Aktiva Tetap Bank: Startegi Akuisisi, Penyusutan, dan Cara Pencatatan Akurat

2: Perolehan Aktiva Tetap

Bagaimana cara memperoleh aktiva tetap? Ada 6 cara untuk memperoleh aset tetap, yaitu:

#1: Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembelian

Perhitungan Nilai Pembelian Aset Tetap

Pembelian aset tetap bisa dilakukan secara tunai maupun secara kredit.

Perolehan tetap melalui pembelian, harga perolehan aset tetap terdiri dari harga beli aset tersebut, ditambah biaya-biaya yang dibebankan kepada pembeli hingga aktiva tersebut siap digunakan.

Jika aktiva tersebut barang impor maka biaya pembukaan surat kredit berdokumen (Letter of Credit) menjadi bagian dari harga perolehan.

Biaya-biaya lain yang menjadi komponen harga perolehan adalah beban pajak penjualan dan pajak-pajak lain yang berhubungan dengan pembelian:

  • Biaya angkut
  • Premi asuransi selama aset tetap dalam pengangkutan
  • Biaya pemasangan (set up)
  • Biaya perijinan dan uji coba

Pembelian aktiva tetap yang relatif besar, umumnya akan mendapatkan diskon (potongan harga). Potongan harga ini adalah pengurang terhadap harga beli yang selanjutnya menurunkan harga perolehan.

Jurnal Umum Adalah

Jenis pembelian Aset Tetap

Ada 2 jenis pembelian aset tetap, yaitu:

#1: Pembelian Tunai Aset Tetap

Bila pembelian aset tetap dilakukan secara tunai, bank akan membayar sebesar harga perolehan. Pembelian terebut bisa dilakukan (dibayar) oleh kantor pusat atau kantor cabang bank.

Contoh #1:

Bank ABC Surabaya membeli tanah seluas 300 m2  @ Rp 1.000.000.

  • Biaya perataan tanah Rp 5.000.000
  • Beban notaris Rp 7.500.000
  • Biaya perantara Rp 15.000.000

Semuanya dibayar secara tunai. Maka cara pencatatan jurnal transaksi pembelian tanah tersebut adalah:

Aktiva tetap dan inventaris Tanah Rp 327.500.000 …. [Debit]
Kas Rp 327.500.000  …. [Kredit]

Pembelian aset tetap secara gabungan sering terjadi, misalnya membeli tanah beserta bangunan yang berdiri di atasnya.

Bila hal ini dilakukan maka perlu adanya alokasi harga perolehan yang didasarkan pada perbandingan nilai wajar masing-masing aktiva.

Contoh #2:

Dibeli tanah berikut gedung yang berdiri di atasnya seharga Rp 500.000.000.

  • Biaya notaris Rp 12.500.000
  • Biaya perantara Rp 25.000.000

Berdasarkan perkiraan konsultan jasa penilai, bahwa harga tanah Rp 400.000.000, sedangkan harga gedung Rp 120.000.000. Pembelian dilakukan secara tunai, maka, perhitungan nilai perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut:

cara menghitung nilai aktiva tetap

Pencatatan jurnal transaksi pembelian gedung dan tanah itu adalah sebagai berikut:

Aktiva Tetap dan Inventaris Tanah Rp 413.461.540 ….    [Debit]
Aktiva Tetap dan Inventaris Gedung  Rp 124.038.460  .. [Debit]
Kas   Rp 537.500.000  …………….[Kredit]

#2: Pembelian Kredit Aset Tetap

Aset tetap dapat diperoleh secara kredit. Perolehan aset tetap secara kredit akan menimbulkan biaya bunga. Untuk itu perlu dipisahkan antara pengeluaran modal dengan pengeluaran pendapatan. Biaya bunga adalah pengeluaran pendapatan, sehingga tidak dikapitalisasikan dalam harga perolehan aktiva. Biaya bunga harus dicatat tersendiri.

harga perolehan aktiva tetap

Perhatikan contoh berikut:

Bank ABC membeli aset tetap berupa mobil operasional secara kredit kepada PT Xidev Bening Finance seharga Rp 440.000.000.

  • Down payment (DP) ditentukan Rp 200.000.000.
  • Bunga 9% per tahun flat.
  • Jangka waktu 1 tahun

Persetujuan dilakukan pada 3 September 2019 dan realisasi pembelian secara kredit pada tanggal 6 September 2019. Angsuran pokok dan bunga dilakukan pada setiap awal bulan. Rincian angsuran pokok dan bunga seperti tampak pada tabel berikut (dalam ribuan rupiah):

cara menghitung harga perolehan aktiva tetap
Tabel: Angsuran Pokok dan Bunga

Keterangan:

Angsuran pokok = Rp 240.000.000 : 12 = Rp 20.000.000
Angsuran bunga = ( Rp 240.000.000 x 9% ) : 12 = Rp 1.800.000

Pencatatan jurnal umum transaksi pembelian kredit di atas adalah sebagai berikut:

Tanggal 3/9/2019:

Uang muka Rp 200.000.000 … [Debit]
Kas  Rp 200.000.000 …. {Kredit]

Tanggal 6/9/2019:

Mobil   Rp 200.000.000 … [Debit]
Biaya Bunga yang Ditangguhkan Rp 21.800.00….. [Debit]
Utang Pembelian Angsuran Rp 21.800.000…. [Kredit]
Uang Muka Rp 200.000.000…… [Kredit]

Tanggal 6/9/2019:

Utang Pembelian Angsuran Rp 21.800.000 … [Debit]
Biaya Bunga   Rp 1.800.000 …. [Debit]
Biaya Bunga Ditangguhkan Rp 1.800.000 …. [Kredit]
Kas  Rp 21.800.000 ….. [Kredit]

Untuk jurnal pembelian aset tetap secara kredit bulan-bulan berikutnya sama dengan pencatatan jurnal transaksi tanggal 6/9/2019.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.