Komponen dan Contoh Analisis Laporan Cash Flow

Laporan Cash Flow (Statement of Cash Flows)  adalah jenis laporan keuangan yang menyajikan aliran kas dari aktivitas operasi (operating), investasi (investing), dan financing (pendanaan). Cash flow adalah urat nadi sebuah usaha dan bisnis. Jika aliran kas atau cash flow terganggu, maka kesehatan perusahaan pun akan terganggu. Oleh karena itu harus dikelola secara baik dan benar, agar performance serta kesehatan perusahaan terus terjaga dari waktu ke waktu.

Apa saja elemen laporan cash flow? Untuk lebih jelasnya, yuk ikuti pembahasan tentang komponen dan contoh analisis laporan cash flow berikut ini.

 

01: Analisis Contoh Laporan Cash Flow

Ada sebuah artikel menarik dari Kang Yodhia Antariksa yang berjudul  “Crazy Valuation dan Misteri Cash Flow dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek”

Artikel tersebut membahas tentang fenomena tiga pelaku bisnis startup e-commerce yang lagi wow saat ini yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Gojek Indonesia.

Memang selama ini kita melihat begitu fenomenal kemunculan tiga startup tersebut yang langsung menyodok masuk dalam jajaran merk-merk yang telah mapan.

Kita pun tahu siapa pendiri Gojek, owner Gojek, dan investor Gojek. Kita juga tahu siapa pendiri Bukalapak, investor Bukalapak, dan juga Tokopedia.

Hampir di setiap sudut kota-kota besar di Indonesia kita bisa melihat iklan gojek, Bukalapak, dan Tokopedia di berbagai media, dari pinggir jalan, dunia maya dan TV.

Sistematis, terstruktur dan masif!

Pertanyaan berikutnya adalah :

Bagaimana kondisi dan performance keuangan mereka yang sebenarnya?”

“Apakah memang benar-benar ‘gebyar’ seperti iklan-iklan yang kita saksikan saat ini  atau ada ‘sesuatu’ di balik itu?”

Yuk kita menguliknya dari sisi laporan keuangan, step by step berikut ini.

 

02: Komponen Laporan Cash Flow

A: Cara Mudah Mengetahui Kondisi Kesehatan Perusahaan

Cara termudah untuk mengetahui kondisi bisnis sebuah perusahaan adalah dengan membaca dan menganalisis laporan keuanganya.

Kenapa dari laporan keuangan?

Kita memahami bahwa laporan keuangan adalah laksana dashboard dalam sebuah kendaraan. Melalui dashboard itu, kita bisa mengetahui gambaran umum dari kendaraan itu. Demikian juga dengan sebuah perusahaan, performa-nya bisa dilihat dari laporan keuangannya. Dan salah satu bagian dari laporan keuangan adalah laporan cash flow.

 

B: Komponen Laporan Arus Kas Menurut PSAK

Sebagaimana dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan(PSAK) No. 2 (Revisi 2009).

Bahwa laporan arus kas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan perusahaan, menyajikan data mengenai kondisi kas perusahaan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Laporan arus kas memiliki kandungan informasi yang bermanfaat dalam menentukan likuiditas. Dan fleksibilitas kinerja keuangan perusahaan yang bisa diperoleh melalui analisis laporan arus kas dengan menggunakan rasio–rasio arus kas.

Menurut PSAK 2 Revisi 2009 arus kas masuk dan arus kas keluar suatu perusahaan dalam satu periode dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu :

1: Cash flow yang berasal dari aktivitas operasi (operating)

2: Cash flow dari aktivitas investasi (investing)

3: Arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan (financing)

Mari menguliknya satu per satu…

 

1: Kategori #1. Kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas operasi

Apa saja yang termasuk arus kas dari aktivitas operasi?

Aktivitas operasi berkaitan dengan kegiatan produksi dan penjualan produk perusahaan.Untuk menyederhanakan penilaiannya, maka digunakanlah nilai positif dan negatif.

