Penerapan Akuntansi untuk Investasi Obligasi [+Contoh]

Pengertian obligasi adalah bentuk surat yang menghasilkan bunga digunakan oleh perusahaan untuk meminjam uang dalam jangka panjang.

Pengertian itu bila dilihat dari sisi perusahaan penerbit obligasi (debitur). Padahal transaksi tersebut juga memengaruhi investor.

Dan kali ini, blog manajemen keuangan akan membahas tentang penerapan akuntansi untuk obligasi dari sudut pandang investor.

Bagaimana penerapannya?

Ikuti pembahasannya berikut ini…

 

Akuntansi untuk Investasi Obligasi

investasi obligasi

Akuntansi untuk investasi obligasi, berfokus pada bagaimana membuat ayat jurnal untuk pencatatan pembelian, bunga, amortisasi diskon dan premium serta penjualan investasi obligasi.

Dan diasumsikan investor menggunakan prinsip-prinsip biaya untuk mencatat investasi tersebut.

Jadi ada 2 bagian pembahasan akuntansi untuk investasi obligasi ini, yaitu:

  • Bagian #1: Pembelian, Bunga, dan Amortisasi
  • Bagian #2: Penjualan Obligasi

 

Bagian #1: Pembelian dan Bunga, dan Amortisasi

A. Pencatatan Pembelian dan Bunga

Obligasi dapat dibeli baik secara langsung dari perusahaan penerbitnya maupun melalui bursa obligasi.

Bursa obligasi menerbitkan catatan harga obligasi harian.

Catatan harga tersebut biasanya mencakup informasi mengenai:

  • suku bunga obligasi
  • tanggal jatuh tempo
  • volume penjualan
  • harga penutupan
  • harga tertinggi dan terendah .

Harga obligasi dicatat dalam persentase nilai nominal. Dengan demikian harga obligasi senilai Rp 1.000.000 yang dicatat pada 99,5 adalah sebesar Rp 995.000.

Sementara harga obligasi yang dicatat pada 104,25 adalah sebesar Rp 1.042.500.

Sama seperti aset lainnya, biaya investas obligasi mencakup seluruh biaya yang terkait dengan pembeliannya.

Sebagai contoh, untuk obligasi yang dibeli melalui bursa jumlah yang dibayarkan sebagai komisi pialang harus dimasukkan sebagai bagian dari biaya investasi.

Ketika obligasi dibeli diantara tanggal pembayaran bunga, maka pembeli biasanya membayar kepada penjual sejumlah bunga yang terutang dari tanggal pembayaran bunga terakhir sampai tanggal pembelian.

Jumlah bunga yang dibayarkan akan di debit ke akun Pendapatan Bunga, karena jumlah tersebut akan dilawankan dengan jumlah yang akan diterima pada tanggal pembayaran bunga berikutnya.

Sebagai contoh:

Misalnya seorang investor beli obligasi senilai Rp 1.000.000 pada 102 ditambah imbalan jasa pialang sebesar Rp 5.300 dan bunga terutang sebesar Rp 10.200.

Invstor mencatat transaksi tersebut dengan ayat jurnal pembelian obligasi sebagai berikut:

(debit) Investasi pada Obligasi PT XXX = Rp 1.025.300
(debit) Pendapatan Bunga = Rp 10.200
(kredit) Kas = Rp 1.035.500

 

B. Pencatatan Diskon, Premium, dan Amortisasi Investasi Obligasi

contoh obligasi

Pengertian Investasi obligasi pada harga diskon adalah obligasi yang dibeli pada harga diskon ketika suku bunga pasar lebih tinggi daripada suku bunga kontrak.

Sedangkan pengertian investasi obligasi pada harga premium adalah investasi yag dibeli pada harga premium ketika suku bunga pasar lebih rendah daripada suku bunga kontrak.

Premium atau diskon atas investasi obligasi dicatat dalam akun investasi selama sisa periode obligasi,

Biaya obligasi dicatat dalam satu akun investasi. Nilai nominal obligasi dan premium (atau diskon) tidak dicatat dalam akun yang terpisah.

