Inilah 15 Materi AKUNTANSI BIAYA untuk Men-Support Pengelolaan Bisnis Anda

04: Cara Menghitung Biaya Tetap Dan Biaya Variabel – Akuntansi Biaya

Bagaimana cara menghitung biaya tetap dan variabel?

Biaya tetap dan biaya variabel adalah dua komponen biaya yang akan berpengaruh terhadap Laba Rugi perusahaan.

Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan dan analisa yang akurat terhadap biaya ini, sehingga tujuan dari perusahaan atau organisasi bisnis akan bisa dicapai.

 

A: Pengertian Biaya Tetap (fixed cost) dalam Akuntansi Biaya

Apa yang dimaksud dengan biaya tetap dan contohnya?

Pengertian biaya tetap adalah biaya yang berhubungan dengan kapasitas atau volume.

Biaya tetap memiliki dua karakteristik, yaitu :

  • Pertama, biaya tidak berubah atau tidak dipengaruhi oleh periode atau aktivitas terentu.
  • Kedua, biaya per unitnya berbanding terbalik dengan perubahan volume.

Bila volumenya rendah maka fixed cost atau biaya tetap tinggi, sebaliknya pada volume yang tinggi biaya tetap per unitnya rendah.

Contoh biaya tetap: biaya penyusutan aset tetap (fixed asset).

 

B: Cara Menghitung Biaya Tetap (Fixed Cost)

Perhatikan contoh soal akuntansi biaya tentang cara menghitung biaya tetap berikut:

Kapasitas angkut sebuah mobil penumpang per harinya adalah 50 orang penumpang.

Biaya penyusutan per bulan atau per tahun adalah biaya tetapnya.

Bagaimana cara menghitung biaya penyusutan?

***

Begini cara menghitungnya…

Jumlah penumpang satu bulan adalah:

= 50 x 30 = 1.500 orang.

Bila ingin menambah jumlah penumpang lebih dari 1.500 orang per bulan maka harus menambah jumlah mobil.

Penambahan mobil baru akan mengakibatkan peningkatan pengeluaran biaya tetap.

Inilah yang disebut relevant range, atau jarak relevan atau kapasitas dengan biaya tetap (fixed cost) pada mobil pertama dengan kapasitas 1.500 penumpang.

Misalnya harga sebuah mobil Rp. 200 juta, dengan taksiran pemakaian 10 tahun dan nilai sisa atau residu sebesar Rp 20 juta.

Maka besarnya biaya penyusutan per tahun dapat dihitung sebagai berikut :

= (Harga beli mobil – Nilai sisa ) : Taksiran Pemakaian
= (Rp. 200.000.000 – Rp. 20.000.000) : 10 tahun = Rp. 18.000.000

Biaya tetap (penyusutan) per tahun adalah Rp 18.000.000 atau Rp 1.500.000 per bulan, dan jarak relevan per tahun adalah sebagai berikut :

= 0 – 18.000 penumpang, atau per bulannya adalah 0 – 1.500 penumpang

***

Dengan jarak relevan tersebut maka biaya per unit per penumpang dapat dihitung sebagai berikut:

Tabel perhtungan biaya tetap

Keterangan:

Dari tabel di atas kita jadi tahu bahwa biaya tetap per unit berbanding terbalik dengan volume.

Pada kapasitas penumpang 1.500 orang, biaya tetap per unitnya sebesar Rp. 1.000. Kemudian pada kapasitas penumpang 1.000 orang, biaya tetap per unit menjadi Rp. 1.500 atau naik Rp. 500.

Demikian juga saat kapasitas penumpang 500 orang, biaya tetap per unit naik menjadi RP. 3.000.

Bila digambarkan dengan sebuah kurva adalah seperti berikut ini :

Perhatikan juga grafik berikut ini:

Kurva: biaya tetap per unit

Perhatikan grafik yang menunjukkan biaya tetap per unit.

Grafik tersebut menunjukkan bahwa biaya tetap per unit berbentuk cembung, tapi bentuk sebenarnya adalah linier yang berbanding/proporsional terbalik dengan biaya tetap atau dengan volume.

 

C: Pengertian Biaya Variabel (Variable Cost) dalam Akuntansi Biaya

Apa yang dimaksud biaya variabel dan contohnya?

Pengertian biaya variabel adalah biaya yang memiliki dua karakteristik, yaitu:

  • Total biaya variabel akan berubah secara proporsional dengan perubahan volume atau kapasitas, semakin besar kapasitas yang digunakan maka semakin besar pula total biaya variabel dan sebaliknya.
  • Karakteristik kedua adalah biaya per unitnya tetap atau konstan.

