Bagaimana Pencatatan Akuntansi Pemecahan Saham (Stock Split-Up) dan Pertukaran Saham?

Pencatatan Akuntansi Pertukaran Saham dan Pemecahan Saham

Perusahaan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu bisa memecah sahamnya menjadi saham yang nominalnya lebih kecil.

Di sini saham yang beredar ditarik kembali dan ditukar dengan saham yang nominalnya lebih kecil.

Inilah yang dikenal dengan istilah pemecahan saham atau stock split-up.

Sedangkan jika saham perusahaan itu adalah ‘convertible stock‘ maka pemegang saham akan dapat menukarkan saham yang dimilikina dengan saham jenis lain. Inilah salah satu jenis pertukaran saham.

Dan dalam kesempatan kali ini, blog manajemen keuangan akan membahas tentang tips ampuh pencatatan akuntansi pemecahan dan pertukaran saham.

Tips lain dapat Anda baca di Begini Cara & Contoh Pencatatan Akuntansi Saham dan Obligasi, Terbukti Akurat!

Mari belajar bareng-bareng ya…

***

1. Pengertian dan Pencatatan Akuntansi Pemecahan Saham (Stock Split-up)

Pemecahan saham (Stock Split-Up) adalah salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk memperbanyak sahamnya yang beredar dengan cara mengurangi nilai nominal sahamnya.

Pengurangan nilai nominal atau nilai yang dinyatakan ini dapat menambah jumlah lembar tanpa adanya penyetoran atau kapitalisasi dari laba tidak dibagi.

pertanyaan tentang stock split

Bagi pemegang saham, pengurangan nilai nominal ini tidak mengubah nilai buku investasi sahamnya, satu-satunya perubahan yang ada hanyalah PERTAMBAHAN JUMLAH LEMBAR.

Keadaan ini tidak memerlukan jurnal tetapi cukup dengan CATATAN MEMO.

Misalnya, PT Salam Sukses Penuh Keberkahan mengumumkan pemecahan saham, di mana tiap satu lembar dipecah menjadi 2 lembar.

Dengan adanya pemecahan saham ini, para pemegang saham akan menerima dua lembar saham untuk menukar tiap-tiap lembar yang dimiliki.

Jumlah harga pokok saham tidak mengalami perubahan, tapi karena jumlah lembarnya bertambah dua kali lipat maka harga pokok per lembar saham turun menjadi setengah harga pokok mula-mula.

Dalam hal pemecahan saham tidak ada pendapatan yang diakui oleh pemegang saham.

Lalu bagaimana bila perusahaan mengurangi jumlah lembar sahamnya?

Perlakuan seperti itu merupakan kebalikan dari pemecahan saham, di mana perusahaan mengurangi jumlah lembar sahamnya dengan cara memperbesar nilai nominal atau nilai yang dinyatakan.

Akibat dari pengurangan jumlah lembar saham ini, juga hanya dicatat dengan memo untuk menunjukkan perubahan jumlah lembar dan harga pokok per lembar saham.

Perhatikan contoh lain berikut ini:

Misalnya nominal saham @Rp 10.000 perusahaan memutuskan untuk memecah tiap lembar menjadi 2 lembar saham baru dengan nilai nominal @Rp 5.000.

Pemegang saham akan menerima saham baru, untuk menukar saham lama dengan perbandingan 2 : 1.

Prosedur ini disebut Split-up. Terkadang saham lama diganti dengan saham baru yang nominalnya lebih besar.

Contoh Perhitungan Pemecahan Saham

Misalnya, saham lama nominalnya Rp 20.000 ditarik dan ditukar dengan saham baru dengan nominal Rp 40.000.

Pemegang saham akan menerima saham baru satu lembar untuk menukar 2 lembar  saham lama.

Prosedur ini disebut Split-Down atau Reverse Split. Dengan adanya split-up atau split-down, saldo modal tidak berubah, yang berubah hanya jumlah lembar saham yang beredar.

Prosedur ini  bisa dicatat dengan cara memo atau dengan dibuat jurnal untuk menutup rekening modal saham lama dan membuka rekening modal saham baru.

Baca juga : Begini Cara Menentukan Harga Pokok Perolehan Saham

 

2. Pengertian dan Pencatatan Akuntansi Pertukaran Saham

Bila saham-saham yang dimiliki sebagai investasi jangka panjang ditarik kembali oleh perusahaan dan ditukar dengan saham jenis lain, maka saham baru yang diterima dicatat sebesar HARGA PASARNYA.

Pada waktu terjadinya pertukaran, biasanya terdapat perbedaan antara harga saham baru dengan harga perolehan saham lama dan perbedaan ini dicatat sebagai laba atau rugi dalam buku investor.

Pencatatan Akuntansi Pertukaran Saham

Perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya PT Salam Sukses Penuh Keberkahan menarik kembali saham prioritas yang beredar dan menukarnya dengan saham biasa.

Nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp. 50.000,-. Pak Joko yang memiliki 100 lembar saham PT Salam Sukses Penuh Keberkahan untuk investasi jangka panjang, yang dulu dibelinya  dengan harga perolehan sebesar Rp. 5.000.000, menukarkannya dengan 100 lembar saham biasa.

Pada saat pertukaran, saham biasa laku di pasar dengan harga Rp. 55.000 per lembar.

Pertukaran saham pada transaksi di atas dicatat dalam buku Pak Joko dengan jurnal sebagai berikut :

(D) Penanaman Modal Dalam Saham Biasa     Rp. 5.500.000
(K) Penanaman Modal Dalam Saham Prioritas                Rp. 5.000.000
(K) Laba Pertukaran Saham                                             Rp.    500.000

Perhitungan :

Harga pasar saham biasa :
100 lembar x Rp. 55.000    = Rp. 5.500.000,-
Harga perolehan                 = Rp. 5.000.000,-
Laba pertukaran saham = Rp.    100.000,-

perhitungan dan pencatatan stock split saham

Perhatikan contoh lain berikut ini:

Sebagaimana kita pahami bahwa jurnal akuntansi yang dibuat untuk mencatat pertukaran saham ini tergantung pada nilai nominal saham yang akan dipakai sebagai penukar dan harga jual saham yang akan ditukarkan.

Misalnya, modal PT En-Joy Internasional Tbk (bukan nama sebenarnya, hanya ilustrasi) pada tanggal 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

Modal saham Prioritas 100 lembar dengan nominal @Rp 2.000, sehingga total nilai keseluruhan saham prioritas adalah Rp 2.000.000. Agio Saham Prioritas Rp 200.000.

Modal saham biasa, 1000 lembar dengan nominal @Rp 1.000, sehingga total nilai saham biasa adalah Rp 1.000.000. Agio saham biasa Rp 50.000.

Sedangkan Laba Tidak Dibagi sebesar Rp 500.000.

Pada tanggal 1 Januari 2018, 100 lembar prioritas ditukar dengan saham biasa.

Transaksi ini akan menimbulkan 3 kemungkinan, yaitu berdasar banyaknya lembar saham biasa yang digunakan untuk menukar saham prioritas.

Kemungkinan 1:

100 lembar saham prioritas ditukar dengan 100 lembar saham biasa. Jurnal pencatatan akuntansinya adalah:

(Debit) Modal Saham Prioritas = Rp 200.000
(Debit) Agio Saham Prioritas = Rp20.000
(Kredit) Modal Saham Biasa = Rp 100.000
(Kredit) Agio Saham Biasa = Rp 120.000

 

Kemungkinan 2:

100 lembar saham prioritas ditukar dengan 200 lembar saham biasa. Jurnal akuntansinya adalah sebagai berikut:

(Debit) Modal Saham Prioritas = Rp 200.000
(Debit) Agio Saham Prioritas = Rp    20.000
(Kredit) Modal Saham Biasa = Rp 200.000
(Kredit) Agio Saham Biasa = Rp     20.000

 

Kemungkinan 3:

100 lembar saham prioritas ditukar dengan 300 lembar saham biasa. jurnalnya adalah sebagai berikut:

(Debit) Modal Saham Prioritas = Rp 200.000
(Debit) Agio Saham Prioritas = Rp20.000
(Debit) Laba Tidak Dibagi = Rp 80.000
(Kredit) Modal Saham Biasa = Rp 80.000

 

Contoh Perhitungan dan Pencatatan Akuntansi Pertukaran Saham

3. Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang bagaimana pencatatan akuntansi pemecahan saham (stock split-up) dan pertukaran saham.

Dengan beberapa contoh yang telah kami ketengahkan di atas, harapannya anda bisa mengambil pelajaran untuk diterapkan pada kasus-kasus lain dengan benar dan akurat.

Sehingga apa pun keputusan yang menyangkut pemecahan dan pertukaran saham dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang optimal bagi perusahaa.

Untuk posting berikutnya blog manajemen keuangan akan mengulik tentang kinerja Sari Roti dilihat dari Laporan Keuangannya tahun 2016.

Kenapa Sari Roti?

Sebagaimana kita ketahui beberapa waktu yang lalu, tepat di kuartal ke-empat tahun 2016, ada yang melakukan kampanye pemboikotan terhadap Sari Roti.

Apakah kampanye tersebut berpengaruh terhadap kinerja Sari Roti, berapa persen pengaruhnya?

Tunggu saja pembahasannya, obyektif dan akurat!

Mohon ma’af untuk sementara ini, karena ada suatu hal pembahasan tentang Sari Roti belum bisa diposting di blog ini.

Dan sebagai gantinya dan tak kalah hebohnya, kami membahas kinerja PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) dengan produk andalannya Beras Maknyuss dan Ayam Jago yang sempat menggemparkan dunia per-beras-an Indonesia.

Bagaimana ceritanya, yuk langsung ke: Mengintip Laporan Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Produsen Beras Maknyuss dan Ayam Jago 

Selamat menikmati dan moga bermanfaat.

1 Komentar

Komentar ditutup.