Inilah 15 Materi AKUNTANSI BIAYA untuk Men-Support Pengelolaan Bisnis Anda

06: Format Laporan Hasil Perhitungan Biaya Produksi Per Unit

A: Komponen Biaya Produksi dalam Akuntansi Biaya

Komponen, unsur dan jenis biaya produksi  dalam proses produksi banyak, antara lain:

  • biaya bahan baku,
  • biaya produksi langsung,
  • biaya overhead,
  • biaya variabel.

Oleh karena itu cara menghitung biaya produksi harus dilakukan secara benar dan akurat.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah format untuk menyajikan hasil perhitungan biaya dari siklus pembuatan produk tersebut.

Fungsi Laporan adalah untuk menghimpun dan mengikhtisarkan semua informasi yang telah dikumpulkan.

Bila cara dan format pelaporannya salah, maka implementasinya juga salah.

Oleh karena itu, setelah kita menghitung biaya dalam siklus pembuatan produk, selanjutnya adalah menyajikannya yang benar.

 

B: Format Laporan Biaya Produksi Menurut Jenis Biaya

Ada 3 bentuk laporan yang umum digunakan, yaitu :

Bentuk#1: Biaya total, biaya serta penghasilan yang relevan maupun yang tidak relevan disajikan untuk setiap alternatif tindakan.

Bentuk#2.: Diferensial. biaya dan penghasilan relevan saja yang disajian dalam laporan.

Bentuk#3: Biaya kesempatan, biaya dan penghasilan yang relevan ditambah biaya kesempatan (opportunity cost) disajikan untuk satu alternatif tindakan.

 

Contoh soal akuntansi biaya produksi

Untuk memperjelas pembahasan ketiga bentuk laporan tersebut, yuk kita lihat contoh soal akuntansi biaya (cost accounting) manufaktur beserta jawabannya untuk menghitung biaya produksi berikut ini:

PT Berkah Semakin Jaya, sebuah perusahaan pengolahan minuman kaleng sari apel Malang hanya mampu untuk menjual 50.000 dus

Padahal kapasitas dan produksi yang ada sebanyak 100.000 dus.

Biaya per 1 unit dus adalah sebagai berikut :

  • Bahan baku langsung                    = Rp. 20.000
  • Tenaga kerja langsung                  = Rp. 15.000
  • Biaya Overhead (BOP) variabel     = Rp, 25.000
  • Biaya overhead (BOP) Tetap          = Rp. 30.000
  • Biaya Produksi per unit                 = Rp. 90.000

Permintaan konsumen begitu rendah, sehingga dari 50.000 unit tersebut hanya terjual 10.000 unit dengan harga biasa Rp 125.000,  dan 10.000 buah saja dengan penurunan harga yang sangat drastis yaitu Rp. 80.000 per unit.

Dengan kemungkinan untuk 30.000 unit itu terjual di masa mendatang, tetapi perusahaan tidak bermaksud untuk menyimpannya sebagai persediaan.

PT Berkah  Semakin Jaya sedang mempertimbangkan alternatif tindakan sebagai berikut:

  • Memodifikasi model dus dan menjual dus lama dengan harga sebesar Rp. 20.000 dengan biaya bahan Rp. 5.000/unit.
  • Mengganti model dus tersebut dengan harga jual Rp. 40.000 per buah dengan biaya produksi Rp. 6.000, biaya bahan Rp. 7.000, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead variabel Rp. 9.000

 

Laporan biaya produksi

Bagaimana cara menghitung biaya produksi dan menyajikan laporan biaya produksi dalam contoh soal akuntansi di atas?

Begini cara menghitungnya…

#1. Bentuk Biaya Total

Disajikan  pada halaman berikutnya, pada laporan tersebut.

Biaya yang tidak relevan sebesar Rp. 90.000 per unit merupakan biaya yang telah terbenam (sunk cost) dan menunjukkan biaya yang telah terjadi untuk menghasilkan dus.

Jika menggunakan format biaya total dan biaya yang tidak relevan dihilangkan secara tak hati-hati dari salah satu tindakan yang diambil atau lebih, maka konsekuensinya adalah ada kemungkinan manajemen akan mengambil keputusan yang keliru.

Karena itu hendaknya harus hati-hati dan memperhatikan dengan seksama jika menggunakan format biaya total.

Tabel: contoh format laporan bentuk biaya total

 

#2. Bentuk Biaya Diferensial

Perhatikan contoh tabel berikut:

Contoh format laporan bentuk biaya diferensial

Kelemahan format (bentuk) total cost :

  • Memerlukan pengertian yang mendalam (ekstra) tentang perilaku biaya terbenam (sunk cost)
  • Menyebabkan keputusan yang keliru, dengan kerugian yang cukup besar dari kedua alternatif.
  • Menyebabkan semua alternatif ditolak.

Metode diferensial memberikan kebaikan, yaitu memudahkan menerima informasi dari laporan yang disajikan dan lebih cocok dipergunakan dari biaya total.

Dari format biaya variabel atau biaya diferensial di atas dengan alternatif memodifikasi akan dapat menghemat atau mengurangi rugi sebesar pendapatan yang disajikan dari laporan.

Kerugian:

= 30.000 dus X 90.000
= 2.700.000.000

dikurangi keuntungan memodifikasi:

=15.000 X 30.000
= 450.000.000

Jadi kerugian menjadi sebagai berikut:

= 2.700.000.000 – 450.000.000
= 2.250.000.000

Alternatif penggantian model akan mengurangi kerugian sebesar :

= 18.000 X 30.000 = 540.000.000

Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa alternatif penggantian model lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan merombak atau memodifikasi dus.

 

#3. Bentuk Biaya Peluang

Bentuk ini lebih efisien terutama jika terdapat banyak alternatif kemungkinan tindakan.

Karena biaya peluang atau opportunity cost dari suatu proyek merupakan atau menyebabkan kenaikan pendapatan yang hilang atas proyek lainnya.

Dalam format ini diasumsikan bahwa manajemen mempunyai suatu tingkat kemampuan yang sempurna dalam akuntansi manajerial, sehingga mereka benar-benar mampu atau memahami konsep-konsep ganda mengenai

  • Biaya relevan dan irrelevan, dan
  • Opportunity cost.

Jadi pada format ini hanya memerlukan perhitungan biaya produksi yang teliti atas pendapatan relevan dari alternatif-alternatif untuk pengambilan keputusan yang dihadapi, karena pendapatan satu alternatif akan menjadi opportunity cost alternatif lainnya.

Tabel contoh format laporan bentuk biaya peluang

Bagaimana jika perusahaan perusahaan melakukan modifikasi?

Kalau memodifikasi maka perusahaan akan rugi sebesar:

= 3.000 per unit atau sebesar 3.000 X 30.000 dus = 9.000.000

***

Begitu pula sebaliknya, jika alternatif mengganti model dilaksanakan, keuntungannya sebesar 3.000 per unit atau sebesar 9 juta.

  • Pendapatan mengganti : 30.000 X 18.000 = 54 juta
  • Pendapatan memodifikasi : 30.000 X 15.000 = 45 juta
  • Selisih sebesar Rp 9 juta.

Seperti yang telah dibahas dalam bentuk atau format penyajian laporan, jika laporan dibuat dengan bentuk yang terakhir (opportunity cost).

Maka ketidakmampuan manajemen perusahaan dalam memahami biaya peluang, biaya kesempatan, opportunity cost.

Atau pendapatan yang luput akan menyebabkan kesimpulan yang keliru tentang jumlah biaya peluang ini.

Maka dilanjutkan penggunaan bentuk akuntansi biaya (cost accounting) diferensial.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.