D: Struktur Organisasi dan Proses Produksi Perusahaan Manufaktur
Akuntansi biaya tidak terbatas penerapannya dalam perusahaan manufaktur saja, melainkan dapat juga diterapkan dalam perusahaan perbankan, perhotelan, penerbangan, dan perusahaan jasa yang lain.
Umumnya, akuntansi biaya yang diterapkan dalam perusahaan manufaktur lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang diterapkan dalam perusahaan jasa.
Untuk memberikan gambaran jenis biaya dan proses pengolahan biaya dalam perusahaan manufaktur, maka dalam bagian ini disajikan contoh struktur organisasi perusahaan manufaktur dan proses produksinya.
#1: Struktur Organisasi
Perusahaan manufaktur mempunyai aktivitas pokok mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Oleh karena itu dua fungsi pokok yang biasanya ada dalam perusahaan manufaktur adalah:
- Fungsi Produksi
- Fungsi Pemasaran
Fungsi produksi bertugas untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi, sedangkan fungsi pemasaran bertugas memasarkan produk tersebut.
Untuk mengkoordinasikan dua fungsi tersebut, maka dibentuk fungsi yang ketiga yang biasa disebut dengan fungsi administrasi dan umum.
Perhatikan contoh struktur organisasi suatu perusahaan berikut ini:

Penjelasan struktur organisasi:
Dalam struktur organisasi perusahaan tersebut, fungsi produksi berada ditangan Direktur Produksi yang dilaksanakan oleh dua departemen, yaitu:
- Departemen Produksi
- Departemen Teknik
Fungsi pemasaran berada di tangan Direktur Pemasaran, yang dilaksanakan oleh dua departemen, yaitu:
- Departemen Penjualan
- Departemen Promosi
Fngsi administrasi dan umum berada di tangan Direktur Keuangan dan Direktur Utama yang dilaksanakan oleh 3 departemen, yaitu:
- Departemen Personalia dan Umum
- Departemen Keuangan
- Departemen Akuntansi
Serta bagian-bagian di bawah Direktur Utama, yaitu:
- Bagian Pemeriksaan Intern
- Bagian Hubungan Masyarakat
- Sekretariat
- Bagian Pembelian
Oleh karena fungsi pokok dalam perusahaan manufaktur dibagi menjadi 3 golongan tersebut, maka biaya dalam perusahaan manufaktur diklasifikasikan menurut fungsi pokok tersebut, yaitu:
- Biaya Produksi
- Biaya Pemasaran
- Beban Administrasi dan Umum
Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh fungsi produksi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Beban pemasaran adalah biaya yang dikeluarkan oleh fungsi pemasaran untuk memasarkan produk perusahaan.
Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang dikeluarkan oleh fungsi-fungsi lain, selain fungsi produksi dan fungsi pemasaran.
#2: Proses Produksi
Salah satu tujuan akuntansi biaya adalah untuk menentukan harga pokok produksi.
Untuk dapat menentukan harga pokok produksi dengan teliti, perlu dipahami proses pembuatan produk, dalam menghitung biaya produksi, akuntansi biaya harus mengikuti proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.
Setiap tahap pengolahan bahan baku memerlukan pengorbanan sumber ekonomi, sehingga akuntansi biaya digunakan untuk mencatat setiap sumber ekonomi, yakni sumber ekonomi yang dikorbankan dalam setiap tahap pengolahan tersebut.
Tentunya untuk menghasilkan informasi biaya produksi yang dikonsumsi untuk menghasilkan produk.
E: Cara Penggolongan Biaya dalam Akuntansi Biaya