Hal ini berbeda dari akuntansi untuk UTANG obligasi. Akun premium dan diskon yang terpisah biasanya tidak digunakan oleh investor karena mereka tidak menyimpan investasi obligasi hingga jatuh tempo.

Saat obligasi yang disimpan sebagai investasi jangka panjang dibeli pada harga selain nilai nominal, maka premium atau diskon harus diamortisasi selama sisa periode obligasi.

Amortisasi premium dan diskon memengaruhi akun investasi dan bunga seperti ditunjukkan berikut ini:

Amortisasi Premium:

(Debit) Pendapatan Bunga XXX
(Kredit) Investasi Obligasi       XXX

Amortisasi Diskon:

(Debit) Investasi Obligasi  XXX
(Kredit)  Pendapatan Bunga   XXX

Jumlah amortisasi dapat ditentukan dengan menggunakan metode garis lurus maupun metod suku bunga.

Tidak seperti utang obligasi, amortisasi premium dan diskon atas investasi obligasi biasanya dicatat pada akhir periode, bukan saat BUNGA diterima.

Perhatikan contoh akuntansi untuk investasi obligasi berikut:

Pada tanggal 1 Juli 2019 PT Manajemen Keuangan Development membeli obligasi dengan harga obligasi senilai Rp 50.000.000 dengan bunga 8% dari PT Bening Xidev Jaya yang akan jatuh tempo dalam waktu 8  tahun 9 bulan.

PT Manajemen Keuangan Development membeli obligasi secara langsung dari PT Bening Xidev Jaya dengan suku bunga efektif 11%.

Harga pembelian adalah sebesar Rp 41.706.000 ditambah bunga sebesar:

= Rp 50.000.000 X 8% X (3/12)
= Rp 1.000.000

Yang terutang dari tanggal 01 April 2019 yang merupakan tanggal pembayaran bunga semesteran yang terakhir.

Ayat jurnal dalam akun PT Manajemen Keuangan Development pada saat pembelian dan untuk sisa periode fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

01.Membeli investasi obligasi ditambah bunga yang terutang:

Perhitungan:

Biaya Obligasi PT Bening Xidev Jaya = Rp 41.706.000

Bunga yang terutang:
= Rp 50.000.000 x 8% x 3/12 = Rp 1.000.000

Total:
= Rp 41.706.000 + Rp 1.000.000 = Rp 42.706.000

Pencatatan jurnalnya:

(Debit) Investasi Pada Obligasi = Rp 41.706.000
(Debit) Pendapatan Bunga = Rp 1.000.000
(Kredit) Kas = Rp 42.706.000

02. Menerima pembayaran bunga semesteran untuk periode 1 April sampai 1 oktober:

Perhitungannya:

= Rp 50.000.000 x 8% x 6/12 = Rp 2.000.000
Pencatatan jurnalnya:

(Debit) Kas = Rp 2.000.000
(Kredit) Pendapatan Bunga = Rp 2.000.000

03. Menghitung piutang bunga obligasi untuk periode 1 oktober sampai 31 Desember:

Perhitungan:
= Rp 50.000.000 x 8% x 3/12 = Rp 1.000.0000

Jurnal bunga obligasinya:

(Debit) Piutang Bunga = Rp 1.000.000
(Kredit) Pendapatan Bunga = Rp 1.000.000

04. Amortisasi diskon dari tanggal 1 Juli sampai 31 Desember:

Perhitungan:

Nilai nominal obligasi = Rp 50.000.000
Biaya investasi obligasi =Rp 41.706.000
Diskon atas investasi obligasi = Rp 8.294.000

Jumlah bulan sampai ke tanggal jatuh tempo:
= 105 bulan

Amortisasi bulanan:
= Rp 8.294.000/105 bulan = Rp 79.000 (dibulatkan)

Amortisasi untuk 6 bulan:
= (Rp 79.000 x 6 bulan) = Rp 474.000

Jurnal bunga obligasi:

(Debit) Investasi pada obligasi = Rp 474.000
(Kredit) Pendapatan Bunga = Rp 474.000

Pengaruh ayat jurnal tersebut di atas terhadap akun Pendapatan Bunga ditunjukkan sebagai berikut:

yield obligasi

Bagian #2: Penjualan Obligasi

penawaran obligasi

Banyak investasi obligasi jangka panjang dijual sebelum tanggal jatu temponya.

