Hikmah Puasa Ramadhan Terhadap Kesehatan dan Sosial

Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu, seperti menahan berbicara dari sesuatu yang tidak bermanfaat, menahan makan minum dan sebagainya sesuai dengan syarat rukun. Apa hikmah puasa?

Hakikat puasa dari zaman ke zaman, dari satu umat ke umat yang lain mencerminkan aktivitas pengekangan atau pengendalian diri.

Sebagai bagian dari kehidupan ubudiyah umat manusia sebenarnya, puasa telah dilakukan sejak Nabi Adam a.s. Seperti masyarakat Jawa Kuno mengenal istilah poso mutih, poso ngrowot, poso patigeni, dan poso ngalong.

Sebenarnya apa hikmah puasa Ramadhan, puasa sunnah, arafah, syawal, rajab, senin kamis bagi kesehatan,  serta yang bersifat sosial dalam kehidupan sehari hari? Yuk ikuti pembahasannya berikut ini..

 

01: Arti, Syarat dan Rukun Puasa

puasa adalah

A :  Pengertian Puasa

Apa pengertian puasa?

Puasa adalah mengekang diri dari makan dan minum serta hal-hal lain yang membatalkannya mulai terbit fajar hingga matahari terbenam sesuai dengan  syarat rukun puasa.

Yang termasuk syarat wajib dan rukun puasa adalah Islam, berakal, bisa membedakan mana yang baik dan tidak, niat, suci dan mampu melaksanankan puasa.

Puasa adalah rukun islam yang ke-tiga setelah shalat.

Di dalam ayat Al Qur’an telah diungkapkan bahwa puasa adalah aktivitas ubudiyah agar manusia mencapai derajat muttaqin, seperti dinyatakan dalam surat al-Baqarah: 183 berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jadi, secara umum puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak fajar sampai malam.

 

B: Manfaat, Keutamaan, Hikmah Puasa

Apa keutamaan puasa Ramadhan?

Karena efektivitas puasa itu berupa lapar dan dahaga, tentu implikasi keutamaannya pun sangat besar. Puasa adalah perisai dan latihan pengendalian hawa nafsu, sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut ini:

“Bermujahadahlah (berjuanglah) terhadap nafsumu dengan lapar dan dahaga. Sesungguhnya pahala bagi yang demikian itu seperti orang yang berjuang fisabilillah. Sesungguhnya tidak ada amal yang paling disukai Alloh selain dari lapar dan dahaga.”

Bahkan pada hadits lain yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid dari Abi Hurairah, disebutkan pula keutamaan lapar dan dahaga, Rasulullah saw bersabda: “Manusia yang paling dekat dengan Alloh pada hari kiamat adalah orang yang lama lapar, haus, dan gundahnya di dunia.”

Berdasarkan penjelasan di atas menjadi teranglah bahwa kegiatan puasa adalah wujud pengendalian diri yang dilakukan oleh umat manusia, terutama menyangkut makan dan minum maupun hal-hal lain yang dapat mengurangi nilai puasa, bahkan membatalkannya.

Arti puasa secara hakiki adalah wujud ikhtiar manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh, Sang Pencipta Segalanya, sehingga akan memperoleh hikmah yang besar untuk meningkatkan kualitas hidup dihadapan Tuhannya.

 

C : Derajat Berpuasa

Bagaimana derajat puasa, apakah cukup memenuhi syarat dan rukun puasa?

Perhatikan derajat puasa dan penjelasannya berikut ini:

Secara umum terdapat tiga kategori derajat dalam berpuasa, yaitu puasa umum (awam), puasa khusus, dan puasa khawashul khawash (lebih khusus dari yang khusus)

Mari diulas satu per satu ya…

01: Puasa Umum (Awam)

Apa yang dimaksud puasa umum?

Pengertian puasa umum adalah puasa seperti yang dikerjakan oleh kaum awam, yaitu mengekang diri dari makan, minum, serta berhubungan suami isteri di siang hari atau hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.

