Aktiva Tetap Bank: Startegi Akuisisi, Penyusutan, dan Cara Pencatatan Akurat

Metode Perhitungan Penyusutan Aset Tetap

Bagaimana cara menentukan nilai penyusutan aset tetap?

Untuk menentukan nilai penyusutan aset tetap ada beberapa metode, dan kali ini saya akan membahas 3 (tiga) metode penyusutan aset tetap dan contohnya berikut ini:

#1: Metode Garis Lurus (Straigth Line Method)

Apa itu metode garis lurus?

Adalah cara menghitung nilai aset tetap di mana bank akan menghitung depresiasi setiap periode dengan jumlah yang sama. Rumus perhitungan penyusutan aset tetap dengan metode garis lurus adalah sebagai berikut:

Depresiasi = (Harga Perolehan – Nilai Residu) : Umur Ekonomis

Metode ini paling sederhana, namun penerapan metode ini harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Kegunaan aset tetap yang bersangkutan akan menurun secara proporsional setiap periode.
  2. Biaya reparasi dan pemeliharaan setiap periode relatif tetap.
  3. Kegunaan ekonomis berkurang karena lewatnya waktu.
  4. Kapasitas penggunaan setiap periode relatif tetap.

Contoh Soal dan Jawaban

Perhatikan contoh soal pembuatan jurnal penyusutan aset tetap metode garis lurus berikut:

Mobil dengan harga Rp 400.000.000 ditaksir mempunyai umur ekonomis 5 tahun dengan nilai residu Rp 500.000.000.

Pembahasan dan jawaban:

Contoh ini bisa ditentukan nilai depresiasinya sebagai berikut:

= (400.000.000 – 50.000.000) : 5
= Rp 70.000.000

Cara pencatatan jurnal penyesuaian depresiasi atau penyusutan aset tetap ini adalah sebagai berikut:

Biaya Penyusutan Aktiva Tetap – Mobil Rp 70.000.000… [Debit]
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap-Mobil Rp 70.000.000… [Kredit]

buku tulis dan pen

#2: Metode Jam Jasa (Service Hours Method)

Apa yang dimaksud metode Jam jasa?

Pengertian metode jam jasa adalah cara menghitung nilai aktiva tetap yang meng-asumsikan bahwa aset tetap yang bersangkutan akan lebih cepat rusak jika digunakan secara pebuh. Beban depresiasi di sini sangat tergantung pada jumlah jam kerja yang digunakan. Rumus untuk metode penyusutan jam jasa adalah:

Depresiasi = (Harga Perolehan – Nilai Residu) : Jam Jasa

Contoh Soal dan Jawaban

Perhatikan contoh soal berikut:

Peralatan komputer sebanyak 10 unit dengan harga perolehan Rp 3.500.000 akan dapat digunakan selama 18.000 jam. Nilai residu untuk masing-masing unit Rp 200.000.

Pembahasan soal dan jawaban:

Dari data-data yang tersedia di contoh soal, maka kita bisa menghitung nilai penyusutan per jam adalah:

= (35.000.000 – 2.000.000) : 18.000
= 1.833,33 per jam

Jadi, bila penggunaan pada tahap 1 (satu) selama 3.000 jam, maka nilai penyusutan pada akhir tahun ke-1 sebesar:

= Rp 1.833,33 x 3.000 jam
= Rp 550.000

Pencatatan jurnal penyesuaian untuk ini adalah sebagai berikut:

Biaya Penyusutan aktiva tetap dan inventaris komputer Rp 550.000 [Debit]
   Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap & Inventari Komputer Rp 550.000 [Kredit]

Untuk tahun kedua, ketiga, dan seterusnya menggunakan cara yang sama tergantung jam jasa.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.