Membedah Laporan Keuangan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tahun 2005, 2011, 2015, 2020

Aksi Cepat Tanggap (ACT) adalah sebuah entitas yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, seperti kegiatan tanggap darurat, pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat dan Wakaf.

Bagaimana Laporan Keuangan Aksi Cepat Tanggap (ACT)? Mari dibongkar satu per satu komponen Laporan Keuangan ACT tahun 2005, 2011, 2015, dan 2020 beserta analisisnya menggunakan financial ratios berikut ini.

 

01: Mengenal Laporan Keuangan Entitas Non Profit

A: Pengertian Laporan Keuangan Entitas Non Profit/Nirlaba

Laporan keuangan entitas non profit adalah laporan keuangan yang disusun oleh lembaga, institusi, dan organisasi yang tidak berorientasi keuntungan, seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan dan sosial.

Bagaimana bentuk dan format Laporan Keuangan entitas non profit?

Secara umum, dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas profit dan non profit hampir sama, namun ada sedikit perbedaan dalam menyajikannya. Contohnya pada organisasi yang berorientasi keuntungan, maka terdapat laporan laba rugi (income statement), namun pada lembaga yang tidak berorientasi pada keuntungan atau nirlaba, maka tidak ada laporan laba rugi, tapi disajikan sebagai laporan sumber dan penggunaan dana.

 

B: Jenis Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba

Ada 4 jenis laporan keuangan entitas nirlaba, yaitu:

1: Laporan posisi keuangan atau neraca (balance sheet)

Laporan posisi keuangan menyajikan informasi tentang aktiva, kewajiban, dan aset neto.

2: Laporan aktivitas

Tujuan laporan aktivitas adalah menyajikan informasi tentang pengaruh pengaruh dan hubungan transaksi, serta penyaluran dari penerimaan.

3: Statement of cash flows atau laporan arus kas

Laporan arus kas disajikan untuk memberikan informasi mengenai sumber penerimaan dan penggunaannya pada periode tertentu.

4: Catatan atas laporan keuangan

Jenis laporan ini menyajikan penjelasan komponen-komponen yang disajikan dalam laporan aktivitas, neraca dan laporan arus kas.

 

02: Membedah Laporan Keuangan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

image from unsplash

Berikut ini disajikan beberapa elemen laporan keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan analisis sederhananya menggunakan financial ratio; current ratio, quick ratio, working capital ratio, dan debt to equity ratio.

A: Laporan Keuangan ACT Tahun 2005

Mengutip dari website resminya, Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) didirikan pada 21 April 2005. Jadi, Laporan Keuangan 2005 merupakan laporan keuangan yang disusun pertama kali. Laporan keuangan ini diaudit oleh KAP Syarief Basir & Rekan dengan opini disajikan secara wajar sesuai dengan basis akuntansi yang dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.

Bagaimana kondisi keuangan ACT waktu itu? Perhatikan data-data yang kami sajikan berikut ini:

Kita mulai dari Laporan Posisi Keuangan (Statements of Financial Position) atau Neraca (Balance Sheet):

Aktiva:

  • Kas dan setara kas Rp 448.496.280
  • Piutang lain-lain Rp 164.872.000
  • Uang muka Rp 142.930.350
  • Aktiva tetap – bersih Rp 605.694.355

Liabilitas atau kewajiban masih belum ada.

Saldo dana:

  • Zakat Rp 46.561.507
  • Dana kemanusiaan Rp 607.692.499
  • Dana pengelola Rp (64.334.396)
  • Dana jasa giro Rp 1.507.020
  • Penyaluran terakumulasi dalam aktiva Rp 770.566.355

***

Jenis laporan keuangan yang kedua yayasan ACT adalah Laporan Sumber dan Penggunaan Dana dengan komponen-komponennya adalah sbb:

Sumber dana :

  • Zakat Rp 47.461.507
  • Kemanusiaan Rp 4.249.196.769
  • Pengelolaan Rp 719.964.923
  • Jasa Giro Rp 4.507.020

Penggunaan dana:

  • Zakat Rp 900.000
  • Kemanusiaan Rp 2.733.942.955
  • Pengelolaan Rp 1.691.860.634
  • Jasa Giro Rp 3.000.000

***

Laporan Arus Kas (Cash Flows Statement) adalah jenis laporan keuangan ACT yang disajikan periode pertama ini. Elemen-elemen yang terdapat dalam laporan ini adalah:

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Rp 1.202.540.580

Sumber penerimaan antara lain dari zakat, infaq tidak terikat, infaq terikat, bagi hasil dana kemanusiaan dan pengelolaan, serta hibah dari lain.