 

02: Puasa Khusus

Apa yang dimaksud puasa khusus?

Definisi puasa khusus adalah puasa yang dikerjakan oleh kaum saleh. Selain berpuasa sebagaimana puasanya orang awam sesuai dengan SOP, dia pun mengekang anggota badan dari segala perbuatan dosa. Puasa seperti itu dapat dicapai melalui penguasaan terhadap lima hal berikut ini secara konsisten, yaitu :

  1. Menundukkan pandangan mata dari hal-hal yang tercela sesuai dengan syariat Islam.
  2. Memelihara lisan dari dusta, gibah, adu domba, dan sumpah palsu.
  3. Menjaga telinga dari mendengarkan hal-hal yang dibenci oleh Alloh.
  4. Memelihara segenap anggota tubuh dari hal-hal yang dibenci oleh Alloh, seperti memelihara perut dari makanan yang subhat ketika berbuka.
  5. Tidak terlalu banyak mengisi perut ketika berbuka puasa, sekalipun dengan makanan yang halal.

 

03: Puasa Khawashul Khawas (Lebih Khusus dari yang Khusus)

Apa yang dimaksud dengan puasa khawashul khawas?

Pada puasa dengan derajat khawashul khawas, seseorang melakukan puasa sebagaimana puasanya kaum saleh, disertai dengan pemeliharaan atas gerak-gerik hati dari tujuan yang bersifat duniawi. Artinya, ia tidak semata-mata memikirkan masalah dunia untuk kemudian mengekang pola pikirnya dari niat-niat yang tertuju selain kepada Alloh Yang Maha Suci.

Orang yang berpuasa dengan kategori ini akan merasakan puasanya gugur apabila ia memikirkan hal-hal selain Alloh.

Puasa seperti itu adalah derajat puasa yang setingkat dengan para Nabi dan shiddiqin. Dan pada hakekatnya orang yang berpuasa seperti itu senantiasa menghadapkan jiwa raga sepenuhnya kepada Alloh, serta berpaling dari selain Alloh Yang Maha Pengasih Penyayang.

***

Demikianlah tiga kriteria umum derajat orang yang berpuasa, sehingga hanya Anda dan Alloh sendirilah yang mengetahui serta merasakan pada tingkatan mana kualitas puasa yang Anda laksanakan.

Kalaupun gejala dan akibat dari puasa yang Anda lakukan itu bisa dirasakan oleh orang lain dan lingkungan di sekitar Anda, itu hanya sekedar ‘cipratan’ gejala yang nampak dari luar yang bersifat dugaan bagi orang yang merasakannya.

 

02: Hikmah Puasa dalam Kehidupan Sehari-hari

hikmah hikmah puasa

Hikmah puasa adalah hikmah yang dapat dirasakan oleh orang yang melakukannya, baik itu puasa Ramadhan dan puasa sunnah seperti: puasa arafah, senin kamis, syawal, rajab, dan puasa dzulhijjah. Baik yang bersifat sosial, kepribadian, dan hikmah puasa yang berhubungan dengan kesehatan.

Apa saja hikmah puasa Ramadhan dan puasa sunnah dalam kehidupan sehari-hari?

Berdasarkan tinjauan arti dan makna puasa dalam konteks Islam, terkandung 3 hikmah puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

1: Pengendali nafsu

2: Instrumen dasar untuk menumbuhkan kepedulian sosial

3: Untuk pelatihan kesabaran

Mari diuraikan satu per satu hikmah puasa berikut ini…

 

Hikmah Puasa #1: Pengendali Nafsu

Sebagai pengendali nafsu adalah hikmah puasa yang pertama.

Puasa adalah kegiatan ibadah yang dapat melatih diri agar seseorang mampu mengekang dirinya dari berbagai kehendak akal yang senantiasa mengarahkan aktivitas manusia pada hal-hal yang berlebihan. Hikmah puasa sebagai sarana yang paling ampuh dan canggih untuk mengendalikan nafsu umat manusia.

