Tips Menghitung Penyusutan Untuk Periode Akuntansi Sebagian

Waktu pengadaan aktiva tetap berwujud baik dengan cara pembelian, pemberian atau pengalihan tidak selalu diawal periode akuntansi.

Umur manfaat aktiva tetap juga tidak selalu satu periode penuh.

Sehingga perlu dilakukan perhitungan penyusutan aktiva tetap untuk periode akuntansi sebagian.

Dan begini cara perhitungannya…

 

Penyusutan Aktiva Tetap Untuk Periode Akuntansi Sebagian

Seringkali pengadaan suatu aktiva di triwulan atau tengah periode akuntansi.

Demikian juga penarikan suatu aktiva seringkali terjadi ditengah periode atau triwulan pertama atau triwulan ke tiga periode akuntansi.

Misalnya, mesin dibeli  pada tanggal 10 Maret 2019, berapa depresiasi yang akan dibebankan dalam tahun 2019?

Contoh lainnya, bila mesin dihentikan pemakaiannya pada tanggal 25 September 2019.

Berapakah nilai penyusutan yang akan dibebankan dalam tahun 2019?

Ada 3 solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut, yaitu

  • Bila aktiva tetap dibeli sebelum tanggal 15 bulan tertentu, maka bulan itu dihitung sepenuhnya untuk penentuan besarnya depresiasi.
  • Bila pembelian aktiva tetap terjadi sesudah tanggal 15 bulan tertentu, maka bulan itu tidak diperhitungkan.
  • Depresiasi akan dihitung penuh bulanan sehingga bila tidak untuk seluruh tahun buku, perhitungan depresiasinya dihitung jumlah bulan dan dibagi dua belas.

Perlu diketahui bahwa:

“Masalah penyusutan aktiva tetap periode akuntansi sebagian ini timbul bila perusahaan dalam menghitung penyusutan aktiva tetap menggunakan metode garis lurus dan metode beban berkurang”

Penggunaan metode lainnya seperti metode jam jasa dan metode hasil produksi dalam perhitungan depresiasi tidak dipengaruhi oleh periode sehingga tidak ada masalah depresiasi sebagian periode.

Agar semakin gamblang, sekarang kita bahas untuk tiap metode perhitungan penyusutan aktiva tetap ya…

 

Metode Garis Lurus

metode garis lurus

Bila digunakan metode garis lurus, ketentuan-ketentuan di atas dapat diterapkan.

Ada kalanya perusahaan menghitung depresiasinya untuk bagian periode berdasarkan pada jumlah hari sesungguhnya.

Kelihatannya cara ini akan memberikan hasil yang lebih teliti. Tapi bila dihubungkan dengan taksiran umur total maka tidak ada peningkatan ketelitian yang diperoleh.

Perbedaan dasar bulanan dengan harian dikaitkan dengan taksiran umur ekonomis tidak akan mengakibatkan selisih jumlah yang cukup berarti.

Berikut contoh perhitungan penyusutan periode akuntansi sebagian dengan metode garis lurus:

Misalnya MyCom Computer Course (MCC Sidoarjo) pada tanggal 10 April 2016 membeli Personal Computer  untuk administrasi seharga Rp. 8.000.000,-.

Nilai residu Personal Computer tersebut ditaksir Rp 1.250.000,-  dan umurnya ditaksir selama 4 tahun, perhitungan depresiasinya sebagai berikut :

menghitung penyusutan sebagian periode dengan metode garis lurus

Dari tabel perhitungan di atas, kita bisa melihat bahwa total nilai depresiasi sebesar Rp. 6.750.000. Jadi nilai residu adalah : Rp. 8.000.000 – Rp. 6.750.000 = Rp. 1.250.000.

 

Metode Jumlah Angka Tahun

metode jumlah angka tahun

Bila terjadi perhitungan penyusutan untuk sebagian periode akuntansi maka dengan metode jumlah angka tahun ada dua langkah yang perlu dilakukan, yaitu :

  • Menghitung depresiasi tahunan
  • Mengalokasikan depresesiasi tahunan tersebut ke masing-masing periode berdasarkan pada waktu.

