Cara Menghitung dan Mencatat Transaksi Penjualan Saham dan Obligasi [+Contoh]

Pencatatan akuntansi saham dan obligasi adalah bentuk nyata pelaksanaan sistem keuangan.

Pelaksanaan prosedur dan tata kelola yang baik berdampak pada pertumbuhan laba rugi perusahaan.

Pembelian dan penjualan surat berharga seperti saham dan obligasi akan mempengaruhi laba rugi perusahaan.

Bagaimana cara pencatatan akuntansi saham dan obligasi yang benar?

Mari ikuti pembahasannya berikut ini…

 

01: Pencatatan Transaksi Surat Berharga

Cara Menghitung Bunga Berjalan

Pengelolaan transaksi yang tidak benar bisa mengakibatkan kerugian.

Oleh karena itu, perusahaan harus menerapkan manajemen keuangan yang baik dan benar.

Salah satunya adalah melakukan perhitungan dan pencatatan transaksi yang benar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dan dalam pembahasan kali ini cara, contoh dan langkah-langkah pencatatan jurnal transaksi saham dan obligasi akan saya bagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Pertama, pencatatan secara umum untuk semua jenis surat berharga, Misalnya saham dan obligasi.
  • Kedua, membahas tentang pencatatan akuntansi abligasi.
  • Ketiga, akan dibahas cara pencatatan akuntansi saham beserta contoh-contohnya.

Mari diuraikan satu per satu…

 

A: Pencatatan Jurnal Transaksi Surat Berharga

Bagaimana cara mencatat jurnal transaksi surat berharga?

Surat-surat berharga seperti obligasi dan saham yang dibeli oleh perusahaan di-debitkan dalam rekening Surat-surat Berharga dengan jumlah senilai harga perolehannya.

Harga perolehan surat berharga adalah harga beli ditambah semua biaya pembelian

Harga perolehan surat berharga adalah harga kurs ditambah komisi, provisi, meterai dan biaya-biaya lain yang timbul pada saat pembelian.

Bila surat berharga yang dibeli berupa obligasi dan pembeliannya dilakukan tidak ada tanggal pembayaran bunga, maka akan menimbulkan masalah bunga berjalan.

Bunga berjalan adalah bunga yang dibayarkan oleh pembeli untuk jangka waktu tanggal bunga terakhir sampai tanggal pembelian.

Bunga berjalan ini tidak termasuk dalam harga perolehan obligasi, tapi dicatat tersendiri.

 

B: Pencatatan Bunga Surat Berharga

Cara Pencatatan Akuntansi Saham

Ada 2 (dua) rekening yang dapat didebit untuk mencatat pembayaran bunga berjalan, yaitu:

  1. Rekening Pendapatan Bunga
  2. Rekening Piutang Pendapatan Bunga.

Pemilihan salah satu rekening di atas akan berakibat pada pencatatan bunga yang diterima pertama kali.

Penjualan surat-surat berharga akan menimbulkan laba atau rugi jika harga jual tidak sama dengan harga perolehannya.

Bila obligasi, seperti pada waktu membeli maka pada waktu penjualannya juga akan menimbulkan masalah bunga berjalan.

Dan cara mudah untuk melakukan pencatatan akuntansi saham dan obligasi adalah dengan menyusun prosedur standar yang baik dan benar, contohnya bisa dibaca di: SOP Keuangan.

Dan untuk memperluas pemahaman kita tentang investasi saham dari sudut pandang ilmu akuntansi keuangan, saya sajikan video pendek dari PKN STAN berikut ini:

Bagaimana menurut Anda,?

 

02: Pencatatan Akuntansi Obligasi

Metode Pencatatan Akuntansi Saham

A: Cara Menghitung dan Mencatat Transaksi Obligasi

Untuk memperjelas tentang pencatatan surat-surat berharga, berikut ini di sajikan contoh dan urutan langkah-langkahnya.

Let’s dive right in...

 

Perhatikan contoh pencatatan Obligasi berikut ini:

Misalnya pada tanggal 01 Agustus 2020 dibeli 10 lembar obligasi PT Berkah Jaya dengan nominal per lembar sebesar Rp. 50.000 dengan kurs 101.

Bunga obligasi 12% per tahun dan dibayarkan setiap tanggal 01 Mei dan 01 November.

Pada saat pembelian dibayar provisi dan meterai sebesar Rp. 5.000.

Tanggal 01 Desember 2020 seluruh obligasi PT Berkah Jaya dengan kurs 102, biaya penjualan sebesar Rp. 3.000.

Jurnal untuk mencatat pembelian obligasi tanggal 01 Agustus 2020 adalah sebagai berikut:

 

jurnal obligasi

 

Perhitungan:

Harga kurs : 101/100 X Rp. 500.000 = Rp. 505.000
Provisi dan materai = Rp. 5.000
Harga perolehan obligasi :

= Rp. 505.000 + Rp. 5.000
= Rp. 510.000

 

Bunga berjalan :

Tanggal bunga terakhir   : 01 Mei 2020
Tanggal pembelian           : 01 Agustus 2020
Periode bunga berjalan   : 3 bulan

= 3/12 X 12% X Rp. 500.000
= Rp. 15.000

***

Selanjutnya rekening Pendapatan Bunga di-debit untuk mencatat bunga berjalan yang dibayar.