Dan bila manusia mampu mengendalikan nafsu, akan damailah kehidupannya di dunia. Dunia tidak akan dikotori oleh pertengkaran, peperangan, dan perlakuan yang merugikan orang lain. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i yang artinya puasa adalah benteng dari segala kejahatan nafsu.

Nafsu tidak bisa dihilangkan dan dimatikan dari manusia, ia akan mati bersamaan dengan matinya jasad manusia. Manusia tidak akan bisa melawan nafsu tanpa kasih sayang Alloh.

Oleh karena itu, manusia harus mendekat kepada Alloh sepanjang hayatnya, nanti Alloh sendiri yang akan mengurangi gejolak nafsu itu. Dan hikmah puasa yang dapat kita ambil adalah sebagai sarana untuk takarub kepada Alloh.

 

Hikmah Puasa #2: Instrumen Dasar Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Hikmah lain dari aktivitas puasa adalah orang yang melakukannya akan merasakan betapa pedihnya perut yang lapar dan betapa dahaganya tenggorokan yang kering.

Perasaan seperti itu akan mengingatkan dirinya untuk senantiasa ingin membantu siapa pun yang mengalami kelaparan.

Hasilnya, hatinya tidak tergerak untuk berfoya-foya dan boros, atau hidup berlebih-lebihan sementara di sekitarnya masih banyak umat manusia yang merintih kelaparan atau susah mencari makan karena kemiskinan.

Oleh karena itu, Rasulullah saw. Memberikan ultimatum melalui hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas berikut ini:

“Tiada sempurna iman seseorang apabila dia kenyang sementara tetangga di sampingnya dalam keadaan lapar.”

Hikmah puasa yang dapat diambil dari pernyataan di atas adalah menumbuhkan kepedulian sosial.

 

Hikmah Puasa #3: Pelatihan Kesabaran

Poin ketiga dari hikmah puasa dalam kehidupan yang dapat kita ambil adalah melatih kesabaran. Menurut al-Ghazali, sabar dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Sabar dalam menghadapi cobaan (musibah)
  • Kesabaran dalam meninggalkan maksiat
  • Sabar dalam memenuhi perintah (ketaatan).

Tiga kelompok kesabaran ini dapat ditumbuhkan melalui aktivitas berpuasa. Inilah salah satu hikmah puasa yang bisa dirasakan oleh pelakunya.

Secara psikis, seseorang yang berpuasa lebih memiliki kesiapan menghadapi cobaan-cobaan hidup sebab dia telah terlatih dan terbiasa pasrah atau tawakal kepada Alloh Yang Maha Baik.

Karenanya, frekuensi berbuat jahat pun dapat ditekan karena bentuk-bentuk nafsu yang jahat dapat ditahan, sehingga yang berpuasa akan terbiasa melaksanakan perintah-perintah Alloh dalam kehidupannya.

Karena itulah di dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa puasa adalah separuh dari kesabaran.

***

Menurut pandangan al-Ghazali dalam keadaan lapar karena berpuasa sebenarnya akan diperoleh beberapa manfaat dan hikmah puasa yang berhubungan dengan diri orang yang berpuasa yaitu :

  1. Bersihnya hati, bersinarnya kecerdasan, dan tembusnya penglihatan mata hati.
  2. Halus dan bersihnya yang dengan itu dipersiapkan untuk memperoleh ketekunan berdzikir.
  3. Terlepasnya dari nafsu-nafsu yang terhina, sehingga terhindar dari jebakan-jebakan kenikmatan, kegembiraan, dan kufur nikmat.
  4. Tidak melupakan adanya cobaan Alloh yang ditimpakan pada orang lain.
  5. Hancurnya nafsu-nafsu syahwat pada perbuatan-perbuatan maksiat ataupun jahat.
  6. Menolak tidur atau dapat mengurangi frekuensi tidur yang tinggi.
  7. Memudahkan dorongan untuk semakin rajin beribadah.
  8. Memiliki badan yang sehat sehingga kecil kemungkinan untuk dihinggapi penyakit.
  9. Dapat meringankan biaya perbelanjaan atau konsumsi.
  10. Lebih memiliki kemungkinan untuk hidup tidak boros, sehingga dapat menyisihkan kelebihan makanan atau lainnya untuk para yatim dan fakir miskin.

