Akuntansi Biaya: Pengertian, Konsep, Klasifikasi, Metode dan Contoh Aplikasinya

Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Fungsi akuntansi biaya adalah untuk mengukur apakah kegiatan usaha menghasilkan laba atau sisa hasil usaha tersebut?

FAQ tentang Cost Accounting

Apa yang dimaksud dengan akuntansi biaya?

Pengertian akuntansi biaya menurut para ahli adalah proses analisis dan pencatatan biaya produksi untuk membantu pengambilan keputusan.

Apa tujuan dari kegiatan akuntansi biaya?

Tiga tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan biaya, menentukan harga, dan meningkatkan efisiensi.

Apa saja tugas akuntansi biaya?

Tiga tugas penting akuntansi biaya adalah untuk menghitung biaya produksi, membuat laporan, dan membantu pihak manajemen dalam mengambil keputusan strategis.

Apa itu bidang akuntansi biaya?

Akuntansi biaya berfokus pada pengelolaan biaya produksi, operasional, dan distribusi.

Bagaimana metode terbaik agar perusahaan memperoleh laba? Salah satu caranya adalah melakukan alokasi biaya yang efisien, dan informasi biaya ini diperoleh melalui akuntansi biaya, agar lebih gamblang, mari baca sampai kelar pembahasannya berikut ini. Let’s dive right in

1: Akuntansi Keuangan dalam Akuntansi Biaya

Pembahasan cost accounting tidak bisa dilepaskan dari financial accounting dan management accounting. Oleh karena itu sebelum membahas akuntansi biaya, kita mengawali pembahasan tentang akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

Tujuannya adalah agar kita memperoleh gambaran utuh dan karakteristik dari dua tipe akuntansi tersebut yang berpengaruh terhadap akuntansi biaya.

A: Pemakai Laporan Akuntansi Keuangan dan Tujuan Pemakai

Akuntansi keuangan adalah ditujukan untuk menyajikan informasi keuangan bagi pemakai di luar perusahaan. Untuk suatu perusahaan yang besar, pemakai luar ini adalah:

  1. Pemegang saham
  2. Kreditur
  3. Pelanggan
  4. Para analis keuangan
  5. Karyawan
  6. Instansi pemerintah.

Tujuan pemakai luar dalam mendapatkan Laporan Keuangan perusahaan adalah agar mereka dapat mengambil keputusan tentang hubungan mereka dengan perusahaan yang bersangkutan.

Perhatikan contoh aplikasi akuntansi biaya berikut ini:

  1. Seorang pemagang saham menghadapi 2 alternatif, apakah ia akan membeli saham dalam perusahaan tertentu atau dalam perusahaan lain.
  2. Seorang kreditur mungkin ingin memutuskan:
    • apakah ia akan memperluas kreditnya kepada perusahaan tertentu,
    • menetapkan syarat-syarat pemberian kredit, serta
    • merundingkan pasal-pasal khusus dalam perjanjian krediT
  3. Para karyawan mungkin ingin menetapkan usul jumlah kenaikan upah yang dapat dipikul oleh perusahaan.
  4. Instansi pemerintah menentukan informasi laba yang diperoleh suatu perusahaan untuk menetapkan jumlah pajak penghasilan yang menjadi kewajiban perusahaan.

Dari 4 CONTOH tersebut di atas, bahwa informasi keuangan perusahaan diperlukan oleh pihak luar. Manfaatnya sebagai petunjuk untuk menetapkan hubungan apa yang akan dilaksanakan oleh pemakai laporan tersebut dengan perusahaan. Mereka tidak mengambil keputusan mengenai perusahaan itu sendiri, melainkan mengenai jenis dan sifat hubungan antara pemakai luar dengan perusahaan.

B: Ruang Lingkup Informasi Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan pada umumnya menyajikan informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan. Neraca perusahaan menyajikan semua aktiva, utang, dan modal perusahaan, sebagai keseluruhan, sedangkan statements profit & loss menyajikan hasil kegiatan perusahaan sebagai keseluruhan pula.

