#2: Pendanaan Konservatif Aktiva Lancar
Apa itu pendanaan konservatif?
Pengertian pendanaan konservatif adalah pendanaan di mana sebagian aktiva lancar bukan permanen, di-danai dengan:
- pendanaan jangka panjang (yaitu dengan hutang jangka panjang,
- modal sendiri, dan
- pendanaan spontan)
Cara ini memberikan margin of safety yang cukup besar. Dengan kata lain, jika diperkirakan dana tersebut akan diperlukan untuk enam bulan, perusahaan mencari pinjaman dengan jangka waktu dua belas bulan. Semakin besar margin of safety ini, semakin konservatif kebijakan pendanaan yang dianut.
Strategi pendanaan konservatif bisa digambarkan seperti pada gambar berikut:

#3: Pendanaan Agresif Aktiva Lancar
Apa yang dimaksud pendanaan agresif?
Definisi pendanaan agresif adalah strategi pendanaan dengan mendanai sebagian kebutuhan jangka panjang dengan pendanaan jangka pendek.
Jika pada cara pendanaan konservatif perusahaan lebih mementingkan faktor keamanan, maka cara pendanaan agresif perusahaan berani menanggung risiko. Trade-off yang diharapkan adalah memperoleh profitabilitas yang lebih tinggi.
Bila suku bunga kredit jangka pendek memang lebih rendah dari jangka panjang, maka strategi ini akan dikompensir dengan profitabilitas yang lebih tinggi.
Strategi pendanaan agresif bisa digambarkan seperti pada gambar berikut:

Dan perhatikan perbandingan rumus hutang lancar dan jangka panjang dalam tabel berikut:

Tabel di atas menyimpulkan tentang hubungan pendanaan jangka pendek dan jangka panjang, yaitu ketika kita menghubungkan keputusan tersebut dengan trade-off antara risiko dan profitabilitas.
Perhatikan bahwa mempertahankan kebijakan pendanaan jangka pendek untuk membiayai aktiva yang berusia pendek (kotak #1)
Dan pendanaan jangka panjang untuk membiayai aktiva berjangka panjang (kotak #3) akan menghasilkan strategi risiko profitabilitas yang moderat, yaitu suatu pendekatan yang kita sebut sebagai pendanaan hedging.
Strategi-strategi yang lain juga mungkin dilakukan, dan tidak mesti kita bisa menyalahkan strategi-strategi tersebut (seperti kotak #2 dan #4).
Yang perlu kita lakukan adalah kita harus membandingkan manfaat yang kita peroleh dengan biaya yang kita tanggung.

Perhatikan contoh analisis hubungan aktiva lancar dan kewajiban lancar:
Kita memilih pendanaan jangka panjang untuk aktiva yang berjangka pendek. Pertanyaannya adalah. “seberapa besar keuntungan yang hilang karena kita memilih strategi pendanaan yang berisiko rendah?” Hal-hal tersebut dicantumkan pada pertanyaan-pertanyaan yang berada di bawah tabel tersebut.
Berikut ini beberapa pertanyaan tentang risiko utang jangka pendek dan jangka panjang:
#1: Perencanaan:
Apakah kita memerlukan waktu yang lebih lama untuk memenuhi kewajiban membayar pokok pinjaman dan bunga?
Dengan kata lain, apakah kita memerlukan jangka waktu utang yang lebih lama?
#2: Refinancing:
Apakah kita dapat memperpanjang utang jangka pendek bila diperlukan?
#3: Biaya:
Apakah biaya utang jangka pendek saat ini ditambah dengan kemungkinan biaya karena perpanjangannya masih lebih kecil dari biaya penggunaan utang jangka panjang?