Bagaimana Alokasi Pos Luar Biasa di Laporan Laba Rugi?




laporan laba rugi - pos luar biasa

laporan laba rugi - pos luar biasa

Pos luar biasa menunjukkan jumlah laba atau rugi yang timbul dari hal-hal yang luar biasa.

Dalam menjalankan usahanya perusahaan kadang-kadang memperoleh keuntungan atau menderita kerugian di luar usaha pokoknya.

Keuntungan atau kerugian seperti itu terjadinya tidak berulang-ulang, dalam arti jarang terjadi, misalnya rugi karena kebakaran, koreksi pajak tahun lalu.

Sehingga untuk dapat diakui sebagai pos luar biasa suatu transaksi atau kejadian harus memenuhi dua kriteria sebagai berikut :

  1. Tidak sering terjadi
  2. Tidak berhubungan dengan usaha normal perusahaan.

Masalahnya adalah apakah keuntungan dan kerugian yang masuk dalam pos luar biasa tersebut akan dilaporkan dalam laporan laba rugi atau tidak.

Bila akan dilaporkan dalam laporan laba rugi, maka akan dimasukkan dalam laporan laba tidak dibagi.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah prinsip akuntansi :

Pos luar biasa harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi, disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya

Dari prinsip di atas jelas bahwa di dalam laporan laba rugi akan termasuk semua elemen-elemen pendapatan dan biaya, baik yang biasa terjadi maupun yang tidak biasa.

Laporan laba rugi yang memasukkan elemen-elemen yang biasa terjadi dan luar biasa disebut laporan laba rugi all inclusive.

Contoh laporan laba rugi all inclusive adalah berikut ini :

PT MyCom Computer Course
Laporan Laba Rugi
Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2015

laporan laba rugi - all inclusive

Dari contoh laporan laba rugi di atas kita bisa melihat elemen-elemen luar biasa dicantumkan dengan detail, yaitu Utang Dihapuskan dan PPh.

Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar biasa merupakan penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa atau sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa.

Sedangkan laporan laba rugi yang hanya berisi elemen-elemen yang biasa terjadi dan tidak termasuk elemen-elemen yang luar biasa disebut laporan laba rugi CURRENT OPERATING PERFORMANCE.

Dalam Laporan Laba Rugi tersebut elemen-elemen yang luar biasa tidak masuk di dalamnya tetapi akan dilaporkan dalam laporan laba tidak dibagi.

Misalnya Laporan Pajak. Pajak untuk hasil usaha (penghasilan) yang rutin dilaporkan mengurangi penghasilan dalam laporan laba rugi.

Sedangkan pajak untuk elemen tidak biasa akan diperhitungkan dalam laporan tidak dibagi.

Bagaimana cara alokasi pajak, sudah dibahas di sini : Begini Cara Alokasi Pajak Penghasilan di Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Manufaktur.

Berikut ini contoh Laporan Laba Rugi dalam bentuk current operating performance:

PT MyCom Computer Course
Laporan Laba Rugi
Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2015

laporan laba rugi - current operating performance

Laporan Laba Rugi di atas disusun hanya jumlah-jumlahnya saja dan merupakan suatu ringkasan. Detail dari masing-masing elemen biasanya dicantumkan sebagai lampiran.

Demikian juga dengan POS LUAR BIASA, maka detail elemen-elemen luar biasa akan nampak dalam laporan laba tidak dibagi.

Berikut ini contohnya:

PT MyCom Computer Course
Laporan Laba Tidak Dibagi
Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2015

laporan laba tidak dibagi - current operating performance
Laporan laba tidak dibagi untuk melengkapi laporan laba rugi – current operating performance.

Dari laporan Laba Tidak Dibagi di atas kita bisa melihat POS LUAR BIASA secara detail, yaitu utang dihapuskan dan PPh.

***