8 Keterbatasan Penggunaan Analisis Rasio Keuangan dan Solusi yang Perlu Anda Ketahui

8 Keterbatasan Penggunaan Analisis Rasio Keuangan dan Solusi yang Perlu Anda Ketahui

Analisis rasio keuangan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai operasi dan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Sebagaimana telah dibahas dalam beberapa artikel di blog manajemen keuangan mengenai berbagai rasio analisis keuangan yang terutama digunakan oleh tiga kelompok, yaitu :

  • Pengelola bisnis, yang menggunakan rasio untuk membantu menganalisis, mengendalikan, dan memperbaiki operasi perusahaan.
  • Analis kredit, termasuk pihak bank, dan analis pemeringkat obligasi.
  • Analis saham yang tertarik dengan prospek efisiensi, risiko dan pertumbuhan perusahaan.

Ada sebuah ujaran yang menyentil telinga “ yang tahu saja masih harus terus berupaya, apalagi yang tidak tahu”. Jangan dibalik ya. Sederhananya kita harus terus berusaha mencari ilmu, seperti ujaran lain yang menyebutkan “ di atas langit masih ada langit”.

Apa hubungan ujaran-ujaran tersebut dengan rasio keuangan yang sudah kita pelajari?

Rasio-rasio keuangan yang sudah kita pelajari, selain memiliki manfaat yang besar namun juga memiliki keterbatasan yang membutuhkan perhatian dan pertimbangan lebih lanjut.

Oleh karena itu, kita jangan berhenti mempelajari hanya sampai di rasio-rasio keuangan tersebut.

Namun terus berlanjut untuk melihat secara lebih dekat faktor-faktor yang menjadi DASAR setiap rasio yang akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara kita MENGINTERPRETASIKAN dan MENGGUNAKAN rasio-rasio tersebut.

Apa saja keterbatasan rasio-rasio keuangan tersebut?

Ada 8 potensi keterbatasan, yaitu :

#1. Kebanyakan perusahaan-perusahaan besar mengoperasikan beberapa divisi dalam industri yang berlainan, dan bagi perusahaan seperti ini akan sulit untuk mengembangkan rata-rata industri yang berarti.

Oleh karena itu analisis rasio keuangan lebih bermanfaat bagi perusahaan yang relatif lebih kecil, yang memiliki fokus lebih sempit dibandingkan perusahaan besar yang multidivisional.

Baca juga : Tiga Rasio Nilai Pasar untuk Menilai Risiko dan Prospek Perusahaan di Masa Depan

 

#2. Sebagian besar perusahaan menginginkan hasil di atas rata-rata sehingga hanya mencapai kinerja rata-rata tidak selalu berarti sesuatu yang baik.

Sebagai sasaran untuk kinerja tingkat tinggi, akan lebih baik jika berfokus pada rasio-rasio pemimpin industri. Dan dalam hal sepert ini BENCHMARKING akan dapat membantu.

 

#3. Inflasi telah mendistorsikan neraca banyak perusahaan, nilai yang tercatat terkadang jauh berbeda dengan nilai yang sebenarnya.

Inflasi mempengaruhi baik beban penyusutan maupun harga perolehan persediaan, maka laba juga akan ikut terpengaruh.

Jadi, analisis rasio untuk satu perusahaan dari waktu ke waktu, atau analisis komparatif beberapa perusahaan dari waktu yang berbeda-beda harus diterjemahkan dengan pertimbangan yang matang.

 

 

#4. Faktor musiman juga bisa mendistorsi analisis rasio keuangan.

Misalnya, rasio perputaran persediaan untuk perusahaan pengolah makanan akan sangat jauh berbeda jika angka NERACA persediaan adalah angka tepat sebelum dibandingkan dengan angka setelah akhir musim pengepakan.

Masalah ini bisa diminimalkan dengan menggunakan angka rata-rata bulanan persediaan dan piutang dalam penghitungan rasio perputaran.