Perhatikan contoh biaya variabel:

Biaya pemakaian bensin dan oli pada kendaraan yang dihitung dan tergantung pada jarak yang ditempuh, tapi harga per liter bensin dan oli tetap atau konstan, tidak terpengaruh jarak tempuh.

 

D: Cara Menghitung Biaya Variabel (Variable Cost)

Bagaimana cara menghitung biaya variabel?

Perhatikan contoh cara menghitung biaya varibel berikut ini:

Harga Pertalite Rp 8.000 per liter (contoh saja). Satu liter pertalite bisa menempuh jarak 20 km.

***

Bagaimana perhitungan biaya variabel per unit?

Dari contoh soal akuntansi biaya (cost accounting) variabel di atas, berarti biaya pertalite per 1 km adalah:

= Rp 8.000/20 = Rp 400,-

Mari kita lihat tabel perhitungan biaya variabel berikut ini :

Tabel perhitungan biaya variabel

Keterangan :

Total biaya variabel dalam hal ini total biaya dari pemakaian pertalite, besar kecilnya  tergantung pada volume aktivitas, dalam hal ini jarak tempuh.

Semakin tinggi volume aktivitas maka total biaya variabel juga semakin naik, dan sebaliknya. Tapi biaya variabel per unitnya tetap.

Dalam contoh di atas, berapapun jarak yang ditempuh harga pertalitenya Rp. 400.

Bila digambarkan dengan sebuah kurva adalah seperti di bawah ini :

Kurva total biaya variabel

 

Sedangkan biaya variabel per unit adalah sebagai berikut:

Kurva biaya variabel per unit

 

E: Pengaruh Biaya Tetap dan Biaya Variabel terhadap Harga Pokok Produk (HPP)

Pengaruh Biaya Tetap dan Biaya variabel bagi biaya per unit

Bagaimana pengaruh Biaya tetap dan Biaya variabel per unit terhadap harga pokok produk?

Angka hasil penjualan dan biaya per unit dapat dijelaskan ke dalam grafik laba per satuan produk.

Tujuan akuntansi biaya (cost accounting) ini adalah untuk menunjukkan dengan lebih jelas kepada manajemen perusahaan tentang pengaruh dari unit biaya tetap dan unit biaya variabel terhadap harga pokok produk.

 

F: Contoh dan analisis perhitungan biaya tetap dan biaya variabel

Perhatikan grafik di bawah ini:

gambar: Laba satuan dan laba unit

Keterangan:

Grafik di atas merupakan penyelesaian dari contoh soal akuntansi biaya (cost accounting) dalam menghitung biaya tetap dan biaya variabel serta cara menghitung biaya produksi per unit-nya.

Bagaimana prosesnya?

***

Berikut ini langkah-langkah perhitungannya:

Perhatikan contoh perhitungan biaya variabel berikut ini:

  • Volume sebesar 3.000,
  • biaya tetap (penyusutan) per bulan Rp 187.500
  • biaya pengemudi Rp 12.500
  • harga jual per unit/per penumpang Rp 160
  • Biaya variabel per penumpang: perjalanan yang ditempuh 300 km, baru ditempuh 25 km dengan biaya bahan bakar (bensin) Rp 500 per liter.

 

A: Biaya tetap per bulan adalah:

= Biaya penyusutan per bulan + biaya pengemudi
= Rp 187.500 + Rp 12.500 = Rp 200.000

 

B: Biaya pada kapasitas 3.000 adalah:

= (300/25 X 500) X 30 hari : 3.000)
= 180.000 : 3.000 = Rp 60 per penumpang

 

Pada titik A,B,C,D dan F adalah biaya tetap per unit + Biaya variabel per unit, berdasarkan volume, dengan perhitungan sebagai berikut:

Titik A:

= (200.000/600) + Rp 60
= Rp 393,3

Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual

= Rp 393.3 – Rp 160
= Rp 233,33

 

Titik B:

= (200.000/1.200) + Rp 60
= Rp 226,67

Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual

= Rp 226,67 – Rp 160
= Rp 66,67

 

Titik C:

= (200.000/1.978) + Rp 60
= Rp 161,11

Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual

= Rp 161,11 – Rp 160
= Rp 1,11

 

Titik D:

Titik Impas (BEP) = Rp 160

Laba/Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual

= Rp 160 – Rp 160
= Rp 0

Titik impas (BEP) dalam jumlah penumpang:

= 200.000/(Rp 160 – Rp 60)
= 2.000 orang

 

Dengan cara perhitungan yang sama seperti di atas, maka:

Titik E:

= Rp 143, 33 dan titik F
= Rp 126,67.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.