Contoh Jurnal Depresiasi, Deplesi, Amortisasi, dan Kerugian Piutang

Jurnal Penyesuaian Depresiasi berfungsi untuk membuat penyesuaian terhadap transaksi-transaksi penyusutan aset tetap berwujud agar sesuai dengan kondisi riil, contoh transaksi-transaksi yang memerlukan jurnal penyesuaian antara lain:

  1. Depresiasi/penyusutan,
  2. Deplesi,
  3. Amortisasi, dan
  4. Kerugian piutang

Bila pos-pos tersebut TIDAK DISESUAIKAN maka laporan keuangan yang dihasilkan tidak akurat dan accountable. Oleh karena itu, pada kesempatan ini blog manajemen keuangan akan membahas materi jurnal penyesuaian ini, khususnya 4 jenis jurnal penyesuaian di atas. Mari segera dimulai….

Sekilas tentang Apa itu Jurnal Penyesuaian

Apa itu jurnal penyesuaian?

Menurut para ahli, arti jurnal penyesuaian adalah jenis pencatatan akuntansi yang digunakan sebagai alat untuk melakukan proses pembaharuan terhadap pos akun tertentu, contohnya sewa dibayar dimuka, pendapatan diterima dimuka, beban depresiasi aset tetap berwujud, dan lain sebagainya.

Agar tidak penasaran dan bingung, saya berikan 2 contoh pembuatan jurnal penyesuaian berikut ini:

Suatu perusahaan pengolahan coklat menjadi aneka macam jajanan di Sidoarjo membayar pesanan bahan baku coklat kepada PTPN di Bondowoso senilai Rp 12.000.000.

Pengiriman bahan baku coklat akan dilakukan setiap awal bulan selama 3 bulan. Bagaimana perusahaan mencatat transaksi tersebut beserta penyesuaiannya?

Pembahasan dan jawaban:

Pada saat terjadi pembayaran:

Ketika perusahaan membayar pesanan coklat, bagian accounting melakukan pencatatan sebagai beriku:

(Debet) Uang Muka Pembelian Coklat ….. Rp 12.000.000
(Kredit) Kas Bank ….. Rp 12.000.000

Selanjutnya, perusahaan membuat jurnal penyesuaian setiap bulannya untuk mengalokasikan biaya pemesanan bahan baku coklat sebagai berikut:

(Debet) Persediaan Bahan Baku Coklat …… Rp 4.000.000
(Kredit) Uang Muka Pembelian Coklat ….. Rp 4.000.000

Jurnal penyesuaian ini dibuat selama proses pengiriman pemesanan, atau 3 bulan. So, jadi seperti itu manfaat dari jurnal penyesuaian. Bagaimana, sudah jelas ya? Okay dialnjut ya.

Inkaso adalah

Agar semakin jelas pemahaman kita, saya berikan satu contoh lagi sebagai berikut:

Pada tanggal 1 Juni 2026 Neracentris Consulting mengeluarkan kas sebesar Rp 15.000.000, untuk membayar biaya promosi dan iklan. Pengeluaran ini digunakan untuk 3 bulan.

Bagaimana cara mencatat transaksi ini?

Pembahasan dan Solusi:

Jurnal saat mengeluarkan kas:

Iklan Dibayar Dimuka …. Rp 15.000.000 (Debit)
Kas Bank ……………………..  Rp 15.000.000 (Kredit)

Jurnal penyesuaian bulan 1 sampa 3:

Biaya Iklan …. Rp 5.000.000 (Debit)
Iklan Dibayar Dimuka …… Rp 5.000.000 (Kredit)

Jurnal Penyesuaian Depresiasi (Penyusutan)

Apa yang dimaksud beban/biaya depresiai?

Biaya depresiasi atau penyusutan adalah alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dibebankan pada suatu periode tertentu. Pembebanan biaya penyusutan ini biasanya dilakukan pada akhir periode.