Itulah hikmah puasa yang berhubungan dengan diri orang yang berpuasa untuk menjadikan manusia berkepribadian yang lebih baik.

 

03: Hikmah Puasa yang Berhubungan dengan Kesehatan

hikmah puasa untuk kesehatan

Manfaat dan hikmah puasa terhadap kesehatan adalah hikmah puasa yang berhubungan dengan kesehatan diri orang yang berpuasa.

Langsung saja baca hikmah puasa dan penjelasannya berikut ini….

A: Indikasi Sehat Dalam Pandangan Islam

Kita akan mengerti dan memahami hikmah puasa yang berhubungan dengan kesehatan bila mengetahui indikasi sehat.

Islam adalah agama yang memberi petunjuk agar manusia dapat mencapai kebahagiaan, baik pribadi maupun masyarakat serta kesejahteraan dunia dan akhirat. Umumnya, para ulama memandang bahwa ajaran Islam memiliki tujuan untuk memelihara lima hal utama, yaitu agama, jiwa, akal, kehormatan (keturunan), dan kesehatan.

Salah satu hikmah puasa adalah berhubungan dengan kesehatan. Kesehatan terwujud dalam kondisi fisik dan psikis manusia yang terhindar dari terjangkitnya oleh suatu penyakit ataupun gejala-gejala tertentu dalam tubuh manusia yang dapat menjadikannya sakit ataupun cacat mental.

Berhubungan dengan kesehatan ini, peranan gizi pada makanan sangat penting, terutama untuk hal yang berkaitan dengan fisik.

Sumber gizi umumnya berasal dari makanan, sehingga banyak kasus yang menyebabkan terjadinya suatu penyakit dalam tubuh manusia yang bersumber dari makanan. Dapat dikatakan bahwa gizi memiliki peranan yang sangat besar dalam membina dan mempertahankan kesehatan seseorang.

Sebagaimana sabda Rasulullah berikut ini: “Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu.” Hadist tersebut mengisyaratkan wajibnya setiap orang untuk memelihara jasmaninya sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

***

Prinsip makan makanan yang bergizi dalam pandangan Islam, makanan dikatakan begizi jika meliputi unsur-unsur sebagai berikut :

  • Karbohidrat, namun tidak dominan
  • Protein dan vitaminnya, terutama sayur mayur
  • Lauk pauk yang kadar proteinnya tinggi
  • Buah-buahan, yakni yang kandungan vitaminnya tinggi
  • Susu dan madu
  • Halal dan baik

Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan, sekalipun makanan itu halal, sebagaimana hikmah puasa yang dapat kita ambil adalah mengekang makan minum walaupun halal dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya.

Dengan kalimat lain, prosedur dan etika makan bagi seorang muslim adalah agar tubuhnya sehat adalah pemenuhan atas kriteria utama, yaitu halal dan baik, baik dari segi zatnya maupun cara makan atau bagaimana cara memperolehnya.

Yang dapat diambil dari pernyataan di atas adalah bahwa nilai-nilai kesehatan pada tubuh manusia sangat berkaitan dengan kualitas makanan yang dikonsumsi, baik kualitas fisik maupun kualitas non-fisik.

Indikasi seperti itu menggambarkan bahwa semakin buruk kualitas makanan seseorang dan pola makannya, maka peluang terjangkitnya penyakit akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin baik kualitas makanan seseorang dan pola makannya, maka peluang terhindar dari berbagai penyakit tubuh semakin tinggi.