Sedangkan penggunanaannya antara lain untuk dana zakat, rescue, relief, recovery, mitigasi bencana, institusional building, monitoring program, media edukasi, relawan, beban marketing, gaji, administrasi dan umum.

Arus kas dari aktivitas investasi Rp 754.044.300

Pengeluaran kas untuk membeli aktiva tetap.

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan berupa penerimaan dan pembayaran hutang murabahah sebesar Rp 10.000.000.

Di bagian ini ada sedikit kesalahan, saya tidak tahu apakah kesalahan karena salah pengetikan atau ngopy paste dari komponen sebelumnya, tapi lupa belum disesuaikan dengan elemen arus kas dari aktivitas pendanaan (financing) atau memang format pada 2005 seperti itu. Dan berikut ini penampakkannya:

Statement of Cash Flows Aksi Cepat Tanggap tahun 2005.

Perhatikan teks yang ada dalam kotak merah dan biru, kedua teks sama. Namun angkanya berbeda. Format standar laporan arus kas, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya terdiri dari 3 elemen, yaitu cash flow dari aktivitas operasi, investing dan financing.

Elemen yang ketiga seperti disajikan pada laporan arus kas di atas adalah penerimaan dan pembayaran hutang murabahah sebesar Rp 10.000.000, namun untuk keterangan teks penjumlahannya tertulis “Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi”. Itu saja sih yang menurut saya terlihat “agak janggal”.

Dari laporan cash flow, kita memperoleh informasi bahwa saldo kas dan setara kas pada akhir periode adalah Rp 448.496.280.

 

B: Laporan Keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap 31 Desember 2011

Komponen-komponen Laporan Keuangan Yayasan

Laporan keuangan ACT tahun 2011 di audit oleh KAP Razikun Tarkosunaryo (Registered Public Accountants) yang berpendapat bahwa laporan posisi keuangan, perubahan dana, dan arus kas telah disajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Berikutnya kami sajikan laporan keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tahun 2011:

1: Laporan Posisi Keuangan (Statements of Financial Position)

Total Aset Rp 4.185.202.464, terdiri dari:

  • Jumlah aset lancar Rp 1.406.400.254
  • Jumlah aset tidak lancar Rp 2.778.802.210

Total liabilitas dan Saldo Dana Rp 4.185.202.464, yang terdiri dari:

  • Jumlah liabilitas jangka pendek Rp 760.385.476, terdiri dari pinjaman pihak lain, bagian jangka pendek dari pinjaman murabahah, bagian jangka pendek dari hutang sewa pembiayaan.
  • Jumlah liabilitas jangka panjang Rp 239.284.406, terdiri dari pinjaman murabahah setelah dikurangi bagian jangka pendek dan beban murabahah tangguhan, serta hutang sewa pembiayaan.
  • Saldo dana Rp 3.185.532.582

 

2: Laporan Perubahan Dana (Statements of Changes in Funds)

Komponen-komponen yang disajikan dalam laporan perubahan dana adalah:

  • Jumlah penerimaan dana kemanusiaan Rp 13.806.411.565, penyaluran Rp 13.786.962.770
  • Penerimaan dana zakat Rp 231.045.741, jumlah penyaluran Rp 170.451.380
  • Penerimaan dana pengelolaan Rp 4.942.448.700, penggunaan Rp 5.619.833.904
  • Total penerimaan dari jasa giro adalah Rp 14.623.141, dan besar penggunaannya adalah Rp 1.000.000

 

3:  Statement of Changes in Management Assets (Laporan Perubahan Aset Kelolaan)

Di laporan perubahan aset kelolaan tahun 2011, saldo awal biaya perolehan kendaraan Rp 519.900.000, dan inventaris kantor Rp 81.258.800 serta tambahan Rp 15.665.000.

