Bila Utang Anda Sering Tidak Dibayar, Sudahkah Menerapkan Taksiran Utang ini?

apa itu taksiran hutang

Taksiran utang digunakan untuk menghitung utang-utang yang sudah pasti harus dibayar namun jumlahnya belum pasti.

Kok bisa ya orang utang tidak tahu jumlahnya?ย Lupa atau โ€˜melupakanโ€™?

Mungkin ada beberapa orang yang mengeluarkan statement seperti itu, walaupun tidak 100% benar namun tidak 100% salah ๐Ÿ™‚

Biasanya orang yang berhutang tentu tahu jumlah pinjamannya, baik dari jumlah hutang sudah dapat ditentukan, baik dari kontrak maupun dari perhitungan dengan dasar suatu tarif tertentu, misalnya pajak.

Namun tidak semua hutang dapat ditentukan jumlahnya. Pada kasus tertentu ada hutang-hutang yang sudah jelas harus dibayar, tapi pada saat pencatatan jumlahnya masih belum pasti.

Karena jumlahnya masih belum jelas, tapi kewajibannya sudah pasti maka pada tanggal pencatatan dilakukan perhitungan jumlah kewajiban dengan cara taksiran.

Taksiran hutang ini mungkin dikelompokkan sebagai hutang jangka pendek atau jangka panjang, tergantung pada saat pelunasan hutang tersebut.

Jika pelunasannya segera maka dikelompokkan sebagai hutang jangka pendk tapi jika pelunasannya akan dilakukan beberapa periode yang akan datang maka dikelompokkan sebagai hutang jangka panjang.

Beberapa jenis taksiran hutang jangka pendek yang nampak dalam neraca adalah :

#1. Taksiran Hutang Pajak Penghasilan

Pada akhir periode sesudah diketahui laba yang diperoleh, diperlukan untuk menaksir besarnya Pajak Penghasilan yang akan menjadi beban tahun yang bersangkutan.

Saya sarankan untuk membaca juga Inilah Cara Alokasi Pajak Penghasilan di Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Manufaktur.

Besarnya pajak biasanya ditaksir dengan cara mengalikan tarif pajak yang berlaku dengan jumlah laba.

Sesudah taksiran pajak ini dihitung akan dicatat dengan jurnal yang mendebit rekening Pajak Penghasilan dan dikreditkan ke rekening Hutang Pajak Penghasilan.

Jurnal Taksiran Hutang Pajak Penghasilan

 

#2. Taksiran Hutang Hadiah yang Beredar

Kadang-kadang ditawarkan hadiah atas pembelian barang-barang tertentu. Hadiah-hadiah ini merupakan biaya untuk periode di mana penjualan barang-barang tersebut terjadi.

Apabila hadiah-hadiah itu habis waktunya pada akhir periode maka tidak perlu dibuat jurnal penyesuaian.

Tapi bila jangka waktu pengambilan hadiah melampaui suatu periode akuntansi, maka pada akhir tahun dibuat jurnal penyesuaian yang mendebit rekening Biaya Hadiah Penjualan dan mengkredit rekening Hutang Hadiah yang Beredar.

Jumlah Hutang Hadiah yang Beredar dihitung dengan cara taksiran dari jumlah penjualan.

Jurnal Taksiran Hutang Hadiah yang Beredar

 

#3. Taksiran Hutang Garansi

Bila barang-barang yang dijual disertai dengan garansi untuk perbaikan-perbaikan maka pada akhir periode dihitung taksiran jumlah biaya yang akan terjadi sebagai akibat garansi tersebut.

Taksiran biaya itu didebitkan ke rekening Biaya Garansi dan dikreditkan ke rekening Taksiran Hutang Garansi

Jurnal Taksiran Hutang Garansi

 

Cara yang diuraikan di atas merupakan cara yang sesuai dengan prinsip matching (mempertemukan).

Temukan pembahasan lengkapnya di Inilah 5 Konsep Dasar Akuntansi.

Dengan cara tersebut atau disebut sebagai expense warranty treatment, maka biaya garansi dibebankan sebagai biaya pada periode dicatatnya penjualan.

Sebagai contoh, MyCom Computer Retail menjual PC. Berdasarkan pengalaman, garansi untuk satu set PC rata-rata Rp. 500.000.

Harga jual tiap set PC sebesar Rp. 5.000.000. Jurnal yang dibuat oleh MyCom Computer Retail untuk mencatat penjualan, taksiran garansi, dan biaya yang sesungguhnya dikeluarkan adalah sebagai berikut :

 

contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan dengan garansi

 

Ada metode lain yang bisa digunakan untuk mencatat biaya garansi. Metode ini disebut Sales Warranty Treatment.

Dalam metode ini sebagian harga jual ditunda pengakuannya sampai saat terjadinya pengeluaran biaya garansi yang sesungguhnya.

Cara ini berdasar pada accrual, oleh karena itu bisa juga digunakan.

Kelemahan dari metode ini adalah bila dilihat dari prinsip mempertemukan, yaitu penghasilan ditunda menunggu sampai terjadinya biaya.

Seharusnya yang tepat adalah biaya dibebankan sesuai dengan saat pengakuan pendapatan. Oleh karena itu cara pertama yaitu expense warranty treatment sebaiknya yang digunakan.

 

#4. Taksiran Hutang Pensiun

Bila karyawan berhenti sesudah bekerja untuk jangka waktu tertentu diberi pensiun, maka biaya pensiun yang dibayarkan selama masa hidupnya karyawan tersebut akan dibebankan sebagai biaya ke periode-periode di mana karyawan tersebut bekerja.

Jumlah pensiun yang akan dibayarkan ditaksir berdasarkan jumlah karyawan, umur dan jangka waktu pembayaran pensiun.

Selanjutnya jumlah taksiran tadi dibagi dengan taksiran jangka waktu bekerjanya karyawan tersebut.

Setiap periode jumlah taksiran ini didebitkan ke rekening Biaya Gaji dan Upah ataua Biaya Produksi Tidak Langsung dan dikreditkan ke rekening Uang Pensiun.

Jurnal Taksiran Hutang Pensiun sebelum dibayarkan

Pada saat pensiun dibayar maka rekening Uang Pensiun didebit dan rekening Kas dikredit.

Jurnal Taksiran Hutang Pensiun setelah dibayarkan

Lalu bagaimana dengan hutang-hutang yang sampai pada tanggal pencatatan neraca masih belum pasti apakah akan menjadi kewajiban atau tidak?

Apakah dimasukkan sebagai taksiran hutang atau hutang bersyarat?

Untuk menentukan apakah suatu hutang itu merupakan hutang bersyarat atau taksiran hutang dasarnya adalah kepastian timbulnya kewajiban.

Bila kewajiban membayar itu pasti timbul walaupun jumlahnya belum pasti maka hutang jenis ini merupakan taksiran hutang.

Tapi bila kewajiban membayar itu masih belum pasti, mungkin jumlahnya sudah pasti atau mungkin juga belum pasti, maka hutang-hutang seperti ini merupakan hutang bersyarat.

Jadi perbedaan yang ada antara antara taksiran hutang dengan hutang bersyarat adalah kepastian timbulnya kewajiban membayar dan bukannya mengenai kepastian jumlahnya.

Bagaimana dengan taksiran hutang usaha Anda?

***

7 Komentar

Komentar ditutup.