Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Keuangan Unit Usaha

Pembukaan unit usaha baru, bisnis baru, dan cabang adalah salah satu strategi perusahaan. Sehingga harus dibuat standar operasional prosedur ( SOP ) untuk mengelola dan manajemen keuangan unit usaha.

Perusahaan yang bertumbuh dan berkembang pesat, skala bisnisnya juga semakin luas.

Unit-unit usaha dan bisnis baru, serta cabang pun dibuka sebagai akibat semakin berkembang cakupan bisnisnya.

Suatu unit yang mulanya tergabung dalam satu departemen/divisi, akhirnya berdiri sendiri menjadi unit usaha yang fokus pada bidang bisnis tertentu.

Bagaimana cara mengelola dan manajemen keuangan unit usaha tersebut?

Mari ikuti cara pembahasannya berikut ini….

 

01: Manajemen Keuangan Unit Usaha

Pengelolaan Unit Bisnis

Berdirinya unit-unit bisnis baru mengharuskan perusahaan untuk mengatur dan mengelolanya dengan cara menyusun standard operating procedure (SOP).

Standar operasional prosedur ini adalah sebagai pedoman pengelolaan dan manajemen keuangan unit usaha dan bisnis.

Tujuan utamanya adalah agar pengelolaan keuangan berjalan secara sistematis dan terkendali, sehingga akan terwujud sinergi antar unit bisnis demi mewujudkan misi visi perusahaan.

Dan berikut ini contoh dan step-by-step cara membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Keuangan Unit Usaha.

 

A: Standar Operasional Prosedur Manajemen Keuangan Unit Usaha

Apa yang dimaksud dengan SOP Pengelolaan Keuangan Unit Bisnis?

Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Keuangan Unit Bisnis adalah dokumen prosedur-prosedur yang digunakan sebagai pedoman untuk pengelolaan unit bisnis dan cabang perusahaan.

 

B: Komponen SOP Pengelolaan Keuangan Unit Usaha

Elemen-elemen standar operasional prosedur pengelolaan keuangan unit bisnis dan kantor cabang adalah:

1. Ruang lingkup

Kebijakan manajemen dalam sistem pengelolaan keuangan unit bisnis mencakup:

  • Pembukaan rekening bank
  • Pengaturan jenis rekening bank: cash pooling, operasional
  • Pengaturan saldo maksimum kas dan rekening bank
  • Pengaturan penerimaan tagihan unit bisnis dari pelanggan
  • Mekanisme penarikan, penyetoran, dan transfer bank.
  • Pemindahan dana dari rekening bank unit bisnis ke rekening pusat melalui cash management system Bank Mandiri dan Klik BCA (contoh)

 

2. Tujuan

  • Untuk menyelenggarakan pengelolaan keuangan yang sistematis dan terkendali
  • Menjamin kecukupan likuiditas perusahaan

 

3. Definisi dan Pengertian

Rekening bank cash pooling adalah rekening bank unit bisnis pada bank Mandiri atau BCA (contoh bank) yang dibuka unit bisnis dengan specimen tandatangan direksi.

Dana yang tersedia pada rekening tersebut tidak dapat ditarik oleh unit bisnis.

Cash management system adalah program pengelolaan rekening khusus pada bank Mandiri yang dilakukan oleh perusahaan pusat melalui koneksitas internet yang terintegrasi sesuai rekening terdaftar.

Atau menggunakan internet banking BCA.

Rekening bank operasional adalah rekening bank yang dibuka unit bisnis pada bank Mandiri guna memenuhi kebutuhan operasional rutin unit bisnis.

Uang muka adalah pengeluaran kas yang belum diketahui secara pasti besaran pengeluarannya dan berfungsi sebagai alat kontrol pembukuan.

Sampai transaksi tersebut diakui sebagai biaya berdasarkan bukti pendukung yang memadai.

Kas Bon sementara adalah pengeluaran kas yang sifatnya sangat mendesak dan belum dapat diidentifikasi peruntukkannya

 

4. Kebijakan

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #1:

Jumlah rekening bank dicabang dibatasi hanya: cash pooling, operasional, dan untuk keperluan khusus.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #2:

Semua pembayaran piutang dari customer dan penyetoran tunai harus masuk ke rekening cash pooling.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #3:

Rekening bank cash pooling hanya bisa disetor dan tidak bisa ditarik.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #4:

Kuasa penandatanganan cek atau bilyet giro dilakukan oleh kepala unit bisnis bersama pejabat unit bisnis dan kantor cabang lainnya yang ditunjuk berdasarkan surat kuasa direksi.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #5:

Kuasa bank di unit bisnis ditentukan sebagai berikut:

  • Bank operasional : hanya boleh menarik dana, tidak boleh menyetor
  • Non operasional : tidak boleh menarik tunai, boleh menyetor dan transfer dana ke rekening bank cash pooling.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #6:

Saldo rekening bank operasional maksimum sebesar rata-rata anggaran biaya usaha bulanan dikurangi biaya penyusutan.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #7:

Unit bisnis harus menyusun cashflow yang diuraikan dalam rencana kebutuhan operasional mingguan atas dasar anggaran termasuk hutang yang akan jatuh tempo.

Dan dikirim ke departemen accounting secara sistematis melalui fasilitas teknologi informasi satu minggu sebelum periode berikutnya.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #8:

Untuk kebutuhan lain yang tidak dianggarkan dan dianggap perlu, unit bisnis bisa mengajukan permohonan khusus kepada direktur keuangan untuk mendapatkan tambahan dana dari pusat.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #9:

Batasan maksimum saldo kas di unit bisnis ditentukan sebesar Rp 10.000.000 (contoh), ketentuan tersebut berlaku untuk posisi saldo kas pada jam 16.00 waktu setempat.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #10:

Pengeluaran dalam bentuk kas paling besar sejumlah Rp 7.500.000 (contoh) selebihnya dalam bentuk cek/giro atas.