Bila nilainya positif artinya semua pendapatan perusahaan dari kegiatan operasional lebih besar dari pengeluaran operasional, sedangkan bila nilainya negatif artinya pendapatan perusahaan dari kegiatan operasional lebih kecil dari pengeluaran operasional

Namun bisa dimungkinkan suatu kondisi di mana nilai arus kas operasional perusahaan negatif, namun dari Laporan  Laba Rugi menunjukkan angka laba operasional perusahaan yang positif.

Hal ini dapat terjadi bila perusahaan sudah membukukan penjualan namun belum terealisasi dalam bentuk kas karena belum dibayarkan atau dalam bentuk piutang dagang. Nilai yang ideal dari arus kas untuk aktivitas operasi dari perusahaan yang baik adalah nilai yang POSITIF.

 

2: Kategori #2. Kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas investasi

Apa yang dimaksud dengan arus kas dari aktivitas investasi?

Aktivitas investasi berhubungan dengan pembelian dan penjualan aktiva tetap maupun bunga. Nilai positif dan negatif masih digunakan untuk menyederhanakan penilaian.

Kalau nilai arus kas untuk aktivitas investasi positif artinya perusahaan mendapatkan uang dari penjualan aset tetap, sedangkan kalau nilainya negatif  berarti  perusahaan mengeluarkan uang untuk membeli aset tetap.

Bagaimana kondisi yang ideal untuk sebuah perusahaan?

Tujuan di-dirikannya perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan.

Dan salah satu upaya untuk memperoleh keuntungan yang optimal adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan secara terus menerus, sehingga yang akan nampak di laporan keuangan nilai yang diharapkan adalah nilai negatif.

Namun demikian setiap upaya yang dilakukan oleh perusahaan tidak selalu memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Terkadang investasi yang dilakukan oleh perusahaan gagal atau tidak menghasilkan sebagaimana yang  telah direncanakan, sehingga walaupun perusahaan telah aktif melakukan investasi, namun berhasil tidaknya akan bisa diketahui  pada arus kas untuk aktivitas operasi periode yang akan datang.

 

3: Kategori #3. Kas yang berasal dari atau digunakan untuk aktivitas pendanaan

Apa yang dimaksud cash flow dari aktivitas pendanaan?

Penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan berhubungan dengan transaksi keuangan (hutang dan modal sendiri).

Standar penilaiannya masih menggunakan nilai positif dan negatif. Bila nilai penggunaan kas untuk aktivitas  pendanaan positif  berarti perusahaan mendapat sumber dana.

Seperti dari penambahan modal pemegang saham  lama, suntikan dari investor baru, pinjaman bank atau penerbitan obligasi, sedangkan bila bernilai negatif  berarti perusahaan melakukan pembayaran ke pemegang saham atau kreditur baik itu dividen, bunga pinjaman ataupun pokok pinjaman.

Nilai  negatif  menunjukkan kondisi yang ideal bagi perusahaan, hal itu menunujukkan bahwa perusahaan memberikan nilai tambah dari pemegang saham dan krediturnya.

Sebaliknya bila nilainya positif, tidak serta merta dianggap kurang baik, namun bisa diartikan bahwa perusahaan perlu melakukan ekspansi.

Namun kas internal perusahaan tidak mencukupi untuk membiayai ekspansi tersebut sehingga perusahaan membutuhkan tambahan dana dari pihak luar.

 

03: Contoh Analisis Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

A: Contoh Laporan Cash Flow

Mari kita menganalisa contoh Laporan Arus Kas berikut ini :

Contoh Laporan Arus Kas (cash flow) Perusahaan Dagang

Contoh Laporan Arus Kas di atas adalah laporan riil dari sebuah perusahaan, dan karena alasan privasi nama perusahaan yang sesungguhnya penulis ganti dengan nama lain.

 

B: Analisa Laporan Cash Flow

Dari contoh laporan cash di atas, yuk dianalisa masing-masing komponenanya berikut ini:

Dari contoh laporan arus kas di atas kita bisa melihat data-data sebagai berikut :

  • Kas dari Aktivitas Operasi : (1.180.217.060)
  • Cash dari Aktivitas Investasi : 163.156.070
  • Kas dari Aktivitas Pendanaan : (1.596.293.698)

Apa arti dari angka-angka tersebut?

