7. Beban Yang Ditangguhkan
A: Apa itu Beban yang ditangguhkan?
Beban yang ditangguhkan juga merupakan aktiva tetap tidak berwujud.
Bedanya dengan aktiva tetap tidak berwujud yang telah disebutkan di atas adalah Bahwa aktiva tidak berwujud itu mempunyai nilai karena merupakan hak yang diharapkan dapat membantu mendapatkan laba.
Sedangkan beban yang ditangguhkan itu mempunyai nilai karena merupakan pembayaran di muka untuk beberapa periode yang relatif lama, karena pembayaran biaya di muka ini dilakukan untuk beberapa periode maka setiap periode dilakukan amortisasi yang termasuk dalam beban yang ditangguhkan adalah biaya pendirian perusahaan.
Biaya-biaya yang terjadi dalam mendirikan perusahaan seperti izin, pajak biaya cetak saham, dan formulir dikapitalisasi dalam rekening Biaya Pendirian.
B: Beban yang ditangguhkan menurut Para Ahli
Ada beberapa pendapat para ahli yang berhubungan dengan biaya pendirian perusahaan, yaitu sebagai berikut:
Pendapat ahli #1:
Karena biaya pendirian itu memberikan manfaat selama perusahaan berdiri maka biaya pendirian tidak diamortisir dan akan nampak dalam neraca selama perusahaan itu masih ada.
Pendapat ahli #2:
Biaya pendirian ini tidak memberikan manfaat langsung kepada operasi perusahaan, oleh karena itu biaya pendirian akan diamortisir. Dan dalam angka waktu amortisasi tidak tentu tapi tergantung pada kebijaksanaan perusahaan. Terkadang tidak diamortisir, tapi dihapuskan sekaligus dalam tahun pertama.
8. Biaya Penelitian dan Pengembangan dalam Aset Tetap Tak Berwujud

Di perusahaan-perusahaan besar ada divisi yang khusus melakukan penelitian dan percobaan untuk memperbaiki dan mengembangkan proses produksi maupun produknya.
Biaya penelitian dan pengembangan dapat dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya atau dikapitalisir dan dikelompokkan dalam aset tidak berwujud.
Pemilihan salah satu cara ini didasarkan pada kemungkinan sukses tidaknya penelitian atau pengembangan tersebut.
FAQ tentang Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)
Apa yang dimaksud aset tetap tak berwujud?
Aset tetap tak berwujud atau dalam istilah bahasa Inggris disebut sebagai intangible asset adalah harta kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan diharapkan bisa memberikan nilai tambah serta pendapatan bagi perusahaan.
Bagaimana pencatatan harga perolehan aset tetap tak berwujud?
Pencatatan aset tetap tak berwujud yang dimiliki perusahaan dicatat dalam rekening senilai harga perolehannya
Bagaimana amortisasi aset tetap tidak berwujud?
Amortisasi aktiva tetap tidak berwujud dilakukan dengan mendebit rekening biaya dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan atau rekening akumulasi amortisasi
Apa saja jenis aset tetap tak berwujud?
-
- Patent
- Hak Cipta (Copy Right)
- Merek Dagang
- Franchises
- Leasehold
- Goodwill
- Beban Yang Ditangguhkan
- Biaya Penelitian dan Pengembangan
Kesimpulan tentang Intangible Assets
Perlakukan akuntansu khusus terhadap jenis aset tidak berwujud, mulai dari perhitungan perolehannya, perhitungan nilainya serta pencatatan jurnal akuntansinya. Dan beberapa contoh telah kami sajikan, mudah-mudahkan lebih mudah untuk memahami serta mempraktikannya dalam pekerjaan sehari-hari.
Demikian yang dapat saya bagikan mengenai makalah aset tak berwujud, dengan topik pembahasan antara lain:
- Karakteristik dan kriteria aset tak berwujud
- Pengukuran pada aset tetap tidak berwujud
- Contoh aset tidak berwujud
- Pencatatan aset tak berwujud
- Jurnal amortisasi aset tidak berwujud
Semoga bermanfaat. Terima kasih.*****
Note: Diperbolehkan mengutip artikel ini dengan menyertakan sumber link-nya ya mas dan mbak, agar tidak ada yang dirugikan. Thanks!