Penggunaan rekening ini akan mempengaruhi jurnal pencatatan penerimaan bunga pada tanggal 01 November 2020 di mana semua penerimaan bunga ini akan dikreditkan ke rekening Pendapatan Bunga.

Jurnal yang dibuat pada tanggal 01 November 2020 adalah sebagai berikut :

jurnal transaksi

 

Perhitungan:

Periode bunga : 01 Mei – 01 November = 6 bulan

= 6/12 x 12% x Rp. 500.000
= Rp. 30.000

Selain di-debitkan dalam rekening Pendapatan Bunga, bunga berjalan dapat dicatat dengan mendebit rekening Piutang Pendapatan Bunga.

Sehingga jurnal yang dibuat untuk mencatat pembelian obligasi tanggal 01 Agustus 2020 adalah sebagai berikut:

jurnal umum saham

 

Pada tanggal penerimaan bunga 01 November 2020 jurnal yang dibuat sebagai berikut:

 

jurnal umum saham

 

Kedua cara di atas memberikan hasil yang sama yaitu pendapatan bunga sebesar Rp. 15.000.

 

B: Laba Rugi Penjualan Obligasi

Pencatatan Transaksi Jual Beli Saham

Sebagaimana lazimnya sebuah transaksi jual beli, maka transaksi penjualan obligasi dapat menimbulkan laba atau rugi.

Perhitungan laba atau rugi dilakukan dengan membandingkan harga jual bersih dengan harga perolehannya.

Harga jual bersih adalah harga jual dikurangi dengan biaya-biaya penjualan.

Sedangkan penerimaan bunga berjalan dicatat tersendiri.

***

#1: Contoh Perhitungan Harga Jual Obligasi

Masih menggunakan contoh soal akuntansi tentang pencatatan surat berharga di atas:

Harga jual PT Berkah Jaya pada tanggal 01 Desember 2020 dihitung sebagai berikut :

Harga kurs : 102/100 x Rp. 500.000 = Rp. 510.000

Biaya penjualan = Rp. 3.000

Maka Harga jual :
= Rp. 510.00 – Rp. 3.000
= Rp. 507.000

 

#2: Perhitungan Bunga Berjalan Obligasi

Perhitungan Bunga Berjalan Obligasi

Sedangkan bunga berjalan dihitung sejak 01 November sampai dengan 01 Desember 2020:

= 1/12 x 12% x Rp. 500.000
= Rp. 5.000

Laba atau rugi penjualan dihitung sebagai berikut:

penjualan obligasi
Perhitungan penjualan obligasi

 

C: Pencatatan Jurnal Transaksi Penjualan Obligasi

Jurnal untuk mencatat penjualan obligasi tanggal 01 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

 

jurnal obligasi

 

Periode perhitungan bunga  didasarkan pada hari yang sebenarnya dan satu tahun diperhitungkan sebanyak 360 hari.

Hari terjadinya transaksi tidak diperhitungkan, tapi tanggal jatuh temponya diperhitungkan.

***

Misalnya obligasi dengan tanggal bunga 01 Mei dan 01 November dibeli pada tanggal 9 Agustus 2020.

Jumlah hari bunga dihitung sebagai berikut:

perhitungan jumlah hari bunga
Tabel perhitungan jumlah hari bunga

 

03: Pencatatan Akuntansi Saham

Cara Pencatatan Saham

A: Perhitungan dan Pencatatan Transaksi Saham

Agar mudah dalam memahami cara pencatatan akuntansi saham, saya pun langsung menggunakan contoh.

Perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya pada tanggal 1 Agustus 2020 dibeli saham preferen (prioritas) 14% dari PT Moga Berkah, dengan nominal Rp. 10.000 per lembar dengan kurs 104.

Provisi dan meterai yang dibayar sebesar Rp 5.000.

Dividen dibayarkan setiap akhir tahun.

Pada tanggal 15 Februari 2015 saham-saham tersebut dijual kembali dengan kurs 108 dan biaya penjualan Rp. 4.000.

Pembelian saham dicatat dalam rekening surat berharga dengan jumlah sebesar harga perolehan yaitu harga kurs ditambah biaya-biaya pembelian yang terdiri dari komisi, provisi dan meterai.

