5 Jenis Pasar Keuangan

Pasar keuangan (financial market) adalah sarana yang mempertemukan antara individu dan organisasi yang ingin meminjam dana dengan mereka yang memiliki surplus dana. Lima jenis pasar keuangan akan dibahas tuntas, seperti pasar uang dan pasar modal, pengertian pasar sekunder, pengertian pasar modal, dan mekanisme transaksi pasar modal.

Pasar-pasar keuangan yang berbeda melayani jenis pelanggan yang berbeda atau wilaya yang berbeda. Pasar keuangan juga bermacam-macam, tergantung pada jangka waktu efek yang diperdagangkan dan jenis aset yang digunakan untuk menjamin efek tersebut.

Alasan-alasan tersebut akan bermanfaat jika kita mengelompokkan pasar berdasarkan dimensi-dimensi berikut :

#1. Pasar Aset vs Pasar Aset Keuangan

Pengertian Pasar aset fisik atau disebut juga pasar aset berwujud atau nyata adalah pasar untuk produk-produk seperti gandum, mobil, property, komputer, mesin.

Sedangkan pengertian pasar aset keuangan berhubungan dengan saham, obligasi, wesel, hipotek, dan klaim-klaim atas aset nyata lainnya, sekaligus efek DERIVATIF yang nilainya diturunkan dari perubahan harga aset-aset lain.

Selembar saham PT XYZ disebut ‘aset keuangan murni’, sedangkan suatu opsi untuk membeli saham PT XYZ merupakan suatu efek derivatif, yang nilainya tergantung pada harga saham PT XYZ.

 

#2. Pasar Tunai (spot market)  vs Pasar Berjangka (future market)

Pengertian Pasar tunai adalah pasar di mana aset diperjualbelikan untuk pengiriman ‘on the spot’ atau ‘saat itu’.

Sedangkan pengertian pasar berjangka adalah pasar di mana para partisipannya melakukan persetujuan di hari ini untuk membeli  atau menjual aset pada suatu tanggal di masa depan.

Misalnya, seorang petani melakukan kontrak future di mana ia hari ini setuju untuk menjual satu ton kacang tanah dalam enam bulan kemudian dengan harga Rp 10.000 per kg.

Di sisi lain. Perusahaan produsen makanan internasional yang ingin membeli kacang di masa depan mungkin melakukan kontrak future di mana perusahaan tersebut setuju untuk membeli kacang tanah enam bulan dari sekarang.

 

#3. Pasar Uang (money market) vs Pasar Modal (capital market)

Pengertian Pasar uang  adalah pasar di mana dana dipinjam atau dipinjamkan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Pasar uang merupakan pasar untuk efek utang jangka pendek yang sangat likuid.

Pasar uang New York, London dan Tokyo adalah beberapa pasar uang terbesar di dunia.

Pengertian Pasar modal  adalah pasar keuangan untuk saham dan utang jangka menengah atau jangka panjang (satu tahun atau lebih).

Mekanisme transaksi pasar modal di mana saham-saham perusahaan besar diperjualbelikan contohnya adalah  New York Stock Exchange, Hangseng dan IDX.

Perbedaan antara pasar uang dan pasar modal terkadang beririsan dan sebenarnya tidak ada aturan yang jelas mengenai ukuran waktu untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Namun, sesuai kelaziman jangka pendek biasa berarti kurang dari satu tahun, jangka menengah berarti satu sampai sepuluh tahun, dan jangka panjang berarti lebih dari 10 tahun.

 

#4. Pasar Primer (primary market) vs Sekunder (secondary market)

Pengertian Pasar Primer adalah pasar di mana perseroan menghimpun modal baru. Jika perusahaan XYZ akan menjual emisi saham biasa baru untuk mendapatkan modal, maka transaksi seperti ini merupakan transaksi pasar primer.

Perusahaan yang menjual saham baru menerima hasil penjualan dalam suatu transaksi pasar primer.

Pengertian pasar sekunder adalah pasar di mana efek yang telah ada dan beredar diperdagangkan di antara investor.

Jadi, misalnya Pak Budi memutuskan untuk membeli 1.000 lembar saham PT XYZ, pembelian itu akan terjadi dalam pasar sekunder.  

New York Stock Exchange merupakan suatu pasar sekunder karena pasar tersebut memperjualbelikan saham dan obligasi yang telah beredar, bukan yang baru diterbitkan.

Hipotek, jenis-jenis pinjaman lain, dan aset keuangan lainnya juga memiliki pasar sekundernya masing-masing. Perusahaan yang efeknya diperdagangkan tidak ikut terlibat dalam transaksi pasar sekunder sehingga tidak menerima dana apa pun dan penjualan tersebut.

