5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Investasi Saham

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Investasi Saham

Dunia investasi penuh dengan tantangan dan membutuhkan strategi investasi yang tepat. Tingkat risiko dan pengembalian menjadi pembahasan menarik yang tak ada habisnya.

Hubungan antara risiko dan pengembalian merupakan suatu konsep penting dan berdampak banyak pada pengelola perusahaan dan investor.

Mengapa sangat penting memperhatikan tingkat risiko investasi dibandingkan melihat tingkat risiko aset usaha, seperti pabrik dan peralatan?

Alasanya adalah fokus utama pengelola perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan yang bisa dilihat dari kenaikan harga saham, dan risiko setiap aset fisik yang relevan harus diukur berdasarkan pengaruhnya pada penilaian investor atas risiko saham.

Misalnya, Goodyear, perusahaan ban, sedang mempertimbangkan investasi penting pada satu produk baru, yaitu ban vulkanisir.

Penjualan ban vulkanisir, atau dengan kata lain laba yang berasal dari operasi baru, tidaklah pasti. Jadi, jika dilihat secara berdiri sendiri, usaha baru tersebut cukup berisiko.

Namun jika pengembalian usaha vulkanisir memiliki korelasi negatif dengan operasi Goodyear yang lain, di sisi lain saat kondisi perekonomian baik dan banyak orang memiliki banyak uang, mereka cenderung akan membeli mobil-mobil baru dengan ban baru.

Sebaliknya saat perekonomian kurang baik, mereka cenderung mempertahankan mobil lama dan membeli ban  vulkanisir.

Oleh karena itu, saat perekonomian baik pengembaliann operasi reguler akan tinggi, sedangkan divisi vulkanisir akan rendah. Namun saat terjadi resesi akan terjadi sebaliknya.

Jadi apa yang dilihat sebagai investasi berisiko ketika dilihat secara berdiri sendiri. akan menjadi tidak begitu berisiko ketika dilihat dalam konteks perusahaan secara keseluruhan.

Analisis seperti ini dapat diperluas ke pemegang saham perusahaan. Jika dilihat pada risiko pemegang saham, risiko tersebut tidak terlalu besar.

(Baca juga : Cara Menghitung Pendapatan Per Lembar Saham (Earnings Per Share/EPS))

Dan berikut ini 5 ide penting yang sebaiknya dipertimbangkan oleh setiap investor, yaitu :

#1. Terdapat pertukaran antara risiko dan pengembalian.

Rata-rata investor menyukai pengembalian yang tinggi, tapi tidak menyukai risio. Investasi dengan risiko yang lebih tinggi perlu menawarkan pengembalian yang diharapkan lebih tinggi kepada investor.

Dengan istilah lain, jika kita mencari pengembalian yang lebih tinggi, kita harus mau menanggung risiko yang lebih tinggi.

(Baca juga : Dua Ukuran Kinerja Perusahaan ini, Salah Satunya Mungkin Cocok Untuk Anda)

 

#2. Diversifikasi.

Dengan melakukan diversifikasi secara bijaksana, investor dapat mengurangi risiko secara drastis tanpa menurunkan tingkat pengembalian yang diharapkan.

Jangan menempatkan seluruh uang dalam satu atau dua saham atau dua industri saja. Kesalahan terbesar yang diperbuat banyak orang adalah menginvestasikan sebagian besar dana mereka ke dalam saham perusahaan tempat mereka bekerja.

Bila perusahaan itu bangkrut, mereka tidak hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga investasi mereka. Meskpun tidak ada saham yang sepenuhnya tanpa risiko, kita dapat menguranginya dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik.

(Baca juga : Cara Sederhana Membuat Daftar Akun Akuntansi (Chart of Accounts) Perusahaan Manufaktur)

 

#3. Pengembalian nyata adalah hal yang penting.

Semua investor seharusnya memahami perbedaan antara pengembalian nominal dengan pengembalian nyata.

Ketika menilai kinerja, yang penting adalah pengembalian nyata, yaitu sisa yang dimiliki setelah inflasi. Seiring dengan perkiraan naiknya inflasi, investor perlu menerima pengembalian nominal yang lebih tinggi.

(Baca juga : Inilah 3 Bentuk Pembagian Dividen yang Sebaiknya Diketahui Sebelum Anda Membeli Saham)

 

#4. Risiko investasi tergantung waktu memiliki investasi tersebut.

Misalnya saham biasa, dapat sangat berisiko bagi investor jangka pendek, namun dalam jangka panjang goncangan-goncangan tersebut akan mereda sehingga saham akan kurang berisiko jika dimiliki sebagai bagian dari suatu portofolio jangka panjang.

Jeremy Siegel dari University of Pennsylvania dalam bukunya  Stock for the Long Run menyimpulkan bahwa ‘ investasi jangka panjang yang jelas paling aman untuk mempertahankan daya beli adalah saham, bukan obligasi’.

(Baca juga : Inilah Pengertian Obligasi dan Cara Menentukan Harganya )

 

#5. Tidak ada jaminan masa lalu berulang di masa depan.

Meskipun masa lalu dapat memberikan kita gambaran tentang risiko dan pengembalian berbagai investasi, tidak ada jaminan bahwa masa lalu akan berulang di masa depan.

Saham-saham yang memberikan kinerja baik dalam beberapa tahun terakhir mungkin dapat jatuh harganya, sedangkan saham yang harganya tidak pernah naik, tiba-tiba melejit. Hal yang sama juga berlaku untuk bursa saham secara keseluruhan.

Jadi tidak ada jaminan di masa depan pengembalian akan sama kuatnya seperti pengembalian di masa lalu. Lebih penting lagi ketika membeli saham kita selalu bertanya :apakah saham ini telah dinilai dengan wajar atau apakah harganya saat ini terlalu tinggi?”

(Baca juga : Menilisik Misteri Garis Waktu dalam Mengungkapkan Terjadinya Cash Flow)

Demikian pembahasan mengenai 5 hal penting yang harus dipertimbangkan saat investasi saham. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

***