Bagaimana Cara Menghitung Penyusutan Untuk Periode Akuntansi Sebagian?

Cara menghitungan Penyusutan Untuk Periode Akuntansi Sebagian

Pengadaan aktiva entah dengan cara pembelian, pemberian atau pengalihan waktunya tidak selalu diawal periode.

Manfaat suatu aktiva juga tidak selalu selama satu atau beberapa periode penuh.

Seringkali pengadaan suatu aktiva di triwulan atau tengah periode akuntansi. Demikian juga penarikan suatu aktiva seringkali terjadi ditengah periode atau triwulan pertama atau triwulan ke tiga periode akuntansi.

Misalnya, mesin dibeli  pada tanggal 10 Maret 2016, berapa depresiasi yang akan dibebankan dalam tahun 2016?

Contoh lainnya, bila mesin dihentikan pemakaiannya pada tanggal 25 September 2016. Berapakah depresiasi yang akan dibebankan dalam tahun 2016?

Ada 3 ketentuan yang bisa dibuat untuk mengatasi persoalan tersebut, yaitu

  • Bila aktiva tetap dibeli sebelum tanggal 15 bulan tertentu, maka bulan itu dihitung sepenuhnya untuk penentuan besarnya depresiasi.
  • Bila pembelian aktiva tetap terjadi sesudah tanggal 15 bulan tertentu, maka bulan itu tidak diperhitungkan.
  • Depresiasi akan dihitung penuh bulanan sehingga bila tidak untuk seluruh tahun buku, perhitungan depresiasinya dihitung jumlah bulan dan dibagi dua belas.

Masalah depresiasi untuk sebagian period ini timbul bila digunakan metode garis lurus dan metode beban berkurang.

Penggunaan metode lainnya seperti metod jam jasa dan metode hasil produksi dalam perhitungan depresiasi tidak dipengaruhi oleh periode sehingga tidak ada masalah depresiasi sebagian periode.

Baca juga artikel bagus untuk meningkatkan kinerja BISNIS anda : Accounting Tools & SOP Akuntansi Keuangan.




Metode Garis Lurus

Bila digunakan metode garis lurus, ketentuan-ketentuan di atas dapat diterapkan. Ada kalanya perusahaan menghitung depresiasinya untuk bagian periode berdasarkan pada jumlah hari sesungguhnya.

Kelihatannya cara ini akan memberikan hasil yang lebih teliti. Tapi bila dihubungkan dengan taksiran umur total maka tidak ada peningkatan ketelitian yang diperoleh.

Perbedaan dasar bulanan dengan harian dikaitkan dengan taksiran umur ekonomis tidak akan mengakibatkan selisih jumlah yang cukup berarti.

Contoh perhitungan depresiasi untuk sebagian periode akuntansi dengan metode garis lurus.

Misalnya MyCom Computer Course (MCC Sidoarjo) pada tanggal 10 April 2016 membeli Personal Computer  untuk administrasi seharga Rp. 8.000.000,-.

Nilai residu Personal Computer tersebut ditaksir Rp 1.250.000,–  dan umurnya ditaksir selama 4 tahun, perhitungan depresiasinya sebagai berikut :

menghitung penyusutan sebagian periode dengan metode garis lurus




Metode Jumlah Angka Tahun

Bila terjadi perhitungan depresiasi untuk sebagian periode akuntansi maka dengan metode jumlah angka tahun ada dua langkah yangperlu dilakukan, yaitu :

  • Menghitung depresiasi tahunan
  • Mengalokasikan depresesiasi tahunan tersebut ke masing-masing periode berdasarkan pada waktu.

Agar lebih jelas tentang penggunaan metode jumlah angka tahun, yuk kita ikuti contoh berikut ini :

Misalnya Pada tanggal 10 Maret 2016 MCC Sidoarjo membeli Personal Computer seharga Rp. 10.000.000,- dengan masa manfaat 3 tahun dan nilai residu nol.

Perhitungan depresiasi dengan menggunakan metode jumlah angka tahun langkah-langkah adalah sebagai berikut :

Menghitung penyusuttan atau depresiasi tahunan-metode jumlah angka tahun

 

Langkah #2. Menghitung Depresiasi untuk tiap-tiap tahun

Menghitung penyusutan atau depresiasi untuk tiap-tiap tahun-metode jumlah angka tahun

 

Metode Double Declining Balance

Sebagaimana dibahas dalam artikel tentang  metode penyusutan aktiva aktiva tetap,  perhitungan penyusutan atau depresiasi dengan metode double declining balance menggunakan tarif depresiasi yang dihitung dengan metode garis lurus dikalikan dua.

Apabila aktiva tetap dibeli tidak pada awal periode, maka untuk menghitung beban depresiasi tahunan perlu dilakukan perhitungan dengan dua langkah berikut ini :

  • Menghitung depresiasi tahunan
  • Mengalokasikan depresiasi tahunan ke masing-masing periode atas dasar waktu.

Sebagai contoh perhitungan depresiasi dengan metode double declining untuk sebagian periode.

Misalnya MyCom Computer Course (MCC Sidoarjo) pada tanggal 9 April 2016 membeli sebuah sebuah mesin penghancur kertas seharga Rp 10.000.000,-.

Mesin tersebut ditaksir umur manfaatnya selama 4 (empat) tahun, nilai residu Rp. 625.000,

Tarif depresiasi dengan metode garis lurus per tahun sebesar 25%, sehingga tarif depresiasi dengan metode double declining balance sebesar 50% dari nilai buku.

Perhitungan depresiasi dengan metode double declining balance adalah sebagai berikut :

#1. Menghitung depresiasi tahunan

menghitung penyusutan atau depresiasi tahunan-metode double declining balance

 

#2. Mengalokasikan depresiasi tahunan ke setiap periode

Metode menghitung penyusutan double declining balance - mengalokasikan penyusutan atau depresiasi tahunan ke setiap periode

 

Silahkan pilih di antara beberapa metode di atas sesuai dengan kebutuhan dan jenis usaha  Anda.

Terima kasih dan moga bermanfaat.

3 Komentar

    • Pak Pasaribu, terima kasih atas pertanyaannya.
      Dalam metode jumlah angka tahun, penyusutan dihitung dengan cara mengalikan bagian pengurang (reducing fraction) yang setiap tahunnya selalu menurun dengan harga perolehan dikurangi nilai residu.
      Pembilang = bobot (weight) untuk tahun yang bersangkutan.
      Penyebut = jumlah angka tahun selama umur ekonomis aktiva atau jumlah angka bobot (weigth).

      Tahun 1 2 3
      Bobot (weight ) 3 2 1
      Bagian pengurang 3/6 2/6 1/6

      Penyebut dihitung dengan cara menjumlahkan angka bobot = 3+2+2 = 6
      Pembilang adalah angka bobot tahun yang bersangkutan. Untuk tahun 3 dan seterusnya.

      Demikian Pak Pasaribu.

Komentar ditutup.