 

4: Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)

Pada laporan cash flow ACT tahun 2011 ditampilkan data-data berikut ini:

  • Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Rp 795.357052
  • Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Rp 93.703.687
  • Jumlah net cash flow yang digunakan untuk aktivitas perolehan Rp 213.971.460
  • Saldo kas dan setara kas pada akhir periode Rp 533.886.147

Ada sedikit kejanggalan di bagian arus kas dari aktivitas pendanaan, di laporan tersebut tertulis “Arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas PEROLEHAN” (kotak  merah). Saya tidak tahu apakah memang seperti itu atau ‘lupa’ tidak mengganti dengan kata Pendanaan. Perhatikan screen shoot berikut ini:

Komponen Laporan Arus Kas Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Analisis Laporan Keuangan 2011

Berdasarkan data-data yang disajikan, yuk dilakukan analisis sederhana menggunakan beberapa rasio keuangan (financial ratio) berikut ini:

1: Current Ratio (Rasio Lancar)

Rasio lancar digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi hutangnya dengan mengukur tingkat likuiditas dari aset.

Rumus yang digunakan untuk menghitung current ratio adalah sbb:

Current Ratio = Aset Lancar : Hutang Lancar

Indikator hasil perhitungan adalah 1, bila kurang dari satu, artinya aset dari entitas kurang atau tidak likuid.

Sekarang dihitung data dari neraca Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT):

Current Ratio :

=  Rp 1.406.400.254 : Rp 760.385.476
= 1,85

Hasil perhitungan adalah 1,85, hal ini berarti bahwa Yayasan ACT memiliki aset dengan tingkat likuiditas yang baik.

 

2: Quick Ratio

Financial ratio ini digunakan untuk mengukur kemampuan suatu entitas dalam memanfaatkan aset lancar yang dimiliki untuk meng-cover utang lancarnya.

Formula yang digunakan untuk menghitung quick ratio adalah sebagai berikut:

Quick Ratio = (Aset Lancar – Persediaan) : Hutang Lancar

Indikator hasil perhitungan adalah 0,75. Bila hasil perhitungan quick ratio lebih besar dari 0,75, berarti kondisi suatu entitas dalam menggunakan aset lancar yang dipunyai bagus, namun sebaliknya, jika hasil perhitungan lebih kecil dari 0,75, ini artinya entitas kurang atau tidak mampu dalam mengelola aset lancar yang dimiliki.

Yuk sekarang dihitung quick ratio dari Yayasan ACT:

Quick Ratio :

= (Rp 1.406.400.254 – 0) : Rp 760.385.476
= 1,85

Hasil perhitungan quick ratio adalah Rp 1,85. Maka, dapat disimpulkan bahwa kinerja Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam menggunakan current assets-nya baik.

 

3: Working Capital Ratio

Jenis rasio keuangan ini digunakan untuk menilai seberapa kemampuan suatu entitas untuk memenuhi kewajibannya.

Formula yang digunakan untuk menghitung working capital ratio adalah sbb:

Working Capital Ratio = (Aset Lancar – Hutang Lancar) : Total Aset

Apa indikatornya?

Batas minimal adalah 0 (nol). Bila kurang dari 0 berarti operasional suatu entitas dipenuhi dengan hutang.

Sekarang waktunya menghitung neraca dari Yayasan ACT tahun 2011:

Working Capital Ratio:

= (Rp 1.406.400.254 – Rp 760.385.476) : Rp 4.185.202.464
= 0,15

Hasil perhitungan working capital ratio adalah 0,15. Hal ini bisa dijelaskan bahwa Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak ada masalah dengan dana operasionalnya.

 

4: Debt to Equity Ratio

Adalah rasio keuangan yang dipakai untuk menganalisis perbandingan antara nilai hutang suatu entitas dengan ekuitas yang dimiliki. Jika dijabarkan dengan rumus dasar persamaan adalah sebagai berikut:

Debt to Equity Ratio (DER) = Utang : Ekuitas

Bagaimana indikator DER?

Batas hasil perhitungan adalah 1. Jika hasil perhitungan DER lebih besar dari satu, artinya hutang lebih besar dari modal. Dan bila hasil perhitungan kurang dari nol alias minus, hal ini menunjukkan kondisi suatu entitas tidak baik.

Mari dianalisis laporan keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap dengan Debt to Equity Ratio:

= Rp 999.669.882 : Rp 3.185.532.582
= 0,31

Dari hasil perhitungan rasio utang terhadap terhadap saldo dana adalah 0,31. Hal ini mengindikasikan bahwa sadlo dana masih lebih besar dari utang.