 

#5. Pasar Privat ( pasar tertutup) vs Pasar Publik (public market)

Pengertian pasar privat adalah pasar di mana transaksinya dinegosiasikan secara langsung antara kedua belah pihak. Sedangkan pengertian pasar publik adalah pasar di mana kontrak yang distandarisasi diperdagangkan melalui pertukaran yang terorganisasi.

Pinjaman bank dan penempatan utang pribadi pada perusahaan asuransi merupakan transaksi pasar pribadi. Transaksi ini bersifat pribadi  sehingga strukturnya dapat dibuat sesuai keinginan kedua belah pihak.

Sebaliknya, efek yang diterbitkan dalam pasar publik , misalnya saham biasa dan obligasi perseroan akhirnya akan dimiliki oleh banyak individu.

Efek publik harus memiliki fitur kontraktual yang cukup terstandarisasi, baik untuk menarik berbagai jenis investor maupun karena investor publik biasanya tidak memiliki cukup waktu dan keahlian untuk mempelajari kontrak yang unik dan tidak standar.

Kepemilikannya yang luas juga memastikan efek publik merupakan efek yang relatif likuid. Jadi efek pasar pribadi merupakan efek yang lebih sesuai keinginan, tapi kurang likuid.

Sementara itu efek yang diperdagangkan kepada publik lebih likuid, tapi memiliki standarisasi yang lebih besar.

Baca juga : 10 Jenis dan Pengertian Lembaga Keuangan yang Mungkin Tak Anda Ketahui

Kita dapat membuat pengelompokan-pengelompokan lainnya, tetapi perincian seperti di atas sudah cukup untuk menunjukkan banyaknya jenis pasar keuangan.

Perhatikan juga bahwa perbedaan di antara setiap pasar seringkali kurang jelas atau kabur. Misalnya, tidak ada perbedaan besar jika suatu perusahaan meminjam selama 11,12,13 bulan, jadi dalam hal ini kita sebenarnya melakukan transaksi pasar uang atau modal .

Kita harus memahami perbedaan-perbedaan penting yang ada di setiap jenis pasar, namun jangan sampai tertahan karena mencoba untuk membedakannya sebagai suatu GARIS PEMBATAS.

Perekonomian yang sehat tergantung pada efisiensi perpindahan dana dari orang yang merupakan penabung bersih kepada perusahaan dan individu yang membutuhkan modal.

Tanpa perpindahan yang efisien, perekonomian tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Perusahaan tidak akan mendapat modal kerja yang cukup untuk mempertahankan dan memperluas usahanya. Selanjutnya tingkat penyerapan tenaga kerja dan produktivitas pun menjadi rendah.

Oleh karena itu, berfungsinya pasar keuangan secara efisien merupakan sesuatu yang mutlak, tidak hanya dengan cepat, tapi juga dengan biaya yang rendah.

 

Bagaimana TREN terbaru?

Pasar keuangan telah mengalami banyak perubahan. Kemajuan teknologi di bidang komputer dan telekomunikasi, disertai globalisasi perbankan dan perdagangan telah mengarah pada dilakukannya deregulasi.

Kondisi ini menyebabkan naiknya persaingan di seluruh dunia, di mana hasilnya adalah akan mengarah kepada pasar yang jauh lebih efisien dan  memiliki keterkaitan internasional. Tapi jauh lebih rumit dibandingkan pasar yang pernah ada beberapa periode sebelumnya.

Tren penting lainnya adalah meningkatnya penggunaan derivatif (derivative). DERIVATIF adalah efek yang nilainya diturunkan (derived) dari harga aset lain yang mendasari.

Opsi untuk membeli saham PT ABC merupakan suatu derivatif, sama halnya kontrak untuk membeli Yen Jepang dari enam bulan dari sekarang.

Nilai opsi PT ABC tergantung pada harga saham PT ABC, dan nilai masa depan  yen Jepang bergantung pada nilai tukar antara yen dan rupiah.

Pasar derivatif tumbuh dengan cepat daripada pasar lainnya, hal ini merupakan sebuah peluang baru bagi perusahaan, namun juga menghadapkan perusahaan pada resiko-resiko baru.

Derivatif dapat digunakan untuk mengurangi risiko dan spekulasi. Andaian biaya importir naik dan laba bersihnya turun ketika nilai rupiah turun relatif terhadap yen jepang.

Perusahaan dapat mengurangu risiko dengan membeli derivatif yang nilainya akan naik ketika nilai rupiah turun. Ini adalah aktivitas lindung nilai (hedging), dan tujuannya adalah mengurangi risiko yang dihadapi.

Baca juga : 7 Pendekatan Hedging ini Bisa Menghilangkan Risiko Kurs Mata Uang

Derivatif semestinya memungkinkan perusahaan mengelola risiko secara lebih bai, tapi tidak jelas apakah inovasi-inovasi terbaru telah meningkatkan atau menurunkan stabilitas inheren sistem keuangan.

***

sop akuntansi keuangan powerful