Bagaimana Pencatatan THR di Laporan Keuangan?

Bagaimana-Pencatatan-THR-di-Laporan-Keuangan

Bagaimana-Pencatatan-THR-di-Laporan-Keuangan

THR atau Tunjangan Hari Raya adalah pemberian tunjangan dari perusahaan yang diberikan saat hari raya, tepatnya 15 hari sebelum hari raya (peraturan yang berlaku saat ini).

Besarnya tunjangan biasanya satu kali gaji untuk pegawai yang  masa kerjanya minimal satu tahun atau jika masa kerja pegawai kurang dari satu tahun maka dihitung dari perbandingan masa kerja setahun dikalikan besar gaji sebulan.

Misalnya, Pak Budi mulai bekerja di PT Manajemen Keuangan Network pada tanggal 1 Januari 2017. Gaji yang diterima Pak Budi sebesar Rp. 3.200.000 tiap bulan.

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran jatuh pada tanggal 25 Juni 2017. Maka besarnya THR yang akan diterima Pak Budi adalah sebagai berikut :

= Masa kerja Pak Budi / 12 X Gaji 1 bulan

= 6/12 X Rp. 3.200.000

= Rp. 1.600.000,-

Lalu bagaimana pencatatan THR di Laporan Keuangan?

THR yang dikeluarkan  setiap hari raya akan berpengaruh terhadap Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Neraca

Pada saat perusahaan mengeluarkan THR, maka akan mengurangi kas/bank perusahaan.

Mari kita lihat struktur sebuah neraca dalam laporan keuangan berikut ini :

Struktur-Neraca

Struktur neraca didasarkan pada persamaan akuntansi :

Asset = Utang (Liability) + Modal (Equity)

Bentuk persamaan tersebut menunjukkan bahwa jumlah aset akan sama besar dengan jumlah utang (liability) dan modal (equity).

Salah satu elemen dari Modal adalah LABA TIDAK DIBAGI, yaitu akumulasi laba tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai deviden.

Pada saat pembayaran THR, maka akan mengurangi nilai kas perusahaan, sehingga jurnalnya akan dicatat pada sisi KREDIT.

Laporan Laba Rugi

THR yang dibayarkan perusahaan akan dibebankan sebagai biaya, sehingga akan diperhitungkan sebagai elemen pengurang  Gross Profit.

Bila kita melihat struktur Laporan Laba Rugi adalah seperti berikut ini :

struktur-laporan-laba-rugi

Dari gambar di atas, terlihat bahwa struktur sebuah laporan laba rugi terdiri dari Sales (Penjualan), COGS (Harga Pokok Penjualan), Expenses (Biaya-biaya), Interest (Bunga), Tax(Pajak), Depreciation (Depresiasi) dan Amortization (Amortisasi).

Untuk lebih mudah memahami Laporan Laba Rugi, yuk kita lihat elemen-elemen detailnya dan seperti apa pengaruhnya dalam Laporan Laba Rugi.

Perhatikan gambar berikut ini :

Laporan-Laba-Rugi-elemen

#1. Pendapatan

Pendapatan adalah aliran masuk atau kenaikan aktiva perusahaan yang berasal dari penjualan barang dan jasa atau dari aktivitas lain perusahaan.

#2. HPP/COGS

HPP atau harga pokok penjualan menunjukkan jumlah harga pokok produk-produk yang dijual. Jika produk tersebut dari pembelian, maka harga pokok penjualannya adalah harga beli kali jumlah barang yang dijual.

Bila produk yang dijual adalah produksi sendiri, maka harus dihitung dulu HARGA POKOK PRODUKSI, selanjutnya perhitungan harga pokok penjualannya adalah harga pokok produksi ditambah harga pokok persediaan produk jadi di awal periode dan dikurangi harga pokok persediaan akhir periode.

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa Gross Profit adalah hasil perhitungan Pendapatan dikurangi HPP/COGS.

ingin tahu cara menghitung HPP, baca ini : Inilah 10 Cara Praktis Menghitung HPP

#3. Expenses

Biaya-biaya ini dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu : Biaya penjualan dan Biaya administrasi dan Umum.

Biaya Penjualan adalah semua biaya yang terkait dengan aktivitas penjualan, seperti gaji dan komisi penjual, iklan.

Sedangkan biaya administrasi dan umum, seperti gaji pegawai, THR, Telpon, listrik, sumbangan.

#4. Depresiasi, Amortisasi

Biaya yang termasuk dalam depresiasi seperti depresiasi aktiva tetap kantor dan depresiasi aktiva tetap bagian penjualan.

Pembahasan lengkap mengenai depresiasi dan metode perhitungannya secara lengkap ada di artikel  4 Metode Penyusutan Aktiva Tetap.

Operating Profit adalah hasil perhitungan Gross Profit dikurangi expenses.

#5. Interest & Tax

Interest atau bunga bisa dimasukkan sebagai pendapatan dan biaya lain-lain.

Sedangkan pajak adalah pajak yang dikenakan terhadap laba yang diperoleh perusahaan. Perhitungan pajak didasarkan pada laba akuntansi atau laba menurut pajak.

Berkenaan dengan pajak ini, saya sarankan untuk membaca artikel berikut ini :

Net Profit adalah operating profit ditambah pendapatan bunga dan dikurangi biaya bunga serta dikurangi Tax.

Dari pembahasan tentang struktur Laporan Laba Rugi di atas, jelas sekali bahwa THR termasuk dalam elemen biaya, sehingga pencatatan jurnalnya pada sisi DEBIT.

Jadi, pengeluaran THR akan berpengaruh pada Neraca dan Laporan Laba Rugi, yaitu akan mengurangi KAS dan menambah BIAYA.

Bila mengambil contoh perhitungan THR untuk Pak Budi di atas, maka pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut :

(D) Pembayaran THR        Rp. 1.600.000
(K) Kas                                 Rp. 1.600.000

Bila anda ingin membuat jurnal akuntansi yang 99% tepat untuk berbagai transaksi, silahkan baca tips praktisnya di sini : Begini Cara Membuat Akuntansi yang Benar, Simpel, Cepat dan Akurat

Demikian artikel yang membahas tentang pencatatan THR di Laporan Keuangan.

Sudah jelas kan?

Dan dalam kesempatan ini Blog Manajemen Keuangan mengucapkan :

selamat-idul-fitri

Terima kasih

***

1 Komentar

Komentar ditutup.