***

Inilah hasil analisi laporan keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tahun 2011 menggunakan empat rumus rasio keuangan, yaitu current ratio (rasio lancar), quick ratio (rasio cepat), working capital ratio (rasio modal kerja) dan debt to equity rasio atau rasio utang terhadap ekuitas.

Bagaimana menurut Anda?

 

C: Laporan Keuangan ACT Tahun 2015

Elemen Laporan Keuangan ACT 2015

Laporan Keuangan ACT tahun 2015 diaudit oleh KAP Razikun Tarkosunarya dengan opini wajar. Dan berikut ini disajikan elemen-elemen pokok dalam laporan keuangan tersebut:

Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2015

Aset

  • Total aset lancar Rp 5.675.812.785
  • Jumlah aset non lancar Rp 11.310.269.172

Liabilitas

  • Jumlah utang jangka pendek Rp 000.000

Jumlah Saldo Dana Rp 16.971.081.957

 

Statements of Changes in Funds

  • Saldo dana kemanusian Rp 16.426.910.164
  • Dana zakat Rp 414.841.320
  • Management Funds Rp 41.029.693
  • Non halal fund Rp 88.300.780

Note: saya download dari website resmi (ACT) dengan nama file Laporan_Keuangan_2015-1621418682.pdf hanya ada 8 halaman dan hanya ada dua jenis laporan, yaitu laporan posisi keuangan dan laporan perubahan dana, yang lain mungkin belum di-upload.

 

D: Yayasan Aksi Cepat Tanggap Financial Statement 2020

Laporan keuangan Aksi Cepat Tanggap tahun 2020 diaudit oleh Heliantono & Rekan (Registered Public Accountants) dengan No.: 00991/2.0459/AU.1/11/0672-1/1/XII/2021.

Menurut opini Heliantono & Rekan, laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) serta kinerja keuangan dan cash flow untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Statement of Financial Position:

Aset

  • Current Assets Rp 184.050.526.941, antara lain investasi dan piutang lain-lainpihak berelasi dan ketiga.
  • Non-Current Assets Rp 105.274.007.958, antara lain aset tetap dan aset kelolaan.

Liablitas

  • Liabiltas jangka pendek Rp 28.848.107.676, terdiri dari utang pajak, utang lain-lain pihak ketiga dan berelasi, dan bagian jangka pendek/panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
  • Liabilitas jangka panjang Rp 54.336.855.16, antara lain terdiri dari; utang dana talangan kemanusiaan program wakaf, liabilitas imbalan pasca kerja.

Aset neto

  • Aset neto Rp 206.139.572.058, yang terdiri dari aset neto tanpa pembatasan dan dengan pembatasan dari pemberi sumber daya.

 

Laporan Penghasilan Komprehensif

1: Dana kemanusiaan

Penerimaan:

  • With restrictions from resource grantor (dengan pembatasan dari pemberi sumber daya) Rp 323.707.546.253
  • Without restrictions from resource Rp 50.021.728.938

Penyaluran:

Jumlah penyaluran sebesar Rp 323.896.615.099 untuk program berikut ini:

  • Bantuan darurat bencana
  • Pengembangan komunitas
  • Bantuan komunitas global
  • Edukasi dan mitigasi bencana di Indonesia
  • Edukasi dan pemberdayaan Masyarakat Relawan Indonesia
  • Qurban dan aqiqah
  • Beban penyusutan fixed asset
  • Bagian dana pengelolaan atas penerimaan dana kemanusiaan
  • Biaya talangan kemanusiaan program waqaf
  • Penyaluran lain

2: Dana waqaf

  • Total penerimaan dana waqaf sebesar Rp 3.240.460.645
  • Total penyaluran dana waqaf Rp 3.919.751.129

3: Dana Pengelolaan

  • Jumlah penerimaan Rp 85.204.515.273
  • Jumlah penggunaan Rp 117.270.262.554

4: Dana non halal

Penerimaan:

  • Jumlah penerimaan dana non halal via kas Rp 127.178.168
  • Total penerimaan dana non halal via bank Rp 159.230.323

Penggunaan:

  • Bantuan fasilitas umum Rp 142.096.000

 

Laporan Perubahan Aset Neto

  • Ending balance net assets of humanity fund Rp 149.939.567.678
  • Saldo akhir aset neto dana pengelolaan Rp 55.493.034.755
  • Saldo akhir aset neto dana kemanusiaan Rp 706.969.625

Laporan Perubahan Aset Kelolaan

  • Saldo akhir (nilai tercatat) Rp 96.608.012.546 yang terdiri dari jenis aset tetap tanah, bangunan, mesin, kendaraan, dan inventaris kantor.

