utang jangka pendek.

#2. Aktivitas investasi

Yang termasuk dalam aktivitas investasi adalah pembelian atau penjualan aset tetap.

#3. Aktivitas Pendanaan

Yang termasuk aktivitas pendanaan antara lain penerimaan kas melalui penerbitan utang jangka pendek, utang jangka panjang, saham, menggunakan kas untuk membayar deviden, membeli kembali saham atau obligasi yang beredar.

Berkenaan dengan laporan arus kas ini, bidang manajemen keuangan berkepentingan dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijawab oleh laporan ini, yaitu :

Pertanyaan #1:

Apakah perusahaan menghasilkan cukup kas untuk membeli aset yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhannya?

Pertanyaan #2:

Apakah perusahaan menghasilkan kas tambahan yang dapat digunakan untuk melunasi utang atau berinvestasi pada produk-produk baru?

Pertanyaan #3 :

Apakah kas yang dihasilkan secara internal akan mampu mencukupi, atau apakah perusahaan harus menerbitkan lebih banyak saham biasa?

Ke-tiga informasi tersebut sangat penting dan berguna bagi manajer maupun investor sehingga laporan arus kas merupakan suatu alat yang penting.

Laporan ini, bersama-sama dengan anggaran kas digunakan untuk membantu memprediksi posisi kas suatu perusahaan.

 

Format atau bentuk laporan arus kas adalah :

Bagian paling atas adalah bagian paling penting karena bagian ini menunjukkan arus kas yang dihasilkan dan digunakan dalam operasi.

Perusahaan yang SUKSES memiliki arus kas POSITIF yang besar dari operasi, karena inilah yang memberikan nilai bagi perusahaan.

Bagian kedua menunjukkan aktivitas investasi jangka panjang.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat dan analisis contoh laporan cash flow berikut ini :

Contoh laporan cash flow
Contoh laporan cash flow

Dari contoh laporan cash flow di atas, kita bisa tahu bahwa perusahaan kehilangan arus kas, yaitu – $2,5 juta. Ini artinya, dalam kondisi usaha normal perusahaan mengalami defisit kas.

Operasi sehari-hari perusahaan menghasilkan $257,5, yaitu hasil penjumlahan dari $117,5+$100+$30+$10, tapi kenaikan piutang dan persediaan lebih besar dibandingkan arus kas masuk. Sehingga menghasilkan arus kas negatif sebesar $2,5 juta dari operasi.

Kemudian pada bagian kedua dari laporan cash flow di atas, menunjukkan perusahaan membeli aset tetap dengan nilai total $230 juta. Ini adalah satu-satunya aset jangka panjang yang dibeli perusahaan.

Jika kita menambahkan hasil bagian I dan II, kita bisa melihat bahwa perusahaan memiliki defisit kas sebesar $232,5 juta.

Bagaimana cara mendanai defisit tersebut?

Informasi ini diperoleh dari Bagian ke-3, yaitu aktivitas pendanaan. Dari sini kita melihat bahwa perusahaan meminjam dari bank dan menerbitkan obligasi baru untuk mendapatkan jumlah total $220 juta.

Namun kemudian perusahaan membayarkan deviden kepada pemegang saham sebesar $57,5 juta sehingga mengakibatkan arus kas masuk bersih dari aktivitas pendanaan menjadi $162,5 juta.

Defisit dari aktivitas operasi dan investasi sebesar $232,5 juta, dan perusahaan mendapatkan dana bersih sebesar $162,5 juta dari aktivitas pendanaan sehingga menghasilkan defisit bersih sebesar $70 juta.

Bagaimana cara perusahaan menutup kekurangan $70 juta ini?

Kekurangan ini ditutup dengan menarik akun kas dan setara kas. Saldo awal perusahaan sebesar $80 juta, dan mengakhirinya hanya dengan saldo $10 juta.

Artinya perusahaan menggunakan $70 juta saldo kas awal yang dimilikinya untuk menutup defisit operasi dan investasi aset tetap.

Kondisi seperti contoh laporan cash flow di atas, seharusnya membuat manajemen dan investor merasa khawatir.

Perusahaan mampu menutupi defisit operasi dan investasi dengan melaukkan pinjaman dalam jumlah besar dan penarikan cadangan kas dan setara kas. Tapi hal seperti itu tidak dapat terus dilakukan hingga masa depan.

 

Dalam jangka panjang :

Bagian I harusnya menunjukkan arus kas operasi yang baik.

Bagian II seharusnya seharusnya menunjukkan pembelian aset tetap yang kira-kira sama dengan beban penyusutan (untuk mengganti aset tetap yang habis dipakai) ditambah sejumlah kecil untuk mendukung pertumbuhan.

Bagian III seharusnya menunjukkan pinjaman bersih yang relatif berikut dengan jumlah deviden yang wajar.

Bagian IV, seharusnya menunjukkan saldo kas dan setara kas yang relatif stabil dari tahun ke tahun.

Ke-4 bagian tersebut jelas-jelas tidak berlaku untuk contoh laporan cahs flow di atas, sehingga manajemen harus melakukan sesuatu untuk menjaga agar BISNIS-nya tidak kolaps.

Demikian pembahasan mengenai 4 Faktor Penting yang Mempengaruhi Saldo Kas Perusahaan yang Mungkin Tak Anda Ketahui.

Semoga bermanfaat.