Lingkup yang luas yang dicakup oleh laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai laporan di luar perusahaan.

Seperti telah disebutkan di atas, pemakai luar membuat keputusan-keputusan yang bersangkutan dengan hubungan mereka dengan perusahaan sebagai keseluruhan.

Seorang pemegang saham hanya dapat membeli saham yang dikeluarkan oleh perusahaan. Ia tidak dapat membeli saham dari bagian perusahaan tersebut.

Seorang kreditur harus memperhitungkan risiko pemberian kredit kepada perusahaan sebagai keseluruhan, bukan atas dasar sukses salah satu bagian perusahaan.

Hal ini tidak berarti bahwa informasi mengenai bagian-bagian perusahaan tidaklah penting bagi pihak luar, tapi informasi tersebut hanya diperlukan oleh pihak luar sebagai perluasan dari informasi mengenai perusahaan sebagai keseluruhan.

C: Fokus Informasi Akuntansi Keuangan

Ditinjau dari waktu, fokus informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah masa lalu. Akuntansi keuangan berorientasi pada masa lalu untuk menggambarkan pertanggungjawaban dana yang dipercayakan oleh pihak luar kepada manajemen perusahaan.

D: Rentang Waktu Akuntansi Keuangan

Ditinjau dari rentang waktu yang dicakup oleh laporan yang dihasilkan, akuntansi keuangan mencakup jangka waktu yang sudah tertentu. Biasanya satu tahun, setengah tahun, satu kuartal, atau satu bulan.

Periode waktu yang dicakup oleh laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan biasanya kurang fleksibel. Sekali ditetapkan bahwa neraca dan laporan laba rugi akan diterbitkan setiap setengah tahun, jangka waktu ini jarang sekali mengalami perubahan.

Akuntansi keuangan adalah

E: Kriteria Informasi Akuntansi Keuangan

Kriteria yang dominan untuk menilai informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.

Prinsip-prinsip tersebut dibuat oleh organisasi yang berwenang, misalnya Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam), atau sebagai hasil dari pemakaian suatu prinsip dalam praktik yang telah lama berlaku.

Penggunaan prinsip akuntansi yang lazim dalam penyusunan laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah akibat tuntutan kebutuhan pihak luar perusahaan.

Untuk menentukan hubungan antara pemakai luar dengan perusahaan, mereka perlu menganalisis laporan keuangan yang dihasilkan berbagai perusahaan.

Agar mereka dapat memperbandingkan berbagai laporan keuangan dari berbagai perusahaan tersebut, maka mereka memerlukan jaminan bahwa laporan keuangan berbagai perusahaan tersebut telah disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim.

F: Disiplin Sumber Akuntansi Keuangan

Akuntansi adalah ilmu terapan. Sebagai ilmu terapan, akuntansi mendasarkan diri pada prinsip dan konsep yang dikembangkan dalam suatu ilmu dasar atau disiplin. Akuntansi keuangan adalah hanya bersumber pada satu disiplin.

G: Komponen/ Isi Laporan Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan menghasilkan laporan keuangan periodik yang umumnya terdiri dari:

  1. neraca atau laporan posisi keuangan
  2. laporan laba rugi
  3. laporan perubahan modal
  4. laporan arus kas
  5. catatan atas laporan keuangan

Laporan ini berisi informasi ringkas posisi keuangan pada tanggal tertentu, hasil usaha, perubahan modal, dan perubahan arus kas untuk periode tertentu.

Karena laporan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak luar, maka informasi yang disajikan di dalamnya bersifat ringkas dan mengenai perusahaan sebagai keseluruhan.

H: Sifat Informasi Akuntansi Keuangan

Informasi yang disajikan kepada pihak luar memerlukan ketepatan yang tinggi, karena umumnya menyangkut masa yang telah lalu.

Ketidaktepatan informasi untuk pihak luar akan menyebabkan berkurangnya kepercayaan pihak luar terhadap laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.