 

#5. Perusahaan dapat menggunakan teknik window dressing untuk membuat laporan keuangannya terlihat lebih kuat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa teknik window dressing adalah teknik yang digunakan oleh perusahaan untuk membuat laporan keuangannya terlihat lebih baik dari yang sebenarnya.

Contohnya, sebuah perusahaan konstruksi melakukan pinjaman selama dua tahun pada tanggal 27 Desember 2016. Memegang uang yang diterima dari pinjaman selama beberapa hari, kemudian melunasi pinjaman sebelum waktunya pada tanggal 2 Januari 2017.

Hal ini akan memperbaiki current ratio dan quick ratio, serta membuat neraca akhir tahun 2016 terlihat bagus.Namun, perbaikan ini sepenuhnya hanya di permukaan, beberapa hari kemudian neraca akan kembali ke tingkat yang LAMA.

 

#6. Praktik akuntansi yang berlainan dapat dapat mendistorsi perbandingan.

Seperti yang sudah dijelaskna sebelumnya, penilaian persediaan dan metode penyusutan dapat mempengaruhi laporan keuangan sehingga mendistorsi perbandingan antar perusahaan.

Demikian juga bila perusahaan menyewa sebagian besar peralatan produksinya maka aset perusahan tersebutbisa jadi terlihat rendah dibandingkan penjualan karena aset yang disewa seringkali tidak tersaji di dalam neraca.

Pada waktu yang bersamaan, kewajiban yang terkait dengan kewajiban sewa mungkin tidak terlihat sebagai utang.

Oleh karena itu, sewa guna usaha secara artifisial dapat memperbaiki perputaran dan rasioa utang. Namun profesi akuntansi telah mengambil langkah-langlah untuk mengurangi permasalahan itu.

Baca juga : 4 Rasio Profitabilitas yang Mencerminkan Hasil Akhir dari Seluruh Kebijakan Keuangan dan Keputusan Operasional

 

#7. Sulit untuk mengatakan apakah suatu rasio tertentu itu ‘baik’ atau buruk.

Misalnya, tingginya rasio lancar mungkin mengindikasikan posisi likuiditas yang kuat, yang artinya baik, atau perusahaan memiliki kas  yang berlebih yang artinya relatif kurang baik. Karena kelebihan kas dibank merupakan aset  yang produktif.

Sama halnya dengan rasio perputaran aset tetap yang tinggi mungkin bisa mengindikasikan perusahaan menggunakan asetnya secara efisien,atau erusahaan tersebut kekurangan kas sehingga tidak dapat membeli investasi yang dibutuhkan.

 

#8. Suatu perusahaan mugkin memiliki beberapa rasio yang terlihat ‘bagus’ dan beberapa rasio lain yang terlihat ‘buruk’ sehingga membuat sulit kita menilai secara keseluruhan apakah perusahaan tersebut kuat atau lemah.

Baca juga : Ternyata Dua Rasio Likuiditas ini Bisa Mengetahui Kemampuan Perusahaan untuk Melunasi Utangnya Tepat Waktu

Namun prosedur statistikal dapat digunakan untuk  menganalisis pengaruh bersih dari sekumpulan rasio.

Banyak bank dan lembaga pemberi pinjaman lain menggunakan prosedur seperti itu untuk menganalisis rasio keuangan perusahaan, kemudian mengelompokannya menurut kemungkinan perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan.

Demikian pembahasan mengenai 8 kelemahan analisis rasio keuangan. Analisis rasio MEMANG BERMANFAAT, tapi hendaknya para analisis hendaknya mewaspadai permasalahan-permasalahan di atas dan melakukan penyesuaian jika dibutuhkan.

Analisis rasio yang dilakukan dengan suatu yang mekanis dan tanpa dipikir terlebih dahulu adalah sesuatu yang berbahaya.

Namun jika digunakan secara cerdas dan dengan melalui suatu pertimbangan yang baik, analis dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat akan operasi suatu perusahaan.

***