 

Cash Flows Statement (Laporan Arus Kas)

  • Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Rp 34.693.479.301
  • Jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Rp 7.540.535.735
  • Total arus kas dari aktivitas pendanaan Rp 29.146.387.010
  • Kas dan setara kas akhir periode, 31 Desember 2020 Rp 6.874.948.978

 

Financial Ratio Laporan Keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggal (ACT) 2020

Kini saatnya dilakukan analisis sederhana laporan keuangan yayasan aksi cepat tanggap, menggunakan rasio keuangan lancar, cepat, dan rasio modal kerja berikut ini:

1: Rasio Lancar

Berdasarkan data-data keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan tahun 2020, maka kita bisa menghitung nilai rasio lancar sebagai berikut:

Rasio Lancar = Current Assets/Current Liabilities

Rasio Lancar:
= Rp 184.050.526.941/Rp 28.848.107.676
= 6,38 (pembulatan)

Dari hasil perhitungan rasio keuangan lancar, bisa disimpulkan bahwa dilihat dari sisi aset lancarnya Yayasan Aksi Cepat Tanggal (ACT) memiliki kemampuan yang baik untuk melunasi utang-utangnya.

 

2: Rasio Cepat

Untuk mengetahui nilai rasio cepat kita menggunakan rumus sebagai berikut:

Rasio Cepat = (Current Assets – Inventory)/Current Liabilities

= (Rp 184.050.526.941-0)/ Rp 28.848.107.676
= 6,38 (pembulatan)

Hasil perhitungan rasio cepat menunjukkan bahwa Yayasan Aksi Cepat Tanggap  (ACT) mempunyai kinerja yang baik dalam mengelola aset lancarnya untuk menutupi utang lancar.

 

3: Rasio Modal Kerja

Bagaimana kondisi suatu entitas dalam mendanai aktivitas operasionalnya? Mari dihitung berapa nilai rasio modal kerjanya?

Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio modal kerja adalah sbb:

Working Capital Ratio = (Current Assets – Current Liabilities) : Total Assets

= (Rp 184.050.526.941 – Rp 28.848.107.676) : Rp 289.324.534.899
= 0,54 (pembulatan)

Dari hasil perhitungan rasio keuangan modal kerja diperoleh angka 0,54, hal ini mencerminkan bahwa kondisi perusahaan baik dalam membiayai operasionalnya sehari-hari.

 

03: Kesimpulan

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) adalah salah satu lembaga filantropi di Indonesia yang pada saat didirikan fokus pada bidang sosial dan kemanusiaan. Perkembangan ACT dari tahun ke tahun semakin besar, dilihat dari sisi penerimaan dan penyaluran dana yang dipercayakan masyarakat kepadanya.

Laporan keuangan adalah dokumen yang dibuat oleh suatu sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pengelola kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dari laporan keuangan yang disajikan setiap tahun, masing-masing pihak bisa mengukur dan menilai kondisi dan kinerja entitas dari waktu ke waktu.

Dari laporan keuangan juga bisa diperoleh berbagai informasi penting, yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan penting dalam menentukan keputusan untuk perjalanan entitas ke depan.

Demikian yang bisa kami share tentang laporan keuangan Aksi Cepat Tanggap beserta analisis sederhana menggunakan financial ratio. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

2 pemikiran pada “Membedah Laporan Keuangan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tahun 2005, 2011, 2015, 2020”

  1. Tanya Bang.. Apakah abang punya laporan keuangan yayasan ACT lengkap? Dari tahun berdiri hingga tahun 2021

  2. Selamat pagi Pak Yudhi Prabowo, terima kasih atas pertanyaannya.
    Bapak bisa download Laporan Keuangan ACT dari tahun 2005 – 2020 di website resminya : https://act.id/laporan_keuangan
    Cuma untuk Catatan Atas Laporan Keuangan tidak ada, hanya laporan keuangan utama. Unutk Laporan Keuangan tahun 2021 belum disajikan di websitenya.

    Thanks

Komentar ditutup.