#2: Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pertukaran Surat Berharga
Aset tetap dapat diperoleh dengan cara ditukar dengan surat berharga, maka melalui cara ini, aset tetap yang diperoleh dinilai sebesar nilai wajar.
Bila tidak diperoleh nilai wajar aset tetap, maka didasarkan pada nilai pasar sekuritas. Jadi tergantung aktiva mana yang lebih layak berdasarkan bukti yang tersedia, ssdangkan perbedaan nilai pasar sekuritas dengan nilai niminal dicatat sebagai agio atau disagio.
Apa itu agio dan disagio sekuritas?
Agio sekuritas adalah selisih nilai pasar sekuritas di atas nilai nominal.
Disagio sekuritas adalah selisih nilai pasar sekuritas di bawah nilai nominal sekuritas. Sekuritas yang dapat dipertukarkan misalnya saham dan obligasi.
Perhatikan contoh berikut:
Bank ABC membeli sebidang tanah seluas 500 m2 dengan cara ditukar dengan saham biasa 10.000 lembar. Harga kurs pada saat pertukaran 102%, maka pencatatan jurnal transaksi pertukaran ini adalah sebagai berikut:
Aktiva Tetap dan Inventaris Tanah Rp 1.020.000.000 … [Debit]
Saham Biasa Rp 1.000.000.000 … [Kredit]
Agio Saham Rp 20.000.000… [Kredit]
#3: Pertukaran Aktiva Tetap dengan Aktiva yang Tidak Sejenis

Pertukaran aktiva dengan aktiva yang berbeda jenis artinya aktiva yang berbeda fungsinya, selain sekuritas. Perbedaan yang bukan dilihat dari fisiknya.
Perlakukan akuntansinya adalah pertukaran aset tetap dinilai sebesar nilai wajar dari aktiva yang diperoleh, atau aktiva yang diserahkan tergantung mana yang lebih layak berdasarkan bukti atau data yang tersedia.
Perbedaan antara nilai buku aktiva yang diserahkan dengan nilai wajar yang digunakan pada tanggal transaksi harus dicatat sebagai laba atau rugi pertukaran.
Perhatikan contoh berikut:
Bank ABC akan membuka kantor cabang. Untuk itu bank ABC membeli tanah seluas 300 m2 dengan harga Rp 1.000.000 / m2. Perolehan tanah tersebut dengan cara ditukar dengan mobil seharga Rp 300.000.000 yang telah disusut sebesar Rp 60.000.000. Di samping menyerahkan mobil, bank ABC juga membayar dengan tunai Rp 40.000.000.
Transaksi ini akan diperhitungkan laba ruginya dulu seperti dibawah ini:

Pencatatan jurnal transaksi ini adalah sebagai berikut:
Aktiva Tetap adan Inventaris Tanah Rp 300.000.000 …. [Debit]
Akumulasi Depresiasi Mobil Rp 60.000.000 …. [Debit]
Aktiva Tetap dan Inventaris Mobil Rp 300.000.000 …. [Kredit]
Kas Rp 40.000.000 …. [Kredit]
Laba Pertukaran Rp 20.000.000 … [Kredit]
Misalkan dari contoh di atas, mobil telah disusut sebesar Rp 80.000.000, sedangkan uang tunai yang diserahkan sebesar Rp 100.000.000, maka laba atau rugi dapat diperhitungkan sebagai berikut:

Dan Pencatatan jurnal transaksinya adalah:
Aktiva Tetap adan Inventaris Tanah Rp 300.000.000 …. [Debit]
Akumulasi Depresiasi Mobil Rp 80.000.000 …. [Debit]
Rugi Pertukaran Rp 20.000.000 … [Debit]
Aktiva Tetap dan Inventaris Mobil Rp 300.000.000 …. [Kredit]
Kas Rp 100.000.000 …. [Kredit]