Biaya depresiasi yang dibebankan dihitung dengan cara taksiran.

Mengapa? Karena jumlahnya tergantung dari tiga faktor yaitu :

  1. Harga perolehan
  2. Taksiran umur ekonomis
  3. Taksiran nilai residu

Perhatikan contoh berikut ini :

MyCom Kursus Akuntansi Surabaya memiliki gedung yang harga perolehannya sebesar Rp. 100.000.000. Taksiran umur ekonomisnya 20 tahun dan nilai residunya sebesar Rp. 5.000.000. Biaya depresiasi yang akan dibebankan setiap tahunnya sebesar :

cara menghitung penyusutan aktiva tetap

Jurnal penyesuaian untuk membebankan biaya depresiasi ini adalah sebagai berikut :

Contoh Jurnal penyesuaian penyusutan aktiva tetap

cara hitung depresiasi

Jurnal Penyesuaian Deplesi

Apa itu deplesi?

Deplesi adalah penyusutan sumber-sumber alam yang tidak dapat diganti. Cara menghitung beban deplesi setiap tahunnya juga mempertimbangkan tiga faktor yaitu :

  1. Harga perolehan
  2. Taksiran isi sumber alam
  3. Taksiran nilai residu

Agar pemahaman kita lebih dalam perhatikan contoh berikut ini :

Sebuah tambang batubara harga perolehannya Rp. 1.200.000.000,- . Isi tambang yang dapat dieksploitasi secara ekonomis sebanyak 100.000 ton dan taksiran nilai residunya sebesar Rp. 20.000.000. Biaya deplesi per ton batubara yang dieksploitasi dihitung sebagai berikut :

deplesi adalah
Bila selama tahun 2025 eksploitasi tambang tersebut menghasilkan 15.000 ton batubara maka biaya deplesi untuk tahun 2025 adalah:

= 15.000 x  Rp. 11.800
= Rp. 177.000.000,-

Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut :

contoh jurnal penyesuaian deplesi

Jurnal Penyesuaian Amortisasi

Apa itu amortisasi?

Amortisasi adalah penyusutan aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva tetap tidak berwujud akan disusut selama masa ekonomisnya. Namun demikian tidak ada nilai residunya. Bila aktiva tetap tidak berwujud umurnya tidak terbatas maka tidak dilakukan amortisasi.

contoh sop perusahaan swasta

Perhatikan contoh perhitungannya berikut ini:

MyCom Computer Course Surabaya memiliki hak patent untuk membuat suatu materi pembelajaran tertentu. Harga perolehan patent tersebut sebesar Rp. 2.400.000 dan akan susut selama 10 tahun.Amortisasi patent setiap tahun adalah :

contoh jurnal penyesuaian amortisasi

Jurnal penyesuaian untuk mencatat amortisasi patent setiap tahun pada akhir periode adalah sebagai berikut:

contoh jurnal penyesuaian amortisasi

Jurnal Penyesuaian Kerugian Piutang

Apa pengertian kerugian piutang?

Kerugian piutang adalah kerugian yang timbul karena adanya penjualan kredit barang dan jasa yang tidak dapat ditagih. Pada tiap akhir periode dibuat taksiran jumlah piutang yang kira-kira tidak bisa dilunasi.

Kerugian ini akan dicatat dalam rekening Kerugian Piutang di sisi debit, dan kreditnya di rekening Cadangan Kerugian Piutang.

pengertian sop secara umum

Dan inilah contohnya:

Pada akhir tahun 2019 diperkirakan jumlah piutang yang tidak bisa ditagih sebesar Rp. 1.250.000,- jumlah ini akan diakui dengan penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019 seperti berikut ini :

jurnal penyesuaian kerugian piutang

Alokasi Penyesuaian Biaya di Neraca Lajur

Apa pengertian neraca lajur?