Inilah indikasi sehat yang dapat diperoleh sebagai hikmah puasa yang berhubungan dengan diri orang yang berpuasa. Inilah salah satu hikmah puasa dalam kehidupan sehari hari bagi kesehatan kita.

 

B: Metabolisme Tubuh Saat Berpuasa

Di atas kita telah membahas manfaat dan hikmah puasa yang berhubungan dengan kesehatan, yaitu menjadikan tubuh manusia sehat serta terhindar dari gejala-gejala penyakit. Hal itu dipertegas oleh sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Abi Hurairah:

“Berpuasalah, niscaya kamu sehat”

Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa dengan puasa, seseorang akan mengurangi makan sehingga peluang terhindarnya dari berbagai gejala penyakit akan tinggi.

Mengapa hal itu dapat terjadi? Menurut ilmu kesehatan, kecenderungan semacam itu sejalan dengan proses metabolisme pada saat melakukan ibadah puasa yang mampu mengekang beberapa fungsi metabolisme sehingga efektivitas fungsionalnya semakin terjamin dan normal. Inilah salah satu hikmah puasa ramadhan dan sunnah.

01: Daur Ulang Metabolisme

Selama berpuasa, sumber glukose (gula) untuk keperluan metabolisme (pencernaan) tubuh berasal dari hati. Sebagian besar (sekitar 80%) glukose dimetabolisasi (dimanfaatkan) di jaringan otak.

Bagian terbesar kedua dimetabolisasi di bagian-bagian lain yang tidak sensitif terhadap insulin (sejenis hormon) misalnya usus dan sel darah merah. Sementara itu sisanya akan dimanfaatkan oleh jaringan otot dan lemak.

Metabolisme glukosa oleh jaringan otak akan menghasilkan air dan karbondioksida, sedangkan di jaringan yang lain sebagian besar menghasilkan asam laktat yang kemudian oleh hati dimanfaatkan lagi untuk pembentukan glukose dalam proses glukomengenesis (pembentukan kembali glukose).

***

Pengendalian fungsi hepar atau hati dalam metabolisme sangat tergantung pada hormon pankreas, insulin, dan glukagon.

Hormon insulin bekerja menghambat pembentukan glukose, sedangkan glukagon justeru memacu pembentukan serta pelepasan glukose. Sementara itu, pelepasan hormon pankreas dipengaruhi oleh kadar glukose plasma (gula darah).

Bila glukose darah turun maka pelepasan insulin dihambat, sedangkan pelepasan glukagon dipacu, sehingga hepar akan meningkatkan dan melepaskan glukosenya ke darah. Di samping glukose plasma, lingkaran umpan balik tersebut juga peka terhadap hormon-hormon cortisol, throxin, adrenalin dan nonadrenalin.

Adanya peningkatan kortisol cenderung meningkatkan pembentukan dan pelepasan glukose oleh hepar melalui pemacuan sekresi (pengeluaran cairan) glukagon. Adrenalin dan non adrenalin juga melakukan hal yang sama selain dengan cara menghambat insulin.

Secara serentak, ketiga hormon di atas juga menghambat penggunaan glukose ke jaringan tepi, terutama otot dan lemak. Baik kortisol maupun adrenalin dan non adrenalin sangat tergantung pada aktivitas susunan saraf pusat, terutama hipothalamus dan hipophyse (pusat-pusat pengendali di otak).

Kedua pusat itu sangat erat kaitannya dengan aktivitas psikis (kejiwaan) manusia, misalnya emosi, motivasi, dan proses berpikir.

 

02: Pengaruh Puasa Terhadap Metabolisme

Bagaimana hikmah puasa yang berhubungan dengan metabolisme tubuh?

Studi yang dilakukan Nomani menunjukkan bahwa dengan mengendalikan diet pada individu yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan pemberian diet tinggi karbohidrat pada dua minggu pertama dan dua minggu kedua dengan diet tinggi lemak akan meningkatkan urea darah (P > 0,05) dan menurunkan glukose darah pada akhir Ramadhan.

