6. Goodwill
A: Pengertian Goodwill
Goodwill adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu usaha seperti letak perusahaan yang baik, nama yang terkenal dan pimpinan yang ahli.
Secara akuntansi, goodwill definisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba di atas keadaan normal yang diakibatkan oleh adanya faktor-faktor yang disebutkan dalam paragraf di atas.
Laba di atas keadaan normal adalah suatu tingkat pendapatan dari investasi yang melebihi jumlah yang akan dapat menarik investor dalam bidang usaha tersebut.
B: Pembukuan Goodwill
Goodwill dicatat dalam pembukuan bila timbul dari :
- Pembelian
- Transaksi-transaksi perusahaan seperti merger, reorganisasi, perubahan bentuk perusahaan, pembelian sebagian perusahaan atau perubahan pemilikan dalam firma.
Dalam pembelian suatu perusahaan, pendapatan perusahaan di masa lalu dipakai sebagai dasar untuk menaksir pendapatan-pendapatan yang akan datang. Jadi taksiran laba yang akan datang ini yang akan dibeli dan dipakai untuk menentukan besarnya goodwill yang akan dibayar .
Sebelum menghitung goodwill harus ditentukan terlebih dahulu nilai aktiva yang ada (selain goodwill). Dasar yang digunakan biasanya adalah harga pasar atau jumlah yang akan dapat direalisasi dari aktiva tersebut. Perbedaan antara jumlah uang yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva merupakan jumlah goodwill.
Besarnya jumlah goodwill tergantung pada perundingan harga, tapi pembeli bisa memakai beberapa metode untuk menentukan besarnya goodwill.
C: Cara Menghitung Nilai Goodwill
Ada beberapa metode yang dapat dipakai untuk menghitung goodwill, dan kali ini saya sajikan 2 metode, yaitu:
- Kapitalisasi Pendapatan Bersih Rata-rata
- Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan Rata-rata
Yuk dibahasa satu per satu ya….
Kapitalisasi Pendapatan Bersih Rata-rata
Apa itu metode kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata?
Metode untuk menilai goodwill dengan cara mengkapitalisasi (mengkonversi) laba bersih rata-rata suatu perusahaan menjadi nilai bisnis secara keseluruhan, Selanjutnya membandingkan laba tersebut dengan nilai buku besih (net tangible assets) untuk menentukan besarnya goodwill.
Bagaimana proses dan langkah-langkah perhitungannya?
Ada empat langkah untuk menilai goodwill dengan metode ini, yaitu sebagai berikut:
1. Hitung pendapatan bersih rata
2. Tentukan tingkat kapitalisasi
3. Hitung Nilai bisnis total
4. Hitung goodwill dengan cara mengurangi nilai bisnis total dengan net tangible assets
Sebagai ilustrasi penggunaan metode perhitungan goodwill menggunakan metode kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata, perhatikan contoh berikut ini:
Data-data yang dimiliki PT Hebat Jaya Makmur sebagai berikut :
Laba bersih (tidak termasuk elemen-elemen luar biasa) :

Pendapatan bersih rata-rata per tahun Rp. 25.500.000 : 5 = Rp. 5.100.000. Pendapatan tiap tahun yan akan datang ditaksir sebesar = Rp 5.000.000. Pada tanggal 1 Januari 2016:
- aktiva/aset (tanpa goodwill) dinilai sebesar Rp. 45.000.000,
- utang sebesar Rp. 5.000.000
Proses Perhitungan Nilai Goodwill
Dalam cara ini jumlah yang akan dibayarkan untuk perusahaan yang dibeli dihitung dengan mengkapitalisasi taksiran pendapatan yang akan datang dengan tarif.
Tarif ini menunjukkan hasil yang diharapkan dan investasi tersebut. Selisih jumlah yang akan dibayarkan dengan nilai bersih aktiva adalah jumlah yang akan dicatat sebagai goodwill. Misalnya, hasil dari investasi diharapkan sebesar 10% maka jumlah yang akan dibayar dihitung sebagai berikut :
Jumlah yang dibayarkan :
Ringkasan Proses Perhitungan Metode Kapitalisasi Pendapatan Bersih Rata-rata
- Pendapatan bersih rata-rata = Rp 5.100.000
- Tingkat kapitalisasi = 10%
- Total aset berwujud (tanpa goodwill = Rp 45.000.000
- Total utang = Rp 5.000.000
- Nilai bisnis hasil kapitalisasi :
= Pendapatan Bersih Rata-rata/Tingkat Kapitalisasi
= Rp 5.000.000 / 10%
= Rp 50.000.000 - Nilai Tangible Assets (NTA)
= Aset – Utang
= Rp 45.000.000 – Rp 5.000.000
= Rp 40.000.000 - Goodwill
= Nilai Aset – NTA
= Rp 50.000.000 – Rp 40.000.000
= Rp 10.000.000
Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan Rata-rata
Apa itu Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan Rata-rata?