Neraca Lajur adalah daftar berkolom yang berisi data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian dan laporan keuangan. Ada beberapa bentuk neraca lajur, antara lain:

  • neraca lajur bentuk 6 kolom
  • neraca lajur bentuk 8 kolom
  • kolom neraca lajur bentuk 12
  • neraca lajur bentuk 14 kolom

Banyaknya kolom dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan si pembuat laporan keuangan.

Neraca lajur ini memungkinkan disusunnya laporan-laporan keuangan bulanan, kuartalan tanpa perlu membuat jurnal penyesuaian yang formal. Jumlah kolom dalam neraca lajur disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Berikut ini contoh neraca lajur :

Contoh neraca lajur perusahaan dagang :

contoh jurnal penyesuaian
Contoh neraca lajur perusahaan manufaktur:

Dari contoh bentuk neraca lajur di atas, kita bisa melihat bahwa ada sedikit perbedaan antara perusahaan dagang dengan perusahaan manufaktur.

Untuk perusahaan manufaktur ada kolom BIAYA PRODUKSI yang digunakan untuk menunjukkan jumlah yang diperlukan untuk menyusun laporan HARGA POKOK PRODUKSI (HPP).

Kolom ini diisi dengan rekening-rekening yang berkaitan dengan produksi. Selisih antara kolom debit dengan kredit merupakan harga pokok produksi untuk periode tersebut.

dashboard

Penyesuaian-penyesuaian dalam kolom penyesuaian yang men-debit atau meng-kredit rekening harga pokok penjualan akan ditunjukkan dalam kolom laba rugi.

Hal ini dilakukan agar kolom laba rugi bisa menunjukkan semua data yang diperlukan untuk menyusun laporan harga pokok penjualan (HPP).

Bagian Kolom rekening diisi nama-nama rekening yang ada dalam buku besar.

Kolom neraca saldo berisi saldo masing-masing rekening. Penempatan saldo rekening disesuaikan dengan kolom debit dan kredit.

Kolom laba rugi diisi dengan jumlah semua rekening nominal yang berasal dari neraca saldo disesuaikan.

Selisih antara jumlah debit dan kredit merupakan laba atau rugi untuk periode bersangkutan. Bila jumlah kredit lebih besar daripada jumlah debit maka selisihnya adalah laba dan sebaliknya.

Kolom neraca berisi semua jumlah perkiraan riil yang berasal dari kolom neraca saldo disesuaikan. Bila penyusunan neraca lajur sudah selesai, selanjutnya bisa dibuat laporan keuangan sederhana lengkap yang datanya diambilkan dari:

  • kolom laba rugi untuk menyusun Laporan Laba Rugi, dan
  • dari kolom neraca untuk menyusun Neraca.

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang jurnal penyesuaian Depresiasi, Deplesi, Amortisasi, Keugian Piutang. Dalam kenyataannya, tidak semua transaksi bisnis bisa selesai saat terjadinya. Namun beberapa transaksi akan terselesaikan di waktu lain pada periode akuntansi saat itu atau periode berikutnya.

Nah, itulah perlunya jurnal penyesuaian untuk menyelaraskan transaksi bisnis dengan laporan keuangan, sehingga laporan keuangan itu benar-benar akurat dan menggambarkan kondisi yang sebenarnya

Dan bila Anda ingin mengetahui perangkat sederhana namun powerful untuk mendukung bisnis Anda, langsung saja ke: SOP Finance dan accounting tools murah bermanfaat serta mudah diimplementasikan.

Video turorial membuat jurnal akuntansi.

Bagaimana menurut Anda?

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

3 pemikiran pada “Contoh Jurnal Depresiasi, Deplesi, Amortisasi, dan Kerugian Piutang”

  1. Kalau mau belajar, tak ada yang sulit.
    Tentu kalau ingin membuat laporan keuangan yang baik dan benar, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia dan dunia.

    Salam

  2. Ternyata keuangan itu rumit ya, yang dtahu cuma pemasukan, pengeluaran rugi dan laba

Komentar ditutup.