Pada hari ke-14 ternyata terjadi korelasi negatif antara kadar urea darah dengan intake sukrora (penggunaan sejenis gula). Sedangkan pada hari ke-28 diperoleh adanya korelasi negatif antara glukose darah dengan intake kalori (penggunaan tenaga).

Dengan menggunakan diet yang sama pada bulan Ramadhan, Hallak dan Nomani mendapatkan adanya penurunan berat badan, kadar trigleserida (sejenis lemak darah) dan HDL (sejenis kolesterol yang bermanfaat bagi kesehatan) yang bermakna pada akhir Ramadhan.

Sementara itu LDL (sejenis kolestorel yang merugikan kesehatan) meningkat tanpa disertai perubahan kolesterol toal yang berarti.

Perubahan kadar kortisol (sejenis hormon) juga telah diteliti oleh al-Hadraniy dengan hasil perubahan kadar yang berbalik antara pagi hari dan tengah malam hari dibandingkan dengan keadaan saat tidak berpuasa.

***

So, bagaimana hikmah puasa yang berhubungan dengan kesehatan, baik puasa Ramadhan dan sunnah; Syawal, Rajab, Senin Kamis, Arafah, dan puasa Dzulhijjah?

Perhatikan hikmah puasa dan penjelasannya berikut ini…

Berdasarkan beberapa kajian di atas, maka hikmah puasa yang dapat diambil dari pernyataan di atas adalah bahwa dengan melaksanakan puasa Ramadhan dan sunnah berarti terjadi aktivitas melatih diri untuk mengendalikan nafsu dan secara fisik dapat mengurangi jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh.Akbatnya, kerja beberapa organ tubuh seperti hati, ginjal, lambung dan lain-lain terkurangi.

Dengan demikian, puasa dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental manusia.

 

04: Kesimpulan – Hikmah Puasa

Atas dasar kesimpulan di atas, maka suatu implikasi hikmah puasa yang dapat menjadi bahan renungan kita bersama adalah sebagai berikut:

Penghayatan kita terhadap ibadah puasa seyogianya perlu di-reorientasi lagi. Dalam hal ini, orientasi yang lebih mengedepankan puasa sebagai kebutuhan ubudiyah umat manusia.

Oleh karena itu, upaya-upaya perbaikan atau penyempurnaan niat dan pelaksanaan puasa yang semata-mata mencari ridha Alloh senantiasa perlu ditingkatkan.

Hal ini sangat penting kita cermati, sebab telah terbukti secara empirik bahwa semakin rendah kualitas ibadah seseorang, semakin sedikit pula pahala yang akan diperoleh.

Bukti empiris tersebut sejalan dengan temuan penelitian bahwa dalam melaksanakan ibadah puasa sebagian besar responden masih tergolong pada derajat puasa awam. Akibatnya, merekapun hanya mendapatkan imbalan sedikit, yaitu adanya fungsi hati yang membaik di antara sejumlah parameter yang diamati.

Oleh karena itu, kita sangat perlu memperbaiki atau meningkatkan kualitas ibadah kita, karena semakin tinggi kualitas ibadah, semakin besar pula pahala yang akan kita dapatkan.

Dengan demikian, upaya terus menerus dalam meningkatkan kualitas ibadah sangat penting artiya bagi umat Islam sehingga berharap bisa memperoleh nilai dan manfaat yang lebih besar, seperti melakukan i’tikaf Ramadhan.

Artinya, kita tidak hanya memperoleh pahala yang makin besar, melainkan juga manfaat nyata yang dapat dirasakan secara langsung hikmah puasa yang berhubungan dengan diri orang yang berpuasa, antara lain hikmah puasa yang berhubungan dengan kesehatan orang yang melaksanakan.

Demikian sedikit yang bisa kami sampaikan tentang hikmah puasa Ramadhan dan sunnah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.*****

manajemen keuangan dan SOP