Saat terjadi penjualan obligasi sebelum jatuh tempo, penjual menerima harga penjualan (dikurangi komisi dan biaya penjualan lainnya). Ditambah bunga yang terutang sejak tanggal pembayaran bunga terakhir.

Sebelum mencatat hasil kas yang diterima, penjual harus meng-amortisasi diskon atau premium untuk periode berjalan sampai tanggal penjualan.

Laba atau rugi atas penjualan kemudian dicatat ketika mencatat hasil yang diterima. Laba dan rugi semacam itu dilaporkan pada bagian Pendapatan dan Beban lain-lain di Laporan Laba Rugi.

Perhatikan contoh pencatatan jurnal penjualan obligasi berikut ini:

Misalnya obligasi PT Bening Xidev Jaya dalam contoh sebelumnya dijual seharga Rp 47.350.000 ditambah bunga yang terutang pada tanggal 30 Juni 2024.

Nilai tercatat dari obligasi (biaya ditambah diskon yang diamortisasi) per 01 Januari 2024 (78 bulan setelah pembeliannya) adalah:

= [Rp 41.706.000 + (Rp 79.000 per bulan x 78 bulan)]
= Rp 47.868.000

Ayat jurnal untuk mencatat amortisasi diskon untuk tahun berjalan dan penjualan obligasi adalah sebagai berikut:

Perhitungan:
= Rp 79.000 x 6 tahun

Nilai tercatat dari obligasi pada tanggal 1 Januari 2024 = Rp 47.868.000
Diskon yang diamortisasi 1 Januari sampai 30 Juni 2024 = Rp 474.000
Nilai tercatat dari obligasi pada tanggal 20 Juni 2024 = 48.342.000
Hasil yang diterima dari penjualan = Rp 47.350.000
Rugi atas penjualan = Rp 992.000

Pencatatan jurnal obligasi:

Meng-amortisasi untuk tahun berjalan:

(Debit) Investasi Pada Obligasi = Rp 474.000
(Kredit) Pendapatan Bunga = Rp 474.000

Menerima bunga dan hasil dari penjualan obligasi, bunga untuk periode 1 April sampai 30 Juni:

= Rp 50.000.000 x 8% x 3/12
= Rp 1.000.000

Dan jurnal penjualan obligasi sebagai berikut:

(Debit) Kas = Rp 48.350.000
(Debit) Rugi atas Penjualan Investasi = Rp 992.000
(Kredit) Pendapatan Bunga = Rp 1.000.000
(Kredit) Investasi pada obligasi = Rp 48.342.000

Sampai di sini sudah jelas ya?

Okay, saya berikan satu contoh lagi…

Pada tanggal 1 Oktober 2019, PT Adil Makmur Loh Jinawi membeli obligasi senilai Rp 10.000.000 dengan bunga 6% dari PT Semakin Bahagia  yang akan jatuh tempo dalam waktu 9 tahun 3 bulan.

Obligasi diberi pada harga Rp 8.341.000 ditambah bunga sebesar Rp 150.000 (Rp 10.000.000 x 6% x 3/12) yang terutang dari tanggal 1 Juli 2019, tanggal pembayaran bunga semesteran yang terakhir

Ayat jurnal untuk mencatat pembelian obligasi, ditambah bunga yang terutang adalah sebagai berikut:

01 Desember 2019:

(Debit) Investasi Obligasi = Rp 8.341.000
(Debit) Pendapatan Bunga = Rp 150.000
(Kredit) Kas = Rp 8.491.000

Sedangkan ayat jurnal untuk mencatat amortisasi diskon pada tanggal 31 Desember (pembulatan) adalah sebagai berikut:

01 Desember 2019:

(Debit) Investasi Obligasi = Rp 45.000
(Kredit) Pendapatan Bunga = Rp 45.000

Sudah jelas ya.

Oke, demikian yang dapat saya sampaikan mengenai akuntansi investasi obligasi.

Semoga bermanfaat.

***

manajemen keuangan dan SOP