  • Kas dari Aktivitas Operasi (-) : Perusahaan mengalami rugi operasional
  • Cash dari Aktivitas Investasi (+) : Perusahaan menjual aset tetapnya karena membutuhkan dana
  • Kas dari Aktivitas Pendanaan (-)  : Perusahaan membayar bunga, pokok pinjaman

Bila kita menggunakan tiga kategori penggunaan kas  untuk menilai contoh  laporan arus kas di atas maka bisa disimpulkan bahwa kondisi itu tidak ideal, walaupun perusahaan masih bisa membayar  bunga dan pokok pinjaman. Namun bisa jadi mereka menjual aset yang dimiliki. Selain itu perusahaan masih mengalami kerugian operasional.

Kondisi yang paling ideal adalah bila seperti berikut ini :

  • Kas dari Aktivitas Operasi (+) : Perusahaan mengalami untung operasional
  • Cash dari Aktivitas Investasi (-) : Perusahaan melakukan kegiatan ekspansi
  • Kas dari Aktivitas Pendanaan (-) : Perusahaan membayar bunga, pokok pinjaman dan dividen

 

04: Laporan Cash Flow Tokopedia, Bukalapak dan Gojek

Bagaimana Laporan Arus Kas Tokopedia, Bukalapak dan Gojek?

Bila Laporan Arus Kas dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek memenuhi ketiga kriteria penggunaan dana kas seperti di atas maka bisa dikatakan bahwa ketiga unicorn andalan negeri ini mempunyai performa keuangan yang sehat,

Data-data yang dipaparkan Kang Yodhia Antariksa dalam artikel yang dia tulis menampilkan beberapa data antara lain:

  • Estimasi pemasukan Bukalapak dengan model bisnisnya saat ini Rp 1 milyar per bulan.
  • Estimasi pengeluarannya Bukalapak Rp 2 – 3 milyar per bulan.
  • Posisi keuangan Tokopedia sekarang juga masih minus. Defisit cashflow-nya 2 – 4 milyar per bulan.
  • Pemasukan Gojek masih lebih sedikit dibanding pengeluaran.

Walaupun estimasi yang beliau sebutkan bisa jadi mendekati kenyataan, namun akan lebih valid dan akurat bila dilengkapi data-data riil yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti data laporan keuangan dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek. Namun demikian, kita bisa mengambil sisi positifnya, yaitu menambah wawasan dan pengetahuan tentang perusahaan-perusahaan tersebut.

 

Kesimpulan

Statement of cash flow atau laporan arus kas adalah jenis laporan keuangan yang menyajikan kondisi kas perusahaan, baik kas keluar maupun kas masuk.

Ada 3 komponen inti laporan arus kas, yaitu cash flow from operating activities, investing activities, dan financing activities.

Bagaimana cara membuat laporan cash flow?

Ada dua metode pembuatan laporan cash flow yang bisa digunakan, yaitu: metode langsung (direct method) dan metode tidak langsung (Indirect method) Hasil nya sama . Namun, jika Anda ingin mahir membuat dan menganalisis Laporan Keuangan, khususnya Laporan Arus Kas, Anda bisa belajar di blog ini, atau bila ingin lebih cepat lagi bisa ikut Kursus Akuntansi dan Laporan Keuangan..

Demikian yang bisa kami share mengenai cash flows statement, moga bermanfaat dan terima kasih. Salam sukses penuh keberkahan. *****

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

2 pemikiran pada “Komponen dan Contoh Analisis Laporan Cash Flow”

  1. pemahaman saya tentang cahflow dari situs besar seperti ke-3 nya diatas itu jadi lebih menggoda untuk ikut terjun di dalamnya ya mang.

    Mohon Maaf Lahir Batin

  2. Barangkali Mang Lembu ingin membesarkan start up-nya, Mang Lembu bisa meniru cara mereka bekerjasama dengan Ventura Capital semisal Monkshill, mereka sering memberikan respon yang baik.

Komentar ditutup.