Dalam Akuntansi Biaya, biaya adalah digolongkan dengan berbagai macam cara.
Penggolongan/ klasifikasi biaya ini umumnya ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan klasifikasi akuntansi biaya tersebut.
Karena dalam akuntansi biaya adalah dikenal konsep “different costs for different purpose” Biaya dapat digolongkan menurut 5 hal berikut ini:
- Objek pengeluaran
- Fungsi pokok
- Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
- Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
- Jangka waktu manfaat
Sekarang mari dibahas satu-per-satu…
#1: Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran
Cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran adalah dasar penggolongan biaya.
Misalnya, nama objek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.
Contoh penggolongan biaya atas dasar objek pengeluaran dalam dalam perusahaan kertas adalah sebagai berikut
- Biaya bahan baku pembuatan kertas
- Biaya gaji dan upah
- Soda
- Biaya depresiasi mesin
- Biaya asuransi
- Beban ekstra kampus
- Biaya zat pewarna.
#2: Penggolongan biaya menurut Fungsi Pokok Dalam Perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur, ada 3 fungsi pokok, yaitu:
- Fungsi produksi
- pemasaran
- Fungsi administrasi dan umum
Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
- Biaya Produksi
- Beban Pemasaran
- Biaya Administrasi dan Umum
Dan begini penjelasannya…
A: Biaya Produksi
Apa itu biaya produksi?
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.
Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan peralatan, biaya bahan baku, biaya bahan pelengkap, biaya gaji karyawan yang bekerja di bagian produksi. Menurut objek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi:
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga kerja langsung
- Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)
Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut juga dengan istilah biaya utama (prime cost), sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik sering pula disebut dengan istilah biaya konversi (conversion cost).
Kedua jenis biaya itu merupakan biaya untuk meng-konversi (mengubah) bahan baku menjadi produk jadi.
B: Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan aktivitas pemasaran produk. Contohnya adalah:
- biaya iklan di Google Ads,
- beban promosi,
- biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli,
- gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan aktivitas pemasaran, dan
- biaya contoh (sample).
C: Biaya Administrasi dan Umum
Biaya administrasi dan umum adalah biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. Contoh ini adalah sebagai berikut:
Biaya gaji karyawan bagian Keuangan, Akuntansi, Personalia dan Bagian Hubungan Masyarakat (Humas).
Jumlah biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum sering pula disebut dengan istilah biaya komersial (commercial expense).
#3: Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
A: Biaya Langsung (Direct Cost)
Pengertian biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang menjadi penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai.
Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi. Dengan demikian biaya langsung akan mudah didentifikasi dengan sesuatu yang dibiayai.
Biaya langsung terdiri dari: Biaya bahan baku dan Biaya tenaga kerja langsung. Biaya langsung departemen (direct department cost) adalah semua biaya yang terjadi di dalam departemen tertentu.
Contohnya, adalah biaya tenaga kerja yang bekerja dalam departemen pemeliharaan, adalah biaya langsung departemen bagi Departemen Pemeliharan. Dan biaya depresiasi mesin yang dipakai dalam departemen tersebut adalah biaya langsung.
B: Biaya Tidak Langsung
Pengertian tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai.
Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead cost).
Biaya ini tidak mudah diidentifikasi dengan produk tertentu.
Gaji mandor yang mengawasi pembuatan produk A, B dan C adalah biaya tidak langsung bagi baik produk A, B, maupun C.
Karena gaji mandor tersebut terjadi bukan hanya karena perusahaan memproduksi salah satu produk tersebut, melainkan karena memproduksi ketiga jenis produk tersebut.
Jika perusahaan hanya menghasilkan satu macam produk, misalnya perusahaan semen, pupuk urea, gula. Maka semua biaya adalah biaya langsung dalam hubungannya dengan produk.
Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk sering disebut dengan istilah biaya overhead pabrik.
Dalam hubungannya dengan departemen, biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadi di suatu departemen, tetapi manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen.
Contohnya adalah biaya yang terjadi di departemen pembangkit tenaga listrik.
Biaya ini dinikmati oleh departemen-departemen lain dalam perusahaan, baik untuk penerangan maupun untuk menggerakkan mesin dan peralatan yang mengkonsumsi listrik.
Bagai departemen pemakai listrik, biaya listrik yang diterima dari alokasi biaya departemen pembangkit tenaga listrik adalah biaya tidak langsung departemen.
#4: Penggolongan Biaya Menurut Perilaku Perubahan Volume Aktivitas