Jurnal yang dibuat untuk mencatat pembelian saham tanggal 1 Agustus 2020 adalah sebagai berikut :

 

jurnal saham

 

#1: Perhitungan Nilai Transaksi Saham

Perhitungan:

Harga kurs :

=104/100 x 100 lembar x Rp. 10.000
= Rp. 1.040.000

Provisi dan meterai = Rp. 5.000

 

Harga perolehan saham :

= Rp. 1.040.000 + Rp. 5.000
= Rp. 1.045.000

Walaupun dividen saham preferen (prioritas) itu sudah pasti jumlahnya, biasanya tidak ada perhitungan dividen berjalan pada saat pembelian atau penjualan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dividen yang diterima sebesar :

= 14% x Rp. 1.000.000
= Rp. 14.000

 

#2: Pencatatan Transaksi Saham

Dicatat sebagai berikut:

[Debit] Kas                               Rp. 14.000
[Kredit] Pendapatan Dividen                        Rp. 14.000

 

B: Laba Rugi Transaksi Saham

Cara Pencatatan Saham

Seperti halnya obligasi, laba rugi penjualan saham dihitung dengan membandingkan harga jual dengan harga penolehannya.

Jurnal yang dibuat untuk mencatat penjualan saham tanggal 15 Februari 2021 adalah sebagai berikut:

 

jurnal 8

 

Perhitungan :

penjualan saham
Tabel perhitungan laba rugi penjualan saham

 

04: Pencatatan Akuntansi Saham Saat Perubahan Nilai Saham

Cara Pencatatan Akuntansi Saham

A: Rekapitalisasi

Bila perusahaan merubah nominal seluruh nilai saham, maka tindakan ini disebut REKAPITALISASI.

Perubahan nilai nominal ini akan merubah juga akte pendirian perusahaan dan harus disetujui oleh para pemegang saham.

Dalam rekapitalisasi, akun Modal Saham yang lama ditutup dan diganti dengan akun Modal Saham yang baru.

Akun Agio Saham yang timbul dari saham lama juga ditutup dan diganti dengan Agio Saham modal yang baru.

Bila modal saham baru nilainya lebih besar dari modal saham lama, maka selisihnya didebitkan ke rekening Laba Tidak Dibagi.

Tapi bila saham baru nilainya lebih kecil dari saham lama, maka selisihnya dikreditkan pada Agio Saham baru.

 

B: Pencatatan Jurnal Rekapitalisasi

Rekapitalisasi saham

Sebagai ilustrasi, perhatikan contoh sebagai berikut:

Modal PT Terangkanlah sebagai berikut:

Modal saham 10.000 lembar, nominal @Rp 1.000 = Rp 10.000.000
Agio Saham = Rp 1.000.000
Laba Tidak Dibagi = Rp 3.500.000

Total Modal:
= Rp 10.000.000 + Rp 1.000.000 + Rp 3.500.000 = Rp 14.500.000

Ada 2 kemungkinan yang bisa dilakukan dalam rekapitalisasi, yaitu:

 

Kemungkinan I:

Modal saham lama diubah atau ditukar dengan saham baru yang nilai nominalnya Rp 1.200 per lembar.

Jurnal pencatatan akuntansi saham adalah sebagai berikut:

(Debit) Modal Saham (10.000 lembar @Rp 1.000) = Rp 10.000.000
(Debit) Agio Saham = Rp 1.000.000
(Debit) Laba Tidak Dibagi = Rp 1.000.000
(Kredit) Modal Saham = Rp 12.000.000

 

Kemungkinan II:

Modal saham lama ditukar dengan saham baru yang nilai nominalnya Rp 600 per lembar.

Jurnal pencatatan akuntansinya adalah sebagai berikut:

(Debit) Modal Saham (10.000 lembar @Rp 1.000) = Rp 10.000.000
(Debit) Agio Saham = Rp 1.000.000
(Debit) Modal Saham = Rp 6.000.000
(Kredit) Agio Saham = Rp 5.000.000

Bila rekapitalisasi merupakan usaha untuk menghilangkan defisit atau untuk menurunkan nilai aktiva maka disebut Quasi Reorganisasi atau Corporate Readjustment.

***

Dan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan kita tentang investasi saham, tonton video kedua berikut ini…

 

05: Kesimpulan

Pencatatan akuntansi saham dan obligasi perlu dilakukan dari waktu ke waktu.

Pembelian saham biasanya dilakukan beberapa kali dengan nilai nominal yang berbeda-beda.

Perbedaan harga perolehan ini akan mempengaruhi penentuan besarnya laba atau rugi pada saat penjualan surat berharga.

Harga perolehan saham yang dibebankan pada waktu penjualan sebaiknya ditentukan dengan cara identifikasi khusus, yaitu membebankan harga perolehan sesuai dengan fisiknya.

Sehingga jika yang dijual adalah saham pembelian pertama maka harga perolehan yang dibebankan adalah harga perolehan saham pembelian pertama.

Bila timbul kesulitan untuk menyamakan harga perolehan dengan fisiknya, maka harga perolehan yang dibebankan pada saat penjualan.

Bisa ditentukan dengan metode FIFO (First in First Out) atau dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average).

Dan pembahasan detail mengenai 2 metode tersebut bisa dibaca di Metode Perhitungan HPP.

Demikian materi yang dapat saya bagikan tentang cara, contoh, dan langkah-langkah pencatatan akuntansi saham dan obligasi.

Bagaimana menurut Anda?

manajemen keuangan dan SOP