5 Alasan Mengapa Laporan Laba Rugi Perlu Di-Audit

5 Alasan Mengapa Laporan Laba Rugi Perlu Di-Audit

Audit Laporan Laba Rugi merupakan bagian dari Audit Laporan Keuangan secara keseluruhan.

Pada artikel sebelumnya yaitu 3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Audit Laporan Laba Rugi, telah disinggung mengenai tujuan pemeriksaan atas perkiraan laba rugi.

Dan kali ini, blog manajemen keuangan, menghidangkan sajian renyah mengenai 5 alasan mengapa laporan laba rugi perlu diaudit.

yuk kita bahas 5 alasan tersebut…

***

01. Alasan Audit Laporan Laba Rugi

Ada 5 alasan audit laporan laba rugi, yaitu:

Alasan #1. Tugas Internal Control

Alasan #1 adalah untuk memeriksa apakah ada internal control yang baik atas pendapatan dan beban.

Jika internal control atas pendapatan cukup kuat berarti seluruh pendapatan yang menjadi hak perusahaan dalam suatu periode telah atau akan diterima dan dicatat oleh perusahaan.

Jika internal kontrol atas beban cukup kuat berarti biaya yang menjadi beban perusahaan dalam suatu periode telah atau akan dibayar dan dicatat seluruhnya oleh perusahaan, selain itu diharapkan efisiensi bisa ditingkatkan.

Dan paling tidak ada 8 ciri internal control yang baik atas pendapatan dan beban, yaitu :

  • Digunakannya formolir-formulir yang prenumbered, seperti purchase requisition, purchase order, receiving report, official receipt, sales order, delivery order, sales invoice dan lainnya.
  • Adanya tugas dan tanggungjawab antara fungsi-fungsi di dalam perusahaan.
  • Digunakannya anggaran pendapatan dan biaya (budget) dan setiap akhir bulan dibuat perbandingan antara budget dengan realisasinya dan kemudian di analisis variance yang terjadi.
  • Adanya sistem otorisasi yang dipegang oleh beberapa orang berdsarkan jenjang jabatannya.
  • Digunakannya komputer untuk menghitung gaji dan PPh 21
  • Digunakannya time card untuk mengontrol jumlah jam kerja dari masing-masing pegawai.
  • Adanya personal file untuk masing-masing pegawai yang antara lain memuat surat pengangkatan sebagai pegawai, kenaikan gaji, jenjang jabatan, status keluarga dan data penting lainnya untuk masing-masing pegawai.
  • Adanya bagian audit internal yang berfungsi antara lain untuk memeriksa keandalan dan keakuratan data akuntansi.

 

Alasan #2. Pencatatan Pendapatan

Alasan #2 adalah untuk memeriksa apakah semua pendapatan yang menjadi hak perusahaan telah dicatat dengan menggunakan cut-off yang tepat.

Hal ini bertujuan agar auditor benar-benar yakin bahwa :

  • Semua pendapatan dari kegiatan operasi maupun di luar kegiatan operasi misalnya pendapatan bunga, penjualan barang-barang scrap, seluruhnya sudah dicatat dalam pembukuan perusahaan dan uangnya telah atau akan diterima oleh perusahaan.Jangan sampai ada pendapatan yang masuk ke kantong karyawan, direksi atau pemegang saham yang merupakan pemilik perusahaan.
  • Semua pendapatan dicatat dalam periode yang tepat, yaitu periode terjadinya dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan untuk tujuan windows dressing.
  • Tidak ada pendapatan yang bukan menjadi hak perusahaan, misalnya pendapatan dari bisnis pribadi pemegang saham atau pemilik, dicatat sebagai pendapatan perusahaan, untuk tujuan windows dressing.

 

Alasan #3. Pencatatan Beban

Alasan yang ketiga ini adalah untuk memeriksa apakah semua biaya yang menjadi beban perusahaan telah dicatat dengan menggunakan cut-off yang tepat.

  • Semua biaya, dari kegiiatan operasi maupun di luar kegiatan operasi.

    Misalnya biaya bunga, kerugian penarikan aset tetap, seluruhnya sudah dicatat dalam pembukuan perusahaan.

    Baik yang uangnya sudah dibayarkan maupun baru akan dibayarkan dalam periode berikutnya.

  • Semua biaya dicatat dalam periode yang tepat, yaitu periode terjadinya, dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan untuk tujuan window dressing.
  • Tidak ada biaya yang bukan menjadi beban perusahaan, misalnya biaya pribadi pemegang atau pemilik, dicatat sebagai biaya perusahaan.

 

Alasan #4. Perbandingan Pendapatan dan Beban

Alasan yang keempat adalah untuk memeriksa apakah terdapat fluktuasi yang besar dalam perkiraan pendapatan dan beban jika dibandingkan bulan per bulan atau jika dibandingkan dengan anggaran pendapatan dan beban.

Jika terlihat ada fluktuasi yang besar, auditor harus memeriksa alasan dari kenaikan atau penurunan yang besar tersebut, apakah masuk akal atau tidak.

Ada kemungkinan perusahaan melakukan kesalahan pencatatan, misalnya yang seharusnya masuk ke biaya penjualan tapi dicatat sebagai biaya umum dan administrasi.

Kemungkinan lain ada pergeseran waktu pencatatan, misalnya penjualan tahun 2018 dicatat sebagai penjualan tahun 2017.

Bisa juga perusahaan SENGAJA melakukan pergeseran pos anggaran lainnya, karena anggaran tertentu sudah habis dipakai sedangkan pos anggaran lainnya masih banyak yang belum terpakai.

Baca jugaContoh SOP Finalisasi Anggaran

 

Alasan #5. Standar Akuntansi Keuangan

Alasan kelima adalah untuk memeriksa apakah pendapatan dan beban telah dilaporkan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Pada catatan atas laporan keuangan harus dijelaskan beberapa kebijakan akuntansi yang penting, misalnya :

  • Apakah perusahaan menggunakan metode akrual dalam pencatatan beban dan pendapatan?
  • Bagaimana metode pengakuan pendapatan yang digunakan?
  • Pemeliharaan, perbaikan (repairs) dan penyempurnaan serta penambahan (improvement)
  • Laba rugi penjualan aset tetap.

Demikian artikel yang membahas tentang 5 Alasan Audit Laporan Laba Rugi

Bagaimana dengan laporan laba rugi bisnis anda?

***

sop akuntansi keuangan powerful