Dalam hubungannya dengan perubahan volume aktivitas, biaya dapat digolongkan menjadi 4, yaitu:
A: Biaya Variabel
Pengertian biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.
B: Biaya Semi-Variabel
Pengertian biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur-unsur biaya tetap dan biaya variabel.
C: Biaya Semi-fixed
Pengertian biaya semi-fixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah ynag konstan pada volume produksi tertentu.
D: Biaya Tetap
Pengertian biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji direktur produksi.
#5: Penggolongan Biaya Atas Dasar jangka Waktu Manfaatnya
Atas dasar waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
A: Pengeluaran Modal (capital expenditure)
Pengertian Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi (misalnya periode tahunan).
B: Pengeluaran Pendapatan (revenue expenditure)
Pengertian pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.
Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut. Contoh pengeluaran pendapatan antara lain adalah biaya iklan, biaya tenaga kerja.
F: Metode Pengumpulan Biaya Produksi dengan Akuntansi Biaya
Dalam pembuat produk terdapat dua kelompok biaya produksi dan biaya non produksi.
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam bahan baku menjadi produk. Sedangkan biaya non produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan non produksi, misalnya: biaya aktiviyas pemasaran dan kegiatan administrasi & umum.
Biaya produksi membentuk cost produksi yang digunakan untuk menghitung cost product jadi dan cost product yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Biaya memproduksi ditambahkan pada cost produksi untuk menghitung total cost product.
Pengumpulan biaya produksi sangat ditentukan cara produksi. Secara garis besar, cara memproduksi produk dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
- produksi atas dasar pesanan dan
- produksi massa.
Mari diselami satu-per-satu…
#1: Produksi Atas Dasar Pesanan
Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melakukan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar.
Contoh perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan antara lain:
- Perusahaan percetakkan
- Perusahaan furniture
- Perusahaan dok kapal
Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan, mengumpulkan biaya produksinya dengan menggunakan metode biaya pesanan (job under cost method)
Dalam metode ini, biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu.
Cara menghitung Biaya Produksi per satuan produk yang dihasilkan untuk memenuhi pesanan tersebut adalah sebagai berikut:
Total Biaya Produksi untuk pesanan tersebut : Jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan.
#2: Produksi Massa
Perusahaan yang berproduksi berdasar produksi masa melaksanakan pengolahan produknya untuk memenuhi persediaan di gudang.
Umumnya produknya berupa produk standar.
Contoh perusahaan yang berproduksi massa antara lain adalah perusahaan semen, pupuk, makanan ternak, bumbu masak, dan tekstil.
Perusahaan yang berproduksi masa, mengumpulkan biaya produknya dengan menggunakan metode biaya proses (process cost method).
Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu.
Cara menghitung Biaya Produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut adalah sebagai berikut:
Total biaya produksi untuk periode tersebut : Jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.
G: Metode Penentuan Biaya Produksi
Metode penentuan biaya produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam biaya produksi.
Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam biaya produksi, terdapat dua pendekatan, yaitu:
- Full costing
- Varable costing
Let’s dive right in…
#1: Metode Full Costing dalam Akuntansi Biaya
Pengertian metode full costing adalah metode penentuan biaya produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam cost produksi, yang terdiri dari:
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga kerja langsung
- Biaya overhead pabrik
Baik yang berperilaku variabel maupu tetap.
Dengan demikian biaya produksi menurut metode full costing terdiri dari unsur biaya produksi sebagai berikut:

Dan bila diilustrasikan dengan sebuah gambar adalah sebagai berikut:

Keterangan:
Gambar di atas melukiskan unsur biaya produksi dan biaya produk dengan metode full costing.
Biaya produk yang dihitung dengan metode full costing terdiri dari :
- unsur biaya produksi (biaya bahan baku,
- biaya tenaga kerja langsung,
- biaya overhead pabrik variabel,
- biaya overhead pabrik tetap)
Ditambah dengan biaya non produksi (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum).
#2: Metode Variable Costing dalam Akuntansi Biaya
Pengertian metode variable costing adalah metode penentuan biaya produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam cost produksi, yang terdiri dari:
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga kerja langsung, dan
- Biaya overhead pabrik variabel
Dengan demikian biaya produksi menurut metode variable costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:

Dan bila diilustrasikan dalam sebuah gambar adalah sebagai berikut:

Keterangan:
Gambar di atas melukiskan unsur biaya produksi dan biaya produk dengan metode variable costing.
Biaya produk yang dihitung dengan pendekatan variable costing terdiri dari unsur biaya produksi variabel, yaitu:
- biaya bahan baku,
- biaya tenaga kerja langsung, dan
- biaya overhead pabrik variabel.
Ditambah biaya non produksi variabel, yaitu: biaya pemasaran variabel, biaya administrasi dan umum variabel. Dan biaya tetap, yaitu biaya overhead pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum tetap