15 Materi Akuntansi Biaya untuk Mengelola Bisnis Anda

08: Metode Pemisahan Biaya Campuran Menjadi Komponen Tetap Dan Variabel

A: Pengertian Biaya Campuran (mixed cost) – Materi Akuntansi Biaya

Apa itu biaya campuran/mixed cost?

Yang dimaksud dengan biaya campuran/mixed cost adalah biaya yang mengandung elemen biaya tetap dan elemen biaya variabel. Biaya campuran ini sering pula disebut biaya semi variabel.

Ada 2 sifat biaya campuran, yaitu :

  1. Totalnya berubah mengikuti perubahan volume, tetapi perubahannya tidak proporsional.
  2. Per unitnya juga berubah, tetapi terbalik dengan perubahan volume dan tidak sebanding. Contoh : biaya telepon, pemeliharaan mesin, dan biaya listrik.

 

B: Metode Pemisahan Biaya Tetap dan Variabel

Tujuan pemisahan biaya campuran adalah untuk digunakan dalam proses perencanaan, pengendalian dan sebagai informasi pengambilan keputusan.

Walaupun tidak bisa dielakkan, namun biaya campuran ini masih bisa dipisahkan melalui 2 metode berikut ini, yaitu:

01: Pendekatan Analisis [Analytical Approach]

Kebanyakan dalam sistem akuntansi biaya (cost accounting) adalah semua informasi tentang cost setiap bagian atau unit yang dikeluarkan dalam suatu periode atau kapasitas tertentu selalu dikumpulkan dan dicatat.

Seorang analis yang akrab dengan akuntansi biaya (cost accounting) biasanya mampu menetapkan atau membuat estimasi perubahan cost dari perubahan volumen tertentu.

Dengan mempelajari historical record dapat ditunjukkan tingkat biaya yang dikeluarkan dan volume yang dicapai yang berhubungan dengan biaya tersebut.

Suatu budget yang fleksibel kemudian disusun berdasarkan analisis setiap transaksi, dari catatan yang ada, dapat diketahui bahwa ada biaya yang tidak berubah mengikuti volume dan adapula biaya yang berubah mengikuti perubahan volume.

Budget yang fleksibel disusun dengan berbagai tingkat volume atau kapasitas misalnya, kapasitas 25%, 50%, 75% dan pada kapasitas 100%.

 

02: Pendekatan Historis [Historical Approach] – Materi Akuntansi Biaya

Berdasarkan pendekatan historikal, pemisahan biaya campuran dapat dilakukan dengan 4 metode, yaitu :

  • Metode titik tertinggi-terendah (high low point method)
  • Metode biaya berjaga ( stand by cost method)
  • Metode Grafik statistik (Scatter Graph)
  • Metode Regresi Sederhana (Simple Regression)

Mari dirinci satu-per-satu…

#1: Metode titik tertinggi-terendah (high low point method)

Metode analisis biaya campuran ini menghendaki bahwa biaya yang terjadi, misalnya biaya pemeliharaan harus diamati baik pada tingkat volume tinggi maupun pada volume rendah.

Contoh soal akuntansi biaya (cost accounting) berikut :

Biaya pemeliharaan perusahaan PT Manajemen Keuangan Network yang telah diamati dalam relevan range 5000 – 8000 jam kerja langsung adalah seperti berikut:

high low point method

 

Dengan mengamati perubahan data di atas, maka analisis di adakan sebagai berikut:

Menghitung Biaya Variabel :

= Perubahan biaya : Perubahan jam
= 300 : 3.000 = 0,10

Setelah ditentukan tingkat variabel Rp. 0,10 per jam kerja langsung, maka saat ini memungknkan untuk menentukan jumlah biaya tetap dengan cara berikut:

Elemen tetap = Total biaya – ( Biaya variabel / unit X volume )

Pada titik tertinggi :

Biaya Tetap = Rp. 1000 – ( Rp. 0,10 X 8.000 ) = Rp. 200

Pada titik rendah :

Biaya Tetap = Rp. 700 – ( Rp. 0,10 X 5.000 ) = Rp. 200

 

#2: Metode Stand by Cost (Biaya berjaga) – Materi Akuntansi Biaya

Metode ini menggunakan cara penghitungan, pada saat atau perusahaan ditutup sementara. Dan biaya yang dikeluarkan pada saat ditutup sementara itu disebut biaya tetap(fixed cost) Sedangkan biaya variabelnya dihitung dengan rumus:

VC unit = (Total cost rata-rata – Biaya Tetap) : Jam kerja rata-rata

Masih menggunakan contoh data perusahaan PT Berkah di atas maka:

  • Total Cost rata-rata = Jumlah Cost : n
  • Total Cost rata-rata = 5.900 : 7(bulan) = Rp. 842,86 (dibulatkan)
  • Jam kerja rata-rata = Total jam kerja : n (bulanan)

Dari data di atas :

  • Jam kerja rata-rata : 45.500 jam : 7 (bulan) = 6.500 jam
  • Biaya variabel unit = (Biaya total rata-rata – fixed Cost):Jam kerja rata-rata
  • Biaya Variabel unit = (Rp. 842,86 – 140) : 6.500 = Rp. 0,108 BV per unit

Biaya tetap Rp 140 adalah angka yang ditetapkan, dan merupakan anggapan jika perusahaan tidak beroperasi atau dihentikan sementara, maka biaya yang keluar sebesar Rp. 140.

 

#3: Metode Grafik Statistik (Scatter Graph) – Materi Akuntansi Biaya

Metode ini menggunakan cara :

  1. Membuat grafik statistik, sumbu vertikal sebagai Total Cost (total biaya), sedangkan sumbu horisontal, menunjukan volume (kuantitas).
  2. Biaya setiap bulan diletakkan dalam grafik.
  3. Sebuah garis ditarik yang dapat mewakili semua titik pada poin (b).
  4. Garis yang memotong sumbu tegak (Total Cost) pada volume nol dianggap sebagai biaya tetap (fix cost)
  5. Garis lurus ke kanan dari titik pada (d) yang ditarik mendatar adalah biaya tetap
  6. Biaya Variabel di hitung = (biaya total rata-rata – fix cost) : Volume rata-rata

Metode ini disebut juga Metode Penarikan Bebas atau Free Hand Method.

Oleh karena itu tergantung dari pengolah dan tentu akan terdapat garis yang berbeda antara seorang dengan seorang lainnya.

Namun sebagai pedoman pokok, garis yang ditarik setidak-tidaknya harus berada di tengah-tengah titik yang ada  atau dapat membagi titik sama banyak di atas dan di bawah garis yang ditarik.

 

#4: Metode Regresi Sederhana (Simple Regression)

Metode ini disebut juga metode kuadrat terkecil, yang merupakan analisis statistik daripada sekadar meletakkan secara bebas pada metode scatter graph sebelumnya.

Metode ini didasarkan atas perhitungan dengan menggunakan persamaan garis lurus yang umum, yaitu :

Y = a + bx

Dan harus diperhatikan Y adalah angka penafsiran dan termasuk pula penafsiran parameternya, yaitu :

a = biaya tetap (konstanta)
b = biaya variabel.

Dalam praktek, metode Regresi Sederhana ini akan sangat bermanfaat bagi manajemen perusahaan untuk mendapatkan satu jarak (range) tertentu untuk variabel dependen. Sehingga dapat dibuat propabilitas di mana nilai sesungguhnya akan berada pada jarak (range) tersebut, dan hal ini dapat dilakukan.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.