Pengeluaran dalam bentuk kas yang melebihi Rp 7.500.000 harus mendapatkan persetujuan direktur keuangan.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #11:

Otorisasi pengeluaran kas/bank ditentukan sebagai berikut:

  • Ada bukti pendukung: semua pengeluaran kas/bank yang didukung bukti/dokumen harus diverifikasi bagian akuntansi dan otorisasi oleh kepala unit bisnis.
  • Tanpa bukti pendukung tidak terkait langsung dengan penjualan melebihi Rp 2.500.000 (contoh) harus dengan persetujuan kepala unit bisnis dan direktur.
  • Tanpa bukti pendukung terkait langsung dengan penjualan: pengeluaran sampai dengan Rp 5.500.000 (contoh) disetujui oleh kapala unit bisnis, dan pengeluaran melebihi Rp 5.500.000 harus dengan persetujuan direktur.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #12:

Hutang unit bisnis kepada pemasok dicatat di unit bisnis dan pembayarannya ditentukan sebagai berikut:

  • Sampai dengan jumlah Rp 5.500.000 dilakukan oleh unit bisnis sendiri.
  • Di atas Rp 5.500.000 dilakukan oleh pusat.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #13:

Pembayaran hutang cabang oleh pusat berdasarkan permohonan dari unit bisnis yang ditujukan kepada manajer akuntansi dan keuangan dengan mencantumkan:

  • Data lengkap faktur tagihan yang akan dibayar
  • Data lengkap alamat dan tujuan pembayaran
  • Data lengkap faktur pajak terkait

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #14:

Surat permohonan pembayaran hutang unit bisnis diterima manajer akuntansi dan keuangan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran utang.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #15:

Pengeluaran uang yang bersifat mendesak dapat menggunakan bon sementara dan harus diselesaikan paling lambat 2 x 24 jam sejak uang dikeluarkan oleh staf keuangan/kasir.

 

Kebijakan Manajemen Keuangan Unit Bisnis #16:

Uang muka harus diselesaikan paling lambat 2 x 24 jam terhitung sejak selesainya tugas atau kegiatan yang terkait dengan pengambilan uang muka.

 

02: Contoh SOP Manajemen Keuangan Unit Usaha

Pengelolaan Unit Bisnis

Elemen-elemen Standar Operasional Prosedur Manajemen Keuangan Unit Usaha dan Bisnis, seperti pada poin #1 bila digabungkan menjadi satu, dan ditambah atribut SOP di header dan footer.

Maka akan terbentuk sebuah Standar Operasional Prosedur  yang lengkap sebagai berikut:

Contoh SOP Manajemen Keuangan Unit UsahaHalaman #1:

contoh sop manajemen keuangan unit usaha

contoh sop manajemen keuangan unit usaha

contoh sop manajemen keuangan unit usaha

 

Contoh SOP Manajemen Keuangan Unit Usaha Halaman #2:

contoh sop pengelolaan keuangan unit bisnis

contoh sop pengelolaan keuangan unit bisnis
Contoh SOP Pengelolaan Keuangan Unit Bisnis

 

Contoh SOP Manajemen Keuangan Unit Usaha Halaman #3:

SOP Pengelolaan Unit Bisnis - Header

contoh sop manajemen keuangan unit usaha
Contoh SOP Pengelolaan Keuangan Unit Bisnis

 

03: Kesimpulan

Semakin berkembang perusahaan, maka semakin besar juga unit-unit usaha dan bisnisnya.

Agar pengelolaan unit-unit usaha dan bisnis tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka perusahaan harus membuat standar operasional prosedur (SOP).

Standar operasional prosedur untuk mengelola sumber daya manusia.

Standar operasional prosedur untuk mengelola aset.

Standar operasional prosedur untuk mengelola produksi, purchasing, penyimpanan barang di gudang

Dan standar operasional prosedur untuk mengelola dan manajemen keuangan unit usaha.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari adanya SOP unit usaha.

Selain itu akan sangat bermanfaat, terutama memudahkan internal control perusahaan.

Bagaimana, siap menyusun dan menerapkan SOP manajemen keuangan unit usaha?

***

Dengan adanya SOP manajemen keuangan unit usaha ini, mudah-mudahan pengelolaan keuangan unit usaha dan bisnis perusahaan dapat berjalan baik dan benar sesuai dengan misi dan visi perusahaan.

Bila anda ingin menggunakan contoh SOP Manajemen Keuangan unit usaha ini silahkan.

Anda tinggal copy-paste, edit sesuai dengan kebutuhan unit usaha Anda, dan simpan sesuai dengan format yang Anda inginkan.

Misalnya: SOP Manajemen Keuangan Unti Usaha.PDF,  SOP Manajemen Keuangan Unit Usaha.DOCX

Sederhana dan gampang kan?

Dan bila Anda ingin membuat sendiri standar operasional prosedur untuk usaha dan bisnis Anda, langsung saja baca dan pelajari contoh-contohnya di: SOP & Accounting Tools.

Demikian yang dapat saya bagikan mengenai contoh  dan cara membuat standar operasional prosedur (SOP) manajemen keuangan unit usaha.

Bagaimana dengan pengelolaan keuangan bisnis Anda?

Mudah-mudahan bermanfaat dan terima kasih

manajemen keuangan dan SOP