Agar lebih jelas tentang penggunaan metode jumlah angka tahun, yuk kita ikuti contoh berikut ini :

Misalnya, pada tanggal 10 Maret 2016 MCC Sidoarjo membeli Personal Computer seharga Rp. 10.000.000,- dengan masa manfaat 3 tahun dan nilai residu nol.

Perhitungan depresiasi dengan menggunakan metode jumlah angka tahun langkah-langkah adalah sebagai berikut :

cara menghitung penyusuttan metode jumlah angka tahun
Menghitung penyusutan dengan Metode Jumlah Angka Tahun

Langkah #2. Menghitung Depresiasi untuk tiap-tiap tahun

Menghitung penyusutan tiap-tiap tahun-metode jumlah angka tahun
Cara menghitung penyusutan tiap-tiap tahun-metode jumlah angka tahun

 

Metode Double Declining Balance

metode penyusutan aktiva aktiva tetap.

Sebagaimana dibahas dalam artikel tentang  metode penyusutan aktiva tetap.

Perhitungan penyusutan atau depresiasi dengan metode double declining balance menggunakan tarif depresiasi yang dihitung dengan metode garis lurus dikalikan dua.

Apabila aktiva tetap dibeli tidak pada awal periode, maka untuk menghitung beban depresiasi tahunan perlu dilakukan perhitungan dengan dua langkah berikut ini :

  • Menghitung depresiasi tahunan
  • Mengalokasikan depresiasi tahunan ke masing-masing periode atas dasar waktu.

Sebagai contoh perhitungan depresiasi dengan metode double declining untuk sebagian periode.

Misalnya MyCom Computer Course (MCC Sidoarjo) pada tanggal 9 April 2016 membeli sebuah sebuah mesin penghancur kertas seharga Rp 10.000.000,-.

Mesin tersebut ditaksir umur manfaatnya selama 4 (empat) tahun, nilai residu Rp. 625.000,

Tarif depresiasi dengan metode garis lurus per tahun sebesar 25%, sehingga tarif depresiasi dengan metode double declining balance sebesar 50% dari nilai buku.

Perhitungan depresiasi dengan metode double declining balance adalah sebagai berikut :

#1. Menghitung depresiasi tahunan

Menghitung depresiasi tahunan - metode double declining balance
Menghitung depresiasi tahunan: metode double declining balance

 

#2. Mengalokasikan depresiasi tahunan ke setiap periode

Metode penyusutan - double declining balance

Demikian yang dapat saya bagikan mengenai cara menghitung penyusutan aktiva tetap periode akuntansi sebagian.

Hal ini perlu diperhatikan agar laporan keuangan yang di susun benar-benar mencerminkan kondisi riil perusahaan sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis.

Silahkan pilih di antara beberapa metode di atas sesuai dengan kebutuhan dan jenis usaha  Anda.

Terima kasih dan moga bermanfaat.

***

3 pemikiran pada “Tips Menghitung Penyusutan Untuk Periode Akuntansi Sebagian”

  1. Mau, nanyak pak, untuk metode Jumlah Angka Tahun, darimana angka, 3/6, 2/6,dan 1/6 ? mohon penjelasannya.

    • Pak Pasaribu, terima kasih atas pertanyaannya.
      Dalam metode jumlah angka tahun, penyusutan dihitung dengan cara mengalikan bagian pengurang (reducing fraction) yang setiap tahunnya selalu menurun dengan harga perolehan dikurangi nilai residu.
      Pembilang = bobot (weight) untuk tahun yang bersangkutan.
      Penyebut = jumlah angka tahun selama umur ekonomis aktiva atau jumlah angka bobot (weigth).

      Tahun 1 2 3
      Bobot (weight ) 3 2 1
      Bagian pengurang 3/6 2/6 1/6

      Penyebut dihitung dengan cara menjumlahkan angka bobot = 3+2+2 = 6
      Pembilang adalah angka bobot tahun yang bersangkutan. Untuk tahun 3 dan seterusnya.

      Demikian Pak Pasaribu.

Komentar ditutup.