7 Faktor Kualitatif Kinerja Perusahaan

Kemampuan dalam memahami dan menginterpretasikan  laporan keuangan sangat penting bagi setiap orang untuk melakukan pengambilan keputusan bisnis, mengevaluasi kinerja dan meramalkan berbagai kemungkinan perkembangan di masa depan.

Analis keuangan yang baik tidak hanya melibatkan perhitungan angka-angka, tapi juga mempertimbangkan beberapa faktor kualitatif ketika mengevaluasi suatu perusahaan dan paling tidak ada 7 faktor kualitatif yang perlu diperhatikan, yaitu :

Faktor #1. Apakah pendapatan perusahaan terikat hanya pada satu pelanggan  tunggal?

Jika perusahaan terikat hanya pada satu pelanggan, kinerja perusahaan dapat turun secara drastis bila pelanggan tersebut pergi. Sebaliknya, bila sudah tertanam hubungan yang baik dan kuat, maka akan membuat penjualan stabil.

 

Faktor #2. Sampai sejauh apa pendapatan perusahaan terikat pada satu produk?

Perusahaan yang berfokus hanya pada satu produk tunggal akan lebih efisien, namun demikian kurangnya diversifikasi juga akan meningkatkan rasio.

Bila penerimaan berasal dari beberapa produk yang berbeda, hasil akhir secara keseluruhan tidak begitu terpengaruh oleh suatu peristiwa yang menyebabkan penurunan permintaan pada salah satu produk.

 

Faktor #3. Sampai sejauh apa perusahaan bergantung pada satu pemasok tunggal?

Bergantung pada hanya satu supplier tunggal akan menyebabkan kurangnya bahan baku yang tidak dapat diantisipasi, yang sebaiknya dipertimbangkan oleh investor dan calon kreditor.

 

#4. Berapa persen bisnis perusahaan yang berasal dari luar negeri?

Perusahaan dengan persentase bisnis di luar negeri yang tinggi seringkali dapat merealisasikan pertumbuhan yang lebih TINGGI dan margin laba yang lebih besar.

Sedangkan kekurangan perusahaan yang memiliki operasi yang cukup besar di luar negeri adalah akan terkena dampak saat terjadi ketidakstabilan di suatu kawasan. Selain itu, arus kas dari berbagai operasinya juga tergantung pada nilai berbagai mata uang.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini bisa meminimalisasi kekurangan-kekurangan tersebut. Coba perhatikan, berapa persen produk dan jasa yang kita gunakan hasil produksi perusahaan dalam negeri, dari kebutuhan kamar mandi sampai kendaraan? Iya kan?

 

Faktor #5. Persaingan.

Peningkatan persaingan cenderung akan menurunkan harga dan margin laba. Saat memproyeksikan kinerja masa depan, penting untuk menilai kemungkinan tindakan yang diambil pesaing sekarang maupun masuknya pesaing-pesaing baru.

 

Faktor #6. Produk Baru

Apakah perlu bagi perusahaan menanamkan investasi dengan jumlah besar dalam penelitian dan pengembangan?

Jika “iya”, maka prospek perusahaan di masa depan akan sangat tergantung pada keberhasilan produk-produk baru yang saat ini sedang dikembangkan.

Misalnya, penilaian pasar atas laba masa depan BOEING dan AIRBUS, tergantung pada keberhasilan pesawat generasi mendatang yang mereka buat.

Begitu juga investor di perusahaan FARMASI akan tertarik untuk mengetahui apakah perusahaan saat ini memiliki pengembangan potensi obat yang ampuh, dan bahwa produk tersebut berhasil melewati tes yang disyaratkan dengan baik.

 

Faktor #7. Hukum dan Peraturan.

Perubahan dalam bidang hukum dan peraturan memiliki dampak penting bagi banyak industri.

Misalnya, ketika memproyeksikan masa depan perusahaan TEMBAKAU, sangat penting artinya untuk memperhitungkan dampak dari usulan peraturan dan gugatan hukum yang saat ini sedang berlangsung atau kemungkinan yang akan terjadi.

Begitu juga, saat kita menilai bank, perusahaan telekomunikasi, dan perusahaan listrik, kita perlu perlu memperkirakan sampai sejauh apa industri-industri tersebut akan diatur di masa depan dan kemampuan tiap-tiap perusahaan untuk merespon perubahan peraturan.

 

Contoh Analisis Laporan Keuangan Sederhana : Melihat ‘Peringatan Penting’ di balik Angka-angka dalam Laporan Keuangan.

Sebagaimana ditulis dalam paragraf #2 di atas, bahwasanya saat kita menganalisis kinerja perusahaan tidak hanya berdasarkan pada angka-angka, tapi juga untuk melihat di balik angka-angka tersebut.

Saat memeriksa laporan keuangan perusahaan, pertimbangkan juga untuk melihat apakah terdapat masalah yang tersembunyi di balik laporan keuangan tersebut.

Beberapa tanda peringatan penting yang bisa di-identifikasi antara lain :

#1. Setiap tahun perusahaan melaporkan beban restrukturisasi dan/atau penurunan nilai.

Praktik seperti ini perlu mendapat perhatian karena perusahaan dapat menggunakan penurunan nilai untuk MENUTUPI beban operasi sehingga menghasilkan lebih saji laba.

#2. Laba suatu perusahaan telah diangkat oleh serangkaian akuisisi.

Akuisisi dapat meningkatkan laba jika perusahaan peng-akuisisi memiliki rasio harga/laba (price earning-PE) lebih tinggi daripada perusahaan yang diakuisisi. Tapi, pertumbuhan seperti ini tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Baca juga : Tiga Rasio Nilai Pasar untuk Menilai Risiko dan Prospek Perusahaan di Masa Depan

#3. Perusahaan LEBIH LAMBAT menyusutkan asetnya dibanding rata-rata industri.

Penyusutan yang rendah akan mendorong laba, tapi hal ini tidak dapat dipertahankan  karena penyusutan pada akhirnya harus diakui.

Baca juga : Inilah Cara Meningkatkan Akurasi Nilai Penyusutan melalui Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Tepat

#4. Perusahaan yang terus mendapat laba yang tinggi tapi arus kas rendah.

Baca juga : 2 Metode atau Cara Membuat Laporan Arus Kas ( Statement of Cash Flow)

#5. Perusahaan bergerak di suatu usaha yang memancing untuk dilakukannya ‘pencatatan akuntansi yang kreatif.

#6. Perusahaan terus menanggung beban-beban non rutin.

#7. Piutang usaha dan persediaan meningkat lebih cepat daripada pendapatan penjualan.

#8. Perusahaan melakukan akuisisi yang agresif, terutama pada bidang yang tidak berhubungan.

Demikian sajian renyah blog manajemen keuangan tentang perlunya memperhatikan faktor-faktor kualitatif saat melakukan analisis laporan keuangan perusahaan.

Hal itu harus dilakukan secara cerdas dan pertimbangan yang baik bila ingin memberikan saran serta informasi yang bermanfaat tentang operasi perusahaan.

Sudahkah anda melakukannya?


sop akuntansi keuangan powerful