Apa Fungsi Bunga Pinjaman di Pasar Modal?

Fungsi Bunga Pinjaman di Pasar Modal

Bagaimana fungsi bunga pinjaman dan pengaruhnya di pasar modal?

Blog manajemen keuangan mencoba untuk menganalisis hal tersebut. yuk ikuti analisisnya berikut ini…

***

Fungsi Bunga dalam Permintaan dan Penawaran Modal

Sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya mengenai  4 Faktor yang Mempengaruhi Bunga bahwa tingkat bunga adalah harga yang diterima oleh pemberi pinjaman dan dibayarkan oleh peminjam untuk utang modal.

Terdapat harga untuk setiap jenis modal, dan harga-harga ini berubah dari waktu ke waktu seiring dengan berubahnya kondisi penawaran dan permintaan.

Peminjam memberikan penawaran atas pasokan modal utang yang tersedia dengan menggunakan tingkat bunga.

Perusahaan dengan peluang investasi yang paling menguntungkan akan bersedia dan mampu membayar nilai tertinggi atas modal.

Jadi perusahaan tersebut cenderung menarik utang modal menjauh dari perusahaan yang TIDAK EFISIEN dan perusahaan yang produknya TIDAK DIMINATI.

Namun demikian kita tahu bahwa perekonomian tidak hanya dipengaruhi oleh kekuatan pasar.

Misalnya adanya kebijakan dari pemerintah yang membantu individu dan kelompok masyarakat untuk mendapatkan kredit dengan persyaratan yang relatif mudah.

Di antaranya adalah usaha kecil/UKM, perusahaan yang bersedia membangun di wilayah tertentu, misalnya yang tingkat penganggurannya tinggi.

 

Pengaruh Bunga dengan Permintaan dan Penawaran Dana

Hubungan antara suku bunga dengan penawaran dan permintaan dana bisa digambarkan dalam grafik berikut ini :

 

Fungsi Bunga di Pasar Modal
Gambar : Tingkat bunga sebagai fungsi penawaran dan permintaan dana

Analisis Tingkat Bunga dalam permintaan dan penawaran dana

Pada gambar di atas menunjukkan bagaimana permintaan dan penawaran saling berinteraksi untuk menentukan tingkat bunga dalam dua pasar modal.

Gambar (A) menunjukkan efek berisiko rendah, gambar (B) mencerminkan efek berisiko tinggi. Pasar A dan B mencerminkan dua dari banyak pasar modal yang ada.

Tingkat bunga yang berlaku ditandai dengan garis putus-putus dengan huruf r. Pada awalnya adalah 7% untuk pasar efek yang berisiko rendah di pasar A.

Peminjam yang peringkat kreditnya cukup kuat untuk berpartisipasi dalam pasar ini dapat memperoleh dana tersebut dengan biaya sebesar 7%.

Dan investor yang ingin memanfaatkan uang mereka tanpa banyak risiko akan dapat menerima pengembalian sebesar 7%.

Peminjam yang lebih berisiko harus mendapatkan dana dengan biaya yang lebih tinggi di pasar B.

Di mana investor yang bersedia menanggung risiko lebih tinggi berharap akan menerima pengembalian sebesar 9%.

Namun juga sadar bahwa mereka juga bisa menerima jumlah yang jauh LEBIH KECIL.

Jika permintaan dana menurun seperti yang umumnya terjadi di masa resesi, maka kurva permintaan akan bergeser ke kiri seperti yang ditunjukkan oleh kurva D2 di pasar A.

Tingkat bunga pasar atau ekuilibriu dalam contoh ini akan turun ke tingkat 5%.

Kredit Ketat

Dengan cara yang sama, kita juga bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika terjadi kredit ketat.

Maka kurva penawaran S akan bergeser ke kiri, dan hal ini akan menaikkan tingkat bunga dan memperkecil jumlah pinjaman yang ada di dalam perekonomian.

Pasar modal merupakan pasar yang independen. Misalnya, jika pasar A dan B berbeda dalam kondisi ekuilibrium sebelum permintaan bergeser ke D2 di pasar A.

Maka investor akan bersedia menanggung risiko yang lebih tinggi di pasar B dengan menerima premi risiko sebesar :
=  9% Р7% = 2%.

Setelah bergeser ke D2 premi risiko pada awalnya akan naik menjadi :
= 9% – 5% = 4%.

Namun premi yang jauh lebih besar ini akan menyebabkan sebagian pemberi pinjaman di pasar A berpindah ke pasar B.

Selanjutnya akan menyebabkan kurva penawaran di pasar A bergeser ke kiri (atau naik) dan kurva di pasar B bergeser ke kanan.

Perpindahan modal antar pasar ini akan menaikkan tingkat bunga di pasar A dan menurunkannya di pasar B sehingga membawa premi risiko kembali mendkati tingkat awal sebesar 2%.

 

Saat Perekonomian Berekspansi

Saat perekonomian sedang berekspansi, perusahaan membutuhkan modal dan permintaan akan modal ini mendorong tingkat bunga naik.

Tekanan-tekanan penyebab inflasi juga paling kuat terjadi saat masa-masa bisnis sedang booming, dan hal tersebut juga memberikan tekanan pada tingkat bunga untuk naik. Kondisi ini akan berbalik arah saat masa resesi.

Bisnis yang merenggang akan mengurangi permintaan kredit, tingkat inflasi turun, dan tingkat bunga turun.

Kita tidak akan benar-benar tahu kapan tingkat bunga akan berubah, tapi kita tahu bahwa tingkat suku bunga akan bervariasi.

Jadi yang dapat diproyeksikan adalah:

1) tingkat bunga yang bervariasi,

2) tingkat bunga naik jika inflasi terlihat menuju ke tingkat yang lebih tinggi dan turun jika inflasi diperkirakan akan menurun.

Demikian pembahasan singkat tentang fungsi bunga pinjaman di pasar modal dan bagaimana pengaruh hubungan tingkat suku bunga dengan permintaan dan penawaran dana.

Moga bermanfaat.

***

sop akuntansi keuangan powerful