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan Rata-rata adalah metode perhitungan goodwill dengan memfokuskan pada kelebihan pendapatan (laba di atas tingkat normal) yang dihasilkan perusahaan. Kelebihan pendapatan tersebut selanjutnya dikapitalisasikan untuk menentukan nilai goodwill.
Bagaimana proses perhitungannya?
1. Hitung pendapatan normal yang diharapkan.
2. Hitung kelebihan pendapatan.
3. Lakukan kapitalisasi kelebihan pendapatan untuk menghitung goodwill.
Untuk membantu memahami proses penilaian goodwill dengan metode ini, saya sajikan contoh berikut ini:
Perlu dipahami bahwa cara ini perhitungan goodwill didasarkan pada pendapatan bersih rata-rata dan nilai aktiva yang akan dibeli. Misalnya dari contoh soal aset tak berwujud di atas, hasil yang diharapkan dari investasi tersebut sebesar 10%. Dan kelebihan pendapatan akan dikapitalisir dengan tarif 20%, maka, kelebihan pendapatan dihitung sebagai berikut :

Ringkasan Perhitungan Goodwill Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan Rata-rata
- Menghtung Pendapatan Normal (Expected Return)
= Aset – Utang
= Rp 45.000.000 – Rp 5.000.000 = Rp 40.000.000 - Tingkat Pengembalian Normal
= NTA x Tingkat Pengembalian
= Rp 40.000.000 x 10% = Rp 4.000.000 - Membandingkan dengan Taksiran Pendapatan Masa Depan
Taksiran Pendapatan Tahunan = Rp 5.000.000
Kelebihan Pendapatan:
= Taksiran Pendapatan Tahunan – Tingkat Pengembalian Normal
= Rp 5.000.000 – Rp 4.000.000 = Rp 1.000.000 - Menghitung Goodwill(Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan)
Tingkat kapitalisasi = 20%
Nilai Goodwill:
= Kelebihan Pendapatan/Tingkat Kapitalisasi
= Rp 1.000.000/20% = Rp 5.000.000 - Total Harga Beli Perusahaan (Termasuk Goodwill)
Nilai Aset Berwujud Bersih = Rp 40.000.000
Goodwill = Rp 5.000.000
Total Nilai Perusahaan:
= NTA + Goodwill
= Rp 40.000.000 + Rp 4.000.000 = Rp 45.000.000
Pembayaran Kelebihan Pendapatan
Terkadang pembayaran terhadap kelebihan pendapatan dinyatakan dalam bentuk waktu. Jadi kapitalisasi kelebihan pendapatan dengan tarif 20% adalah sama dengan pembayaran kelebihan pendapatan selama 5 tahun. Cara perhitungannya adalah sebagai berikut:
= 100% : 20%
= 5
Bila perusahaan dibeli tanpa perhitungan goodwill tersendiri, maka aktiva yang dibeli harus dinilai dan selisih dengan jumlah yang dibayarkan dicatat sebagai goodwill.
Namun demikian jika perusahaan ditukar dengan saham, Maka jika ada selisih antara nilai nominal saham dengan nilai aktiva (termasuk goodwill) dicatat sebagai Agio/Disagio Saham.
D: Contoh Soal Goodwill beserta Pembahasan Jawaban
Perhatikan contoh soal aktiva tetap tidak berwujud berikut ini:
- Aktiva nilainya = Rp. 40.000.000
- Goodwill = Rp. 5.000.000
Ditukar dengan 40.000 lembar saham dengan nominal Rp. 1.000.000
Jurnal pencatatan transaksi yang dibuat oleh perusahaan yang mengeluarkan saham untuk mencatat transaksi di atas adalah sebagai berikut :
Goodwill yang diperkirakan umurnya tidak terbatas akan dicatat dengan dasar harga perolehannya, tapi bila keadaan menunjukkan bahwa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan sudah berkurang dan kelebihan-kelebihan ini sebelumnya dicatat sebagai goodwill maka diadakan penyesuaian terhadap goodwill.
Pengurangan ini akan dibebankan sebagai elemen-elemen luar biasa. Terkadang pengurangan ini akan dibebankan sebagai biaya bila dianggap ada hubungannya dengan penghasilan periode tersebut, jika goodwill umurnya terbatas maka dilakukan amortisasi setiap periode.

